
Fanny pun masuk ke dalam mobil ka Axel tanpa bersuara. Sepanjang perjalanan ia hanya diam dan memandang ke arah jalanan luar jendela.
Jalanan yang di lalui ka Axel tidak sama seperti jalanan menuju rumah ka Axel. Fanny yang menyadari hal itu pun bingung namun ia tak berani untuk bertanya pada ka Axel.
Dalam hati Fanny merasa takut kalau kalau ka Axel mengajak ke suatu tempat yang menyeramkan. Tapi ia sama sekali tidak berani untuk berkata apalagi bertindak.
Ia hanya berani berdoa dalam hati supaya ka Axel tidak berbuat macam macam.
Sedangkan ka Axel yang melirik raut wajah Fanny yang sudah menegang dan panik pun menyunggingkan senyum tipis dan berkata.
"Tidak usah berpikiran aneh aneh, aku hanya mengajak mu untuk membeli bunga untuk Celine.", ucap Ka Axel seperti mengerti apa yang ada di pikiran Fanny
Fanny yang mendengar penjelasan ka Axel pun hanya bisa menunduk karena wajah nya sudah memerah karena menahan rasa malu.
astaga apa yang aku pikirkan
kenapa aku sampai berpikir ka Axel mau membawa ku ke tempat yang macem macem
astagah ada apa dengan otak mu Fanny
berpikirlah ka Axel tuh tidak menyukai mu
ucap Fanny dalam hati nya.
Tak berapa lama mobil pun sampai di salah satu toko bunga yang menyediakan begitu banyak bunga beserta hiasan nya.
Ka Axel sudah memarkirkan mobil nya di depan toko bunga tersebut dan segera mematikan mobil nya.
Ka Axel membuka pintu mobil dan hendak keluar lalu menengok ke arah Fanny yang masih menunduk.
"Apa kamu mau di dalam mobil saja?", tanya Ka Axel
Fanny pun menengok ke arah ka Axel
"Ahh Iya ka, aku ikut turun saja.", ucap Fanny gugup
"Ayo cepat.", ucap Ka Axel
Fanny pun segera membuka pintu dan keluar dari mobil mengikuti ka Axel masuk ke toko bunga tersebut.
"Mbak, saya mau membeli satu bouquet bunga untuk adik saya yang baru lulus sidang.", ucap Ka Axel
"Mau bunga seperti apa mas? Nanti saya carikan.", ucap mbak A
"Saya mau bunga mawar merah, putih dan pink mbak.", ucap Ka Axel
"Baik mas tunggu sebentar biar saya ambilkan. Dan ini untuk model hiasan nya mau di bentuk seperti apa.", ucap mbak A sambil memberikan buku berisi foto bouquet bunga.
Ka Axel pun membuka buku tersebut dan memilih model hiasan bunga.
Model yang di pilih ka Axel jatuh pada gambar bunga mawar dengan hiasan yang sangat indah dan mewah
"Mbak, saya mau di hias seperti model ini ya mbak.", ucap Ka Axel
"Baik mas akan saya buat kan terlebih dahulu. Silahkan duduk dulu mas, mbak.", ucap mbak A
"Oke mbak.", ucap Ka Axel
"Mbak nya mau beli bunga apa?", tanya mbak A pada Fanny
"Ahh tidak mbak, saya hanya melihat lihat saja.", ucap Fanny tersenyum
"Pacar nya yang cantik ini ga sekalian di beliin mas?", tanya mbak A sambil merias bunga
Axel yang sedang menunggu di depan mbak A pun hanya diam dengan wajah datar nya, berbeda dengan Fanny yang sudah memerah pipi nya. Namun ia sadar ka Axel tidak akan ada perasaan dengan nya.
"Saya bukan pacar nya mbak.", ucap Fanny memberi tau
"Ohh, kirain saya mbak ini pacar nya mas ganteng ini.", ucap mbak A terkekeh
Fanny hanya tersenyum kikuk.
Setelah menunggu kurang lebih sepuluh menit, akhir nya bouquet bunga yang di pesan ka Axel pun jadi.
"Mas sudah jadi bunga nya.", ucap mbak A
__ADS_1
"Oh iya mbak, berapa harga nya?", tanya Ka Axel
"Tujuh ratus lima puluh ribu rupiah mas.", ucap mbak A
"Bisa pakai debit mbak?", tanya Ka Axel
"Bisa mas.", ucap mbak A
Ka Axel mengeluarkan dompet nya dan memberi kartu ATM kepada mbak A
Setelah selesai membayar, ka Axel membawa bouquet bunga tersebut dan menaruh nya di kursi belakang mobil nya agar tidak rusak.
Sedangkan Fanny hanya mengikuti ka Axel masuk ke dalam mobil.
Ka Axel menyalakan mobil dan segera melajukan mobil nya ke arah rumah nya.
"Astaga indah sekali bouquet bunga yang ka Axel beli, dan harga nya juga sangat Mahal. Kapan ya aku bisa di berikan bunga secantik itu oleh laki laki? Seumur umur aku belum pernah di berikan bunga.", gumam Fanny dalam hati sambil melihat ke arah luar jendela
Ka Axel pun melirik Fanny yang sedari tadi hanya diam.
"Ada apa?", tanya Ka Axel yang masih fokus menatap ke arah depan
Fanny yang di tanya pun malah diam
"Fan.", ucap Ka Axel lagi
"Ehh iya ka kenapa?", tanya Fanny
"Apa yang kamu pikirkan?", tanya Ka Axel
"Tidak... tidak memikirkan apa apa kok ka.", ucap Fanny tersenyum
"Apa kamu juga mau bunga? Kenapa tadi kamu ga beli?", tanya Ka Axel
astaga laki laki macam apa sih dia ini
kenapa dia tidak mengerti perasaan perempuan?
malah di suruh beli bunga sendiri
"Lain kali kalau mau beli saja, selama bersama ku, nanti aku yang bayar.", ucap Ka Axel santai
Memang dasar nya ka Axel adalah laki laki yang tidak peka, jadi mau bagaimana pun susah. Apalagi di suruh romantis, jangan harap. Ia sebenarnya orang yang perhatian, namun perhatian menurut sikap nya itu ya sangat berbeda dengan yang di harapkan oleh para wanita.
Apalagi ka Axel sampai saat ini belum punya pacar, Makin sulit lah ia untuk memberikan perhatian kepada wanita.
Mendengar ucapan ka Axel, Fanny hanya bisa mengangguk pasrah.
Tak berapa lama, mobil yang ka Axel kendarai sampai di halaman rumah nya. Ia memarkirkan mobil nya dengan sempurna.
Setelah nya mereka berdua turun dari mobil, tak lupa ka Axel mengambil bouquet bunga terlebih dahulu yang ada di kursi belakang.
Ka Axel membuka pintu di ikuti oleh Fanny di belakang nya.
Suasana di dalam rumah terlihat sepi.
"Ka, dimana yang lain? Kok sepi?", tanya Fanny
"Mungkin di ruang makan atau di halaman belakang. Ayo lihat ke belakang.", ucap Ka Axel
Fanny pun mengangguk dan mengikuti ka Axel untuk ke ruang makan atau ke halaman belakang.
Setelah sampai di ruang makan yang tidak ada orang, tiba tiba bibi muncul dari arah dapur.
"Ehh tuan muda sudah pulang, non Fanny.", ucap bibi
"Iya bi, yang lain ada dimana bi?", tanya Ka Axel
"Ada di halaman belakang tuan muda, ini bibi mau ambil minuman dingin untuk di belakang.", ucap bibi
"Oke bi terima kasih.", ucap Ka Axel
Ka Axel dan Fanny pun akhir nya menuju halaman belakang yang terdapat kolam renang dan banyak tanaman bunga.
Sesampainya di halaman belakang, mereka berdua melihat sudah ada mama, papa, Celine, Steven dan juga Sally yang ada disana.
Sally langsung menuju rumah Celine begitu di kabari oleh Steven yang akan merayakan kelulusan Celine.
__ADS_1
Halaman belakang sudah di hias cantik, dengan meja makan panjang yang cukup besar untuk mereka semua. Makanan sudah terhidang di atas meja.
Fanny dan ka Axel pun menghampiri mereka.
Ka Axel pun memberikan bouquet bunga itu kepada Celine.
"Wahh.... indah sekali ka. Terima kasih.", ucap Celine dengan wajah bahagia nya sambil memeluk kakak nya tersebut
"Iyaa sama sama dek. Kamu suka?", tanya Ka Axel
"Suka sekali ka. Sangat cantik.", ucap Celine
"Iya, seperti kamu selalu cantik.", ucap Ka Axel sambil mencubit kecil hidung adik kesayangan nya itu
Ya... ka Axel hanya bisa bersikap sweet hanya kepada Celine.
Fanny merasa iri dengan kedekatan kakak beradik tersebut, karena ia tidak memiliki seorang kakak atau adik.
Sedangkan Steven dan Sally sudah biasa, karena memang mereka juga saling ribut walaupun menyayangi satu sama lain.
Karena sedari tadi pulang, mereka semua belum menyelamati Celine, akhir nya mereka bergantian untuk menyalami Celine
"Selamat yaa anak papa yang paling cantik.", ucap papa Thomas sambil mencium kening Celine dan memeluk nya
"Terima kasih pa.", ucap Celine senang
"Papa bangga sama kamu.", ucap papa Thomas lagi sambil melepaskan pelukan nya.
"Selamat ya anak mama yang cantik, anak mama yang sudah tidak kecil lagi, sudah bisa mandiri. Kamu sudah membanggakan kita semua.", ucap mama Gladys panjang lebar sambil mencium wajah anak nya dan memeluk nya.
"Terima kasih ma.", ucap Celine yang hampir saja mata nya berkaca kaca.
"Selamat ya dek. Kakak bangga sama kamu.", ucap Ka Axel memeluk Celine
"Terima kasih ka.", ucap Celine
"Selamat ya sayang atas kelulusan mu. Sekarang kamu yang lulus duluan.", ucap Steven bergantian memeluk Celine
"Terima kasih Steve.", ucap Celine
"Selamat yaa ka Celine, kakak sungguh hebat! Tunggu aku menyusul kakak yaa.", ucap Sally memeluk Celine
"Terima kasih yaa Sally.", ucap Celine
"Heiii.... sahabat kesayangan ku. Selamat ya atas kelulusan mu.", ucap Fanny yang langsung memeluk sahabat nya itu
"Terima kasih Fanny. Segera lah menyusul ku. Nilai nya juga ya.", ucap Celine terkekeh
"Jangan kau pernah berharap nilai ku akan seperti mu, masih bagus aku bisa lulus. Sudah tau nilau ku begitu.", ucap Fanny cemberut
Mendengar jawaban Fanny, yang lain nya hanya tertawa karena tingkah Fanny yang bisa mencair kan suasana tersebut.
Setelah memberikan ucapan selamat kepada Celine, tiba lah mereka makan malam.
"Yah sudah ayo kita makan dulu.", ajak mama Gladys
"Iya ma.", ucap Celine
Akhir nya mereka semua pun makan malam dengan di selingi obrolan singkat sambil tertawa di tengah tengah nya.
Sungguh makan malam yang sangat menyenangkan.
🦩🍀🦩🍀🦩🍀🦩
.
.
.
Hai guys, jangan lupa Like , Comment & Vote nya ya. Thankyou and happy reading guys 😁😁😁
.
.
.
__ADS_1