
Papa Thomas langsung menengok ke arah Jeni yang sedari tadi sudah berdiri di belakang Fanny sambil menunduk.
Karena ia mendengar percakapan tersebut dari tadi. Ia tau kali ini ia pasti akan mendapat masalah, apalagi membuat tamu Axel menunggu lama.
"Hei, siapa nama mu?", tanya papa Thomas
"Sa...saya Jeni tuan.", ucap Jeni sambil menunduk
"Kenapa kamu tidak memberi nya masuk untuk bertemu Axel?", tanya papa Thomas lagi dengan nada datar nya, berbeda saat tadi berbicara dengan Fanny
"Sa...saya kira hanya orang iseng yang mau bertemu tuan Axel tuan. Maaf kan aku tuan.", ucap Jeni
Tak berapa lama ada suara laki laki lain disana.
"Apa kamu bilang? Orang iseng????", tanya Axel yang sudah muncul disana dengan nada intimidasi nya
Yaa... Axel memutuskan untuk turun ke lobby karena ia sudah menunggu Fanny sedari tadi namun tak kunjung datang. Ia pun tadi nya ingin menjemput Fanny ke kampus. Tapi karena sudah melihat Fanny dan papa nya di lobby pun akhir nya ia urungkan niat nya.
Ka Axel pun sudah berdiri di antara Fanny dan juga papa Thomas sambil menatap tajam karyawan nya tersebut.
"Ma....maafkan saya tuan. Saya tidak bermaksud seperti itu. Maafkan saya tuan. Tolong jangan pecat saya.", ucap Jeni sambil memohon tangan nya di depan wajah nya dan sudah berlutut di hadapan ketiga orang tersebut.
"Berani sekali kamu menyebut tamu ku orang asing hah?!?!?", ucap Axel dengan suara tegas dan berat nya.
"Ampun tuan, tolong maafkan saya tuan. Saya tidak akan mengulangi nya lagi tuan.", ucap Jenj
Fanny yang melihat pun merasa kasihan dan segera membantu Jeni untuk bangun.
"Mbak, jangan seperti ini, malu di lihat orang. Ayo bangun.", ucap Fanny sambil menarik lengan Jeni
Namun Jeni malah semakin bersimpuh di bawah kaki Fanny
"Nona, maaf kan aku Nona, aku mohon maafkan aku, aku tidak akan mengulangi nya lagi. Maafkan aku Nona.", ucap Jeni yang sudah mulai berlinang air mata.
Banyak mata dari karyawan lain yang melihat kejadian itu. Namun ketika Axel melihat ke arah sekeliling dengan tatapan dingin nya, seketika mereka langsung membubarkan diri karena tidak ingin mencari masalah dengan boss mereka.
Akhir nya papa Thomas pun membuka suara.
"Sudah sudah, Ayo Axel, Fanny. Kita naik ke atas saja. Jangan disini.", ucap papa Thomas
Karena ia tidak mau melihat keributan yang akan lebih lagi.
Fanny pun mengangguk dan segera mengikuti papa Thomas dan ka Axel yang sudah masuk ke dalam lift khusus CEO.
Sedangkan Jeni yang masih berlutut di lobby itu hanya bisa menangis sesunggukkan.
Namun teman nya segera menghampiri nya.
"Sudah sudah, Ayo bangun, kamu ga malu di liatin orang seperti ini? Lagian kamu sih kenapa malah seperti itu. Malah jadi buat masalah sama boss.", ucap Lina teman nya Jeni
Jeni yang masih shock hanya bisa menangis sambil bangun di bantu oleh Lina. Ia memutuskan untuk segera ke toilet untuk membasuh wajah nya.
"Hancur sudah nasib ku sekarang. Tidak lama lagi aku pasti di pecat Lin.", ucap Jeni sambil menangis
"Sudah kamu tenang dulu. Kan belum tentu. Berdoa lah agar Nona itu bisa membuat tuan Axel mengurungkan niat nya untuk memecat mu.", ucap Lina
********
Sedangkan di ruangan lain.
"Yauda kalau gitu om ke ruangan om dulu ya Fanny.", ucap papa Thomas saat sudah keluar dari lift
"Iya om. Terima kasih om.", ucap Fanny
Papa Thomas pun langsung berlalu menuju ruangan khusus CEO. Sedangkan ka Axel masih di bawah nya papa Thomas
Ka Axel pun mengajak Fanny untuk ke ruangan nya.
Saat sudah di ruangan ka Axel, Ka Axel pun menyuruh Fanny untuk duduk di salah satu sofa yang ada di ruangan nya.
Setelah duduk, ka Axel pun membuka suara.
"Kenapa tadi tidak menghubungi ku?", tanya Ka Axel
__ADS_1
"Ehm... aku takut mengganggu kakak. Maka nya tadi aku minta tolong resepsionis untuk menghubungi sekertaris kakak.", ucap Fanny
"Untung saja tadi ada papa, dan untung saja aku tadi turun karena terlalu lama menunggu mu. Kalau tidak mungkin sampai nanti malam juga kamu tidak akan bisa kesini.", ucap Ka Axel
"Maaf ka.", ucap Fanny
"Kenapa jadi kamu yang meminta maaf? Itu kan bukan salah mu, itu salah karyawan tadi.", ucap Ka Axel
"Karena aku tidak menghubungi kakak tadi. Habis aku takut mengganggu kakak takut sedang ada meeting atau ada tamu.", ucap Fanny lagi
"Yah sudah yang penting kamu sudah disini sekarang.", ucap Ka Axel
"Lain kali kamu kalau kesini gausa ke resepsionis lagi, kamu kan sudah tau lantai dan ruangan ku, langsung saja kesini.", tambah ka Axel.
"Iya ka.", ucap Fanny
Padahal dalam hati nya ia sendiri bingung, untuk apa lain kali ke kantor itu lagi. Ini juga kan kan Axel yang menyuruh nya datang kesana. Kalau tidak, tidak mungkin Fanny kesana.
untuk apa aku kesini lagi?
seperti punya banyak urusan sekali aku kesini lagi
"Mana tugas skripsi mu?", tanya Ka Axel
"Ini ka.", ucap Fanny sambil memberikan makalah skripsi nya pada ka Axel
"Judul mu boleh juga. Kamu sudah menguasai materi mu?", tanya Ka Axel
"Ehmm.... sudah ka.", ucap Fanny ragu ragu
Ka Axel pun membuka lembar demi lembar dari makalah skripsi Fanny dan membaca nya secara sekilas.
Setelah membaca kurang lebih dua puluh menit, ka Axel pun menutup makalah tersebut dan meletakkan nya di atas meja depan sofa yang ia duduki.
Fanny pun bingung dengan apa yang ka Axel lakukan. Pertama membaca dan sekarang menaruh nya di meja. Apa maksud nya????
"Sekarang kamu jelaskan semua dari isi makalah mu. Jelaskan lah seperti sekarang dosen sedang menguji mu. Aku ingin mendengar kan nya.", ucap Ka Axel
"Ta...tapi kaa....", ucap Fanny gugup
"Mau Ka mau.", ucap Fanny
"Kalau gitu sekarang jelaskan semua nya.", ucap Ka Axel
Ka Axel pun menyandar pada sandaran sofa dengan mengangkat kaki satu di atas kaki yang lain, tangan nya di lipat di depan dada, bersiap siap mendengar kan presentasi Fanny.
Fanny pun akhir nya membuka suara dan segera menjelaskan isi dari makalah nya tersebut dari awal sampai akhir tiada tersisa. Awal nya ia memang gugup, namun lama kelamaan ia mulai bisa menguasai diri dalam presentasi.
Setelah kurang lebih setengah jam, Fanny pun selesai menjelaskan isi dari makalah nya.
"Sudah selesai ka.", ucap Fanny
Ka Axel mulai memberikan pertanyaan demi pertanyaan yang sekiranya akan di tanyakan oleh dosen penguji nanti.
Sedikit banyak Fanny dapat menjawab pertanyaan pertanyaan dari ka Axel, walaupun jawaban nya pun belum memuaskan.
Ka Axel pun memberi saran kepada Fanny bagaimana cara bersikap di depan dosen, cara presentasi agar meyakinkan dosen, dan cara menjawab pertanyaan dari para dosen penguji agar nilai nya baik. Yang terutama adalah harus menguasai materi dan berani, jangan terlihat takut atau ragu.
Setelah mendapat saran dari ka Axel pun akhir nya Fanny sudah selesai dan tidak ada urusan lagi di kantor ka Axel.
"Terima kasih ya ka atas saran kakak.", ucap Fanny
"Iya sama sama. Berikanlah yang terbaik yang kamu bisa. Jangan gugup. Kamu pasti bisa. Jangan mempermukan ku.", ucap Ka Axel
"Iya ka, akan aku usahakan yang terbaik. Terima kasih ya ka.", ucap Fanny tersenyum saking senang nya dan memeluk ka Axel tanpa sadar.
Ka Axel yang di peluk hanya diam saja tanpa membalas, namun dengan cepat Fanny tersadar dan segera melepaskan pelukan nya.
"Ka... maafkan aku, aku tidak sengaja.", ucap Fanny menunduk dengan wajah yang merah.
Antara takut ka Axel marah atau malu karena kelakuan nya itu.
"Iya tidak apa.", ucap Ka Axel singkat.
__ADS_1
Waktu pun sudah menunjukkan pukul lima sore. Fanny pun memutuskan untuk pulang.
"Ka, aku pulang dulu ya. Terima kasih sekali lagi.", ucap Fanny sambil berdiri dari duduk nya
"Tunggu sebentar, aku akan mengantar mu pulang. Tapi tunggu disini dulu, aku masih ada urusan sebentar.", ucap Ka Axel
Fanny pun mengangguk karena tidak berani menolak apa yang ka Axel katakan.
Fanny pun kembali duduk di sofa sambil memainkan ponsel nya. Sedangkan ka Axel kembali ke meja kerja nya dan mengerjakan beberapa pekerjaan lagi sebelum ia pulang.
Tepat pukul lima lewat tiga puluh menit ka Axel pun selesai mengerjakan pekerjaan nya dan segera mengajak Fanny untuk pulang.
"Ayo kita pulang.", ajak ka Axel
Fanny pun mengangguk dan berdiri dari duduk nya. Fanny mengikuti kemana ka Axel melangkah.
Saat itu ka Axel hendak menuju ruangan papa nya terlebih dahulu.
tok...tok...tok...
"Masuk.", terdengar suara orang dari dalam yang tak lain adalah papa Thomas
Ka Axel pun membuka pintu ruangan papa Thomas.
"Oh kamu Xel. Ada apa?", tanya papa Thomas
"Aku mau pulang duluan pa, sekalian anterin Fanny pulang.", ucap ka Axel
Fanny pun memunculkan wajah nya dari belakang ka Axel.
"Oh yah sudah hati hati ya.", ucap papa Thomas
Ka Axel pun mengangguk.
"Om, aku pulang dulu ya. Permisi om.", ucap Fanny
Papa Thomas pun mengangguk.
Setelah nya ka Axel dan Fanny keluar dari ruangan menuju lift khusus dan menuju lobby.
Sesampai nya di lobby, pintu lift pun terbuka.
Terlihat masih banyak karyawan yang ada disana, namun ada juga beberapa yang sudah mulai pulang karena memang sudah jam pulang kantor.
Disana juga masih terlihat Jeni, si resepsionis yang tadi sudah membuat Fanny menunggu lama di lobby.
Ia hanya bisa menunduk ketika melihat Axel dan Fanny berjalan beriringan karena takut.
Ketika Axel melihat sang resepsionis tadi, ia pun segera menghampiri nya. Namun bukan hanya ia saja, namun semua karyawan bagian resepsionis.
Ka Axel pun mengajak Fanny ikut serta kesana. Fanny yang bingung hanya bisa menurut ketika tangan nya di gandeng oleh ka Axel. Hati nya hanya bisa berdegup kencang namun tak bisa apa apa.
"Kalian lihat wanita ini baik baik, bila ia kesini, jangan ada yang menghalangi nya lagi. Apa kalian mengerti?!?", ucap Ka Axel dengan suara yang agak keras dan dingin seperti sedang mengintimidasi.
"Me...mengerti pak.", ucap semua karyawan yang ada disana sambil menunduk karena takut.
Axel langsung menarik tangan Fanny lagi pergi dari sana dan menuju parkiran mobil.
Axel mengantarkan Fanny pulang, namun sebelumnya ka Axel mengajak Fanny untuk makan malam terlebih dahulu karena waktu sudah menunjukkan pukul enam sore.
Setelah makan malam, ka Axel segera mengantarkan Fanny pulang ke rumah nya. Barulah setelah itu ka Axel pulang ke rumah nya.
🦩🍀🦩🍀🦩🍀🦩
.
.
.
Hai guys, jangan lupa Like, Comment & Vote nya ya. Thankyou and happy reading 😁😁😁
.
__ADS_1
.
.