
Di sisi lain, Steven yang sedang mengemudi kan mobil nya segera menghubungi Rico dan Danny agar berkumpul di rumah nya malam itu juga.
Rico dan Danny yang sudah mengerti pun langsung menuju rumah Steven.
Steven sampai di rumah nya lebih dulu. Ia memutuskan untuk langsung ke kamar nya dan segera membersihkan tubuh nya karena seharian sudah dari luar rumah.
Selesai mandi, Steven pun menuju ruang kerja nya yang letak nya di sebelah kamar tidur nya. Sambil menunggu Rico dan Danny datang, Steven memilih untuk di kursi meja kerja nya dan memeriksa beberapa laporan di perusahaan nya.
Sebelum nya juga Steven sudah meminta salah satu pelayan di rumah nya untuk membawakan 3 gelas kopi ke ruang kerja nya.
Tak berapa lama pun pelayan tersebut datang dan membawa kopi tersebut.
tok...tok...tok...
"Permisi tuan.", ucap pelayan
"Iya masuk saja.", ucap Steven
Pelayan pun membuka pintu ruang kerja Steven dan masuk menuju meja dimana Steven berada.
"Ini kopi nya tuan muda.", ucap pelayan
"Iya taro disitu aja bu. Makasih ya bu.", ucap Steven pada pelayan wanita yang umur nya sudah sekitar 50 tahun.
"Sama sama tuan muda. Kalau begitu saya permisi dulu tuan muda.", ucap pelayan
"Oh ya bu, nanti kalau ada teman ku datang suruh langsung kesini saja ya bu.", ucap Steven lagi
"Iya tuan muda. Permisi.", ucap pelayan dan keluar dari ruangan tersebut dan menutup pintu nya kembali.
Steven kembali fokus pada berkas berkas laporan yang ada di tangan nya sambil menyeruput kopi panas yang baru di antarkan oleh pelayan.
Sedangkan pelayan yang baru turun dari lantai atas yang hendak menuju dapur tiba tiba mendengar suara bell pintu dan segera menuju pintu utama.
ting....tong....
Pelayan itu membuka pintu utama.
"Selamat malam bu. Steven nya ada?", tanya Danny
"Malam tuan. Ada tuan, tuan muda sudah menunggu di ruang kerja nya. Langsung masuk aja tuan.", ucap pelayan
"Oke bu, terima kasih bu.", ucap Danny dan Rico berbarengan
Danny dan Rico pun segera masuk ke dalam rumah dan menuju lantai atas untuk segera ke ruang kerja Steven. Sedangkan pelayan itu menutup pintu dan kembali ke dapur.
Rico dan Danny pun langsung masuk ke ruang kerja Steven yang memang sudah biasa kesana.
"Steve.", panggil Danny dan Rico
"Eh kalian sudah datang.", ucap Steven
"Iya.", ucap Rico
"Bagaimana Steve?", tanya Danny
Steven pun meletakkan berkas berkas yang tadi dia pegang ke atas meja dan berfokus menatap kedua sahabat nya itu.
"Kalian sudah liat kan bagaimana kelakuan David tadi di perusahaan Celine?", tanya Steven.
Mereka berdua pun mengangguk.
"Co, aku mau kamu segera memutus kerjasama kita dengan perusahaan nya. Aku sudah tidak mau bekerja sama dengan nya lagi. Walaupun pasti akan berimbas dengan perusahaan kita. Tapi itu lebih baik dari pada bekerja sama dengan orang seperti itu.", ucap Steven.
"Iya aku akan mengurus nya dan segera memberikan Surat pemutusan tersebut pada nya.", ucap Rico
"Oke aku serahkan semua nya padamu.", ucap Steven
"Dan untuk masalah David, menurut kalian, apa yang harus kita lakukan?", tanya Steven
"Kita coba cari tau saja dulu keluarga nya.", ucap Danny
__ADS_1
"Sebenarnya aku sudah mencari tau tentang keluarga nya yang ada di Singapura. Kedua orang tua nya sudah tidak bekerja lagi. Semua nya di urus oleh David. Dan David mempunyai seorang adik bernama Davina, ia baru berumur delapan belas tahun. Aku juga sudah melihat nya.", ucap Rico panjang lebar
Danny dan Steven yang mendengar apa yang di ucapkan oleh Rico pun bingung. Entah sejak kapan ia sudah menyelidiki David.
"Sejak kapan kamu tau soal itu Co?? Cepat sekali.", ucap Danny bingung
"Iya, sejak kapan kamu tau soal itu?", tanya Steven
"Sejak beberapa hari yang lalu. Tepat nya saat kamu ingin David kembali ke Singapura. Minggu lalu aku kesana itu ya karena aku ingin menyelidiki mereka.", ucap Rico santai
"Kamu memang paling jago soal begini ya Co. Hahaha.", ucap Danny tertawa
Namun Rico dan Steven menatap Danny dengan tatapan yang sangat tajam, karena mereka sedang serius bukan bercanda.
"Haha. Aku hanya bercanda kok.", ucap Danny senyam senyum
Sedangkan Steven dan Rico kembali bertatap muka.
"Lalu apa lagi yang kamu tau?", tanya Steven
"David sangat menyayangi Davina. Bahkan mereka sering melakukan video call. David sangat protect pada Davina, bahkan sampai saat ini Davina belum pernah berpacaran. Nilai di sekolah nya sangat bagus. Ia memiliki 2 orang sahabat bernama Jean dan Lily. Tapi sekolah tau kalau Davina adalah adik David, orang yang memang cukup berpengaruh disana. Sehingga tidak ada yang berani berulah dengan Davina.", jelas Rico panjang lebar
"Dan aku juga sudah menyuruh anak nya anak buah ku untuk memantau dia. Aku menyekolahkan nya di sekolah yang sama dengan Davina. Karena Davina lah kelemahan David. Ia paling tidak bisa bila Davina sampai tersakiti.", tambah Rico
"Kamu sudah bertemu dengan Davina?", tanya Steven
"Iya sudah. Kemarin pas aku ke Singapura, aku sengaja memang ingin memantau sekaligus melihat nya. Waktu itu aku datang ke sekolah nya, dan menabrak nya waktu itu.", ucap Rico .
"Ahh aku tau, pasti itu rencana kamu kan menabrak nya??", tanya Danny
"Iya memang. Ketiga gadis itu benar benar seperti tidak pernah berpacaran. Aku bisa melihat nya saat bertabrakan dengan dia.", ucap Rico
"Bagus Rico. Kerja mu sangat bagus. Aku tidak menyangka kamu bisa tau lebih dulu sebelum aku menyuruh nya.", ucap Steven
"Aku hanya berniat supaya David cepat balik ke Singapura. Yaa dengan cara membuat nilai adik nya itu jelek. Aku yakin David pasti langsung kembali ke Singapura. Dan mungkin sebentar lagi ia akan kembali kesana. Karena setau ku keesokan hari nya saat aku menabrak nya, ia ada ulangan. Dan seperti nya ia gagal mendapat nilai sempurna.", ucap Rico
"Oke bagus. Selanjutnya apa rencana mu?", tanya Steven pada Rico
"Tapi apa kamu yakin kalau nilai nya Davina memang turun?", tanya Steven
"Seharusnya.", ucap Rico
"Lalu untuk David kita harus melakukan apa??", tanya Danny
"Untuk selanjutnya lebih baik kita tunggu David kembali ke Singapura dulu.", ucap Steven
"Oke, tapi kira Kira apa yang akan kita lakukan?", tanya Rico
"Jujur aku masih tidak tau, karena David bukan lah orang yang sembarangan dan kita harus berhati hati dalam membuat rencana. Apalagi di negara nya, dia merupakan orang yang cukup berpengaruh.", ucap Steven
"Iya, lebih baik memang kita harus lebih hati hati kedepan nya. Karena sekarang kita tau kalau David orang yang sangat nekat.", tambah Rico
"Iya, apa tidak sebaiknya kamu memberi penjagaan ketat dulu pada Celine?", tanya Danny
"Iya lebih baik seperti itu. Aku takut kalau David semakin sering datang menghampiri Celine. Apalagi kalau aku sedang keluar kota.", ucap Steven
"Dan, tolong kamu urus penjagaan itu ya. Aku percayakan padamu.", ucap Steven
"Iya Steve.", ucap Danny .
Setelah pembicaraan serius itu, mereka memutuskan untuk melanjutkan pembicaraan tentang pekerjaan mereka hingga larut malam. Dan karena sudah larut malam pun Danny dan Rico lebih memilih untuk menginap di rumah Steven. Rumah Steven seperti rumah kedua bagi mereka karena begitu sering nya ia menginap disana. Dan papa Andrew dan mama Karin pun tidak masalah soal hal itu.
********
Sementara di sisi lain
"Si*lan!! Kenapa aku bisa sampai tidak tau kalau Steven adalah tunangan Celine? Kenapa aku tidak mencari tau nya dari awal? Kalau begini semua nya akan menjadi rumit. Karena Steven juga bukan orang yang mudah di singkirkan. Si*l !!!!!", teriak David di dalam apartment nya sambil melempar beberapa barang di ruangan itu.
Reven yang baru datang ke apartment nay David pun kebingungan dengan apa yang terjadi pada David.
"David, apa yang terjadi??", tanya Reven
__ADS_1
Namun David tidak menjawab nya, ia malah menuju dapur nya dan membuka kulkas yang ada disana dan mengambil 1 botol wine yang ia simpan di dalam apartment nya. David juga mengambil gelas untuk meminum nya.
David kembali ke ruang tamu dan menuang wine tersebut ke dalam gelas dan segera meneguk nya sampai habis hingga berulang kali sampai 1 botol wine itu habis tak bersisa.
Reven yang melihat nya pun tambah bingung apa yang terjadi. Tapi 1 pikiran nya langsung tertuju pada Celine. Perlakukan Celine tadi siang saat meeting di perusahaan nya.
"David stop!! Kamu sudah menghabiskan 1 botol wine ini. Apa kamu sudah gila??", ucap Reven dan menahan David yang ingin mengambil 1 botol wine lagi di dalam kulkas nya.
"Diam kamu! Kamu tidak tau apa apa!", bentak David
"Apa ini karena Celine?", ucap Reven yang membuat David langsung menghentikan apa yang sedang ia lakukan
David menengok ke arah Reven.
"Tau apa kamu soal Celine?", tanya David
"Apa ini karena tadi siang?", tanya Reven lagi
"Haha. Dasar bodoh. Mana mungkin.", ucap David tertawa
Karena memang saat sore tadi David ke perusahaan Celine, Reven tidak ikut karena ada urusan lain menyangkut perusahaan David. Jadi ia tidak tau sama sekali.
"Lalu karena apa??", tanya Reven
David melanjutkan niat nya untuk mengambil 1 botol wine lagi di dalam kulkas nya dan kali ini ia langsung meneguk nya dari botol. Kesadaran nya mulai menurut karena pengaruh alkohol.
"David stop!! Kenapa kamu sampai begini? Apa yang di lakukan Celine padamu?", tanya Reven lagi
"Hei bodoh. Apa kamu tau siapa tunangan Celine?", ucap David yang sudah mulai mabok
"Tidak. Memang nya siapa?", tanya Reven
"STEVEN! Steven adalah tunangan Celine.", ucap David
"Apa?? Steven Natawira?", tanya Reven
"Iya! Memang nya siapa lagi? Dan apa kamu tau??? Mereka berdua sudah memutuskan kerjasama kita.", ucap David
"Apa?? Lalu apa kamu mau?", tanya Reven
"Hei bodoh. Aku tidak akan bangkrut walaupun aku sudah tidak bekerjasama dengan mereka berdua.", ucap David
"Tapi keuntungan yang kita dapat dari kerjasama perusahaan kita dengan perusahaan mereka sangat lah besar.", ucap Reven.
"Dan bila kita memutuskan kerjasama itu, kita akan mengalami kerugian yang tidak sedikit David.", tambah Reven
"Mereka yang akan menanggung kerugian itu. Aku akan membalas apa yang mereka lakukan pada ku.", ucap David
"Tapi bagaimana cara nya??", tanya Reven lagi
"Lihat saja nanti.", ucap David tersenyum licik
Tak berapa lama, karena David sudah meminum terlalu banyak wine hingga 2 botol pun ia habis kan membuat nya sudah tak bisa mempertahankan kesadaran nya lagi. Ia ambruk tepat di sofa ruang tamu itu.
Reven yang melihat David sudah tidak sadarkan diri memilih untuk membopong nya untuk masuk ke dalam kamar nya. Setelah nya ia memilih untuk tidur di sofa apartment yang ada di ruang tamu. Karena ia tidak bisa meninggalkan bos nya itu sendiri dalam keadaan seperti itu.
Reven yang sudah tiduran di atas sofa pun sambil berpikir apa yang terjadi tadi dan apa yang akan ia lakukan selanjutnya untuk menghancurkan kedua nya. Padahal ia belum tau pasti bagaimana kejadian itu.
🦩🍀🦩🍀🦩🍀🦩
.
.
.
Hai guys, jangan lupa Like, Comment & Vote nya yaa. di tunggu next eps nya setiap hari. Author akan up new eps hanya 1 per hari, karena per eps pun author sudah membuat cerita nya sangat panjang yaa. Lebih dari 1500 kata. Author mohon juga jangan lupa vote dan like nya supaya author makin giat lanjutin cerita nya. Thankyou and happy reading guys 😁😁😁
.
.
__ADS_1
.