Cinta Yang Hilang & Kembali Season 2

Cinta Yang Hilang & Kembali Season 2
Eps 34. Tidak tau malu


__ADS_3

Celine sudah kembali ke ruangan nya setelah pergi makan siang tadi dengan Steven.


Ia melalui meja Fanny, dan Fanny sudah fokus pada pekerjaan nya yang ada di atas meja.


Celine pun menghampiri nya.


"Fan, nanti pulang kita ke mall dulu yuk. Kita shopping shopping.", ucap Celine


"Bolehh. Cuma kita berdua?", tanya Fanny


"Iya kita berdua aja. Tadi Steven mau nganterin kita pulang, tapi aku bilang tidak usah karena kita mau pergi dulu.", ucap Celine


"Apa tidak sekalian kita ajak Sally? Sudah lama kita tidak keluar bareng dia.", ucap Fanny


"Ahh ide yang bagus. Nanti aku telepon Sally dulu. Yah sudah ya aku masuk ruangan ku dulu.", ucap Celine


Fanny pun mengangguk dan kembali fokus pada pekerjaan nya.


Namun sebelum itu, ia memutuskan untuk menelepon mama nya terlebih dahulu dan memberi tau bahwa ia akan menginap di rumah Celine selama 2 malam. Barulah Fanny melanjutkan pekerjaan nya.


Di dalam ruangan, Celine sudah meletakkan tas nya di atas meja. Ia mengambil ponsel nya yang ada di dalam tas dan segera menghubungi Sally.


"Hallo Sal."


"Hallo ka, ada apa?"


"Nanti sore kamu bisa pergi ga?"


"Ehm kemana ka?"


"Ke mall, Kita shopping shopping. Sama Fanny juga. Kan udah lama kita ga jalan bareng."


"Ohh boleh juga ka. Kakak nanti di jemput ka Steven ga?"


"Engga, aku nanti naik taxi aja berdua sama Fanny."


"Ohh yauda aku aja yang jemput ka."


"Gausa Sal. Nanti ngerepotin."


"Ihh kakak kaya sama siapa aja sih? Kita ini sahabat sekaligus calon adik ipar kakak loh."


"Hehehe. Baiklah kalau begitu."


"Yauda ka, kalau gitu nanti aku jemput ya sore."


"Jam berapa?"


"Kakak pulang kerja jam berapa?"


"Aku sih harus nya jam 5 sore. Nanti aku kabarin kamu lagi deh ya."


"Oke ka. Bye."


"Bye."


Celine pun menutup telepon nya dan menaruh nya kembali ke dalam tas dan ia mulai mengerjakan pekerjaan nya.


***********


Jam pun sudah menunjukkan setengah lima sore, Celine tadi sudah memberi tau Sally kalau ia akan selesai pukul lima sore. Begitu juga dengan Fanny.


Sally pun segera jalan menuju perusahaan Celine agar tidak terlambat.


Pukul lima tepat Sally sudah sampai di lobby perusahaan Celine. Ia pun sudah mengabari Celine bahwa ia sudah sampai.

__ADS_1


Celine maupun Fanny juga sudah menyelesaikan pekerjaan mereka hari itu dan bergegas menuju lobby untuk bertemu dengan Sally.


Sally yang sudah sampai lobby saat itu kebingungan karena melihat banyak orang berkerumun di dalam lobby, karena tidak biasa nya hal itu terjadi.


Celine dan Fanny yang baru keluar dari lift pun melihat hal yang sama, keramaian di ruang lobby.


"Cel, ada apa ramai ramai seperti itu?", tanya Fanny


"Aku juga gatau. Biasa nya ga pernah begini deh.", ucap Celine


"Iya Maka nya aku juga bingung ada apa.", ucap Fanny


Mereka berdua pun mendekati keramaian tersebut dan terkejut melihat apa yang sedang mereka ributkan disana.


Di dinding tepat di belakang front office lobby terdapat tulisan yang lumayan besar yang bertuliskan


"MISS CELINE, WILL YOU MARRY ME?"


Tulisan itu sangat terpampang jelas di dinding lobby. Dan yang paling mengejutkan adalah, tiba tiba dari arah belakang muncul lah seorang laki laki berjas yang datang menghampiri kerumunan tersebut.


Sally yang kepo pun ingin tau apa yang terjadi di dalam. Ia pun memutuskan untuk turun dari mobil dan masuk ke dalam lobby dan melihat apa yang sedang terjadi. Namun betapa terkejut nya Sally melihat tulisan yang ada di front office lobby tersebut.


*********


Seorang laki laki tampan, menggunakan jas datang menghampiri Celine dengan wajah berbinar nya dan menampilkan senyuman nya.


Namun kali itu Celine sangat shock melihat siapa yang datang kesana, karena yang datang saat itu bukan lah Steven, melainkan David, klien nya yang sudah ia tolak namun masih saja tidak tau malu.


Dengan wajah yang sudah sangat merah karena menahan marah dan malu nya, Celine pun berjalan menghampiri David. Sedangkan Fanny hanya bisa mengikuti Celine dari belakang. Sally pun melihat Celine dan Fanny yang ada disana.


David yang masih tidak tau malu pun semakin mendekati Celine. Ketika sudah saling berhadapan yang berjarak 1 meter mereka pun saling berpandangan.


Yang satu dengan tatapan marah nya, yang satu dengan tatapan tanpa tau malu nya.


Celine yang memang sudah sangat tidak mau bertemu dengan David pun sudah kehabisan kesabaran.


Banyak karyawan yang mengabadikan moment tersebut, padahal mereka tau kalau Celine adalah tunangan dari Steven. Orang yang sangat berpengaruh di negeri itu. Namun karena ini akan menjadi berita yang heboh, Maka mereka pun tak segan untuk mendokumentasikan nya.


"Celine. Will you marry me?", tanya David dengan senyum yang merekah di wajah nya padahal ia tau kalau Celine sedang menahan amarah nya.


Karena Celine sudah tidak bisa menahan emosi nya lagi, Celine mengambil kotak merah tersebut dari tangan David dengan sangat kasar dan membuang nya kesembarang arah.


David yang melihat kotak itu di buang pun melihat ke arah kotak itu berada. Begitupun dengan orang orang yang ada disana. Mereka sangat terkejut dengan apa yang bos mereka lakukan.


David pun segera berdiri dan menatap Celine dalam. Celine yang sudah sangat marah ia pun menampar pipi David dengan sangat keras.


PLAAKK!!!!


Tamparan tersebut tepat mengenai pipi kiri David. David yang merasa sedikit sakit di pipi nya pun hanya menyentuh kecil pipi nya.


"Tuan David yang terhormat, saya sudah peringatkan kepada tuan 2 kali. Saya sudah bilang pada tuan kalau saya sudah mempunyai tunangan dan saya sangat mencintai nya. Dan kami akan segera menikah. Kenapa tuan David sangat tidak punya malu dan tidak punya etika? Orang sesukses dan terpandang seperti tuan David rasa nya sangat tidak pantas melakukan hal rendah seperti ini. Beberapa kali saya sudah sabar dan memberitau dengan baik baik. Tapi seperti nya apa yang saya katakan tidak berpengaruh pada tuan David, sehingga saya harus melakukan hal ini di depan semua karyawan saya.", ucap Celine panjang lebar


"Nona Celine yang terhormat, saya sudah tau kalau Nona sudah memiliki tunangan, dan saya tidak perduli akan hal itu. Lagipula wanita cantik seperti Nona Celine tidak pantas mendapatkan laki laki yang biasa, Nona Celine pantas mendapatkan orang yang sesuai dan sepadan dengan Nona. Apapun akan saya lakukan sampai saya mendapatkan apa yang saya inginkan. Sampai kapanpun!", ucap David dengan tidak tau malu nya.


"Kau!!! Sungguh orang yang tidak tau malu! Bahkan anda rela merendahkan harga diri anda di depan semua karyawan saya.", ucap Celine tak kalah ketus


"Menikahlah dengan ku Nona Celine. Aku akan menjamin semua keperluan hidupmu. Kamu akan menjadi wanita paling bahagia dan terpandang di dunia ini.", ucap David dengan pede nya.


Namun saat Celine ingin membalas ucapan David pun terdengar suara tepukan yang sangat keras. Karena semua orang yang ada disana tidak ada yang berani bersuara sedikit pun.


PROKK...PROKK...PROKK...


Semua mata tertuju pada orang yang baru datang dan masuk ke dalam lobby tersebut. Dan mereka semua pun shock melihat siapa yang datang.


Dia adalah Steven beserta Rico dan Danny.

__ADS_1


Dari kejauhan Fanny dan Celine juga melihat ada Sally disana. Celine maupun Fanny tidak tau siapa yang memberi tau Steven bahwa ada David disana. Tapi setelah melihat Sally, mereka berdua yakin kalau Sally lah yang menghubungi Steven.


Steven pun berjalan menghampiri David dan Celine dengan langkah tegap nya, diikuti dengan Danny dan Rico di belakang nya.


Namun David justru bingung dengan apa yang terjadi dan yang ia lihat. Karena ia melihat klien nya Steven berada disana.


Steven yang melihat wajah David yang kebingungan pun akhir nya membuka suara.


"Kenapa tuan David? Kenapa wajah anda sangat bingung?", tanya Steven dengan santai nya sambil tersenyum licik


"Kenapa kamu ada disini Steve?", tanya David yang memang masih belum tau kalau Steven adalah tunangan Celine


"Aku disini? Aku disini untuk menjemput tunangan ku tuan David.", ucap Steven dengan menekankan pada kata tunangan nya.


"Tunangan? Tunangan kamu ada disini Steve? Kenapa kamu tidak pernah bilang?", tanya David lagi yang masih santai


"Iya, tunangan ku memang bekerja disini, tepat nya adalah anak dari pemilik perusahaan ini.", ucap Steven


"Anak dari pemilik perusahaan ini?", tanya David bingung


"Iya tuan David. Tuan Thomas Permana adalah calon mertua ku. Dan Celine Xaviera Permana adalah tunangan ku yang segera akan aku nikahkan.", ucap Steven tegas nya sambil menghampiri Celine dan merangkul pinggang Celine


"Apaa?!? Celine? Celine ini maksud mu?", tanya David shock sambil menunjuk Celine


"Iya, dia adalah tunangan ku yang sangat aku cintai. Dan aku rasa aku pria yang cukup sepadan dengan nya.", ucap Steven lagi


"Kamu... kamu kenapa tidak pernah bicara padaku kalau dia adalah tunangan mu???", tanya David lagi


"Untuk apa?? Aku awal nya juga tidak mengetahui nya, namun setelah kuselidiki ternyata benar apa yang terjadi. Dan tadi nya aku ingin memberitau mu, tapi aku ingin tau apa yang akan kamu lakukan selanjutnya bila kamu tidak tau siapa tunangan nya. Dan ternyata benar sangat sesuai dengan apa yang kamu ucapkan padaku waktu itu. Kamu tidak akan pernah menjauh dan tetap berusaha untuk merebut tunangan ku.", ucap Steven


"Ohh... jadi selama ini kamu sudah tau kalau yang mengganggu tunangan cantik mu ini adalah aku? Baguslah kalau begitu. Akan lebih mudah bukan bila kita bersaing?", ucap David dengan santai nya


Namun seketika Steven naik darah mendengar ucapan David tadi. Steven hendak memukul David namun langsung di tahan oleh Celine dan juga Rico dan Danny.


"Sayang jangan.", ucap Celine menahan lengan Steven karena ia takut akan ada perkelahian di perusahaan nya itu.


Akhir nya Steven pun menurunkan tangan nya tadi, dan kembali membetulkan jas nya.


"Ada apa tuan Steven? Kenapa tidak jadi memukul ku?", tanya David menantang.


"Mulai detik ini, kerjasama kita selesai!", ucap Steven tegas


"Baguslah, tidak masalah. Tidak bekerjasama dengan mu juga tidak membuat ku bangkrut.", ucap David enteng


"Dan mulai saat ini juga, kerjasama perusahaan kita juga selesai tuan David.", ucap Celine tak kalah tegas


"Ohh kamu juga mau memutuskan kerjasama kita Nona Celine? It's okay, ga masalah buat aku.", ucap David


"Tapi ingat ya, urusan kita belum selesai sampai disini. Tunggu pembalasan ku.", ucap David santai dan segera pergi dari sana dengan tampang santai nya tanpa ada rasa malu.


Celine dan yang lain nya terasa lega saat David pergi dari sana, namun tidak dengan Steven yang masih dengan emosi nya.


🦩🍀🦩🍀🦩🍀🦩


.


.


.


Hai guys, jangan lupa Like, Comment & Vote nya yaa. Di tunggu next eps nya setiap hari yaa. Thankyou and happy reading 😁😁😁


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2