Cinta Yang Hilang & Kembali Season 2

Cinta Yang Hilang & Kembali Season 2
Eps 23. Mabuk


__ADS_3

Sesampainya di perusahaan, karena Fanny tidak ingin memberi tau pada Celine, ia pun berinisiatif untuk memberi tau pada Danny dan juga Rico. Karena mereka adalah sahabat Steven. Mungkin saja mereka bisa memberi solusi.


Saat sampai di ruangan nya, ia bermaksud untuk menelepon Danny terlebih dahulu, namun belum sempat ia memanggil Danny, Celine lebih dulu masuk ke dalam ruangan nya.


"Fan.", panggil Celine


"Eh... Cel, ada apa??", ucap Fanny gugup


"Mana kopi ku? Lalu kamu lama sekali di cafe? Kamu bertemu siapa dulu disana?", tanya Celine


"Eh... ehm tidak kok. Oh ya ini kopi mu.", ucap Fanny sambil memberikan kopi pesanan Celine


Celine pun mengambil kopi nya itu, namun ia masih penasaran dengan perilaku Fanny yang tiba tiba aneh.


"Apa ada yang kamu sembunyikan dari ku?", tanya Celine


"Ah.. apa??? Tidak tidak. Aku tidak menyembunyikan apapun dari mu. Sungguh.", ucap Fanny dengan senyum kikuk nya seperti sedang menyembunyikan sesuatu.


"Tapi kenapa aku merasa kamu sedang menyembunyikan sesuatu dari ku Fan?", tanya Celine lagi


"Ehmm... tidak tidak. Tadi di cafe aku hanya seperti melihat seseorang yang ku kenal, tapi orang nya keburu hilang. I..iyaa begitu.", ucap Fanny mencari alasan


"Kalau ada apa apa, kamu cerita sama aku, jangan di simpan sendiri.", ucap Celine sambil menepuk bahu Fanny


"Iyaa Cel. Terima kasih.", ucap Fanny tersenyum


"Yah sudah aku kembali ke ruangan ku. Terima kasih ya kopi nya.", ucap Celine dan berlalu dari ruangan Fanny


Seketika Fanny bisa bernapas lega saat Celine sudah pergi.


Fanny mendudukan tubuh nya di kursi kerja nya dan menyandarkan tubuh nya.


Fanny mengambil ponsel nya yang tadi sempat ia ambil di tas nya dan segera mencari nama Danny di kontak nya. Setelah itu ia langsung menelepon Danny.


"Hallo ka Danny."


"Iya hallo Fan, ada apa Fan?"


"Ehmm... itu ka. Ada yang ingin aku bicarakan. Apa kakak sedang sibuk sekarang?"


"Tidak kok, ada hal apa memang nya?"


"Begini ka, seperti nya ada laki laki yang menyukai Celine. Aku takut kalau sampai mengganggu hubungan Celine dan ka Steven."


"Apa kamu kenal orang nya?"


"Iya ka aku kenal, nama nya David. Dia sekarang menjadi klien di perusahaan ini."


"Apa klien itu dari Singapura? dan orang nya masih cukup muda, sekitar umur dua puluh lima tahun. Dan mempunyai sekertaris bernama Reven."


"Iya ka, kok kakak bisa tau?"


"Berarti benar dugaan ku selama ini."


"Dugaan apa ka? Apa yang kakak ketahui?"


"Iya, aku juga mengenal nya, karena dia juga klien Steven dan Rico. Tapi aku juga mengetahui nya karena Steven ingin mencari tau David itu."


"Jadi ka Steven sudah tau tuan David?"


"Steven memang tau nama laki laki itu David, tapi dia belum tau bahwa laki laki yang bernama David itu juga adalah klien nya."


"Apa? Jadi ka Steven belum tau selama ini? Tapi ka Steven sudah tau kalau ada laki laki yang berusaha untuk mendekati Celine."


"Iyaa. Tapi aku dan Rico belum memberi tau nya sampai kita menemukan bukti yang cukup. Tapi karena kamu sudah memberitau kan nya pada ku, aku jadi yakin dugaan ku dan Rico adalah benar."


"Dan tadi kami sempat meeting bersama, saat sudah selesai, tuan David berbicara sebentar dengan Celine. Dan Celine juga bilang pada ku kalau tuan David tadi menyatakan perasaan nya bahwa ia menyukai Celine. Namun Celine juga memberitau bahwa ia sudah memiliki tunangan dan sudah bertunangan."


"Jadi David sudah menyatakan perasaan nya pada Celine?"


"Iya ka, namun Celine kan tidak menanggapi nya. Tapi tadi setelah meeting, aku sempat ke cafe untuk membeli kopi, dan ternyata tuan David juga ada disana, tadi terlihat ia sudah sedikit mabuk karena di meja nya ada 1 botol wine. Dan bahkan ia sempat menarik narik tangan ku seperti aku adalah Celine. Namun aku segera menelepon sekertaris nya untuk segera menjemput nya setelah aku di bantu oleh beberapa pelayan disana."

__ADS_1


"Astaga, bahkan dia sampai mabuk hanya karena baru mengetahui kalau Celine sudah memiliki tunangan."


"Iya ka, tapi aku tadi belum memberi tau Celine. Aku langsung menghubungi kakak."


"Baiklah terima kasih atas info nya ya Fan."


"Iya ka, yah sudah kalau gitu, aku hanya ingin memberi tau itu, aku hanya tak mau hubungan kedua nya hancur karena laki laki lain."


"Iya fan, kalau gitu terima kasih ya."


"Iya ka sama sama."


Setelah nya telepon pun di tutup, Fanny segera meletakkan kembali ponsel nya di atas meja dan mulai mengerjakan pekerjaan nya yang belum selesai.


aku berharap hubungan Celine dan ka Steven akan baik baik saja


jangan sampai ada pihak ketiga yang memisahkan mereka


seperti yang terjadi dengan orang tua ku


harus berpisah karena ada orang ketiga


********


Sementara di perusahaan Steven.


Danny yang baru selesai menerima telephone dari Fanny pun segera menuju ruangan Rico yang berada di sebrang ruangan nya.


"Rico.", panggil Danny


Rico pun menengok ke arah Danny yang baru datang ke ruangan nya.


"Ada apa Dan?", tanya Rico yang kembali menatap laptop nya.


"Aku sudah mendapat info soal David yang kita cari.", ucap Danny


"Maksud nya?", tanya Rico yang kembali menatap Danny yang sudah duduk di kursi depan meja nya.


"Tapi aku rasa David pun belum tau kalau Celine adalah tunangan Steven dan begitu sebaliknya.", ucap Rico


"Iya memang seperti nya mereka belum saling tau, tapi yang lebih mengejutkan lagi, tadi selesai meeting, Fanny bilang kalau David mengutarakan perasaan nya pada Celine dan Celine pun menolak nya karena sudah memiliki tunangan. Dan setelah mengetahui hal itu, David langsung pergi ke cafe dan meminum wine 1 botol bahkan hampir mabuk namun Fanny segera menelepon sekertaris nya karena Fanny ada disitu tadi.", jelas Danny panjang lebar.


"Lalu bagaimana kita memberi tau pada Steven? Padahal itu klien penting nya.", ucap Rico


"Iyaa, pasti Steven akan langsung memutus kerja sama nya kalau sampai ia tau David sudah berniat tidak baik pada tunangan nya.", ucap Danny


"Tapi masalah nya kan David juga tidak mengetahui bahwa Celine adalah tunangan Steven. Jadi itu bukan seratus persen salah nya.", ucap Rico


"Lalu Kita harus bagaimana???", tanya Danny lagi


"Aku juga bingung, kita tunggu waktu yang tepat untuk memberi tau Steven.", ucap Rico


"Baiklah, kalau gitu aku balik dulu ke ruangan ku.", ucap Danny


Rico pun mengangguk setelah itu Danny kembali ke ruangan nya.


*********


Sementara itu David yang sekarang sudah berada di apartment nya bersama sekertaris nya, Reven.


Reven pun bingung dengan apa yang terjadi dengan David, karena tidak biasa nya David seperti itu.


David di biarkan tertidur di ranjang nya, sementara Reven menunggu nya di ruang tv. Menunggu sampai David bangun dari tidur nya.


Ketika hari sudah menjelang malam, sekitar pukul enam sore. David baru bangun dari tidur nya, ia memegangi kepala nya yang agak sedikit pusing.


Ia melihat sekitar dan bingung kenapa ia bisa sudah ada di apartment nya. Sedangkan seingat nya tadi ia sedang ada di cafe.


Ia pun beranjak dari duduk nya dan segera masuk ke dalam kamar mandi untuk mandi karena seharian ia belum mandi.


Setelah mandi dan berpakaian, ia memutus untuk keluar dari kamar nya dan berniat untuk mencari makanan di dapur nya.

__ADS_1


Saat sudah keluar kamar ia terkejut saat melihat sekertaris nya tertidur dengan posisi duduk di sofa depan tv.


Ya Reven tertidur karena ia sangat bosan menunggu boss nya tersebut.


"Apa yang ia lakukan disini?", gumam David


David pun segera menghampiri nya dan membangunkan Reven.


"Reven, apa yang kamu lakukan disini?", tanya David sambil menggoyangkan kaki Reven dengan kaki nya.


Merasa ada yang menggoyangkan kaki nya, Reven pun akhir nya membuka mata nya dan melihat bos nya sudah berdiri di depan nya.


Reflek ia langsung bangkit berdiri. karena melihat bos sekaligus teman nya sejak kecil.


"Ehh tuan David maaf saya tertidur.", ucap Reven menunduk


"Sudah tidak usah begitu, panggil nama ku saja kalau kita hanya berdua atau di luar kantor. Jangan terlalu kaku.", ucap David


"Iya David.", ucap Reven


"Oh ya kenapa aku bisa ada disini? Dan kenapa juga kamu ada disini?", tanya David yang berjalan menuju dapur dan mengambil minuman di dalam kulkas.


"Tadi aku di telepon oleh Nona Fanny, sekertaris nya Nona Celine, bahwa kamu ada di cafe dan terlihat sedang mabuk.", ucap Reven


"Apa?? Berarti tadi aku mabuk? Apa aku mengucapkan hal hal yang aneh?", tanya David


"Aku tidak tau, yang ku tau saat itu Nona Fanny ada disana dan memegang pergelangan tangan nya yang seperti nya kesakitan.", ucap Reven


"Tapi biarlah, dia kan hanya sekertaris, yang aku mau adalah Celine. Jadi aku tidak butuh dia.", ucap David dengan sombong nya


"Tapi David, apa tidak sebaiknya kamu minta maaf pada nya?", ucap Reven


"Untuk apa? Untuk mendapatkan perhatian nya? Aku menyukai Celine, bukan dia.", ucap David lagi


"Tapi kamu bisa menggunakan nya untuk menarik perhatian Nona Celine.", ucap Reven lagi


Sepersekian detik David terdiam dan mencerna apa yang Reven ucapkan.


"Tapi dia sudah memiliki tunangan Rev.", ucap David


"Apa kamu kenal siapa tunangan nya?", tanya Reven


"Tidak, aku tidak tau siapa tunangan nya.", ucap David


"Bisa saja hanya orang biasa, atau dia berbohong agar bisa menghindari mu?", tanya Reven


"Tapi mana mungkin Celine berbohong untuk hal itu?", tanya David


"Ya karena dia wanita yang punya harga diri tinggi yang sulit untuk di dapatkan Vid.", ucap Reven


"Tapi aku pembisnis muda dan hebat, banyak yang ingin anak nya di jodohkan dengan ku, kenapa dia tidak mau dengan ku?", tanya David lagi.


"Untuk sekarang aku belum tau jawaban nya, tapi aku akan mencari tau nya.", ucap Reven


"Thankyou Rev.", ucap David


Reven pun hanya tersenyum licik.


🦩🍀🦩🍀🦩🍀🦩


.


.


.


Hai guys, jangan lupa Like, Comment & Vote nya ya. Thankyou and happy reading 😁😁😁


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2