
Di sisi lain, Rico sedang merencanakan sebuah rencana untuk membuat David mundur dan menghilang dari hubungan Celine dan Steven.
Namun memang itu tidak lah mudah, karena David termasuk orang yang berpengaruh di negara nya.
Jalan satu satu nya untuk saat ini hanyalah untuk membuat David kembali ke negara nya, walaupun mungkin ia akan kembali lagi ke Indonesia.
Setidaknya membuat Steven dan Celine nyaman dan melupakan David sementara waktu.
Rico sudah mencari tau tentang David di Singapura melalui mata mata nya yang ada disana.
Mulai dari tempat tinggal, tempat kerja, hingga partner yang bekerja sama dengan perusahaan David. Karena memang sangat banyak kerja sama David dengan perusahaan lain.
Rico memang lah sudah terlatih untuk menyelidiki sesuatu, apalagi ia sudah melakukan hal itu dari SMA.
Rico juga sudah tau siapa keluarga David, beserta anggota keluarga nya.
David memiliki seorang adik perempuan bernama Davina yang umur nya terpaut lumayan jauh yaitu 7 tahun yang tepat nya sekarang berumur 18 tahun. Davina masih duduk di sekolah menengah atas.
Davina memiliki wajah yang cantik, berkulit putih, rambut panjang yang selalu di ikat dengan model kuncir kuda. Ia selalu memakai seragam dengan rapi cenderung tertutup.
Davina anak yang sangat pintar, namun ia termasuk anak yang tidak banyak bergaul, ia hanya memiliki dua sahabat perempuan bernama Jean dan Lily teman sekolah nya.
Bahkan sampai usia nya sudah 18 tahun, Davina belum pernah berpacaran. Karena di larang oleh orang tua nya. Sehingga membuat nya sangat sulit untuk dekat dengan seorang pria.
Padahal kalau Davina di dandani, ia akan semakin cantik, namun ia tidak melakukan itu. Mungkin akan banyak laki laki yang akan menyukai nya.
Davina boleh berpacaran ketika ia sudah menyelesaikan study nya. Tapi mungkin sudah sangat telat kalau baru mulai berpacaran ketika lulus kuliah. Apalagi ia sangat sulit untuk bersosialisasi.
David sangat menyayangi adik nya itu. Selama David berada di Indonesia, David sering sekali melakukan panggilan video dengan adik nya itu.
David sangat protect kepada adik nya, ia sering menanyakan bagaimana keseharian nya di sekolah maupun di rumah.
Karena urusan bisnis, David sering keluar kota bahkan keluar negeri dan meninggalkan adik nya.
Davina yang memang mempunyai kepribadian yang tertutup, ia hanya sering mengundang sahabat nya itu untuk datang menginap di rumah nya.
Di sekolah, seluruh guru maupun murid sudah tau kalau Davina adalah seorang adik dari David yang mempunyai bisnis yang cukup berpengaruh di negara nya, sehingga mereka pun tidak berani untuk mengganggu Davina.
Sedangkan kedua orang tua David sudah memutuskan untuk pensiun dan lebih mengurus anak perempuan nya, Davina, dan David lah yang mengurus seluruh perusahaan keluarga nya.
Sekian sekilas cerita tentang keluarga David.
**********
Rico sudah menyuruh mata mata nya untuk memantau keadaan adik nya David di Singapura.
Rico tidak bermaksud mencelakai atau melukai Davina, ia hanya ingin membuat David kembali ke negara nya.
Walaupun Rico juga tau kalau David tidak akan menetap selamanya di Indonesia, karena seluruh perusahaan nya berada di Singapura.
Setelah kurang lebih seminggu Rico memata matai Davina, adik nya David. Rico pun ingin mencoba ke Singapura.
Ia hanya ingin sedikit memberikan sesuatu pada David.
Rico juga sudah meminta ijin pada Steven untuk urusan pekerjaan ke Singapura selama beberapa hari dan Steven pun mengijinkan.
Hari kamis pagi Rico sudah terbang ke Singapura seorang diri.
Pukul sepuluh waktu Singapura, Rico sudah sampai di bandara International Changi Airport, Singapura.
Rico langsung keluar dari bandara menuju tempat dimana seorang mata mata Rico sudah mengetahui dimana Davina berada.
Kebetulan hari itu hari kamis, sehingga Davina sudah pasti ada di sekolah nya. Pukul sebelas Rico sudah sampai di depan sekolah Davina. Rico menggunakan pakaian santai nya, celana jeans panjang dan kemeja lengan panjang yang di tekuk sesiku yang cukup ketat yang menampilkan bentuk tubuh nya yang cukup sixpack.
__ADS_1
Ia menunggu di dalam mobil mata mata nya sembari melihat ke arah dalam sekolah dan menunggu Davina pulang sekolah.
Jam satu siang, sekolah pun bubar, karena ada rapat guru sehingga para murid pulang lebih awal.
Rico yang sudah mengetahui wajah Davina pun tak sulit untuk menemukan nya.
Davina keluar dari sekolah bersama kedua sahabat nya Jean dan Lily. Davina dengan seragam nya yang rapi, rambut nya yang di kuncir, dan membawa beberapa buku di genggaman nya.
Rico pun mulai menjalankan rencana nya.
Ia turun dari mobil dan bergegas masuk ke dalam sekolah dengan menggunakan kacamata hitam.
Saat ia melihat Davina dan teman teman nya, ia dengan sedikit sengaja seperti menabrak Davina dan kedua sahabat nya.
"Auch...", ucap Davina yang tertabrak oleh Rico namun tak sampai jatuh, karena Rico menahan nya, namun buku buku yang ada dalam genggaman nya jatuh ke lantai.
"I'm sorry.", ucap Rico sambil menahan lengan Davina agar tidak jatuh
Untuk sepersekian detik, Davina terpaku melihat wajah tampan Rico.
"Hei, are you okay?", tanya Rico
"Eh... I'm sorry.", ucap Davina langsung memundurkan tubuh nya.
Sedangkan Jean dan Lily juga terkagum dengan ketampanan Rico saat itu sehingga mereka pun tidak fokus pada Davina dan buku yang jatuh.
Sedangkan Rico yang memang berencana seperti itu pun sudah biasa saja.
Rico menunduk dan mengambil buku buku Davina yang jatuh di lantai.
"This is your books. I'm sorry.", ucap Rico lagi sambil mengembalikan buku itu pada Davina
Davina pun mengambil buku buku tersebut dengan wajah polos nya yang masih fokus pada wajah Rico.
"Oke, I have to go. Sorry again.", ucap Rico dan segera pergi dari ketiga gadis itu.
Rico masuk ke dalam sekolah seperti ingin mencari ruangan administrasi.
Sedangkan Davina, Jean dan Lily masih diam di tempat memandangi kepergian Rico.
Baru kali ini Davina bisa sedekat itu dengan seorang laki laki. Entah mengapa tiba tiba jantung Davina berdegup kencang saat tadi ia menatap Rico dalam jarak yang cukup dekat.
"Vin, Vina, are you okay?", tanya Jean
"Ah... ya, I'm fine.", ucap Davina gugup
"He is so handsome, so cute.", ucap Lily yang masih membayangi wajah Rico
(oke kita lanjutkan saja pake bahasa Indonesia ya biar ga pusing baca nya 😁😁)
"Iya, dia tampan sekali.", ucap Jean
Namun Davina tidak menjawab, karena ia tau kalaupun ia menyukai laki laki tersebut pun ia tidak akan boleh berpacaran.
"Vin, kenapa kamu diam? Memang nya dia tidak tampan??", tanya Lily
Namun wajah Davina hanya bersemu merah.
"Ah sudah ayo pulang, supir ku sudah menunggu di depan.", ucap Davina
"Iya iyaa. Ayo.", ucap Jean
Mereka bertiga pun melangkah menuju mobil pribadi Davina dengan seorang supir disana.
__ADS_1
Selama perjalanan pun mereka masih membahas sosok laki laki itu.
"Tapi seperti nya aku baru lihat dia deh.", ucap Jean
"Iya, aku juga baru lihat dia. Tapi tidak mungkin juga kalau ia bersekolah di sekolah kita.", ucap Lily
"Mungkin ingin mendaftarkan adik nya yang mau sekolah di sekolah kita kali.", ucap Jean
"Bisa jadi juga. Tapi kita kan gatau siapa adik nya.", ucap Lily
"Iya juga ya. Kita juga belum tentu bertemu dengan laki laki tampan itu lagi.", ucap Jean
"Iya, sudah tampan, tinggi, tubuh nya sixpack lagi.", ucap Lily
"Iya, aku rasa dia seumuran dengan ka David deh. Ya ga Vin?", tanya Jean
"A... Iya Iya, mungkin.", ucap Davina
"Kok kamu ga ikut berkomentar sih Vin?", tanya Lily
"Untuk apa?", tanya Davina
"Ya masa kamu tidak tertarik dengan laki laki seperti dia tadi?", tanya Lily lagi
"Kalian kan sudah tau kalau aku tidak boleh dekat apalagi berpacaran dengan laki laki sampai aku lulus kuliah.", ucap Davina
"Ahh.... andai saja aku bisa bertemu laki laki itu lagi.", ucap Lily
"Huss... Jangan mikirin cowo terus. Ingat besok kita ulangan.", ucap Davina
"Astaga, aku hampir saja lupa kalau besok kita ulangan.", ucap Lily sambil menepuk jidat nya.
Tak berapa lama mereka pun sampai di rumah Davina, karena mereka menginap di rumah Davina sudah tiga hari ini.
Mereka bertiga pun masuk ke dalam rumah dan menuju kamar Davina. Sedangkan para asisten rumah tangga yang ada di rumah itu langsung membuat makan siang ketika melihat Nona muda dan teman teman nya pulang dari sekolah.
Saat itu mama dan papa Davina sedang tidak ada di rumah. Mama Davina sedang berkumpul dengan teman teman sosialita nya, dan papa Davina sedang berkumpul dengan sesama rekan bisnis nya.
Davina dan kedua sahabat nya menuju kamar nya. Mereka mandi secara bergantian karena baru pulang sekolah.
Setelah mereka selesai mandi, mereka pun makan siang terlebih dahulu yang sudah di siapkan oleh para pelayan di rumah itu.
Mereka bertiga makan dengan di selingi beberapa obrolan ringan, bahkan mereka masih membahas tentang laki laki yang mereka temui di sekolah tadi.
Hingga saat mereka selesai makan, mereka kembali ke kamar untuk belajar karena besok mereka akan ulangan.
Namun naas karena memikirkan laki laki itu, Davina jadi tidak bisa konsen dalam belajar nya. Bahkan hingga malam hari pun ia jadi sulit tidur memikirkan seorang pria.
🦩🍀🦩🍀🦩🍀🦩
.
.
.
Hai guys, jangan lupa Like, Comment & Vote nya yaaa. Di tunggu next episode nya every night yaa. Thankyou and happy reading 😁😁😁
.
.
.
__ADS_1