
Di kediaman Celine
Setelah makan malam, mereka pun menyantap hidangan penutup, mulai dari buah buahan, kue, pudding bahkan ada juga es krim. Karena mama Gladys sudah mempersiapkan semua nya sedari pagi.
Yaa... karena mama Gladys sudah tau pasti Celine akan lulus, namun tidak tau kalau akan mendapat nilai yang sangat baik, maka dari itu mama Gladys sudah mempersiapkan makan malam itu dengan sempurna.
"Fan, nanti kamu pulang sama siapa?", tanya Celine .
"Gampang cel, aku bisa naik taxi kok.", ucap Fanny tersenyum
"Aku antar aja sekalian nanti Fan.", ucap Steven
"Gausa ka, arah rumah kakak dengan rumah ku kan berbeda. Nanti malah kejauhan.", ucap Fanny
"Gapapa ka Fanny. Nanti kita antar pulang saja.", tambah Sally
"Gausa Sally nanti merepotkan. Lagi pula aku sudah biasa kok pulang sendiri naik taxi.", ucap Fanny meyakinkan.
Saat itu ka Axel tidak bersama mereka berempat, ka Axel sedang mengobrol dengan papa Thomas masalah perusahaan. Sedangkan mama Gladys sedang ke toilet.
"Kalau tidak nanti aku suruh supir ku saja anterin kamu ya Fan.", ucap Celine
"Gausa Cel beneran, aku bisa sendiri kok.", ucap Fanny
"Kamu kenapa sih susah banget di kasih tau. Seperti anak kecil saja.", ucap Celine cemberut
Sedangkan yang lain nya justru tertawa mendengar ucapan Celine
"Aku benar tidak apa apa Celine, aku sudah biasa. Lagipula ini kan belum terlalu malam.", ucap Fanny meyakinkan.
Setelah mengobrol cukup lama, mereka pun memutuskan untuk pulang karena jam pun sudah menunjukkan pukul delapan malam.
Steven dan Sally pun pamit dengan Celine, ka Axel dan juga mama papa.
"Sayang aku pulang dulu ya.", ucap Steven
"Iya sayang, terima kasih ya.", ucap Celine
"Ka Celine aku pulang dulu ya.", ucap Sally
"Iya Sally, terima kasih ya.", ucap Celine
Steven dan Sally pun berjalan beriringan menghampiri mama papa dan ka Axel. Begitu juga Fanny yang mengikuti mereka.
"Om, tante, ka Axel, Kita pulang dulu ya.", ucap Steven
"Iya Steven. Terima kasih ya.", ucap mama Gladys
"Yah sudah kalian hati hati ya di jalan.", ucap mama Gladys lagi
Sedangkan papa Thomas dan ka Axel hanya mengangguk tersenyum.
"Fanny, kamu pulang naik apa sayang?", tanya mama Gladys
Belum sempat Fanny menjawab langsung di potong oleh ka Axel.
"Nanti pulang sama aku ma.", ucap Ka Axel
Seketika Fanny dan Celine langsung menengok ke arah ka Axel, namun yang di tengok hanya diam tanpa ekspresi.
"Ga... gausa ka. Aku bisa pulang sendiri kok ka.", ucap Fanny ragu
"Sudah Fanny tidak apa, nanti biar Axel yang anter kamu.", ucap papa Thomas
"Tapi om....", ucapan Fanny terpotong
"Ayo.", ucap Ka Axel
"Ma, pa, aku antar Fanny pulang dulu ya.", ucap Ka Axel
"Iya sayang. Hati hati ya bawa anak gadis pulang.", ucap mama Gladys terkekeh.
"Iya ma.", ucap Ka Axel
"Om, tante, aku pulang dulu ya.", ucap Fanny
Mama Gladys dan papa Thomas pun mengangguk
"Celine, aku pulang dulu ya.", ucap Fanny sambil memeluk Celine
"Iya fan, hati hati ya.", ucap Celine tersenyum
Ka Axel pun sudah jalan mendahului Fanny, Fanny dengan cepat mengikuti ka Axel.
Sedangkan mama dan papa hanya senyum senyum melihat tingkah anak nya itu.
"Ma, ka Axel seperti nya sudah mulai punya rasa dengan Fanny.", ucap Celine
"Seperti nya sayang.", ucap mama Gladys
"Wahhh Fanny akan jadi kakak ipar ku dong. hehe.", ucap Celine terkekeh
"Mama sebentar lagi punya mantu deh.", ucap mama Gladys
"Kalian ini ibu dan anak ngomongin kakak sendiri. Sudah sebaiknya kita kembali ke kamar.", ucap papa Thomas
"Iya pa, yah sudah aku ke kamar ya ma, pa. Terima kasih ya ma pa. Aku sangat senang.", ucap Celine sambil bergantian memeluk mama dan papa nya.
Celine pun segera masuk ke dalam rumah dan menuju lantai atas ke kamar nya. Sesampainya di kamar, Celine langsung menuju kamar mandi, karena sedari pulang dari kampus tadi ia belum mandi.
__ADS_1
Sedangkan mama dan papa sudah kembali ke kamar mereka.
********
Di perjalanan pulang ke rumah Fanny
Di dalam mobil tidak ada percakapan di antara mereka berdua, hanya ada suara musik yang di putar oleh ka Axel.
Sepanjang jalan Fanny hanya terdiam tak berani untuk berbicara.
Tiba tiba suara ka Axel membuyarkan lamunan Fanny yang sedang menghadap ke luar jendela mobil.
"Minggu depan kamu sidang?", tanya Ka Axel
"Ehh... Iya ka, minggu depan aku sidang.", ucap Fanny gugup
"Kamu tau kantor ku?", tanya Ka Axel
"Tidak ka, aku belum tau.", ucap Fanny
"Yah sudah besok aku suruh supir kantor untuk menjemput mu. Kamu besok kuliah jam berapa?", tanya Ka Axel lagi
astagah ka Axel mau apa menyuruh ku ke kantor nya???
tapi tidak mungkin ia berbuat macam macam di kantor
lagi pula mungkin juga ada om Thomas
"Kenapa diam? Apa yang kamu pikirkan?", tanya Ka Axel lagi
"ahh... tidak ka tidak.", ucap Fanny terkekeh
"Aku besok kuliah jam satu sampai jam tiga ka.", ucap Fanny
"Yah sudah besok supir ku akan menjemput mu di kampus. Kamu tunggu saja.", ucap Ka Axel
"Iya ka.", ucap Fanny mengangguk.
Tak berapa lama mobil yang di kendarai oleh ka Axel pun sampai di depan rumah Fanny
Setelah mobil terparkir, Fanny pun pamit pulang kepada ka Axel.
"Aku pulang ya ka, terima kasih atas tumpangan nya.", ucap Fanny
"Iya, cepat lah tidur, biar kantung mata mu tidak semakin hitam.", ucap Ka Axel
"I...iyaa kaa. Hati hati di jalan.", ucap Fanny lagi dan turun dari mobil.
Ka Axel pun mengemudikan mobil nya menjauhi rumah Fanny. Fanny pun sudah masuk ke dalam rumah setelah tak melihat mobil ka Axel.
"Astaga kenapa ka Axel bisa sampai melihat kantung mata ku yang sudah menghitam ini?? Gara gara mengerjakan tugas skripsi ku sampai begadang sampai sampai mata ku menghitam.", gumam Fanny
Fanny pun langsung bergegas menuju kamar nya untuk membersihkan tubuh nya yang sudah terasa sangat lengket.
*********
Keesokan hari nya, Steven sudah berada di kantor nya pagi pagi, karena ada rapat penting dengan beberapa klien.
Danny dan Rico pun sudah mengurus nya dengan sangat baik.
Pagi itu Steven akan mengadakan rapat dengan klien luar negeri nya.
tok...tok...tok...
"Masuk.", ucap Steven dari dalam ruangan
"Steve, nanti kita ada rapat dengan klien dari Malaysia jam sembilan.", ucap Rico
"Oke, kamu sudah menyiapkan berkas berkas nya?", tanya Steven yang masih sibuk memeriksa beberapa dokumen
"Sudah, ini berkas nya.", ucap Rico yang mendekat ke meja Steven dan meletakkan berkas nya di meja Steven.
"Oke, habis ini aku baca dulu.", ucap Steven
"Oh ya Steve, kemarin waktu kamu habis bertemu dengan klien Kita dari Singapura, tuan David. Dia menghampiri ku, karena kamu langsung ke kampus Celine.", ucap Rico
"Ohh ada apa?", tanya Steven yang menghadap Rico
"Kata nya nanti siang bisa tidak makan siang bersama, ia ingin mengobrol dengan mu kata nya.", ucap Rico
"Mengobrol dengan ku? Ada apa?", tanya Steven
"Aku juga gatau, kemarin dia cuma ngomong gitu.", ucap Rico.
"Yah sudah kamu atur saja nanti makan siang disini saja. Aku sedang malas keluar.", ucap Steven
"Oke. Yah sudah aku keluar dulu.", ucap Rico
Steven pun mengangguk. Sedangkan rico langsung keluar dari ruangan Steven untuk menyiapkan meeting.
Jam sembilan pun meeting antara Steven dan klien nya dari Malaysia pun berjalan dengan lancar tanpa kendala, bahkan kerja sama pun langsung terjalin saat itu juga karena presentasi yang Steven berikan sangat memuaskan untuk klien dari Malaysia dan ingin segera melakukan kerjasama tersebut.
Meeting pun selesai pukul sebelas lewat tiga puluh menit.
"Rico, apa kamu sudah siapkan untuk makan siang nanti?", tanya Steven
"Sudah, tadi aku sudah memesan makanan untuk makan siang kalian.", ucap Rico
"Apa kamu tidak ikut?", tanya Steven
__ADS_1
"Tidak, aku rasa ini masalah pribadi, karena sudah tidak ada jadwal lagi dengan tuan David.", ucap Rico
"Oke, kamu atur saja.", ucap Steven.
Steven pun kembali ke ruangan nya, begitu juga dengan Rico.
Jam sudah menunjukkan hampir pukul dua belas siang, makanan pun sudah datang dan di letakkan di meja depan sofa yang ada di ruangan Steven
"Apa tuan David sudah datang Co?", tanya Steven
"Mungkin sebentar lagi tiba, karena tadi resepsionis sudah bilang bahwa tuan David sudah tiba di lobby.", ucap Rico
"Oke, nanti kamu suruh langsung dia masuk aja.", ucap Steven.
Tak berapa lama ada yang mengetuk pintu
tok...tok...tok...
"Masuk.", ucap Steven
"Permisi tuan, tuan David sudah datang.", ucap Rico
"Silahkan masuk.", ucap Steven
"Selamat siang tuan Steven.", panggil tuan David
"Selamat siang tuan David, Ayo silahkan duduk.", ucap Steven berdiri sambil melangkah ke arah pintu
"Maaf tuan Steven kalau mengganggu waktu makan siang anda.", ucap tuan David
"Tidak masalah tuan David. Ayo duduk.", ucap Steven sambil mengajak David untuk duduk di sofa depan meja yang sudah terhidang makanan.
"Kalau begitu saya permisi dulu tuan.", ucap Rico
"Oke.", ucap Steven
"Ayo silahkan di makan tuan David makanan nya, maaf hanya ini, karena saya habis ini ada meeting, jadi tidak bisa makan di luar.", ucap Steven
"Tidak masalah tuan Steven, justru saya yang minta maaf sudah mengganggu waktu anda.", ucap tuan David
Mereka berdua pun mulai makan makanan yang ada di atas meja tersebut dengan di selingi obrolan singkat.
Selesai makan, mereka pun meminum kopi dan teh yang sudah di sediakan.
"Oh ya tuan David, ada apa anda kemari? Kemarin kan sudah jelas semua masalah kerjasama nya.", tanya Steven
"Oh ya tuan Steven, tidak usah sungkan memanggil ku tuan bila di luar pekerjaan, panggil saja nama ku. David. Umur kita tidak beda jauh.", ucap tuan David
"Baiklah David, kamu juga bisa memanggil ku Steven.", ucap Steven
"Oh ya, Steven, bisa kah kita menjadi teman?", tanya David
"Tentu saja David, kenapa tidak?", tanya Steven balik
"Tidak, aku hanya takut kamu tidak mau berteman dengan ku. Karena kita baru saja bertemu.", ucap David
"Tidak David, aku sangat welcome dengan siapapun yang ingin berteman dengan ku.", ucap Steven
"Baiklah, terima kasih Steven. Oh ya kamu umur berapa sekarang?", tanya David
"Aku umur dua puluh dua tahun.", ucap Steven
"Ohh Kita berbeda tiga tahun ternyata, aku umur dua puluh lima tahun.", ucap David
"Ahh... aku sangat tidak pantas memanggil mu hanya dengan nama. Bagaimana bila ku panggil ka David saja?", kata Steven
"Boleh tidak masalah.", ucap David
"Apa ka David sudah menikah?", tanya Steven
"Belum Steve. Aku masih lajang.", ucap David
"Ah masa laki laki semapan dan setampan kakak belum punya pacar?", tanya Steven penasaran
"Iya aku belum punya pacar.", jawab David meyakinkan
"Apa kamu sudah punya pacar?", tambah David
"Sudah ka, bahkan waktu itu kami sempat bertunangan.", ucap Steven sambil menghadap arah lain
"Sempat bertunangan? Lalu sekarang?", tanya David
"Iya, kami sempat bertunangan setahun yang lalu. Tapi ia mengalami kecelakaan dan hilang ingatan.", ucap Steven menjelaskan
"Aku turut prihatin Steve. Tapi apa sekarang ia sudah mengingat mu?", tanya David lagi
🦩🍀🦩🍀🦩🍀🦩
.
.
.
Hai guys, jangan lupa Like, Comment & Vote nya ya. Thankyou and happy reading 😁😁😁
.
.
__ADS_1
.