
Kartika pasrah karena menyerahkannya pada orang yang ia kasihi dan akan menjadi pendamping hingga akhir hayatnya. Namun, pasa kenyataannya Kevin meninggalkan dirinya melebihi meninggalkan seorang p.....r.
Wanita itu menangis mengingat semua yang telah terjadi dalam satu malam yang sudah ia lalui. Dalam satu hari Kevin sudah membuat hatinya hancur berkeping-keping. Ia harus kemana? dalam kekalutan hati Kartika berpikir untuk bunuh diri saja bersama rumah yang membuatnya hancur. Ia melangkah menghampiri lampu tempel yang masih menyala di dinding. Di ambilnya lampu itu di buka penutup kacanya di lemparkan ke tumpukan selimut. Biarlah semuanya lenyap bersama dirinya. Kartika duduk di kursi menyaksikan api yang terus merambat ke gorden dan perabotan lain, tak lama Wanita itu tidak sadarkan diri karena terlalu banyak menghirup gas Co. Sehingga keracunan gas dan pingsan.
Sebuah mobil tiba di tempat itu seorang pria keluar dari mobil langsung menerobos api masuk ke dalam.
Ia ingin mengecek masihkah Kartika ada di dalam atau sudah pergi meninggalkan rumah ini setelah membakarnya.
Setelah berada di dalam pria itu melihat wanita yang sedang duduk di kursi. Pria berjas itu bergegas menghampiri dan mendapati Kartika yang tidak sadarkan diri terkulai bersandar pada kursi. Pria itu segera membopong tubuh Kartika yang masih mengenakan gaun pengantin putih, membawanya segera keluar dari rumah yang terbakar karena nafasnya pun kian sesak mulai kehabisan oksigen. Setelah berada di luar Pria itu segera melangkah menuju kedalam mobil, membaringkan Kartika di mobil, pria itu keluar kembali untuk duduk di belakang setir.
Mobil terus melaju di jalan raya yang kian terik. Kartika terbangun karena guncangan serta paru-parunya yang telah terisi oksigen kembali. Sehingga bisa bernapas dengan normal.
Perlahan Kartika membuka kedua matanya, perlahan duduk. Wanita berambut ikal itu kaget dan bertanya dalam hati. Bukankah tadi ia masih berada di dalam rumah yang ia bakar sendiri. Tapi kenapa sekarang dirinya berada di dalam mobil seseorang. Setelah Kartika sadar sepenuhnya, duduk dengan tegap. Ia memberanikan diri melihat kaca spion, terlihat seorang pria muda dibalik kemudi dan seorang lagi wanita tua seusia kakeknya.
__ADS_1
Kartika mengumpulkan keberaniannya untuk bertanya pada kedua orang itu.
"Kalian siapa? Kenapa menyelamatkanku dari kebakaran itu?"
Satu pertanyaan belum terjawab Kartika sudah menanyakan hal lain. Keduanya saling bertatapan.
"Kau belum harus mati, ikut kami dulu biar ku jelaskan, Nanti."
Mereka berdua tidak mempedulikan ocehan Kartika yang berteriak-teriak memekakkan telinga.
Hingga tiba di sebuah pasar wanita tua itu menurunkannya. Dia menyeret Kartika yang mengenakan gaun pengantin yang sudah lusuh untuk keluar dari mobilnya.
"Bukankah tadi, kaku meminta turun? Turunlah!"
__ADS_1
Semua orang yang berada di pasar menatap Kartika. Baik pedagang, pembeli, pejalan kaki, laki-laki, perempuan, tuadan muda. Mereka heran dan bertanya ada apakah gerangan yang terjadi? Siapakah wanita ini? mengapa baju pengantinnya kotor dan lusuh?
"Lihat Dia! baru saja di tinggalkan Suaminya dan pernikahannya palsu!"
Mendengar perkataan wanita tua itu, Kartika kaget. Mengapa dia bisa tahu jika dirinya baru menikah dan baru saja di campa kan oleh Kevin?
"Kasihan."
Satu kata yang terucap dari bibir mereka yang melihat Kartika berbisik satu sama lain.
Kartika kaget dengan apa yang di ucapkan Nenek itu. Ia tak mengerti mengapa dirinya di permalukan di pasar. Padahal hatinya sudah cukup hancur di tambah dengan ucapannya yang baru saja di dengarnya.
Apakah dia tahu sesuatu?
__ADS_1