
Sebenarnya Celine pun kasihan dengan Steven, karena semenjak menikah, mereka memang belum pernah untuk melakukan malam pertama. Jangan kan malam pertama, tidur satu ranjang saja tidak bisa karena Celine harus terbaring di rumah sakit.
Namun ia pun juga tidak bisa berbuat banyak, karena memang luka nya yang cukup parah sehingga membuat nya harus lebih banyak beristirahat dan tidak banyak bergerak.
Dalam hati nya Celine ingin sekali melakukan tugas nya sebagai seorang istri, tapi apa daya ia masih sakit. Ia pun ingin menyenangkan Steven. Saat ini ia hanya bertekad agar cepat sembuh supaya ia bisa menjalankan tugas nya sebagai seorang istri. Walaupun ia juga tau kalau Steven tidak pernah memaksa nya agar melakukan kewajiban malam pertama nya itu di saat ia sedang sakit.
"Ayo cepat buka baju mu aku obatin luka mu.", ucap Steven yang sudah meletakkan handuk kecil nya dan memakai kaos rumahan nya
Steven melangkah mendekati Celine. Steven langsung membuka kotak obat dan beberapa obat yang di anjurkan oleh dokter untuk Celine.
Celine yang mendengar ucapan Steven langsung bingung.
"Untuk apa aku membuka baju ku???", ucap Celine yang curiga
"Ya untuk mengobati luka mu lah. Mau apa lagi?", ucap Steven
"Maksud aku, buka baju bagian belakang kamu, kan luka kamu ada di bagian pinggang belakang kamu. Kalau kamu ga buka baju nya, gimana mau aku obatin sayang.", jelas Steven
"Maka nya kamu jangan suka mikir yang macam macam sama aku. Kamu tenang aja aku ga akan meminta hak aku dan kewajiban kamu untuk ku. Aku akan menunggu sampai kamu sembuh dan sampai kamu siap.", ucap Steven sambil mengelus kepala Celine
Celine yang mendengar penjelasan dari suami nya itu pun sangat lega. Karena suami nya akan menunggu nya sampai sembuh dan siap melakukan tugas nya.
Setelah pembicaraan tersebut, Steven pun segera mengobati luka Celine dengan sangat hati hati. Memang luka jait nya sudah mengering, cuma belum bisa banyak bergerak takut jaitan nya akan terbuka lagi. Karena luka tusukan yang ia terima cukup dalam, jadi ia harus di jait.
"Sudah selesai.", ucap Steven sambil menutup kembali baju Celine
"Terima kasih yaa sayang.", ucap Celine memeluk Steven yang langsung berbalik menghadap suami nya tersebut.
"Iya sama sama sayang. Sekarang tidur lah, biar kamu cepat sembuh.", ucap Steven
"Iya sayang.", jawab Celine
Sedangkan Steven bangun dari tempat tidur.
"Kamu mau kemana??", tanya Celine
"Aku mau beresin kerjaan dulu sebentar, habis itu aku langsung tidur.", ucap Steven
"Kalau gitu aku temenin aja yaa.", ucap Celine
"Gausa sayang. Kamu tidur aja duluan. Nanti aku langsung nyusul kamu kok.", ucap Steven
"Baiklah, aku tidur duluan yaa.", ucap Celine
"Oke sayang. Good night. I love you.", ucap Steven sambil mencium seluruh bagian wajah Celine
Celine pun segera tidur dengan berbalut selimut, dan tak butuh waktu lama hingga akhir nya ia tertidur pulas.
Sedangkan Steven melangkah ke arah meja belajar Celine. Ia memilih untuk mengerjakan pekerjaan kantor nya di meja belajar dari pada di ranjang. Karena ia takut kalau ia tidak sanggup menahan hasrat nya sebagai seorang laki laki dewasa yang berada di samping wanita. Apalagi dalam keadaan tidur.
Steven dan Celine memang tetap menjaga kehormatan nya sedari muda, sehingga selama mereka berpacaran pun memang mereka belum pernah berhubungan badan seperti kebanyakan orang jaman sekarang.
Maka dari itu Steven memilih untuk menjauh dari Celine saat tidur, karena ia takut ia tidak bisa menahan nya, ia masih harus menahan gejolak rasa di dada nya karena tidak mau menyakiti Celine. Apalagi ini adalah malam pertama nya tidur berdampingan dengan Celine. Karena selama di rumah sakit, Steven selalu tidur di sofa atau ranjang lain di samping Celine.
Steven masih berkutat dengan urusan kantor nya hingga tengah malam. Karena memang seminggu itu ia hanya ke kantor untuk mengecek pekerjaan yang memang membutuhkan nya untuk hadir. Selebihnya ia memilih untuk menemani istri nya di rumah sakit. Sehingga memang banyak pekerjaan yang menumpuk yang harus ia kerjakan.
Saat ia tersadar karena sudah tengah malam, ia pun memutuskan untuk menyudahi pekerjaan nya malam itu dan segera beranjak ke tempat tidur.
Saat ia naik ke atas tempat tidur, tepat nya di samping Celine. Sekilas ia memandangi wajah Celine dengan lekat. Ia bisa melihat bagaimana teduh nya wajah Celine ketika tidur.
Steven membelai anak rambut yang menghalangi wajah cantik istri nya tersebut, dan mengelus lembut pipi istri nya. Steven hanya tersenyum tanpa bisa berkata kata, yang ia rasakan adalah bahagia. Bahagia karena bisa mendapatkan istri cantik seperti Celine.
__ADS_1
Sebelum tidur, Steven mengecup dalam kening Celine. Berharap agar semua nya bisa lebih membaik dan tak ada lagi yang mengganggu hubungan mereka.
Steven yang sudah terbaring di samping Celine pun tak butuh waktu lama untuk tertidur.
Setelah seminggu berlalu, keadaan Celine sudah jauh lebih baik. Luka nya pun sudah kering, Celine dan Steven pun juga sudah memeriksa nya langsung ke dokter yang menangani Celine. Celine sudah bisa beraktivitas seperti biasa lagi, walaupun tidak boleh mengangkat benda yang terlalu berat. Dokter juga menyampaikan bahwa bila Celine rutin untuk merawat luka nya, kemungkinan luka nya akan segera pulih.
Karena keadaan Celine yang sudah jauh lebih baik, mereka memutuskan untuk pulang ke rumah mereka. Karena tidak mau terlalu merepotkan keluarga Celine.
"Ma, pa, keadaan ku kan sudah membaik. Aku juga sudah bisa beraktivitas seperti biasa. Maka dari itu, kami berniat untuk pulang ke rumah ma, pa. Karena aku juga ga enak merepotkan mama dan papa terus.", ucap Celine
"Tapi sayang, mama masih ingin tetap dekat dengan mu sayang.", ucap mama Gladys
"Iya ma, begitu juga dengan ku. Tapi aku sudah punya suami sekarang. Aku harus mengurus rumah tangga ku sendiri.", ucap Celine
"Iya ma, ada benar nya yang di ucapkan oleh Celine. Dia sekarang sudah berkeluarga, ia harus mengurus rumah tangga nya sendiri.", ucap papa Thomas
"Tapi pa, mama pasti akan merindukan anak cantik mama ini pa.", ucap mama Gladys
"Kita masih bisa sering kesini kok ma. Lagi pula rumah kita kan tidak terlalu jauh.", ucap Steven
"Iya ma, lagi pula kan aku masih bekerja di perusahaan papa. Mama bisa datang ke perusahaan setiap hari kalau mau menemui ku.", ucap Celine
"Iya ma, benar apa kata anak anak. Kita tidak boleh memaksa mereka untuk tetap disini. Biarkan mereka dewasa dan mengurus rumah tangga mereka sendiri.", ucap papa Thomas
"Iya pa, yah sudah. Tapi kalian harus sering sering kesini yaa. Atau mama nanti yang setiap hari kesana.", ucap mama Gladys
"Mama ini yaa, sama anak kok posesif sekali. Perasaan dulu aja papa ga sampai segitu nya di perlakukan sama mama.", ucap papa Thomas
"Papa jangan bicara seperti itu dong. Kan mama jadi malu.", ucap mama Gladys
Mereka semua pun tertawa
"Iya sayang, kalian hati hati yaa.", ucap mama Gladys
"Ma, pa, kami pulang dulu ya.", ucap Steven
"Iya nak, jaga anak papa baik baik yaa.", ucap papa Thomas
"Iya pa, aku akan selalu menjaga nya dengan segenap hidupku.", ucap Steven
Setelah berpamitan dengan kedua orang tua Celine, Celine dan Steven pun menaiki mobil mereka dan menuju rumah mereka yang sampai saat belum pernah mereka tempati.
Kurang lebih hanya lima belas menit, mobil mereka pun tiba di halaman rumah megah mereka.
"Ayo kita turun.", ucap Steven yang sudah memarkirkan mobil nya
Celine pun mengangguk senang karena ini pertama kali nya mereka akan tinggal di rumah megah mereka.
Saat di depan mobil, mereka memandangi rumah mereka. Steven berdiri di samping Celine sambil merangkul pundak nya.
"Bagaimana sayang? Apa kamu senang??", tanya Steven.
"Aku sangat bahagia. Terima kasih sayang.", ucap Celine lalu mencium pipi suami nya
"Aku akan melakukan apapun untuk membahagiakan mu.", ucap Steven yang mencium pucuk kepala Celine
"Ayo kita masuk.", ucap Steven sambil menggandeng istri nya
Karena Steven sudah memberitau pada kepala pelayan rumah mereka kalau mereka akan pulang hari itu, semua pelayan pun menyambut kedatangan tuan rumah mereka dengan sangat senang.
Pelayan wanita bernama Bi Nani dan bi Lilis pun membukakan pintu untuk mereka.
__ADS_1
"Selamat datang tuan dan nyonya.", ucap bi Nani dan bi Lilis bersamaan.
Steven dan Celine pun tersenyum ramah.
Celine begitu senang akhir nya mereka bisa menempati rumah yang sudah suami nya siapkan untuk pernikahan mereka.
Mereka pun mengitari rumah itu sekali lagi, karena kemarin sewaktu bersama keluarga mereka, Celine dan Steven tidak bisa menikmati berlama lama di rumah mereka.
"Apa kamu sudah puas mengitari rumah ini sayang??", tanya Steven
"Iyaa, kaki ku sampai pegal memutari rumah ini. Rumah ini besar sekali.", ucap Celine
"Iya, kelak kan nanti kita akan punya banyak anak. Pasti rumah ini akan semakin ramai.", ucap Steven
Celine pun tersenyum
"Oh yaa, kita ke kamar aja yuk. Aku mau istirahat.", ucap Celine
"Aku juga dari tadi mau nya ke kamar.", ucap Steven
Mereka pun berjalan menuju tangga besar yang ada di rumah tersebut dan menuju kamar mereka yang ada di lantai 2.
Setelah sampai di kamar, mereka pun langsung tiduran di ranjang besar mereka karena mereka cukup kelelahan.
Kebetulan mereka tiba di rumah mereka siang hari, jadi masih ada banyak waktu untuk mereka beristirahat.
"Sayang aku lapar.", ucap Celine
"Kamu mau makan apa? Biar nanti aku suruh bi Nani untuk memasak makanan untuk kita.", ucap Steven
"Aku mau udang goreng mentega, sudah lama aku ga makan itu.", ucap Celine manja
"Yah sudah nanti aku bilang bi Nani untuk masak udang goreng mentega. Sudah itu aja?? Mau apa lagi?", ucap Steven
"Ehmm.... udah itu aja sayang. Kamu makan apa??", tanya Celine
"Aku nanti minta nasi goreng seafood aja.", ucap Steven
"Ahhh aku juga mau!! Aku juga mau ya sayang.", ucap Celine
"Okee.", jawab Steven
Steven pun mengambil telepon yang ada di meja samping tempat tidur dan menelepon bagian dapur untuk menyiapkan makan siang untuk mereka berdua. Sehingga mereka tidak perlu untuk turun ke dapur, karena bisa langsung menelepon ke bagian mana pun di rumah tersebut.
Sambil menunggu makanan jadi pun, mereka memutuskan untuk menonton tv sambil beristirahat sejenak.
🦩🍀🦩🍀🦩🍀🦩
.
.
.
Hai guys, jangan lupa Like, Comment & Vote nya yaa. jangan lupa mampir ke karya author yang lain. Dukung author terus yaa biar giat up new eps nya. Thankyou and happy reading 😊😊😊
.
.
.
__ADS_1