
Setelah mama dan papa nya pulang di jemput dengan supir pribadi nya, ka Axel tetap setia menjaga Celine adik kesayangan nya itu.
Karena malam sudah semakin larut dan ka Axel juga sudah kelelahan, tanpa sadar ka Axel tertidur di samping ranjang pembaringan adik nya itu dengan tangan nya menggenggam tangan Celine.
Namun tak berapa lama ada yang mengetuk pintu dari luar.
Ka Axel yang baru saja terlelap harus membuka mata nya kembali yang sudah terpejam dan beranjak ke pintu dan membukakan pintu.
"Ka Axel.", ucap Steven
"Steve. Masuk lah.", ucap Ka Axel
Steven langsung berlalu ke samping ranjang Celine dimana Celine masih tertidur dengan lelap nya.
"Apa yang terjadi pada nya ka?", tanya Steven
"Dari yang kakak dengar tadi dari warga yang membawa Celine kesini, ketika Celine sedang mengemudi, ada mobil dari arah belakang dengan kecepatan tinggi dan hampir menyerempet atau menyusul nya, namun karena kehilangan keseimbangan Celine akhir nya banting stir dan menabrak pembatas jalan dan kepala nya terbentur stir dengan keras.", jelas ka Axel
Steven mendengar penjelasan dari ka Axel sambil memandangi wajah cantik pacar nya itu yang sedang tak berdaya.
"Lalu bagaimana keadaan nya sekarang ka? Apa kata dokter?", tanya Steven lagi
Ka Axel menarik dan membuang napas nya kasar sebelum menjelaskan nya pada Steven
"Kata dokter, Celine mengalami Amnesia Disosiatif.", ucap Ka Axel
"Amnesia Disosiatif? Maksud nya hilang ingatan ka?", tanya Steven
Ka Axel mengangguk
"Celine mengalami hilang ingatan masa lalu nya, ia bahkan lupa nama nya sendiri.", ucap Ka Axel
"Apa?? Bahkan ia lupa dengan nama nya sendiri ka? Bagaimana mungkin seseorang melupakan nama nya sendiri.", ucap Steven yang sudah tidak bisa santai
"Kakak juga tidak mengerti, sampai sekarang Celine belum juga sadar, Kita tunggu sampai besok, coba kita bertanya pada nya besok. Siapa tau keadaan nya sudah lebih membaik.", ucap Ka Axel
Steven menghembuskan napas nya dan mengusap wajah nya kasar. Seperti tidak ada habis nya masalah dalam hubungan nya.
Steven tau pasti Celine akan lupa dengan kenangan nya bersama nya selama ini. Dan itu adalah PR yang cukup berat untuk Steven membuat ingatan nya kembali.
Akhir kedua laki laki itu tertidur di dalam kamar. Steven duduk di samping ranjang Celine, sedangkan ka Axel tertidur di sofa dekat ranjang.
Keesokan hari nya, Celine sudah mulai sadar, ia membuka mata nya perlahan, ia melihat ke sekililing nya. Ada dua laki laki di kamar nya tersebut.
Celine mencoba menggerakan jari jari tangan nya.
Steven yang masih menggenggam jemari tangan Celine pun terbangun karena ada gerakan di tangan nya.
Steven melihat tangan Celine yang bergerak dan segera ia menengok ke wajah Celine yang sudah membuka mata nya.
"Sayang, kamu sudah sadar??", tanya Steven sambil mengusap kepala Celine
"Aku ada dimana?", tanya Celine lemah
"Kamu ada di rumah sakit sayang.", jawab Steven
"Rumah sakit?", gumam Celine
Dengan sigap Steven memencet tombol di samping ranjang untuk memanggil suster atau dokter.
Sedangkan Celine masih dengan wajah nya yang kebingungan.
"Sayang kamu gausa banyak bergerak. Kamu istirahat dulu. Aku sudah panggil dokter kesini.", ucap Steven mengecup punggung tangan Celine karena kesenengan.
Ka Axel yang merasa ada suara di dalam ruangan pun akhir nya terbangun.
"Celine. Kamu sudah sadar dek?", tanya Axel menghampiri ranjang Celine
"Iya ka, baru saja Celine sadar ka. Aku sudah memanggil dokter.", ucap Steven.
Tak berapa lama dokter dan suster pun datang masuk ke dalam ruangan.
Dokter langsung memeriksa keadaan Celine.
"Bagaimana dok keadaan adik saya?", tanya Ka Axel
"Keadaan nya jauh lebih membaik. Coba kita test dengan ingatan nya.", ucap dokter
__ADS_1
"Nona, siapa nama mu?", tanya dokter
Celine terlihat berpikir keras. Namun ia tidak ingat dan ia menggelengkan kepala.
Axel maupun Steven menghembuskan napas nya panjang melihat respon Celine.
"Apa kamu ingat kejadian yang menimpa mu semalam?", tanya dokter lagi
Celine berpikir keras sekali lagi, ia melihat di pikiran nya ada cahaya terang dan tak lama gelap. Kepala nya terasa sakit.
"Cahaya terang, lalu gelap.", ucap Celine sambil memegang kepala nya yang sakit.
"Sudah jangan terlalu di paksa, lebih baik kamu istirahat lagi. Yang penting keadaan kamu sudah lebih membaik.", ucap dokter.
Celine pun mengangguk.
"Ini saya buat kan resep untuk Nona Celine, nanti kamu bisa tebus di rumah sakit ini.", ucap dokter sambil memberikan resep obat kepada ka Axel
"Terima kasih dokter.", ucap Ka Axel
"Yah sudah, saya keluar dulu. Permisi.", ucap dokter
Suster pun sambil mengganti cairan infusan dari tangan Celine dan memberi beberapa obat untuk di minum. Setelah selesai suster pun kembali keluar.
"Steve, tolong kamu jaga Celine dulu ya, kakak mau belikan makanan untuk nya dan juga menebus resep obat ini.", ucap Ka Axel
"Oke ka.", jawab Steven
Setelah nya ka Axel keluar dari ruangan menuju kantin rumah sakit untuk membeli makanan untuk nya, Celine dan juga Steven untuk sarapan.
Setelah membeli beberapa makanan, ia kembali ke dalam dan menebus resep obat dan segera membayar nya.
Saat hendak kembali ke dalam kamar, ia teringat Fanny yang belum sempat ia kabarin semalam.
Ka Axel mengambil ponsel nya di saku celana dan menelepon Fanny pagi itu.
"Hallo Fan."
"Hallo ka Axel, ada apa ka menelepon ku pagi pagi?"
"Ada apa dengan Celine ka?"
"Celine kecelakaan dan sekarang sedang ada di rumah sakit."
"Apaa???! Kecelakaan?"
"Iya Fan, kalau kamu mau kesini boleh ke rumah sakit A di rawat di ruang VIP mawar."
"Oke ka, aku akan segera kesana. Terima kasih ka info nya."
"Oke."
Axel pun menutup telepon nya dan segera menuju kamar Celine.
Ka Axel pun masuk ke dalam kamar dan melihat Steven masih dengan sabar nya menunggu Celine di samping nya.
"Ini kakak bawakan makan untuk kita bertiga. Sebaiknya kita makan sekarang.", ucap Ka Axel
"Dek, ini kakak bawakan makanan, kamu makan ya habis itu minum obat.", ucap Ka Axel mengelus kepala adik nya tersebut.
Celine pun menurut.
Steven membantu Celine untuk duduk bersandar di ranjang nya agar lebih mudah untuk makan.
Ka Axel membuka makanan untuk Celine dan ingin menyuapi adik nya.
"Ka, biar aku saja yang menyuapi Celine.", ucap Steven dengan wajah sedih nya.
Karena selama ka Axel tadi pergi, Steven berusaha untuk menanyakan hal hal kenangan nya saat bersama dengan Steven dulu. Namun nihil, Celine benar benar melupakan nya.
"Sudah biar kakak saja. Lebih baik kamu sarapan dulu.", ucap Ka Axel
"Ka, aku mohon.", ucap Steven lirih
"Baiklah, ini.", ucap Ka Axel mengalah dan memberikan makanan itu kepada Steven.
Ka Axel pindah ke sofa dan segera memakan makanan yang sudah ia beli tadi.
__ADS_1
Tak lupa ia juga mengabari orang tua nya bahwa Celine sudah sadar saat ini.
Mama Gladys dan papa Thomas pum segera menuju rumah sakit setelah mendapat kabar dari Axel.
Steven menyuapi Celine dengan sangat sabar dan penuh harapan nya agar Celine kembali pulih dan ingat masa lalu nya.
Tak terasa air mata Steven jatuh dari ujung mata nya.
Celine yang melihat air mata laki laki di depan nya jatuh pun segera menghapus nya.
"Kamu kenapa menangis Steven?", tanya Celine
Celine memanggil Steven karena tadi Steven sudah memberi tau nya bahwa dia adalah Steven, dan laki laki tadi adalah ka Axel kakak nya. Sedangkan dia adalah Celine. Supaya sedikit demi sedikit Celine bisa mengingat kembali.
"Aku gapapa kok sayang. Aku hanya kelilipan.", ucap Steven berbohong dan tersenyum.
"Ayo cepat habis kan makan mu, habis ini kamu harus minum obat sayang.", ucap Steven lagi
Celine pun menurut dan dengan cepat menghabis makanan yang di suapi oleh Steven dan segera meminum obat nya.
Saat sudah menyuapi Celine dan ka Axel pun sudah selesai makan, mereka pun bergantian. Steven mulai makan makanan nya dan ka Axel menemani Celine
"Dek, cepat lah sembuh kakak sangat menyayangi mu.", ucap Ka Axel pada Celine
Celine pun tersenyum mendengar ucapan kakak nya. Walaupun sebenarnya ia belum mengingat siapa itu laki laki di hadapan nya itu.
Tak berapa lama pintu pun di ketuk. Ka Axel menengok dan melihat Fanny mengintip di balik pintu.
Fanny pun masuk ke dalam kamar dan melihat ada ka Axel dan juga Steven disana.
"Hallo ka Axel, ka Steven.", ucap Fanny
Mereka berdua ya di panggil pun hanya tersenyum.
Fanny pun menghampiri Celine di samping ranjang.
"Celine, apa yang terjadi padamu?", tanya Fanny dengan wajah sedih nya
Namun Celine menengok ke arah ka Axel seakan ingin bertanya siapa wanita di depan nya itu.
Ka Axel pun mengerti akan tatapan adik nya tersebut dan menjelaskan.
"Dia Fanny sahabat sekaligus teman sekolah hingga kuliah mu Celine.", ucap Ka Axel
"Hai Fanny.", ucap Celine
sedangkan Fanny yang berbalik bertanya pada ka Axel lewat tatapan nya karena tidak mengerti.
"Nanti aku jelaskan.", ucap Ka Axel
Fanny pun mengangguk
"Keadaan mu baik baik saja kan Cel? Aku sangat khawatir dengan mu.", ucap Fanny
"Aku baik baik saja Fan. Maaf ya aku melupakan mu.", ucap Celine
"Tidak apa apa, yang penting keadaan mu baik baik saja sekarang.", ucap Fanny tersenyum
Entah apa yang terjadi dengan Celine, Fanny sungguh bingung. Karena ia belum mendapat penjelasan dari siapapun mengapa Celine bisa seperti ini.
Namun Fanny terus mengajak Celine untuk berbicara dan bercanda supaya pikiran dan ingatan nya sedikit demi sedikit bisa pulih kembali.
🦩🍀🦩🍀🦩🍀🦩
.
.
.
Hai guys, jangan lupa Like, vote & comment nya ya. Sekali lagi author ingetin, bagi yang belum membaca season 1 nya boleh mampir dan membaca dulu agar bisa mengerti season kedua ini. Thankyou and happy reading 😁😁😁
.
.
.
__ADS_1