Cinta Yang Hilang & Kembali Season 2

Cinta Yang Hilang & Kembali Season 2
Eps 44. Saling menasihati


__ADS_3

Selesai makan siang, mereka pun pulang ke rumah masing masing. Steven lebih dulu mengantarkan Celine dan kedua orang tua nya ke rumah nya. Barulah Steven pulang ke rumah nya.


Pukul dua siang, Steven sudah sampai di rumah nya. Ia pun langsung menelepon Danny dan Rico untuk segera datang ke rumah nya.


Berselang setengah jam, Danny maupun Rico sudah tiba di rumah Steven. Mereka pun langsung masuk ke ruang kerja Steven dimana Steven berada.


"Hai Steve.", sapa Danny dan Rico berbarengan


"Hai, masuk masuk.", ucap Steven


"Ada apa kamu memanggil kita kesini?", tanya Danny


"Apa kalian sudah dapat info tentang keberadaan David sekarang?", tanya Steven


"Aku sudah mencari tau dari anak buah ku yang ada di Singapura. Ia mengatakan kalau hari ini David kembali ke Singapura karena sudah janji dengan adik nya untuk mengajak adik nya pergi berlibur.", ucap Rico


"Apa kamu yakin?", tanya Steven lagi .


"Iya, aku mendapat kabar ini dari kemarin. Anak dari anak buah ku yang di beri tau langsung oleh Davina, adik nya David.", ucap Rico


"Tapi sampai berapa lama dia disana apa kamu tau?", tanya Steven


"Tidak tau. Karena itu belum pasti.", ucap Rico


"Yah sudah tidak masalah. Selama dia disana setidaknya aku lebih aman. Aku tidak mau dia mengganggu hubungan ku lagi.", ucap Steven


"Lalu apa yang akan kamu lakukan?", tanya Danny


"Tidak perlu melakukan apapun. Hanya perlu menunjukkan perjuangan cintaku dengan Celine. Aku berharap dia bisa segera sadar. Dan satu lagi, setelah ka Axel bertunangan, aku akan segera menikah dengan Celine.", ucap Steven


"Apa?? Memang nya ka Axel sudah punya pacar??", tanya Danny


"Iya, setau ku dia belum punya kekasih. Bagaimana bisa bertunangan?", tanya Rico


"Kedua orang tua nya sudah menjodohkan nya dengan seorang gadis, nanti kalian juga akan tau siapa.", ucap Steven tersenyum


"Memang nya ka Axel mau di jodohkan begitu saja? Kalau aku sih ga akan mau.", ucap Danny


"Ka Axel maupun Celine itu tidak pernah membantah apa yang orang tua mereka katakan.", ucap Steven


"Tapi ini kan urusan nya hati Steve. Sudah gitu menikah lagi.", ucap Rico


"Aku yakin, mereka berdua pasti akan cocok.", ucap Steven tertawa


"Apa kami mengenal gadis itu?", tanya Danny


"Kalian kenal kok dengan gadis itu.", ucap Steven


"Fanny?", tanya Rico


Steven yang sedang tertawa pun tiba tiba berhenti


"Kok kamu tau??", ucap Steven kaget


"Aku hanya menebak saja. Lagipula wanita mana yang dekat dengan ka Axel dan kita kenal selain Fanny?", ucap Rico


"Tapi tunggu, apa ka Axel tau siapa calon tunangan nya??", tanya Danny


"Engga, ka Axel ga tau siapa calon tunangan nya. Tante Gladys hanya bilang kalau gadis itu anak dari teman nya.", ucap Steven


"Dan ka Axel menerima dengan mudah nya??", tanya Danny lagi


"Ya tadi nya sih tidak. Cuma akhir nya ia setuju. Dan apa kalian tau?? Saat tante Gladys dan om Thomas membahas perjodohan itu, disana juga ada Fanny yang ikut mendengar.", ucap Steven tertawa


"Hah?? Ga salah?", tanya Danny


"Iya, ga salah?", tambah Rico


"Aku mendengar langsung dari Celine. Dan kata Celine, Fanny sudah hampir mau menangis, namun ia tahan sekuat mungkin. Karena tidak mungkin ia menangis di depan orang tua Celine dan ka Axel.", ucap Steven


"Tapi apa Fanny tau kalau dia juga mau di jodohkan?", tanya Rico

__ADS_1


"Seperti nya tidak. Ini rencana kedua orang tua mereka. Sengaja ingin membuat surprise untuk mereka berdua.", ucap Steven


"astaga. Pasti Fanny sangat terpukul mendengar perjodohan itu. Aku sangat yakin pas di kamar nya pasti dia akan menangis.", ucap Danny


"Aku rasa juga seperti itu.", ucap Rico


"Yah mudah mudahan ini jalan yang terbaik buat hubungan mereka berdua.", ucap Steven


"Iya aku harap juga begitu.", ucap Rico


"Lalu kapan kalian mencari pasangan untuk kalian sendiri???", tanya Steven


"Hei kenapa jadi mengarah ke kita?", ucap Danny


"Memang benar kan. Memang kalian sudah punya pasangan?", tanya Steven lagi


"Yah belum sih.", ucap Danny sambil menggaruk kepala nya yang tidak gatal


"Yah kalau aku sih belum ada wanita yang pas buat aku. Lagian aku masih muda. Buat apa cepat cepat menikah.", ucap Rico


"Heh kamu Rico, kamu tuh bukan nya belum ada wanita yang pas, tapi kamu seperti nya tidak menyukai wanita. Alias penyuka sesama jenis. Karena kamu susah sekali cari pacar.", ucap Danny


Steven dan Danny tertawa terbahak bahak


"Kalau aku penyuka sesama jenis, apa kamu tidak takut selama ini kalau kita tinggal 1 apartment bersama?", tanya Rico pada Danny


"Oh iya juga ya. Apa mungkin kamu sudah punya pria simpanan?", ucap Danny


"Kamu gila kali ya. Aku ini masih normal. Hanya saja memang aku belum menemukan wanita yang cocok dengan ku.", ucap Rico


"Lagian, emang nya kamu sudah punya kekasih? Mana ada wanita yang mau dengan mu.", tambah Rico


"Iya Dan, emang nya ada wanita yang mau dengan mu?", ucap Steven


sekarang Steven dan Rico yang tertawa bergantian.


"Ehh kalian ini ya. Seneng sekali mengejek teman sendiri.", ucap Danny


"Apa? Kamu jangan bercanda dong Steve. Masa aku sama janda beranak 1?", ucap Danny


"Apa??? Dina janda? Dan sudah punya anak 1?", ucap Rico dan Steven berbarengan


"Iya. Sebetulnya dia belum menjadi janda sih. Hanya suami nya sudah tidak pernah kembali selama berbulan bulan. Dan malah selingkuh dengan wanita lain.", ucap Danny


"Lalu kamu tau dari mana kalau dia sudah punya anak?", tanya Rico


"Aku pernah mengantarkan nya ke rumah sakit untuk mengobati anak nya yang sedang sakit.", ucap Danny


"Apaaa???", teriak Steven dan Rico bersamaan


"Kalian kenapa sih teriak teriak terus? Pusing aku mendengar nya.", ucap Danny


"Lagian kamu kenapa ga pernah cerita sama kita?", tanya Steven


"Yah buat apa juga aku cerita. Kalian kan ga dekat dengan Dina.", ucap Danny


"Lalu lalu? Apa kamu kenal dengan suami nya itu?", tanya Rico


Ketiga laki laki itu sangat lah antusias bila membicarakan tentang kisah mereka bertiga, bukan tentang orang lain. Karena sedari dulu, mereka selalu terbuka satu sama lain.


"Aku ga kenal siapa suami nya. Lagi pula suami nya itu sangat tidak tau diri. Masa ga pernah membiayai kebutuhan mereka berdua. Dina menghidupi anak nya sendiri.", ucap Danny


"Laki laki macam apa seperti itu. Sudah suka selingkuh, anak dan istri malah di telantarkan.", ucap Steven


"Maka nya kita jadi laki laki harus jadi orang yang setia. Jangan sampai mendua. Satu cinta untuk selamanya.", ucap Danny


"Jangan jadi laki laki pengecut, yang hanya bisa berbuat namun tidak bisa untuk bertanggung jawab.", tambah Rico


"Dan terakhir, jangan langsung percaya omongan orang, walaupun orang terdekat sekalipun. Tanya dan selalu dengar penjelasan pasangan kita terlebih dahulu bila mendapat kabar yang belum pasti. Biar kita tidak salah paham.", ucap Steven


Ketiga laki laki itu saling menasihati diri mereka masing masing. Biar bagaimana sebagai laki laki harus mempunyai prinsip dalam hidup nya. Jangan sekali kali karena terbuai dengan kekayaan atau jabatan, meninggalkan semua yang sudah ada yang sebenarnya adalah kebahagiaan yang sesungguhnya. Karena sekali kepercayaan itu di langgar atau tidak di indahkan, maka akan sulit untuk mendapat kepercayaan itu lagi.

__ADS_1


Setelah obrolan ketiga laki laki itu, mereka pun memutuskan untuk bermain PS bersama di rumah Steven, karena hari masih sore. Mereka pun bermain PS sampai jam enam sore.


Karena sudah jam makan malam, Danny maupun Rico ikut bergabung makan malam dengan keluarga Steven. Disana sudah ada papa Andrew, mama Karin dan juga Sally.


"Hallo om, tante, Sally.", ucap Danny dan Rico berbarengan


Papa Andrew pun mengangguk.


"Eh ada Danny dan Rico toh.", ucap mama Karin


"Hallo ka Danny, ka Rico.", ucap Sally


"Iya om tante, tadi siang kita kesini.", ucap Danny


"Ayo ayo duduk kita makan dulu.", ucap mama Karin


"Iya tante.", ucap Rico dan Danny


Mereka pun makan malam bersama dengan diselingi beberapa obrolan singkat.


Selesai makan malam, mereka sekeluarga menuju ruang keluarga untuk menonton tv sekaligus minum teh dan kopi. Danny dan Rico pun ikut bergabung.


"Danny, Rico, bagaimana kondisi perusahaan?", tanya papa Andrew


"Baik om, semua aman terkendali.", ucap Rico


"Kalau ada masalah bilang aja sama om, om pasti bantu.", ucap papa Andrew


"Iya om, tapi semua bisa Steven kerjakan dengan baik om.", ucap Danny


"Tentu nya dengan bantuan kalian berdua.", ucap Steven


"Oh ya, Danny, Rico, apa kalian sudah mempunyai pacar?", tanya mama Karin


"Belum tante.", ucap Danny dan Rico berbarengan


"Kalian udah umur segini masa belum punya pacar sih?", ucap mama Karin lagi


"Iya, belum ada yang cocok tante.", ucap Rico


"Nanti tante bantu carikan ya, anak anak dari teman teman tante.", ucap mama Karin


"Engga, ga usah tante, makasih banyak.", ucap Danny dan Rico .


"Loh kenapa?", tanya mama Karin


"Mama, mereka itu sudah dewasa, pasti mau cari pasangan sendiri, masa mama yang cariin sih. Emang nya mama siapa nya mereka coba?", tanya Sally


"Yaaa.... tante nya mereka.", ucap mama Karin


"Iya, bukan orang tua nya mereka kan? Orang tua nya aja pada ga repot, kok mama yang repot sih.", ucap Sally lagi


"Ihh kamu mah, mama kan berniat baik mau menawarkan mereka anak anak teman mama.", ucap mama Karin


Mereka masih berlanjut ngobrol hingga pukul sembilan malam. Karena sudah cukup malam akhirnya Danny maupun Rico kembali ke apartment mereka.


🦩🍀🦩🍀🦩🍀🦩


.


.


.


Hai guys, jangan lupa Like, Comment & Vote nya yaa. Jangan lupa juga follow ig nya author di @cathleen_josephine & @scenndle.co . Jangan lupa untuk terus dukung author ya biar author semangat lanjutin cerita nya. Thankyou and happy reading 😊😊😊


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2