
Steven yang sudah melihat keadaan Celine semakin lemah pun menyuruh Danny dan Rico untuk mencari Sally dan Fanny untuk segera mengganti gaun tersebut.
Tak lupa Steven langsung menyuruh kedua sahabat nya itu mencari sampai ketemu orang yang sudah menusuk Celine, istri nya tersebut.
Keluarga yang sudah masuk ke ruangan tersebut pun sudah mulai bercucuran air mata melihat keadaan Celine yang sudah di gantikan baju biasa oleh Fanny dan Sally.
Tak pakai lama, mereka semua membawa Celine segera ke rumah sakit untuk di tindak lebih lanjut, karena darah yang keluar dari pinggang belakang Celine masih saja terus mengalir.
Sedangkan pesta tersebut harus di bubarkan secara halus, karena para tamu undangan pun sudah tau apa yang terjadi dengan keluarga itu.
Semua keluarga sudah tiba di rumah sakit yang tak jauh lokasi nya dari hotel milik papa Andrew. Celine yang memang sudah kehilangan banyak darah pun segera di tangani, apalagi pasien yang datang adalah dari keluarga konglomerat.
Celine langsung di bawa ke ranjang pembaringan dan di bawa secepatnya oleh para suster ke dalam ruang UGD. Sedangkan para keluarga harus menunggu di depan ruang UGD.
Mama Gladys yang memang sangat menyayangi anak gadis nya itu hanya bisa menangis meratapi anak nya, yang seharusnya sedang merasakan senang menikah dengan seorang yang ia cintai, tapi harus merasakan kejadian seperti ini.
Mama Karin pun yang sekarang sudah menjadi mama mertua Celine pun tak kalah sedih melihat menantu nya harus kesakitan bahkan sampai di bawa ke rumah sakit di hari bahagia nya.
Sally maupun Fanny pun juga tak berhenti menangis semenjak tau Celine tertusuk oleh seseorang yang tidak di kenali.
Steven yang saat itu sedang hancur pun harus menahan tangis nya di depan semua keluarga nya, padahal hati nya sangat hancur. Tapi dalam lubuk hati nya, ia yakin kalau Celine pasti sembuh, tapi tidak tau seberapa parah keadaan nya.
Bagi Steven sekarang adalah kesembuhan Celine dan juga mencari siapa pelaku yang berniat untuk menyakiti bahkan membunuh Celine.
Setelah setengah jam, dokter yang menangani Celine pun akhir nya keluar.
"Bagaimana keadaan istri saya dok??", ucap Steven panik
"Iya, bagaimana keadaan anak ku dok.", ucap mama Gladys yang berlinang air mata
"Nona Celine sudah melewati masa kritis nya dan sudah dapat kita tangani, memang ia kehilangan banyak darah, dan kebetulan stok darah yang sama dengan Nona Celine pun ada, jadi kita bisa langsung transfusikan darah nya untuk Nona Celine.", ucap dokter
"Lalu bagaimana dengan luka nya dok? Karena tadi aku lihat luka nya cukup dalam.", ucap Fanny
"Memang luka nya cukup dalam, tapi untung nya tidak sampai mengenai bagian vital nya. Jadi tidak terlalu berbahaya. Beberapa jam lagi Nona Celine sudah bisa di pindahkan ke ruangan rawat inap.", ucap dokter
"Syukur laahh.....", ucap mereka semua yang ada disana
Mereka semua yang ada disana bisa bernapas lega ketika mendengar bahwa Celine sudah lebih membaik.
"Tapi tidak ada yang mengkhawatirkan kan dok dari luka anak saya??", tanya mama Gladys lagi
"Tidak kok nyonya, memang luka nya cukup dalam. Nona Celine harus benar benar bedrest dulu untuk sementara waktu agar jahitan nya tidak terbuka dan cepat mengering.", ucap dokter
"Baik dokter. Terima kasih banyak ya dok.", ucap mama Gladys
"Oh ya dokter, apa kita sudah boleh melihat Celine?", tanya mama Karin
"Belum boleh nyonya, tunggu nanti setelah di pindahkan ke ruang rawat inap baru boleh di jenguk.", ucap dokter
"Oke dokter, makasih.", ucap mama Karin
__ADS_1
Mereka begitu bersyukur Celine dalam keadaan baik baik saja, walaupun ia sempat kekurangan darah, namun dengan sigap rumah sakit dapat menangani nya. Tinggal tunggu penyembuhan dari Celine agar ia bisa cepat pulang ke rumah.
Sekarang giliran para laki laki yang berunding, antara papa Thomas, papa Andrew, Steven, ka Axel, Danny dan Rico. Mereka berenam memutuskan untuk menyingkir sebentar dari para wanita yang sedang menunggu Celine itu.
Para laki laki itu sekarang memikirkan siapa yang berani melakukan hal nekat seperti itu.
"Steve, memang nya siapa laki laki itu? Apa kamu tidak melihat nya?", tanya papa Thomas
"Aku tadi ga lihat pa, karena aku tadi sedang ngobrol dengan rekan bisnis ku.", ucap Steven
"Apa kamu bertemu seseorang sebelum kejadian ini?", tanya papa Andrew
"Iya pa. Tadi saat di atas pelaminan, ada seorang laki laki memakai topeng, dan ternyata dia adalah David pa. Aku juga gatau kenapa dia bisa sampai masuk ke dalam gedung. Dan dia bilang hanya menginginkan istri ku.", ucap Steven
"David??", tanya papa Thomas dan papa Andrew berbarengan
"Iyaa pa. Aku juga tadi langsung suruh Danny dan Rico dan anak buah untuk mencari nya hingga ke parkiran, tapi tidak menemukan nya.", ucap Steven
"Iya om, tadi kita udah nyari ke semua sudut ballroom hotel, hingga ke parkiran, tapi ga ada David sama sekali om.", ucap Danny
"Apa kalian sudah cek cctv?", tanya Ka Axel tiba tiba
"Belum ka. Karena kita sudah ga bisa konsen melihat Celine terluka ka.", ucap Steven
"Coba besok papa cek dulu ke hotel.", ucap papa Andrew
"Gausa pa, biar aku saja pa yang cek.", ucap Steven
"Kakak ikut ya Steve.", ucap Ka Axel
"Tapi aku rasa, orang yang menusuk Celine itu bukan David.", ucap Rico
"Aku rasa juga begitu, ga mungkin David rela mengotorkan tangan nya sendiri.", ucap Steven
"Ini pasti orang suruhan David. Tapi bagaimana mereka bisa sampai masuk ke dalam gedung? Padahal yang boleh masuk hanya tamu yang membawa undangan.", ucap papa Thomas
"Coba kamu cek juga Steve ke anak buah kamu. Kamu cek semua nya di cctv. Papa takut ada persekongkolan antara David dan anak buah mu.", ucap papa Andrew
"Iyaa pa. Besok akan aku cek semua nya. Dan, Co, kalian sudah tau kan apa yang harus kalian lakukan?", ucap Steven
Danny dan Rico pun mengangguk. Karena memang ini tugas mereka untuk menyelidiki orang orang yang berniat jahat dengan keluarga sahabat mereka.
Setelah obrolan yang cukup menegangkan itu, mereka akhir nya kembali ke depan ruang UGD dimana para wanita itu berada.
Waktu sudah menunjukkan pukul 11 malam, dimana saat itu Celine sudah boleh di pindahkan ke ruang rawat inap khusus untuk keluarga mereka.
Semua anggota keluarga pun ikut masuk ke ruang rawat Celine untuk melihat keadaan Celine.
"Sayang, bagaimana keadaan mu nak?? Apa yang sakit sayang?", ucap mama Gladys yang berdiri di samping ranjang Celine dan mengelus kepala putri kesayangan nya
"Aku udah ga kenapa napa kok ma.", ucap Celine tersenyum walaupun menahan rasa sakit nya.
__ADS_1
Wajah Celine pun masih terlihat sangat pucat akibat kekurangan darah. Namun sebisa mungkin ia tidak mau mengeluh sakit di depan keluarga nya.
"Sayang, apa yang kamu rasakan?? Bagian mana yang sakit?", ucap Steven yang khawatir
"Aku udah ga kenapa napa. Aku udah baik baik aja.", ucap Celine
"Sudah kamu gausa banyak gerak dan bicara dulu ya. Kamu istirahat dulu aja sekarang.", ucap Steven dan Celine pun hanya tersenyum tanpa menjawab, karena memang ia benar benar butuh istirahat
Tak berapa lama, Celine pun sudah terlelap karena memang dokter memberi nya obat penenang agar ia bisa istirahat.
"Mama, papa. Kalian pulang saja dulu. Ini juga sudah malam. Kalian harus istirahat juga.", ucap Steven pada kedua orang tua nya dan juga mertua nya.
"Tapi mama mau disini nemenin Celine.", ucap mama Gladys yang masih setia berdiri di samping anak nya .
"Iya ma, lebih baik mama pulang dulu aja. Besok pagi mama baru kesini lagi. Mama juga harus istirahat.", ucap Ka Axel yang merangkul mama Gladys
"Iya ma, bener kata Axel dan Steven. Kita harus istirahat dulu. Besok baru kita kesini lagi.", ucap papa Thomas
"Iya pa. Yah sudah ayo kita pulang.", ucap mama Gladys
"Kamu jaga disini sendiri gapapa Steve?", tanya papa Andrew
"Iya gapapa pa. Nanti aku suruh anak buah ku untuk jaga di depan.", ucap Steven
"Biar aku temani Steven saja disini.", ucap Ka Axel
"Gausa ka. Lebih baik kakak anterin Fanny pulang. Ini sudah malam.", ucap Steven .
"Yah sudah kalau gitu, kakak juga pulang dulu. Kalau ada apa apa, kamu langsung telepon kakak saja ya.", ucap Ka Axel pada Steven
"Iyaa ka.", ucap Steven
Akhir nya mereka semua pun pulang ke rumah nya masing masing. Begitu juga Danny dan Rico yang sudah pulang, namun tak lupa mereka menyuruh beberapa anak buah nya untuk berjaga jaga di depan kamar dan juga di sekitar rumah sakit. Takut kalau kalau ada yang masih berniat jahat pada mereka.
Steven yang memang sudah di sediakan ranjang khusus di kamar itu pun juga bisa beristirahat karena ia pun juga sangat kelelahan setelah seharian harus menjadi pengantin. Bahkan ia pun belum sempat untuk mengganti baju nya. Ia hanya melepaskan jas nya dan hanya memakai kemeja nya saja.
Tak butuh waktu lama, Steven pun sudah tertidur dengan lelap nya karena memang sudah sangat lelah dan mengantuk.
Sedangkan di sisi lain, ada orang yang bahagia dengan kekacauan itu. Apalagi ia tau kalau Celine sudah celaka. Ia bisa merasakan kalau keluarga nya sudah sangat khawatir dengan keadaan Celine.
🦩🍀🦩🍀🦩🍀🦩
.
.
.
Hai guys, jangan lupa Like, Comment & Vote nya yaaa. Jangan lupa mampir ke karya author yang lain "Perjuangan Cintaku Terbalas". Dukung author terus ya biar makin giat karena harus up 2 eps sekaligus. Thankyou semua and happy reading 😁😁😁
.
__ADS_1
.
.