Cinta Yang Hilang & Kembali Season 2

Cinta Yang Hilang & Kembali Season 2
Eps 37. Terkagum


__ADS_3

2 hari setelah kejadian di perusahaan Celine. David mendapat kabar dari orang tua nya kalau ada perubahan sikap dari Davina, serta ada nilai ulangan nya yang nilai nya turun. David yang mendengar kabar itu pun shock dan tak tenang. Karena tidak biasa nya Davina seperti itu.


triiiingggg....


"Hallo ma."


"Hallo Vid, apa kamu sedang sibuk?"


"Engga kok ma, aku lagi di apartment. Memang ada apa?"


"Engga Vid. Mama cuma mau kasih tau kamu kalau beberapa hari ini adik mu itu tidak seperti biasa nya."


"Tidak seperti biasa nya gimana maksud mama?"


"Iya, dia lebih banyak melamun dan udah jarang cerita sama mama."


"Mungkin dia lagi belajar kali ma. Maka nya lebih banyak diam."


"Engga Vid. Oh ya, lalu kemarin mama juga dapat telepon dari guru nya, kalau nilai Davina ada yang turun. Bahkan di sekolah pun dia sering ga fokus."


"Apa benar ma? Karena Davina ga mungkin seperti itu ma."


"Iya nak. Masa mama bohongin kamu. Setiap kali mama tanya ada apa sama dia, dia selalu jawab ga ada apa apa. Tapi mama yakin dia pasti ada mikirin sesuatu."


"Coba nanti aku bicara sama Davina ya ma."


"Iya, tapi coba kamu sesekali pulang dulu kesini. Kasian Davina, dia kangen sama kamu. Hanya kamu harapan dia, yang selalu ngelindungin dia."


"Iya ma, kalau urusan kerja ku disini udah selesai aku pasti pulang kok ma."


"Yauda nak, kalau gitu mama tutup dulu ya telepon nya. Bye sayang."


"Bye ma."


David pun menutup telepon nya dan meletakkan ponsel nya di atas meja di depan sofa ruang tamu nya.


Saat itu David memang berada di apartment nya sambil memeriksa beberapa dokumen dan lembar kerjasama.


Sehari sejak kejadian di perusahaan Celine, baik Celine maupun Steven langsung memberikan surat pemutusan kerjasama untuk David.


David yang menerima surat tersebut pun sangat kesal. Karena ia sudah kehilangan klien yang cukup besar di Indonesia. Apalagi dari kedua nya sekaligus. Tak sedikit kerugian yang ia alami. Apalagi kerjasama tersebut tiba tiba di hentikan, mungkin saja perusahaan kecil lain nya akan bingung dengan apa yang terjadi dengan kerjasama mereka.


Kala itu pikiran David semakin kacau, sudah dari pembatalan kerjasama dan juga masalah adik nya, Davina.


Akhirnya David memutuskan untuk melakukan video call dengan adik nya itu. Setelah menunggu beberapa saat akhir nya Davina mengangkat panggilan dari kakak nya itu.


"Hallo Vin.", ucap David dengan senyuman nya


"Hallo kaa. Aku kangen kakak. Kapan kakak pulang??", ucap Davina senang.


"Iya sayang, mungkin minggu depan kakak pulang. Kamu bagaimana kabar nya?", tanya David dengan penuh perhatian


"Aku baik ka.", ucap Davina tersenyum


Namun seketika senyum nya meredup dan David yang melihat nya pun bingung.


"Vina, ada apa?", tanya David


"Aku ga apa apa ka. Aku hanya merindukan kakak.", ucap Davina


"Kakak juga sangat merindukan mu. Nanti kalau kakak sudah pulang, kakak akan ajak kamu jalan jalan kemana pun kamu mau.", ucap David


"Benar ka??", ucap Davina dengan penuh senyuman


"Iya benar sayang, tapi ada syarat nya juga. Kamu harus memberikan nilai yang bagus untuk kakak.", ucap David

__ADS_1


Seketika Davina lagi lagi terdiam, David pun melihat perubahan rawut wajah Davina.


"Ada apa Davina? Kenapa tiba tiba kamu diam?", tanya David


"Ahh tidak ka tidak apa apa.", ucap Davina berbohong


"Nilai kamu baik baik saja kan?? Apa ada yang turun nilai kamu?", tanya David lagi


"Ehm.... e.... begini ka.", ucap Davina terputus


"Ada apa sayang? Cerita sama kakak.", ucap David


"Ehm... Kemarin ada nilai ulangan ku yang tidak bagus ka.", ucap Davina tertunduk.


"Ohh... memang nya pelajaran apa yang dapet nilai tidak bagus?", tanya David halus


David memang tidak mau memarahi atau membentak Davina, karena Davina tidak bisa di marahi. Bila di marahi, Davina pasti akan langsung menangis dan tidak mau bercerita lagi kepada siapapun. Karena hal itu pernah terjadi 5 tahun yang lalu. Saat masih SMP. Dari semenjak itu baik David dan orang tua nya tidak pernah memarahi Davina, karena pada dasar nya Davina memang lah bukan anak yang nakal.


"Pelajaran IPA ka. Maaf ya kaa aku tidak bisa memberikan nilai yang bagus untuk kakak.", ucap Davina menyesal dan hampir menangis


"Memang nya kamu dapet nilai berapa?", tanya David lagi


"Dapet nilai 80 ka.", ucap Davina


Sebenarnya itu masih nilai yang bagus kalau untuk murid biasa, tapi karena Davina memang terbiasa dapet nilai sempurna, maka ketika dapat nilai di bawah 95, ia beranggapan kalau ia mendapat nilai jelek.


"Memang nya kamu tidak belajar sayang?", tanya David


"Aku belajar ka. Tapi aku sedang ga konsen waktu itu maka nya aku dapet nilai jelek ka. Maaf ya kaa.", ucap Davina tertunduk


"Heii kamu ga boleh begitu, yang penting lain kali kamu harus fokus pada pelajaran mu, apalagi kalau mau ujian. Jangan memikirkan hal yang tidak perlu, karena masa depan mu lebih penting dari apapun.", ucap David panjang lebar


"Iya kaa. Maaf kan aku ya ka. Aku janji aku akan lebih serius dalam belajar. Aku gamau kecewain kakak dan juga mama papa.", ucap Davina


"Iya sayang. Maka dari itu kamu ga perlu mikirin macem macem ya. Fokus saja dengan sekolah kamu. Kakak mau kamu dapatkan yang terbaik.", ucap David


"Yah sudah, kakak tutup dulu ya telepon nya. Nanti kalau udah senggang, kakak pasti pulang.", ucap David


"Iya kaa. Cepat pulang ya. Aku merindukan kakak.", ucap Davina.


"Iya sayang. Bye.", ucap David


"Bye ka.", ucap Davina sambil melambaikan tangan


Setelah nya David pun menutup panggilan video nya itu.


Ia pun menyandarkan tubuh nya di sofa dan memikirkan adik nya tersebut. Karena tidak biasa nya Davina seperti itu. David juga merasa seperti ada yang Davina tutupin dari nya. Tapi David masih belum tau apa yang di tutupi oleh Davina. Tapi David akan mencari tau nya nanti.


Untuk sekarang ia masih berpikir bagaimana untuk menghancurkan hubungan Celine dan Steven, begitu juga dengan perusahaan nya. Karena ia sudah cukup malu dengan kejadian kemarin itu.


***********


Di sisi lain


Davina yang baru selesai melakukan panggilan video call dengan kakak nya pun sangat senang, karena minggu depan kakak nya akan pulang.


Sebenarnya beberapa hari ini Davina terlihat sering murung dan melamun ya tak lain tak bukan karena memikirkan Rico. Laki laki yang tak sengaja tertabrak dengan nya waktu di sekolah. Dan sampai saat ini, Davina masih memikirkan Rico.


Di tambah lagi Davina yang memang belum pernah berpacaran, membuat nya semakin deg deg an ketika dekat dengan pria. Apalagi ini baru pertama kali nya ia bisa sedekat itu dengan seorang pria selain papa dan juga kakak nya, David.


Sudah beberapa hari ini juga Davina mencari keberadaan Rico, namun karena ia tidak tau siapa nama nya pun jadi membuat nya sulit untuk mencari nya.


Padahal di sisi lain, Rico yang sudah menyuruh anak dari anak buah nya untuk mendekati Davina, yaitu Mary. Walaupun Mary belum sepenuhnya menjadi sahabat Davina, namun Mary yang memang anak yang tidak banyak mau dan memang anak yang baik pun dapat dengan mudah bergaul dengan Davina.


Mary sedikit banyak sudah tau tentang keluarga Davina, walaupun ia belum pernah ke rumah Davina. Namun dia sudah tau kalau Davina hanya tinggal dengan orang tua nya dan beberapa pelayan di rumah nya.

__ADS_1


Mary setiap hari nya memberikan informasi kepada papa nya dan yang akan di berikan kepada Rico nanti nya. Sehingga Rico sudah tau bagaimana kegiatan Davina setelah dia kembali ke Indonesia.


Davina beserta Jean dan Lily sangat senang memiliki teman baru. Walaupun baru, Mary sudah cukup dekat dengan ketiga nya. Bahkan mereka sering makan siang bareng saat di sekolah.


Keesokan hari nya ketika Davina sudah sampai di sekolah bersama kedua sahabat nya, mereka langsung menuju kelas untuk memulai pelajaran, begitu juga dengan Mary yang sudah di dalam kelas.


Saat mereka sedang belajar, guru mata pelajaran IPA memberikan tugas kelompok. Davina, Jean dan Lily yang memang sudah selalu bersama pun saat kerja kelompok berinisiatif untuk mengajak Mary untuk bergabung.


"Mary, kamu sekelompok sama kita aja.", ucap Davina


"Iya Mary. Bareng sama kita aja, jadi kamu gausa nyari kelompok lain.", tambah Jean


"Apa tidak apa apa?", tanya Mary


"Yah engga apa apa lah. Memang nya kenapa? Kamu gausa sungkan sama kita. Kita ini teman.", ucap Davina


"Baik lah, terima kasih ya Davina, Jean, Lily.", ucap Mary tersenyum


"Iya. Kalau gitu nanti sore kita mulai aja kerja kelompok nya ya?", ucap Davina


"Boleh boleh nanti sore. Biar cepet selesai tugas nya.", ucap Lily


"Boleh. Dimana kerja kelompok nya Vin?", tanya Mary


"Di rumah aku aja. Karena aku ga boleh pergi keluar keluar. Lebih baik teman ku yang ke rumah.", ucap Davina


"Ohh begitu. Tapi aku gatau alamat rumah kamu.", ucap Mary


"Kamu nanti pulang sama kita Kita aja. Kita langsung ke rumah Vina.", ucap Jean


"Baiklah. Terima kasih yaa sekali lagi.", ucap Mary


Ketiga gadis itu pun mengangguk tersenyum sebagai jawaban.


Hingga jam pulang sekolah pun, mereka berempat langsung menuju parkiran dan masuk ke dalam mobil Davina yang sudah ada supir nya yang menunggu.


Davina selalu di anter jemput oleh supir pribadi nya yang di tugaskan oleh David mengantar nya kemana pun Davina pergi. Tapi lebih sering ke sekolah dan rumah saja.


Mereka berempat masuk ke dalam mobil, dan supir nya pun langsung melajukan mobil nya itu menuju rumah Davina.


Saat sudah sampai di depan rumah Davina, seketika Mary terkagum dengan kemegahan rumah Davina. Hal itu sangat terlihat dari ekspresi di wajah nya.


"Vina, ini rumah kamu? Besar sekali. Seperti istana saja.", ucap Mary masih memandang rumah Davina


"Bukan, ini bukan rumah aku. Ini rumah orang tua ku.", ucap Davina


"Sama saja Vina. Kamu kan anak nya orang tua kamu.", ucap Mary menengok Davina


Davina hanya tersenyum.


Saat sampai di depan rumah nya, mereka berempat langsung masuk ke dalam rumah Davina. Kemegahan dan kemewahan sangat terlihat di setiap sudut rumah Davina. Mary yang memang baru pertama kali datang ke rumah Davina pun sangat terkagum kagum. Berbeda dengan Jean dan Lily yang memang sudah sering menginap disana.


🦩🍀🦩🍀🦩🍀🦩


.


.


.


Hai guys, jangan lupa Like, Comment & VOTE nya yaa. Tahnkyou and happy reading 😁😁😁


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2