Cinta Yang Hilang & Kembali Season 2

Cinta Yang Hilang & Kembali Season 2
Eps 6. Kerjasama


__ADS_3

Keesokan hari nya Celine sudah masuk kuliah dan melanjutkan pelajaran nya walaupun ada beberapa pelajaran yang tertinggal, namun Celine bisa menyusul nya dengan meminta catatan pada teman sekelas nya.


Teman sekelas nya pun sudah mengetahui kabar bahwa Celine mengalami Amnesia, sehingga mereka pun tidak terlalu kaget bila Celine tidak mengingat nama nama mereka.


Celine mengikuti pelajaran dengan sangat baik, karena ia akan segera lulus tahun itu. Ia sedang mengerjakan tugas skripsi nya.


Kebetulan hari itu Steven juga ada kelas. Selesai kelas, Steven pun mengajak Celine untuk pergi makan siang bersama.


"Sayang, Kita makan di luar yuk.", ajak Steven


"Boleh, mau makan dimana?", tanya Celine yang jalan berdampingan dengan Steven


"Nanti kamu juga tau sayang. Ayo.", ucap Steven sambil menggandeng tangan Celine


Celine pun tak menolak dan mengikuti langkah Steven dengan senyuman yang mengembang.


Selama perjalanan mereka saling berbincang bincang, sembari Steven mengingat kan memori tentang mereka berdua.


Kenangan saat pertama mereka bertemu, saat sudah berpacaran, saat jalan jalan ke Bali, saat jalan jalan ke Pulau Raja Ampat, saat Steven kecelakaan dan menghilang bersama orang tua nya, hingga saat Steven melamar Celine malam itu di sebuah restaurant.


Memang ingatan Celine belum sepenuh nya kembali, karena butuh waktu lama mengingat kepala nya yang terbentur sangat keras dan shock sehingga beberapa memori masa lalu nya hilang.


Sekitar tiga puluh menit akhir nya mereka sampai di sebuah restaurant dimana waktu itu Steven melamar Celine.


Mereka berdua pun masuk ke dalam restaurant dan Steven sengaja memesan meja di tempat waktu itu.


"aku seperti mengenal tempat ini. aku Kaya nya pernah kesini deh. tapi sama siapa ya?", gumam Celine dalam hati


Mereka berdua pun duduk dan segera memesan makanan dan minuman untuk mereka berdua.


"Apa aku pernah kesini? Karena aku seperti pernah kesini sebelum nya.", ucap Celine ragu


Steven malah tersenyum dengan ucapan Celine


"Kenapa kamu tersenyum?", tanya Celine lagi


"Aku hanya senang kamu mengingat tempat ini. Di tempat ini, aku melamar mu waktu itu.", ucap Steven.


"Pantas saja aku seperti pernah kesini.", ucap Celine


"Pelan pelan kamu akan mengingat semua nya sayang. Jangan terlalu memaksa otak mu untuk mengingat masa lalu mu, biarlah begini perlahan namun pasti agar ingatan mu tidak hilang selamanya.", ucap Steven sambil menggenggam tangan Celine


"Maaf ya aku belum bisa mengingat semua nya.", ucap Celine tertunduk


"Tidak apa apa sayang, yang penting sekarang kamu sudah sehat hanya ingatan mu saja yang belum pulih. Aku yakin suatu saat kamu pasti mengingat semua nya.", ucap Steven


"Terima kasih.", ucap Celine tersenyum manis.


Tak berapa lama makanan dan minuman yang mereka pesan pun datang, mereka berdua pun makan dengan lahap nya dengan di selingi obrolan singkat.


Karena hari itu sedang senggang, dan pekerjaan di kantor tidak terlalu banyak, Steven mengajak Celine untuk jalan jalan. sekaligus untuk menghilangkan rasa rindu.


Memang di hati Celine yang paling dalam ia merasa ia mencintai Steven, namun karena amnesia nya, otak nya seperti melupakan akan hal itu. Namun tidak hati nya.


Tapi Celine juga masih terus mencoba meyakinkan hati nya bahwa Steven memang tunangan nya.


*******


Siang berganti sore, sore berganti malam.


Steven dan Celine pun memutuskan untuk pulang dari salah satu mall yang ada di Jakarta karena sedari tadi mereka jalan jalan dan menonton bioskop.


Sebelum pulang, mereka menyempatkan untuk makan malam terlebih dahulu di sebuah restaurant cepat saji. Setelah itu mereka langsung pulang. .


Sesudah mengantarkan Celine kembali ke rumah nya, Steven pun pulang menuju rumah nya.

__ADS_1


Steven yang baru sampai rumah langsung menuju kamar nya dan segera masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuh nya yang seharian ada di luar rumah.


Lima belas menit pun berlalu, Steven sudah keluar dari kamar mandi dan berpakaian santai.


Sebelum tidur biasa nya Steven akan mengecek beberapa pekerjaan nya hari ini. Tapi karena sudah kelelahan, ia pun langsung terlelap di ranjang nya tanpa sempat membuka kerjaan nya.


Di usia nya yang menginjak dua puluh dua tahun, Steven sudah memegang perusahaan papa nya yang berada di berbagai bidang. Steven tidak memegang semua, karena papa Andrew masih memegang kendali semua nya.


Steven memang anak yang di andalkan oleh papa Andrew karena Steven anak paling tua dan laki laki. Sedangkan Sally masih belum bisa untuk mengolah perusahaan.


Setiap pulang kuliah, Steven langsung menuju ke perusahaan yang ia pegang. Rico dan Danny pun sekarang sudah ikut bekerja di perusahaan yang Steven pimpin.


Saat ia sedang tidak bisa ke kantor pasti Steven menyerahkan pekerjaan nya kepada kedua sahabat nya itu.


Danny dan Rico sudah lulus terlebih dahulu karena memang seharusnya Steven juga sudah lulus, namun karena telat masuk kuliah karena kecelakaan itu Maka nya Steven sendiri yang belum lulus. Namun Steven akan di wisuda bersamaan dengan Celine nanti nya.


Jadi apabila Steven tidak bisa ke kantor, memang Danny dan Rico lah yang menangani urusan kantor karena mereka sudah tidak kuliah lagi.


*******


Keesokan hari nya, Steven akan ada meeting dengan beberapa perusahaan. Danny dan Rico sudah mengatur jadwal untuk Steven. Danny akan mengurus dengan klien dalam negeri, sedangkan Rico yang mengurus klien luar negeri.


Steven yang pagi itu ada di rumah mendapat telepon dari kedua sahabat nya dan mengabari bahwa hari itu ia akan ada beberapa meeting penting dengan beberapa klien.


"Hallo Dan."


"Hallo Steve. Kamu ke perusahaan jam berapa? Kita akan ada meeting dengan klien jam sembilan pagi. Lalu ada rapat lagi jam empat sore."


"Mungkin sebentar lagi aku berangkat habis sarapan."


"Oke aku tunggu di kantor."


Baru saja Steven menutup telepon nya, ponsel nya kembali berbunyi


"Hallo Co."


"Oke, nanti aku ada rapat dulu dengan Danny."


"Oke Steve."


Telepon pun di tutup. Steven memakan sarapan nya dengan buru buru karena jam sudah menunjukkan pukul setengah delapan pagi.


Setelah selesai sarapan, Steven bergegas menuju mobil nya untuk ke perusahaan.


Namun sebelum jalan ia sempat menghubungi Celine bahwa hari ini ia akan sangat sibuk dengan urusan kantor nya karena akan ada banyak meeting sehingga tidak bisa selalu mengirim pesan atau bertemu dengan nya. Celine pun mengerti.


Sesampainya di kantor, Steven langsung di sapa oleh semua karyawan nya, apalagi karyawan wanita yang terpesona dengan wibawa maupun ketampanan dari seorang anak CEO perusahaan nya itu. Walaupun Steven masih tergolong sangat muda.


Steven masuk ke dalam lift khusus untuk ruang presdir & CEO. Berbeda dengan lift yang di lalui oleh karyawan biasa.


Saat sudah sampai di lantai 5, dimana ruangan CEO berada, Steven langsung menuju ruangan nya. Danny dan Rico yang berada di lantai yang sama pun langsung menghampiri Steven saat ia sudah masuk ke dalam ruangan nya.


Steven tiba di kantor sudah pukul jam delapan lewat empat puluh lima menit. Tinggal lima belas menit lagi menuju meeting dengan klien nya.


"Steve, lima belas menit lagi meeting akan di mulai.", ucap Danny


"Kamu sudah menyiapkan segala dokumen nya?", tanya Steven


"Sudah Steve, aku juga udah taruh di meja mu itu biar kamu baca dulu.", ucap Danny


"Oke, biar aku baca dan pelajari dulu sebentar.", ucap Steven


"Yah sudah aku ke ruangan ku dulu.", ucap Danny sambil keluar dari ruangan Steven.


Steven pun hanya mengangguk sambil membaca berkas yang ada di depan nya.

__ADS_1


Danny dan Rico menjabat menjadi sekertaris beserta asisten pribadi Steven. Karena Steven sudah percaya kepada kedua sahabat nya, dari pada ia harus mencari orang lagi yang belum pasti cocok dengan nya.


Lagi pula kerja kedua orang sahabat nya itu tidak usah di ragukan lagi, dari mereka masih sekolah, hingga sekarang sudah bekerja. Jadi Steven sudah sangat percaya kepada Danny dan Rico


Danny dan Rico sudah menjadi sahabat nya sejak sekolah menengah atas, sehingga sudah cukup lama mereka saling mengenal.


Hanya saja Danny mempunyai seorang sekertaris bernama Dina berumur dua puluh delapan tahun yang membantu nya mengurus persiapan meeting, mulai dari jadwal, penyiapkan ruangan dan lain lain.


Jam sembilan kurang lima menit pun Danny kembali ke ruangan Steven untuk memanggil nya.


tok...tok...tok...


"Masuk.", ucap Steven dari dalam


"Steve, para klien sudah datang. Ayo kita akan segera meeting.", ucap Danny


"Oke.", ucap Steven sambil melangkah ke arah pintu keluar dan mereka berdua bergegas ke ruangan meeting yang sudah di persiapkan oleh Dina.


Steven dan Danny pun masuk ke ruangan meeting dimana sudah ada klien yang berasal dari Surabaya duduk dalam ruangan tersebut bersamaan dengan Dina yang sudah ada di tempat.


"Tuan Steven, ini tuan Jack dari perusahaan A dari Surabaya dan ini asisten nya Nona Mega.", ucap Dina yang membuka perkenalan tersebut.


"Hallo tuan Jack, Nona Mega.", ucap Steven sambil menyalami kedua klien nya.


Begitu juga dengan Danny.


"Hallo tuan Steven dan tuan Danny. Ternyata kalian masih sangat muda ya dan hebat sudah bisa memimpin perusahaan seperti ini.", ucap tuan Jack


"Saya hanya meneruskan perusahaan ayah saya tuan. Saya belum bisa membangun perusahaan saya sendiri.", ucap Steven.


Mereka pun saling tersenyum dan tak lama meeting pun di mulai.


Setelah memakan waktu selama dua jam, akhir nya meeting pun selesai dengan hasil yang memuaskan.


"Tuan Steven, saya sangat menyukai presentasi mu dan saya rasa kerjasama ini bisa kita lanjutkan.", ucap tuan Jack


"Terima kasih tuan Jack, apa itu berarti kita sekarang sudah deal untuk bekerja sama?", tanya Steven meyakinkan


"Tentu tuan Steven, saya sangan menyukai produk yang kalian tawarkan, dan saya yakin pasti akan laku di pasaran dan kita bisa mendapat keuntungan yang besar.", ucap tuan Jack lagi


"Iya tuan Jack, saya harap juga begitu. Kalau begitu terima kasih tuan Jack atas kunjungan nya. Biar selanjutnya nanti tuan Danny yang akan menghubungi perusahaan anda.", ucap Steven


"Oke tuan Steven, terima kasih. Saya pamit dulu.", ucap tuan Jack


"Tuan Steven, tuan Danny, terima kasih dan saya pamit pulang.", ucap nona Mega dengan tampang nya yang genit pada Steven.


Memang dari awal kehadiran Mega di ruangan itu, Steven dan Danny sudah melihat bahwa Nona Mega sekertaris tuan Jack itu adalah wanita yang genit dan sedang mencari perhatian dari klien nya itu.


Setelah meeting selesai, Steven maupun Danny kembali ke ruangan mereka. Steven juga sudah menyuruh Danny mengurus kerjasama dengan tuan Jack itu.


Danny pun menyusun segala macam berkas dan kerjasama yang akan di buat dengan perusahaan tuan Jack. Dan nanti yang akan mengantarkan berkas tersebut adalah Dina.


🦩🍀🦩🍀🦩🍀🦩


.


.


.


Hai guys, jangan lupa Like, Comment & Vote nya ya. Thankyou and happy reading 😊😊


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2