Cinta Yang Hilang & Kembali Season 2

Cinta Yang Hilang & Kembali Season 2
Eps 41. Hancur Berkeping keping


__ADS_3

2 hari sebelum kepergian ka Axel kembali ke Bali, mama Gladys dan papa Thomas mengajak Fanny untuk datang makan malam bersama.


Namun mama Gladys tidak bicara secara langsung pada Fanny, melainkan melalui Celine.


Celine yang saat itu sedang di kantor pun akhir nya menghampiri Fanny yang ada di luar ruangan nya.


"Fan.", panggil Celine


"Iya Cel. Ada apa?", tanya Fanny .


"Nanti pulang dari kantor Kita ke mall yuk.", ucap Celine


"Ehm... boleh, tumben emang ada apa?", tanya Fanny lagi


"Iya aku mau mencari sesuatu, kamu temenin aku ya.", ucap Celine


"Oke.", ucap Fanny


Celine pun tersenyum dan kembali masuk ke dalam ruangan kerja nya.


Suasana hati Celine semakin lama semakin baik, ingatan nya pun sudah sangat membaik. Banyak ingatan yang sudah pulih dan ia bisa mengingat nya. Keluarga nya sangat senang dengan perkembangan ingatan Celine.


Apalagi di tambah sekarang David sudah tidak pernah mengganggu nya, ia semakin nyaman dan enjoy menjalani hari hari nya. Hubungan nya dengan Steven pun semakin membaik. Ia sudah bisa mengingat moment saat saat mereka bersama. Walaupun mungkin beberapa ada yang masih terlewatkan. Namun itu adalah sebuah kemajuan yang sangat baik.


Hari pun menjelang sore, Celine pun mengajak Fanny untuk segera pergi dari kantor dan menuju mall. Tentu saja dengan supir pribadi Celine. Karena semenjak kecelakaan itu, ia tidak di perbolehkan lagi untuk mengendarai mobil nya sendiri.


Celine dan Fanny yang sudah duduk di dalam sofa mobil pun saling bercengkrama sembari menunggu mereka tiba di mall.


Sesaat tiba di mall, Celine langsung mengajak Fanny untuk mencari beberapa dress yang bisa di pakai untuk acara formal, seperti ke pesta.


Celine langsung menarik Fanny ke boutique langganan nya.


Di dalam boutique pun Fanny kebingungan.


"Cel, kamu kesini mau ngapain?", tanya Fanny


"Ya kalau ke toko baju ya jelas mencari baju dong Fanny. Masa mencari sendal. Kamu nih yaa.", ucap Celine geleng geleng kepala


"Iya aku juga tau mau beli baju, tapi untuk apa??? Bukan nya dress mu sudah sangat banyak di lemari pakaian mu??", tanya Fanny lagi.


"Iya, aku hanya ingin membeli yang baru saja. Bantu aku pilihkan yaa.", ucap Celine


Celine sengaja menyuruh Fanny membantu nya untuk memilih jenis dress apa yang cocok, karena nanti nya dress itu akan di berikan kepada Fanny.


Bahkan ketika Celine mencoba dress dress itu, Fanny pun di suruh untuk mencoba nya. Karena dengan alasan ia ingin memberikan baju itu untuk saudara perempuan nya yang berulang tahun.


"Fan, menurut kamu bagusan yang mana?", tanya Celine sambil bergaya di depan Fanny


Begitu juga dengan Fanny yang mencoba berbagai dress yang ada di boutique tersebut.


Setiap Fanny mencoba nya pun Celine selalu memfoto nya. Dress yang di coba oleh Fanny adalah dress berwarna gold, yang membuat nya semakin cantik dan cerah dengan warna itu.



Ada 3 jenis dress yang di coba oleh Fanny, dan ketiga nya sangat cocok di tubuh Fanny. Celine yang melihat nya pun bingung harus memilih nya yang mana.


"Fan, ini ada 3 model dress yang tadi sudah aku foto saat kamu mencoba nya. Menurut kamu mana yang paling bagus?", tanya Celine


"Kalau aku lebih suka yang nomor 1, apalagi kan ini untuk saudara perempuan mu. Pasti akan sangat cantik bila ia memakai gaun itu.", ucap Fanny


"Aku rasa juga itu sangat cocok. Oke, aku akan membeli dress itu.", ucap Celine tersenyum


"Mbak, mau dress yang itu ya.", ucap Celine pada pelayan sambil menunjuk dress yang di maksud.


"Baik Nona.", ucap pelayan

__ADS_1


"Oh ya Cel, lalu kamu jadi beli dress atau tidak?", tanya Fanny


"Oh ya, aku hampir saja lupa. Aku beli kok. Aku beli model itu.", ucap Celine sambil menunjuk dress yang ia beli.



"Wow... Dress itu sangat cantik. Kamu sangat cocok memakai nya.", ucap Fanny


"Yah sudah ayo kita cari sepatu dulu.", ucap Celine setelah ia membayar semua tagihan dress yang ia beli.


Celine memang sengaja mengajak Fanny untuk membeli dress maupun sepatu karena mama Gladys lah yang menyuruh nya untuk di pakai oleh Fanny saat hari pertunangan nya nanti.


Setelah selesai membayar, Celine dan Fanny keluar dari boutique tersebut dan segera mencari toko sepatu kenamaan.


Saat memasuki toko sepatu, Celine pun langsung memilih sepatu yang akan ia gunakan nanti saat hari pertunangan Fanny dan juga kakak nya.


Celine juga menyuruh Fanny untuk memilih sepatu, namun Fanny menolak nya.


"Fanny, ayo kamu juga pilih.", ucap Celine


"Buat apa aku memilih sepatu Cel? Aku masih punya sepatu di rumah.", ucap Fanny


"Sudah, kamu pilih aja, anggap aja ini hadiah buat kamu dari boss kamu, karena kamu sudah sangat setia padaku.", ucap Celine terkekeh


"Heh, jangan kata jadi boss, mau kamu jadi gelandangan pun aku akan tetap bersama mu.", ucap Fanny


Akhirnya mereka berdua pun tertawa dengan suara yang cukup keras di dalam toko sepatu itu.


Karena paksaan dari Celine, akhir nya Fanny memilih sepatu juga.


Celine memilih sepatu yang senada dengan dress yang tadi ia beli.



Sedangkan Fanny memilih salah satu sepatu yang hampir mirip dengan milik Celine, namun berbeda warna. Dan karena gold itu adalah warna kesukaan Fanny, maka dari itu Fanny memilih warna gold.



Namun sepatu yang di pilih oleh Fanny tidak setinggi punya Celine. Karena Fanny tidak terlalu suka memakai heels yang terlalu tinggi.


Setelah membayar semua barang belanjaan nya, Celine maupun Fanny keluar dari toko sepatu tersebut.


Terlihat hari juga sudah mulai gelap, Celine pun segera mengajak Fanny untuk pulang. Tapi ia tidak memberitau kalau akan pulang ke rumah Celine.


Karena sudah sangat kelelahan, Fanny pun tanpa sadar tertidur di mobil hingga sampai ke rumah Celine.


Saat sudah sampai, Celine pun membangunkan Fanny yang masih tidur terlelap.


"Fan, Fanny. Fanny bangun. Kita sudah sampai.", ucap Celine sambil menggoyangkan bahu Fanny


Fanny yang terasa tubuh nya berguncang pun akhir nya terbangun.


"Iya.", ucap Fanny sambil menguap karena masih mengantuk.


Fanny memandang ke sekitar namun yang ia lihat bukan lah rumah nya, melainkan rumah Celine.


"Loh Cel, kok kita ada di rumah kamu?", tanya Fanny


"Iya Fan, Kita makan malam dulu di rumah ku. Kebetulan tadi mama bilang sudah masak banyak Fan.", ucap Celine


"Ohh begitu. Baiklah.", ucap Fanny tanpa ada rasa curiga.


Mereka berdua pun turun dari mobil, pelayan segera membawa barang belanjaan yang tadi mereka beli, kecuali sepatu untuk Fanny, beserta dress yang tadi di pilih Fanny, namun tanpa sepengetahuan Fanny.


Mereka berdua masuk ke dalam rumah setelah di bukakan pintu oleh bibi tadi.

__ADS_1


Mereka langsung menuju ruang makan, karena jam juga sudah menunjukkan pukul 7 malam.


"Ma, pa, ka, aku pulang.", sapa Celine yang baru masuk ruang makan


"Malam Om, tante........", ucap Fanny terpotong karena melihat laki laki yang menjadi pujaan hati nya ada di depan mata nya.


Fanny diam di tempat dan terus memandang ke arah ka Axel yang duduk di samping mama Gladys. Sedangkan Celine sudah duduk di hadapan mama Gladys.


"Fanny, Ayo duduk nak, Kita makan dulu.", ucap mama Gladys


Fanny pun tersadar dari lamunan nya dan mengangguk. Ia bingung harus duduk dimana. Karena hanya tersisa 1 tempat yaitu di sebelah Celine dan tepat nya berhadapan dengan ka Axel.


Mau tak mau Fanny pun segera duduk karena tidak enak bila harus membuat mama Gladys dan papa Thomas menunggu nya.


Tanpa berlama lama ia pun langsung duduk di samping Celine. Mama Gladys pun mempersilahkan Celine maupun Fanny untuk makan, karena kebetulan saat mereka tiba tadi mama Gladys, papa Thomas dan ka Axel sudah makan duluan.


Fanny makan tanpa bersuara dan tanpa berani menatap ke arah depan karena ada ka Axel di depan nya dan itu membuat Fanny semakin gugup.


Selesai makan, mereka pun beralih menuju ruang keluarga. Begitu juga Fanny, padahal tadi nya Fanny ingin langsung pulang karena tidak enak dengan keberadaan ka Axel. Tapi mau tidak mau fanny ikut bergabung karena ajakan mama Gladys. Ya... karena mama Gladys sangat baik sama Fanny sehingga Fanny pasti akan menuruti apa yang di katakan mama Gladys.


Saat sedang duduk duduk di ruang keluarga, akhir nya papa Thomas pun membuka suara.


"Axel, ada yang ingin papa bicarakan.", ucap papa Thomas


Suasana disana tiba tiba terasa mencekam. Namun berbeda dengan ka Axel yang masih biasa saja.


"Iya pa, ada apa pa?", ucap Ka Axel yang baru saja meletakkan ponsel nya ke saku celana nya.


Karena dalam aturan keluarga nya, bila sedang berbicara, tidak boleh ada ponsel di tangan, karena akan mengganggu topik pembicaraan.


"Begini, umur kamu sudah cukup untuk memiliki kekasih, dan papa rasa kamu sudah pantas untuk menikah. Kamu sudah bisa memegang perusahaan dengan sangat baik.", ucap papa Thomas


"Maksud papa apa?? Aku nyaman dengan posisi ku sekarang. Aku masih ingin mengembangkan perusahaan papa.", ucap Ka Axel


"Kamu akan terus memegang perusahaan papa yang ada di Bali dan Surabaya. Papa akan menyerah kan nya pada mu seluruh nya dalam waktu dekat. Tapi dengan satu syarat.", ucap papa Thomas


"Apa itu pa?", tanya Ka Axel.


"Mama dan papa sudah sepakat, kalau kamu akan mama dan papa jodohkan dengan seorang anak teman mama.", ucap mama Gladys


DEG.....


Jantung Fanny terasa seperti berhenti seketika ketika mendengar ucapan mama Gladys yang mengatakan akan menjodohkan ka Axel dengan anak dari teman nya.


Hati nya langsung hancur berkeping keping. Wajah nya yang tadi gugup melihat ka Axel sekarang berubah 180 derajat seperti sedih dan ingin menangis. Namun sebisa mungkin Fanny tahan karena ia merasa bukan siapa siapa.


Ia hanya bisa menangis dalam hati nya sendiri, melihat laki laki yang menjadi pujaan hati nya akan menikah dengan wanita lain yang tidak tau siapa.


Hati Fanny semakin kacau, mata nya sudah mulai berkaca-kaca. Celine pun melihat perubahan rawut wajah Fanny, namun ia hanya tersenyum kecil.


🦩🍀🦩🍀🦩🍀🦩


.


.


.


Hai guys, jangan lupa Like, Comment & Vote nya yaa. Jangan lupa juga follow ig author di @cathleen_josephine & @scenndle.co Thankyou and happy reading 😊😊😊


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2