
Hari minggu pun tiba, dimana hari keberany ka Axel kembali ke Bali untuk mengurus perusahaan papa nya disana.
Semua anggota keluarga nya itu mengantar ka Axel ke bandara karena kebetulan hari minggu. Steven juga ikut mengantar ke bandara.
Tepat pukul sepuluh pagi mereka sudah tiba di bandara, ka Axel selalu membawa keperluan nya secukup nya. Bahkan beberapa baju kerja nya sudah ia letakkan di villa nya itu jadi tidak harus membawa banyak baju bila ke Jakarta. Jadi ka Axel tidak pernah membawa koper bila ke Jakarta atau balik ke Bali.
Setelah berpamitan dengan mama Gladys, papa Thomas, Celine dan juga Steven, ka Axel langsung bergegas masuk ke dalam bandara untuk check in dan juga menunggu boarding.
Entah mengapa pikiran nya hari itu begitu terganggu dengan niat mama dan papa nya untuk menjodohkan nya. Padahal sedari kemarin ia masih bersikap biasa saja. Namun tidak untuk hari itu.
Sepanjang perjalanan tadi dari rumah hingga bandara saja ia lebih banyak diam. Kedua orang tua nya sudah sangat yakin, pasti Axel akan memikirkan soal perjodohan itu. Namun mereka memilih untuk diam.
Ka Axel yang sudah berada di ruang tunggu, yang akan menunggu pesawat siap untuk di naiki. Ia duduk menghadap kaca besar yang menampakkan banyak nya pesawat yang ada disana. Dengan memakai kacamata hitam nya, ia hanya memandang lurus kedepan.
Entah mengapa kali ini pikiran nya benar benar terganggu oleh perjodohan itu. Ia masih tidak habis pikir kenapa orang tua nya sampai harus menjodohkan nya. Padahal menurut nya, ia juga masih muda. Masih banyak waktu untuk mengeksplore dunia luar dan tidak memikirkan soal berumah tangga terlebih dahulu.
Namun ia sudah jatuh bicara pada orang tua nya kalau ia setuju untuk di jodohkan tapi ingin bertemu dan mengenal nya lebih dulu. Biarlah pertemuan nanti akan menentukan hasil kedepan nya.
Setelah menunggu kurang lebih Lima belas menit, akhir nya ka Axel dan penumpang yang lain sudah di perbolehkan untuk masuk ke dalam pesawat.
************
Di sisi lain
mama Gladys, papa Thomas, Celine dan Steven pun memutuskan untuk pergi ke sebuah restaurant yang ada di Jakarta Utara untuk makan siang bersama.
Di sepanjang perjalanan, mama Gladys dan Celine tak henti nya membicarakan ka Axel maupun Fanny
"Ma, mama liat ga sih tadi ka Axel sepanjang jalan hanya diam saja??", ucap Celine .
"Iya mama liat, mama rasa dia lagi kepikiran soal perjodohan itu deh.", ucap mama Gladys tertawa
"Iya, aku rasa juga begitu ma, karena tidak biasa nya ka Axel begitu.", ucap Celine tertawa
Mereka berdua tertawa membicarakan dua orang yang sedang di jodohkan.
"Mama juga perhatikan ga pas kemarin Fanny ke rumah, dan mama kasih tau kalau ka Axel mau di jodohkan???", tanya Celine
"Engga, memang nya bagaimana ekspresi nya??", ucap mama Gladys
"Wajah Fanny sudah sangat tegang ma, dan sebenarnya mata nya sudah berkaca kaca. Tapi aku tau dia pasti menahan nya sekuat tenaga nya supaya tidak menangis.", ucap Celine tertawa semakin keras
"Iya, mama yakin dia juga pasti shock mendengar kakak mu itu mah di jodohkan dengan wanita lain.", ucap mama Gladys
"Huss... kalian tuh ya, malah menertawakan orang, senang sekali kalian melihat orang lain menderita.", ucap papa Thomas geleng geleng kepala
Sedangkan Steven hanya diam saja mendengar ucapan ketiga orang itu. Ia masih fokus mengendarai mobil tersebut.
__ADS_1
"Kami bukan nya senang melihat penderitaan orang pa, tapi tuh mereka benar benar sangat lucu.", ucap mama Gladys
"Aku harap ka Axel juga memiliki perasaan yang sama dengan Fanny ya ma.", ucap Celine
"Iya, mama harap juga begitu. Mudah mudahan ini jalan terbaik bagi mereka berdua ya sayang.", ucap mama Gladys
"Iya maa.", ucap Celine
"Sudah sudah, jangan membicarakan mereka terus. Sekarang papa tanya sama kamu, bagaimana kelanjutan hubungan kalian??", tanya papa Thomas
Seketika Celine dan juga Steven terdiam mendengar pertanyaan dari papa nya itu.
"Kapan kalian mau menikah??", tanya papa Thomas lagi
"Secepatnya nya om saya akan menikahi Celine.", ucap Steven
"Pa, tunggu ka Axel menikah saja pa, baru kita menikah.", ucap Celine
"Yauda kita tunggu saja bagaimana keputusan kakak mu itu.", ucap papa Thomas
"Kami yang pacaran kenapa papa yang ngebet sekali ingin kami menikah???", tanya Celine
"Papa ingin cepat punya cucu, biar rumah Kira ramai.", ucap papa Thomas.
"Aku sih mau saja secepatnya nya pa, cuma kan kan Axel harus menikah lebih dulu pa.", ucap Celine
"Iyaa pa.", ucap Celine .
"Memang nya kamu tidak takut kalau sampai nanti ada pengacau lagi di hubungan kalian? Seperti David kemarin? Menurut papa, ia bukan orang yang mudah menyerah. Dia akan melakukan apapun untuk mendapatkan apa yang ia inginkan.", ucap papa Thomas
Seketika Steven dan Celine kembali teringat dengan David. Orang yang berusaha menghancurkan hubungan kedua nya.
Steven maupun Celine sampai sekarang belum tau bagaimana keadaan David dan dimana dia sekarang. Karena semenjak kejadian di kantor Celine beberapa waktu lalu, David sama sekali tidak memunculkan wajah nya pada Celine maupun Steven.
Mereka pun seketika jadi memikirkan David. Entah mengapa perasaan mereka berdua pun jadi tidak enak.
Melihat kekhawatiran kedua anak itu, akhir nya mama Gladys pun menenangkan mereka berdua.
"Sudah sudah, kalian tidak usah terlalu memikirkan hal itu. Mau kalian sudah menikah pun, mama yakin kalau niat dia ingin mendapatkan Celine, pasti dia akan terus mengejar kamu.", ucap mama Gladys
"Lalu kita harus gimana ma? Aku gamau David terus mengganggu kita terus.", ucap Celine sambil memegang lengan mama nya yang duduk di samping nya.
"Menurut mama, kalian terus perjuangkan cinta kalian. Tunjukkan pada nya kalau cinta kalian lebih kuat dari apapun. Buat ia menyerah dengan sendiri nya dengan melihat perjuangan cinta kalian. Mama yakin suatu saat ia pasti akan menyadari kesalahan nya.", ucap mama Gladys tersenyum sambil mengelus kepala Celine
"Pantas saja papa tidak pernah berpaling dari mama, kalau papa mempunyai istri yang sangat bijak seperti mama. Dan aku sangat beruntung menjadi anak mama dan papa.", ucap Celine tersenyum
"Iya benar, papa sangat beruntung mendapat kan istri seperti mama kamu. Yang selalu ada buat papa dalam situasi apapun.", ucap papa Thomas
__ADS_1
"Mama juga sangat beruntung bisa menikah bersama papa. Orang yang sangat pekerja keras, yang tak pernah menyerah walaupun pernah gagal berkali kali.", ucap mama Gladys
"Aku sangat salut dengan hubungan om dan tante. Sangat patut untuk menjadi panutan kami berdua.", ucap Steven
"Iya ma, pa. Kalian adalah panutan ku.", ucap Celine ..
"Satu yang harus kamu ingat sayang, jangan percaya omongan orang, apalagi dari orang yang tidak kamu kenal maupun yang kamu kenal. Pastikan terlebih dahulu kebenaran nya sebelum kamu melakukan atau menuduh sesuatu. Karena ketika sudah terjadi dan sudah terlambat, tidak akan bisa di ubah lagi. Jadi pikirkan lah dengan baik lebih dulu, jangan gegabah.", ucap mama Gladys
"Iya ma, aku akan mengingat nasihat mama.", ucap Celine sambil memeluk mama nya
"Begitu juga dengan kamu Steven. Jaga dan lindungi selalu istri kamu, jangan biarkan orang lain mengambil kebahagiaan kalian. Kamu juga harus bisa menjaga diri dan hati mu hanya untuk istri mu seorang.", ucap papa Thomas
"Iya om, aku akan menjalankan nasihat om dengan baik.", ucap Steven tersenyum
Papa Thomas pun menepuk bahu Steven.
Mereka pun tertawa setelah membahas tentang perilah rumah tangga yang di ceritakan oleh mama Gladys dan papa Thomas. Ada perasaan lega pada hati Celine maupun Steven.
Tak berapa lama mereka pun sampai di salah satu restaurant ternama yang ada di Jakarta Utara.
Mereka segera memasuki restaurant tersebut. Banyak sepasang mata yang melihat kearah mereka. Banyak yang mengenal siapa itu Steven, anak dari pemilik perusahaan terbesar di Indonesia. Mereka terkagum melihat ketampanan Steven dan juga kecantikan dari Celine.
Setelah mendapat tempat duduk, mereka pun segera memesan beberapa makanan untuk mereka berempat.
Sambil menunggu makanan datang, mereka pun membicarakan bagaimana kelanjutan untuk pertemuan ka Axel dengan Fanny nanti.
Berbagai rencana mereka siapkan untuk membuat kejutan bagi kedua nya. Begitu juga rencana pernikahan Celine dan Steven yang akan di langsungkan setelah pertunangan ka Axel dan juga Fanny.
Mama Gladys sangat antusias dengan rencana yang sudah mereka susun. Karena kedua anak nya akan segera menikah dalam waktu dekat ini.
Tak berapa lama makanan pun datang, para pelayan menghidangkan semua makanan yang tadi di pesan di atas meja. Mereka berempat makan siang dengan di selingi beberapa obrolan ringan.
🦩🍀🦩🍀🦩🍀🦩
.
.
.
Hai guys, jangan lupa Like, Comment & Vote nya yaa. Jangan lupa juga follow ig author di @cathleen_josephine & @scenndle.co Thankyou and happy reading guys 😊😊🤭
.
.
.
__ADS_1