
Hari berganti hari, bulan berganti bulan terlalui dengan baik ada nya. Celine maupun Steven yang sedang mengerjakan tugas skripsi nya pun mulai di sibuk kan dengan bimbingan dengan para dosen pembimbing.
Di tambah lagi Steven yang juga harus sambil mengurus perusahaan yang ia pegang. Sangat menyita waktu nya.
Sedangkan Celine sedang fokus dengan skripsi nya tersebut tak jarang ia berlama lama di kampus untuk mencari referensi dari buku bacaan.
Sama hal nya dengan Fanny yang juga sedang menyusun skripsi.
Hingga suatu hari menjelang sidang skripsi nya, Celine pun yang sudah tiba di kampus nya dari pukul sepuluh pagi pun sedang mengulang kembali materi yang ada di skripsi nya tersebut.
Karena semalaman ia harus begadang hingga pukul dua malam, ia pun memutuskan untuk ke coffee shop dekat kampus nya untuk meminum kopi agar tidak mengantuk.
Saat sudah sampai di coffee shop itu, Celine segera memesan kopi dan satu buah cake sebagai cemilan nya.
Setelah memesan, ia pun mencari tempat duduk yang kosong yang jauh dari keramaian coffee shop tersebut agar ia bisa konsen dalam menghafal materi nya.
Tak berapa lama kopi dan cake nya pun datang di antar oleh salah satu pelayan.
Saat ia sedang menyeruput kopi nya tersebut, ada sepasang mata yang sedang melihat ke arah Celine. Namun karena Celine yang sedang fokus pada materi nya pun tidak memperhatikan hal itu.
Seorang laki laki muda dan sangat tampan, terlihat seperti business man yang sudah mapan. Bisa di bilang sebelas dua belas dengan Steven. Namun laki laki ini lebih tua dari Steven.
Saat sedang fokus membaca skripsi nya, tiba tiba seorang pelayan datang menghampiri nya dan memberikan tissue untuk nya.
"Ini ka tissue nya.", ucap pelayan
"Ohh tapi saya ga minta mbak, ini masih ada tissue saya.", ucap Celine menunjuk piring kecil yang berisi tissue yang tadi di berikan pelayan saat mengantar kopi dan kue nya.
"Ini dari tuan yang ada di sebelah sana ka.", ucap pelayan sambil menunjuk sosok laki laki tampan, berjas yang duduk tak jauh dari Celine.
Celine pun menengok ke arah yang di tunjuk oleh pelayan tersebut.
Di lihat nya lah laki laki tampan, memakai setelan jas seperti orang kantoran, dengan salah satu kaki berada di atas kaki satu nya sambil tersenyum pada Celine.
Celine pun langsung mengalihkan pandangan nya pada pelayan
"Saya permisi ya ka.", ucap pelayan dan segera pergi
Celine melihat tumpukkan tissue yang di berikan oleh pelayan, dan di lembar tissue paling atas ada kata kata.
"Hai, boleh aku bergabung?"
kata kata yang tertulis pada selembar tissue itu.
Celine pun menengok kembali ke arah laki laki tersebut.
Ia pun sangat bingung apa harus menerima laki laki itu untuk bergabung atau mengabaikan nya.
Belum Celine berucap atau mengangguk atau bahkan pun tersenyum, tiba tiba laki laki itu langsung berdiri dan menghampiri Celine dengan wajah sumringah nya.
"May I sit here?", tanya laki laki itu
"Ahh... ehm... Sure.", ucap Celine gugup
Laki laki itu pun langsung menarik kursi di depan Celine dan segera duduk.
"What are you reading?", tanya laki laki itu
"Ehmm... my thesis .", ucap Celine singkat tanpa memandang laki laki itu
"Ohh, did you have a thesis today?", tanya laki laki itu lagi
Celine hanya mengangguk sebagai jawaban
"Is your campus near this cafe? ", tanya laki laki itu lagi
"Yes.", jawab Celine singkat
"Oh may I know your name?", tanya laki laki itu
"Sorry, I have to go back to my campus because it's time. Sorry.", ucap Celine sambil mengemasi barang nya dan hendak pergi dari kursi nya
"Let me drive you.", kata laki laki itu
"No thanks, I brought my own car. Thank you.", ucap Celine dan berlalu meninggalkan laki laki itu
Sedangkan laki laki itu masih diam di tempat nya memandangi kepergian Celine.
"Cantik sekali wanita itu, seperti nya orang yang baik dan juga seperti nya agak sulit untuk di dapatkan. Tapi tenang saja, aku pasti akan mendapatkan nya.", gumam nya dengan senyum sinis nya. (in English)
Tak berapa lama laki laki itu pun pergi dari duduk nya dan berlalu menuju mobil nya untuk menandatangi sebuah perusahaan besar yang ada di Jakarta.
Sedangkan Celine yang setelah keluar dari kafe itu langsung masuk ke mobil nya dan segera menuju kampus nya. .
"Ihh... untuk apa sih laki laki itu menghampiri ku, mengganggu saja. Sudah tau aku sedang belajar, malah bertanya terus. Seperti tidak ada kerjaan lain saja.", gumam Celine di dalam mobil nya
Sesampainya di kampus sudah pukul dua belas siang, karena Celine akan sidang pukul satu siang. Celine pun memarkir mobil nya setelah itu turun dari mobil menuju ruang kelas yang akan menjadi ruang sidang bagi para mahasiswa yang akan di sidang pada hari itu.
Saat hendak berjalan menuju kelas yang di tuju, ada seseorang yang memanggil nya.
"Celine!", teriak Fanny
__ADS_1
Celine pun menengok
"Ehh hai Fan.", ucap Celine
"Kamu dari mana? Aku dari tadi cariin kamu tapi ga ketemu, sekarang baru muncul.", ucap Fanny
"Aku tadi dari kafe untuk minum kopi sekaligus menghapal materi ku.", ucap Celine
"Ohh, pantas saja aku Cari kamu dari tadi di kampus ga ketemu.", ucap Fanny
"Iyaa, maaf ya.", ucap Celine
"Oh ya, kamu sebentar lagi akan mulai kan?? Good luck ya! ingat jangan tegang, relaks aja. Aku yakin kamu pasti bisa dan mendapat nilai bagus.", ucap Fanny menyemangati
"Iyaa terima kasih yaa Fan.", ucap Celine tersenyum sambil memeluk sahabat nya itu
Saat sedang mengobrol dengan Fanny, tiba tiba Steven menghampiri mereka. .
"Sayang.", panggil Steven
"Ehh Steven. Kamu disini? Bukan nya kamu di kantor tadi?", tanya Celine
"Iya, tadi aku habis bertemu dengan klien ku dari luar negeri, dan aku baru bisa kesini sekarang.", jelas Steven
"Iya tidak apa apa kok, terima kasih yaa kamu sudah mau datang.", ucap Celine tersenyum
"Aku pasti datang untuk mendukung mu sayang.", ucap Steven lalu mengecup singkat kening Celine .
Celine yang di perlakukan seperti itu oleh Steven pun menjadi malu dan seketika pipi nya memerah.
"Eheemm.....", Fanny Pura pura batuk
"Ehh maaf Fan.", ucap Celine kikuk
Fanny hanya terkekeh melihat sahabat nya itu.
"Yah sudah, lebih baik kamu persiapkan diri, sebentar lagi kamu akan di panggil.", ucap Steven
Celine pun mengangguk.
Tak berapa lama nama Celine pun do panggil untuk masuk ke dalam ruang sidang.
Ia pun sudah mulai tegang dan khawatir.
"Hei, kamu gausa takut, kamu pasti bisa, aku yakin itu.", ucap Steven menenangkan Celine
"Iya sayang makasih ya." ucap Celine tersenyum
Celine pun mengangguk yakin.
Celine pun masuk ke dalam ruangan sidang. Sedangkan Fanny dan Steven menunggu di luar ruangan.
Satu jam pun berlalu, belum ada tanda tanda bahwa Celine akan keluar dari ruangan.
Fanny maupun Steven terlihat khawatir.
Tak berselang lama, ka Axel pun datang.
"Steven, Fanny.", panggil ka Axel
"Ka Axel.", jawab Fanny dan Steven berbarengan
"Apa Celine sudah masuk?", tanya Ka Axel
"Sudah ka, sudah satu jam Celine di dalam.", jawab Steven
"Belum keluar juga?", tanya Ka Axel lagi
"Belum ka.", jawab Steven
Mereka kembali hening, sedangkan Fanny dari tadi memilih untuk diam. Merasa tak enak dengan kehadiran ka Axel yang selalu membuat hati nya berdegup kencang.
Fanny hanya menunduk sambil memainkan jari jari nya.
"Apa kalian sudah makan?", tanya Ka Axel
"Aku tadi sudah makan di kantor ka.", jawab Steven
"Kamu fan?", tanya Ka Axel pada Fanny
"Ah... a.. aku sudah makan tadi ka di rumah.", jawab Fanny gugup karena berbohong padahal sedari tadi ia mencari Celine tidak ketemu dan belum sempat makan siang.
Ka Axel yang melihat kegugupan Fanny pun mengerti bahwa ia belum makan.
"Steven, kamu bisa tunggu disini sebentar?", tanya Ka Axel
"Ohh Iya gapapa kok ka, dari tadi juga aku nunggu disini kok.", ucap Steven
Ka Axel pun mengangguk.
Tiba tiba tangan Fanny di tarik lembut oleh ka Axel.
__ADS_1
"Ayo.", ucap Ka Axel
"Eh... Ayo kemana ka?", tanya Fanny bingung
"Kamu itu tidak pandai berbohong, sama seperti Celine.", ucap Ka Axel datar
"eh em aku tidak berbohong ka.", ucap Fanny gugup
"Sudah ikut aku saja cepat.", ucap Ka Axel menarik tangan Fanny
"Ka Steven aku pergi dulu.", ucap Fanny
Fanny pun berlari kecil untuk mengimbangi langkah ka Axel yang tubuh nya lebih besar dari nya.
"Kita mau kemana ka?", tanya Fanny
"Ke kantin.", ucap Ka Axel singkat
"Mau ngapain ka?", tanya Fanny lagi
"Kalau mau ke kantin tuh mau apa???", tanya Ka Axel yang sudah mulai kesal namun masih menjawab pertanyaan Fanny
Hanya Fanny lah yang bisa membuat ka Axel banyak berbicara walaupun pembicaraan yang tak penting.
"Sudah jangan banyak bicara lagi atau akan aku bawa kamu ke kantor ku.", ucap Ka Axel
Fanny pun langsung terdiam tanpa bersuara lagi dari pada di bawa ke kantor nya ka Axel pikir nya.
Sepanjang jalan banyak mata yang memandang ke arah Fanny dan laki laki tampan yang masih menggandeng nya itu, yang tak lain adalah ka Axel.
Banyak yang tak tau bahwa ka Axel adalah alumni dari kampus tersebut karena sudah beberapa tahun lulus.
Karena banyak yang memandang ke arah mereka, Fanny lebih memilih untuk diam dan menunduk karena malu. Sedangkan ka Axel hanya cuek dan tak menanggapi.
Sesampainya di kantin, ka Axel langsung memesan makanan untuk Fanny.
Ia memesan nasi goreng spesial tanpa udang di dalam nya.
"Mbak, pesan nasi goreng spesial nya satu jangan pakai udang ya mbak. Sama minum nya jus jeruk dua.", ucap Ka Axel
Sedangkan Fanny hanya mendengarkan nya dari samping ka Axel.
"Apa ka Axel masih mengingat bahwa aku alergi udang ya? Apa dia seperhatian itu sama aku ya?", gumam Fanny dalam hati sambil senyum senyum sendiri
"Heh, kamu kenapa senyum senyum?", tanya Ka Axel yang menyandarkan lamunan Fanny
"Ahh... tidak tidak kak. hehe.", ucap Fanny kikuk
"yah sudah ayo kita cari tempat duduk.", ucap Ka Axel
Fanny pun mengangguk.
Tak berapa lama nasi goreng dan jus jeruk yang di pesan ka Axel pun datang.
Ka Axel pun memberikan nasi goreng itu kepada Fanny
"Cepat makan lah sudah jam segini.", ucap Ka Axel
"Kakak ga makan?", tanya Fanny
"Engga, aku udah makan tadi di kantor. Cepat makan, nanti perut mu sakit. Lagipula nanti Celine keburu keluar.", ucap Ka Axel
"Baik ka.", ucap Fanny
Fanny pun segera memakan nasi goreng spesial tanpa udang itu dengan lahap nya karena memang ia sedari tadi sudah kelaparan. Sedangkan ka Axel hanya meminum jus jeruk nya sambil memperhatikan Fanny makan.
Karena terus menerus di perhatikan oleh ka Axel, membuat Fanny buru buru untuk segera menghabiskan makanan nya itu.
Karena terlalu terburu buru, membuat nya tersedak.
"Uhukk.... uhuk....", suara Fanny yang terbatuk karena tersedak
"Maka nya kalau makan itu pelan pelan jangan seperti di kejar anjing seperti itu.", ucap Ka Axel sambil memberikan minum pada Fanny
Fanny pun segera meminum minuman nya dengan wajah merah karena menahan rasa malu nya.
Setelah sepuluh menit Fanny pun sudah menghabiskan semua makanan nya. Mereka berdua pun kembali ke depan ruangan sidang Celine.
🦩🍀🦩🍀🦩🍀🦩
.
.
.
Hai guys, jangan lupa Like, Comment & Vote nya ya. Oh ya maaf ya kalau author terlambat up new eps karena author lagi ga enak badan. Maklum emak emak begadang terus 🤦🏻♀️ Thankyou and happy reading guys 😁😁😁
.
.
__ADS_1
.