
Saat sedang duduk duduk di ruang keluarga, akhir nya papa Thomas pun membuka suara.
"Axel, ada yang ingin papa bicarakan.", ucap papa Thomas
Suasana disana tiba tiba terasa mencekam. Namun berbeda dengan ka Axel yang masih biasa saja.
"Iya pa, ada apa pa?", ucap Ka Axel yang baru saja meletakkan ponsel nya ke saku celana nya.
Karena dalam aturan keluarga nya, bila sedang berbicara, tidak boleh ada ponsel di tangan, karena akan mengganggu topik pembicaraan.
"Begini, umur kamu sudah cukup untuk memiliki kekasih, dan papa rasa kamu sudah pantas untuk menikah. Kamu sudah bisa memegang perusahaan dengan sangat baik.", ucap papa Thomas
"Maksud papa apa?? Aku nyaman dengan posisi ku sekarang. Aku masih ingin mengembangkan perusahaan papa.", ucap Ka Axel
"Kamu akan terus memegang perusahaan papa yang ada di Bali dan Surabaya. Papa akan menyerah kan nya pada mu seluruh nya dalam waktu dekat. Tapi dengan satu syarat.", ucap papa Thomas
"Apa itu pa?", tanya Ka Axel.
"Mama dan papa sudah sepakat, kalau kamu akan mama dan papa jodohkan dengan seorang anak teman mama.", ucap mama Gladys
DEG.....
Jantung Fanny terasa seperti berhenti seketika ketika mendengar ucapan mama Gladys yang mengatakan akan menjodohkan ka Axel dengan anak dari teman nya.
Hati nya langsung hancur berkeping keping. Wajah nya yang tadi gugup melihat ka Axel sekarang berubah 180 derajat seperti sedih dan ingin menangis. Namun sebisa mungkin Fanny tahan karena ia merasa bukan siapa siapa.
Ia hanya bisa menangis dalam hati nya sendiri, melihat laki laki yang menjadi pujaan hati nya akan menikah dengan wanita lain yang tidak tau siapa.
Hati Fanny semakin kacau, mata nya sudah mulai berkaca-kaca. Celine pun melihat perubahan rawut wajah Fanny, namun ia hanya tersenyum kecil.
astagaaa!!!!
apa ini???
ka Axel ingin di jodohkan??
lalu... lalu kenapa aku harus mendengar ini, kenapa aku harus ada disini???
kenapa aku tidak bisa mendapatkan apa yang aku ingin kan??
kenapa aku selalu terbuang??
dulu papa, sekarang ka Axel, laki laki yang aku cintai sejak lama
kenapa ya Tuhan, kenapa???
Batin Fanny berteriak, menangis, namun hanya dirinya seorang yang tau apa isi hati nya. Ia hanya bisa menahan nya dalam diam, sakit hati yang ia rasakan. Namun ia tak bisa berbuat apa apa selain diam dan menerima.
__ADS_1
Selama pembicaraan Fanny hanya terdiam dan berusaha untuk menahan air mata nya jangan sampai jatuh, walaupun mata nya sudah mulai berkaca kaca.
"Tapi ma, pa, aku belum mau menikah ma, pa. Apalagi aku ga kenal siapa anak teman mama.", ucap Ka Axel
"Axel, papa sudah putus kan, kalau kamu akan mama dan papa jodohkan dengan anak teman mama. Dan kami sudah membicarakan dengan orang tua nya.", ucap papa Thomas
Lagi lagi jantung dan hati Fanny seperti tertancap pisau yang sangat tajam. Bahkan sudah ada omongan dengan kedua orang tua wanita yang akan di jodohkan dengan ka Axel. Fanny seperti sudah tidak memiliki kesempatan lagi untuk terus bertahan pada ka Axel.
"Tapi pa....", sangkal ka Axel
"Axel, papa harap kamu mengerti dan mau menerima perjodohan ini. Semua demi masa depan kamu.", ucap papa Thomas
"Oke, Axel mau menerima perjodohan ini, asal Axel mau bertemu dulu dengan wanita yang mama maksud, dan Axel ingin mengenal nya terlebih dahulu.", ucap Ka Axel
"Oke, mama setuju, kamu boleh bertemu dulu dengan gadis pilihan mama. Mama berikan kamu waktu 1 minggu untuk kalian saling mengenal, setelah itu kalian akan bertunangan. Bagaimana kamu setuju?", ucap mama Gladys
hufftt.....
"Oke ma, Axel setuju.", ucap Ka Axel lemas karena harus menerima perjodohan itu yang ia sendiri tidak tau siapa calon yang akan ia nikahi.
"Oke kalau begitu, nanti akan mama atur pertemuan kamu dengan calon tunangan kamu.", ucap mama Gladys
"Tapi ma, lusa kan aku akan kembali ke Bali ma.", ucap Ka Axel
"Kamu akan di Bali selama 3 hari, hari jumat kamu balik ke Jakarta.", ucap papa Thomas
Karena biasa nya ka Axel akan berada di Bali sampai seminggu. Disana ka Axel sudah mempunyai villa sendiri, lebih tepat nya menyewa rumah. Karena kebanyakan rumah dan villa di Bali itu di sewakan. Bahkan bisa sampai 20 tahun lama nya.
Ka Axel juga memilih untuk menyewa sebuah villa yang letak nya tak jauh dari pusat kota Denpasar, Bali. Ia menyewa villa yang terdiri dari 3 kamar, karena siapa tau mama papa dan adik nya berkunjung kesana. Di villa tersebut juga sudah tersedia private pool. Ia menyewa villa tersebut selama 2 tahun.
Setelah obrolan yang cukup menegangkan itu, akhir nya mereka pun membubarkan diri. Termasuk Fanny yang sedari tadi sudah menahan rasa sedih nya yang sangat mendalam. Ia sungguh tidak mengerti kenapa ia di ajak ke rumah itu sementara Celine pun tau kalau Fanny menyukai ka Axel. Tapi kenapa ia harus mendengar perjodohan itu?
Setelah berpamitan, mama Gladys menyuruh ka Axel untuk mengantarkan Fanny pulang.
Selama perjalanan, tidak ada satu pun di antara mereka yang membuka suara. Yang satu bersedih karena pujaan hati nya akan segera menjadi orang lain, yang satu lagi galau karena belum ingin menikah dan belum menemukan wanita yang tepat. Sungguh malam yang sangat berat.
Sesampainya di rumah Fanny, Fanny pun langsung turun dan berpamitan dengan ka Axel.
"Terima kasih ka Axel. Hati hati di jalan.", ucap Fanny yang keluar dari mobil tanpa melihat ka Axel
"Iya, tidur yang nyenyak.", ucap Ka Axel.
Mendengar ucapan ka Axel, membuat hati Fanny semakin sakit. Karena ia tau, mungkin itu adalah ucapan yang cukup perhatian pada Fanny untuk yang terakhir kali nya. Hal itu membuat Fanny sudah tak bisa lagi menahan rasa sedih nya dan juga air mata yang ia tahan dari tadi.
Akhir nya air mata itu jatuh ke pipi Fanny. Dengan cepat Fanny menghapus air mata nya itu dan segera menutup pintu mobil dan langsung menuju rumah nya tanpa melihat ka Axel sama sekali.
Sedangkan ka Axel si orang yang sangat tidak peka pun langsung melajukan mobil nya untuk segera pulang, karena hari pun sudah cukup larut.
__ADS_1
Setelah sampai rumah, ka Axel langsung memarkirkan mobil nya dan segera masuk ke dalam rumah untuk menuju kamar nya. Hati nya saat itu sangat lah tidak baik. Memang ia tidak mempunyai kekasih, jadi ia tidak perlu merasa akan ada hati yang tersakiti akibat perjodohan itu. Namun ia masih memikirkan siapa wanita yang akan menjadi calon istri nya itu, apakah akan cocok dengan nya? apakah akan satu visi dan misi dengan nya? Entahlah itu masih dalam pikiran nya.
Dan tanpa berpikir panjang, ia pun segera tertidur dengan sangat lelap nya seperti tidak ada Hal penting yang baru saja di bicarakan oleh orang tua nya. Karena pada prinsip nya, ia tidak mau membantah orang tua nya. Karena ia juga yakin apa yang menjadi pilihan orang tua nya pasti yang terbaik untuk nya.
*************
Di sisi lain....
Fanny yang sudah masuk ke dalam rumah, ia langsung berlari menuju kamar nya dan menutup pintu nya rapat rapat. Ia menangis di balik pintu, karena ia sudah tidak bisa menahan kesedihan itu lagi.
"Kenapa?? Kenapa harus seperti ini? Apa aku tidak berhak untuk bahagia ya Tuhan? Kenapa sesakit ini?? Padahal aku sama sekali belum pernah berpacaran dengan ka Axel. Tapi kenapa sesakit ini ?? Belum tentu ka Axel merasakan hal yang sama seperti apa yang aku rasa. Tapi aku ga bisa Tuhan, aku sangat mencintai ka Axel.", ucap Fanny sambil menangis dan berderai air mata.
Ia melempar tas dan sepatu nya kesembarang arah. Ia sangat tidak bisa mengontrol diri nya malam itu. Hati nya sangat kalut. Fanny menangis sejadi jadi nya.
Tanpa ia sadari, ada seseorang yang mendengar tangisan nya itu. Yaitu mama Nita.
Mama Nita yang mendengar anak nya menangis dan tak sengaja tadi ia mendengar ucapan nya tentang perasaan nya pada ka Axel pun hanya tersenyum geli di balik pintu.
Karena sebelum Fanny pulang, mama Gladys sudah menghubungi Mama Nita kalau Fanny sedang dalam perjalanan pulang dengan ka Axel dan sudah memberitau kalau Axel akan di jodohkan dengan salah satu anak teman mama nya.
Dan benar saja, Fanny pulang dengan perasaan yang sangat hancur. Namun mama Nita tidak menghampiri anak nya itu, melainkan kembali ke kamar nya.
Menurut nya biar Fanny bisa lebih puas untuk melupakan emosi nya saat itu.
Kedua orang tua itu sangat bahagia dengan rencana mereka untuk saling menjodohkan anak nya. Walaupun harus melihat salah satu nya akan tersakiti hati nya. Namun nanti nya akan kebahagiaan yang akan ia terima.
Kalau untuk mama Gladys dan papa Thomas, mereka sangat yakin kalau Axel akan bersikap baik pada wanita yang akan menjadi istri nya nanti. Karena itu yang mereka ajarkan kepada kedua anak nya.
Celine yang juga ikut dalam rencana itu pun sangat senang karena sebentar lagi kakak nya akan menikah dengan sahabat nya akan menjadi kakak ipar nya. Dengan begitu ia sudah tidak perlu takut lagi memikirkan jodoh untuk kakak nya itu yang sangat sulit untuk mendapatkan kekasih.
Bahkan Celine sudah banyak menyiapkan ide ide cemerlang untuk pertunangan kakak sekaligus sahabat nya nanti. Dekorasi apa yang akan dibuat nanti, acara seperti apa yang akan di selenggarakan. Ia sungguh tidak sabar melihat betapa terkejut nya Fanny begitu juga ka Axel yang akan di pertemukan oleh mama Gladys nanti.
🦩🍀🦩🍀🦩🍀🦩
.
.
.
Hai guys, jangan lupa Like, Comment & Vote nya yaa. Jangan lupa follow ig author yaa @cathleen_josephine & @scenndle.co Thankyou and happy reading 😊😊😊
.
.
.
__ADS_1