Cinta Yang Hilang & Kembali Season 2

Cinta Yang Hilang & Kembali Season 2
Eps 20. Takut


__ADS_3

Setelah menunggu hampir setengah jam, akhir nya Fanny keluar dari ruangan sidang dengan wajah nya yang begitu tegang.


Celine dan Sally yang melihat nya pun langsung bingung, karena sidang nya pun sudah selesai kenapa wajah Fanny masih saja tegang seperti itu.


Celine dan Sally pun segera berdiri dan Fanny pun menghampiri mereka berdua masih dengan wajah nya yang tegang.


"Fan, ada apa??? Kenapa wajah mu seperti itu? Bagaimana sidang mu?", tanya Celine dengan banyak pertanyaan


"Iya ka Fanny, ada apa?? Kakak lulus kan?", tanya Sally bergantian


Fanny masih diam tanpa menjawab pertanyaan Sally maupun Celine .


"Fan!!! Kamu kenapa tidak jawab? Ada apa???", teriak Celine sambil menggoyangkan kedua lengan Fanny hingga tubuh nya bergoyang.


Seketika Fanny menengok ke arah Celine dengan tatapan nya yang intense.


Celine pun memandang nya dengan penuh tanda tanya di mata nya.


Tiba tiba air mata keluar dari ujung mata Fanny dengan sangat bebas nya.


Celine dan Sally seketika panik melihat Fanny yang tiba tiba menangis.


Karena takut Fanny kenapa napa, Celine dengan sigap langsung memeluk Fanny ke dalam dekapan nya. Begitu pun dengan Sally yang langsung ikut memeluk Celine dan Fanny.


"Kamu ga perlu menangis Fanny, kami disini untuk kamu. Kamu jangan nangis lagi.", ucap Celine sambil mengelus punggung Fanny


Fanny pun menangis semakin keras di buat nya. Celine dan Sally pun seketika ikut menangis melihat sahabat nya itu menangis, padahal mereka tidak tau kenapa Fanny menangis.


Setelah Fanny sudah sedikit tenang, Celine dan Sally mengajak nya untuk duduk di kursi tidak jauh dari ruangan nya tadi, namun bukan di depan ruangan karena takut tidak enak dengan para dosen penguji.


Fanny menghapus air mata nya yang sedari tadi masih tumpah di ujung mata nya. Dengan napas yang masih agak tersedak, ia pun mengatur napas nya terlebih dahulu.


Celine dan Sally pun bingung apa yang terjadi dengan Fanny sebenarnya. Bahkan mereka pun sudah berpikir bahwa Fanny tidak lulus, karena dari keluar ruangan dengan wajah tegang, menangis hingga segunggukkan makin meyakinkan bahwa Fanny tidak lulus sidang nya.


Setelah Fanny tenang, ia pun mulai berbicara dengan suara khas sehabis menangis.


"Cel, Sal.", ucap Fanny dengan suara bergetar dan tak pakai lama air mata nya kembali turun dari ujung mata nya


Celine dan Sally sudah kebingungan harus bagaimana dengan Fanny, karena Fanny belum juga bicara.


"Kamu gausa sedih Fan, bagaimana pun kamu, kami tetap sahabat mu. Kami akan mendukung kamu.", ucap Celine


"Tapi kamu harus bicara dulu, kenapa kamu menangis?", tambah Celine


Celine tidak ingin menanyakan lagi perihal sidang nya tadi, karena takut Fanny akan tambah menangis. Karena di pikiran nya Fanny tidak lulus sidang.


"Aku.... AKU LULUS Cel, Sal!!!!", teriak nya sambil lagi lagi berlinang air mata


"Kamu lulus??? Lalu kenapa kamu menangis Fan???", tanya Celine lagi


"Ka Fanny kok aneh, lulus malah menangis. Bikin kita panik saja.", ucap Sally yang kesal dengan Fanny


"Aku menangis karena aku terharu, akhir nya aku bisa lulus dari kuliah ku dan mendapat gelar sarjana ku.", ucap Fanny


"Fanny Fanny, kamu tuh membuat kami takut tau, aku kira kamu tuh ga lulus!", ucap Celine


"Aku bisa nangis seperti apa kalau sampai aku ga lulus Cel.", ucap Fanny


"Lalu kakak dapat nilai apa?", tanya Sally gantian


"Aku dapat nilai B. Sudah cukup untuk ku dapat nilai B. Otak ku belum mampu untuk mendapat nilai A seperti mu Cel.", ucap Fanny


"Hei ga boleh ngomong gitu, berapa pun nilai mu, yang penting kamu sudah lulus sekarang dan kamu harus bersyukur atas itu.", ucap Celine


"Iya Cel. Aku juga sangat bersyukur aku bisa lulus walau hanya dapat nilai B. Tapi aku senang.", ucap Fanny

__ADS_1


"Selamat ya sayang.", ucap Celine sambil memeluk Fanny


"Terima kasih yaa Celine.", ucap Fanny


"Selamat ya ka Fanny.", ucap Sally bergantian memeluk Fanny


"Terima kasih adik cantik ku.", ucap Fanny


Mereka bertiga pun akhir nya bisa tertawa setelah dari tadi nangis nangis tidak jelas.


"Baiklah, karena aku sudah lulus dan kalian sahabat terbaik ku, aku akan mentraktir kalian makan.", ucap Fanny


"Asik!! Ayo ayo makan.", ucap Sally


"Sally, apa kamu tidak kenyang? Kamu kan barusan makan dengan ku.", ucap Celine


"Oh iya ya aku abis makan ya. Hemm.... Aku lupa. Tapi perut ku berkata lain. Haha.", ucap Sally tertawa.


"Tapi perut ku masih kenyang.", ucap Celine.


"Nanti kamu minum minum saja Cel kalau masih kenyang. Lagi pula aku belum makan siang, aku hanya makan tadi di rumah sebelum ke kampus dan sidang tadi membuat ku sangat lapar.", ucap Fanny sambil memegang perut nya


"Baiklah Ayo. Kita makan di kantin?", tanya Celine lagi


"Bagaimana kalau kita ke mall saja? Sekalian refreshing karena otak ku sudah mumet.", ucap Fanny


"Boleh juga tuh ka.", ucap Sally


"Tapi kita naik apa? Aku kan tidak bawa mobil.", ucap Celine


"Aku bawa mobil kok ka.", ucap Sally


"Oke, Ayo kita jalan.", ucap Fanny dan Celine berbarengan.


Ketiga gadis itu pun melangkah menuju parkiran mobil karena segala urusan di kampus sudah selesai.


Begitupun dengan Fanny, ia sedih karena ka Axel tak ada disana saat ia sedang sidang, padahal laki laki itu lah yang paling Fanny lihat saat itu. Namun ia juga tidak mau berharap banyak, karena memang mereka tidak mempunyai hubungan apa apa.


Fanny mengajak kedua sahabat nya itu untuk ke mall untuk refreshing sekaligus melupakan sejenak tentang ka Axel.


Sesampainya di mall, mereka langsung menuju tempat makan karena Fanny sudah sangat kelaparan.


Mereka memesan beberapa makanan, bahkan Celine yang tadi nya tidak mau makan pun jadi ikutan makan juga karena tergiur melihat makanan yang begitu menggoda selera.


Mereka bertiga pun makan dengan lahap nya, melupakan sejenak beban pikiran mereka masing masing. Mereka bercanda dan tertawa.


Setelah makan pun mereka memutuskan untuk berjalan jalan sebentar di mall sembari menurunkan makanan mereka yang tadi mereka makan agar tidak menumpuk dan membuat mereka gendut.


Sudah puas mereka jalan jalan di mall, mereka pun memutuskan untuk pulang ke rumah. Karena waktu pun sudah menunjukkan pukul lima sore.


Sally mengantarkan Fanny dan juga Celine ke rumah mereka masing masing.


Pukul enam sore, mereka sudah sampai rumah Fanny, Fanny pun langsung berpamitan dan masuk ke rumah nya, sedangkan Celine dan Sally langsung melajukan mobil nya untuk pulang.


Fanny pun segera masuk ke dalam rumah dan menemui mama nya untuk memberi tau bahwa ia sudah lulus sidang.


Mama Nita pun sangat senang dengan hasil yang di dapat oleh anak satu satu nya itu. Fanny sudah berhasil lulus dari kuliah nya. Tinggal mencari pekerjaan.


Mama Nita sudah tidak mempunyai tanggungan lagi karena Fanny sudah lulus kuliah. Karena selama ini mama Nita bekerja untuk membayar kuliah Fanny hingga lulus.


Setelah mengobrol dengan mama Nita, Fanny pun menuju kamar nya untuk membersihkan tubuh nya. Sedangkan mama Nita memasak makanan untuk mereka berdua.


Selesai mandi Fanny langsung menuju dapur untuk makan bersama dengan mama Nita. Mereka makan bersama dengan diselingi obrolan singkat di antara kedua nya.


Waktu sudah menunjukkan pukul delapan malam, karena sudah selesai makan, mama Nita pun langsung masuk ke kamar nya karena besok mama Nita harus ke kantor pagi pagi karena ada meeting.

__ADS_1


Sedangkan Fanny pun masih duduk di ruang tamu sekaligus ruang keluarga sambil menonton tv karena belum cukup malam untuk tidur secepat itu.


Seketika Fanny pun memikirkan ka Axel, entah mengapa pikiran nya bisa kembali ke laki laki itu.


Sedari siang tidak ada kabar dari ka Axel. Tapi siapa lah dia harus menunggu kabar dari ka Axel. Jangan terlalu banyak berharap. Nanti sakit.


Fanny pun memutuskan untuk menonton film kartun demi menghilangkan pikiran nya dari ka Axel.


Selama menonton tak henti nya ia tertawa terbahak bahak, bahkan mama Nita pun sampai harus keluar kamar dan menegur Fanny agar tidak tertawa terlalu keras karena hari pun juga sudah cukup malam.


Fanny pun melanjutkan menonton nya dengan tertawa yang tertahan. Sesekali tertawa nya pun lepas karena sudah tidak bisa menahan nya lagi. Bahkan ia sampai menitikkan air mata saking lucu nya.


Tepat bukul sembilan lebih tiga puluh menit, Fanny pun memutuskan untuk masuk ke kamar nya, karena ia sudah cukup mengantuk.


Saat ia sedang mematikan tv dan juga membereskan meja, tiba tiba terdengar suara ketukan pintu.


Fanny seketika menoleh ke arah pintu dan jam dinding bergantian.


"Siapa yang bertamu malam malam seperti ini? Apa ia tidak tau waktu ya? Apa jangan jangan itu bukan manusia tapi........", gumam Fanny


Tok...tok...tok....


Terdengar lagi suara ketukan pintu. Fanny semakin takut.


Karena sudah di landa rasa takut, ia memutuskan untuk segera mematikan lampu di ruangan tersebut dan segera berlari masuk ke kamar nya.


Namun suara ketukan pintu terdengar semakin keras dan tidak mau berenti.


Mama Nita yang mendengar pun jadi terbangun dan melihat jam yang ada di kamar yang sudah menunjukkan pukul setengah sepuluh malam.


Mama Nita pun penasaran siapa yang bertamu semalam itu.


Saat mama Nita keluar kamar dengan wajah nya yang masih mengantuk, tiba tiba pintu kamar Fanny terbuka dan Fanny mengintip dari dalam kamar.


"Ma... sudah jangan di buka, aku takut. Nanti kalau maling atau hantu bagaimana? Kita hanya berdua di rumah. Wanita pula.", ucap Fanny setengah berbisik


"Tapi ketukan pintu itu tidak berhenti Fanny, mungkin tetangga ada yang sedang membutuhkan bantuan Kita.", ucap mama Nita


"Tapi kalau bukan bagaimana ma?? Aku takut.", ucap Fanny lagi


"Yauda coba mama cek dulu, siapa tau tetangga atau orang yang kita kenal.", ucap mama Nita sambil berjalan menuju pintu utama.


Fanny yang takut pun akhir nya mengikuti mama Nita sambil bersembunyi di balik tubuh mama Nita.


Fanny memang sedari dulu anak yang penakut, tidak heran ia selalu berpikiran kalau ada hantu.


Mama Nita menyalakan lampu ruangan tersebut dan mengambil payung panjang yang ada di dekat pintu, takut kalau kalau itu adalah maling hingga bisa langsung di pukul oleh mama Nita.


Mama Nita pun mulai memutar kunci pintu tersebut, dan menatap Fanny sambil menghembuskan napas panjang.


Saat pintu di buka ............


🦩🍀🦩🍀🦩🍀🦩


.


.


.


Hai guys, jangan lupa Like, Comment & Vote nya ya. Thankyou and happy reading 😁😁😁


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2