
Keesokan hari nya, mama Gladys maupun mama Karin sudah berada di rumah sakit sejak pagi. Di susul dengan Fanny dan juga Sally yang ikut menemani.
Sedangkan Steven harus pulang ke rumah karena harus mandi terlebih dahulu.
Setelah semua urusan di rumah selesai, Steven bersama ka Axel pun segera pergi ke hotel papa Andrew untuk melihat rekaman cctv saat kejadian semalam. Mereka berdua langsung menuju ke hotel dari rumah nya masing masing.
Sesampainya di hotel, Steven dan ka Axel langsung menuju ruang khusus arsip yang menyimpan rekaman cctv. Manager yang ada disana pun memberikan akses kepada mereka karena Steven adalah anak dari pemilik hotel tersebut.
Sang manager hotel pun menyuruh orang bagian cctv itu untuk membuka rekaman cctv semalam sekitar pukul 6 sore sampai 11 malam.
Steven dan ka Axel memperhatikan nya secara mendetail agar tidak kelewatan. Sang manager pun tau kenapa sampai anak dari pemilik hotel itu mau melihat rekaman cctv itu karena kejadian semalam yang membuat istri nya terluka.
Dari jam 6 sore, tidak terlihat ada Hal yang aneh. Bahkan mereka mengecek cctv hingga ke area parkiran. Tidak ada yang salah. Hingga tepat pukul 6.45 sore itu, terlihat ada seseorang yang masuk memakai topeng, sama persis seperti apa yang di pakai oleh David kemarin. Namun sayang nya, mereka tidak melihat siapa orang yang menusuk Celine. Karena dalam rekaman cctv itu David datang hanya sendiri.
Hal aneh pun juga terjadi, ketika David dengan sangat mudah nya masuk ke dalam gedung tanpa di priksa, padahal David tidak membawa undangan sama sekali. Tapi setelah di selidiki lewat cctv yang ada di luar gedung, ternyata benar dugaan mereka kalau ada salah satu anak buah Steven yang bersekongkol dengan David.
"Steve, liat itu.", ucap Ka Axel sambil menunjuk arah anak buah Steven
"Iya ka, coba di perbesar pak.", ucap Steven
Pak Deni yang menjadi bagian di cctv itu pun memperbesar rekaman itu dan terlihat lah siapa anak buah yang bekerja sama dengan David.
"Coba di percepat lagi pak, sekitar pukul 7.30 hingga 8 malam.", ucap Steven
"Memang nya kenapa Steve ?", tanya Ka Axel
"Soal nya sekitar jam segitu, David datang menghampiri ku dan Celine saat di atas pelaminan ka. Dan setelah itu aku menyuruh Danny dan Rico untuk mencari nya, tapi ia sudah tidak ada. Maka nya aku curiga, bagaimana ia bisa secepat itu menghilang, apa dia pergi lewat belakang atau kah dia menginap di salah satu kamar di hotel ini ka.", ucap Steven
"Coba cek cepat pak.", ucap Ka Axel
Pak Deni pun mempercepat rekaman itu hingga di menit yang Steven mau. Dan benar saja, David memang terlihat keluar dari ballroom hotel itu dan masuk ke salah satu kamar yang ada di hotel itu.
Dan hal aneh pun terjadi kembali, saat David memasuki salah satu kamar di hotel itu, tak berapa lama ada seorang laki laki yang keluar dari dalam kamar dan masuk ke dalam ballroom hotel yang di duga itu adalah orang yang menusuk Celine.
Setelah kejadian penusukan itu, keadaan menjadi kacau, banyak orang juga yang mulai berhamburan keluar dari ballroom. Tapi ternyata laki laki itu tidak pergi keluar dari hotel, justru ia masuk lagi ke dalam kamar hotel itu.
Setelah mengumpulkan semua bukti bukti yang ada, Steven dan ka Axel pun sudah menyusun rencana untuk penangkapan laki laki yang menusuk Celine itu. Steven langsung menghubungi Danny dan Rico untuk segera datang ke hotel.
Setelah Danny dan Rico datang, Steven langsung menjelaskan semua yang ia lihat tadi di cctv pada kedua sahabat nya itu. Steven juga menyuruh Rico untuk mencari keberadaan anak buah nya itu, sedangkan Danny mencari tau tentang tamu yang ada di kamar hotel bernomor 715 itu di resepsionis.
Danny yang sudah mendapat akses dari Steven pun dapat dengan mudah untuk mencari tau siapa yang menginap di kamar tersebut malam itu. Dan nama yang tertera saat proses check in itu adalah bernama John Tirtama. Tapi dari info yang ia dapat dari resepsionis, bahwa mereka sudah keluar dari hotel malam tadi sekitar pukul 2 subuh. Danny yang sudah mendapat info itu langsung menuju lokasi dimana Steven berada.
__ADS_1
Sedangkan Rico juga sudah tau keberadaan anak buah yang bekerja sama dengan David itu dan langsung membawa nya menghadap Steven yang saat itu sudah berada di salah satu gedung kosong bersama ka Axel dan anak buah nya.
Ketika Danny dan Rico sudah sampai di gedung kosong itu, mereka langsung memberitau kan info itu kepada Steven.
"Steve, ini orang yang semalam berjaga di depan.", ucap Rico sambil mendorong anak buah nya itu untuk berlutut di depan Steven dengan tangan yang terikat di belakang.
"Tunjukkan rekaman cctv itu pada nya, dan suruh ia jelaskan apa maksud nya.", ucap Steven
"Lihat ini baik baik.", ucap Rico menarik rambut Boni dengan kencang agar ia melihat rekaman cctv itu
Boni yang melihat rekaman cctv itu pun terkejut dengan apa yang ia lihat. Ia tidak sampai berpikir sejauh itu kalau ada cctv dimana mana di hotel itu. Ia juga tidak menyadari sedang berurusan dengan siapa dia sekarang.
"Kenapa kamu mengijinkan laki laki itu masuk ke dalam hotel semalam?", tanya Steven dengan tatapan dingin nya
"Sa...saya tidak tau tuan kalau itu tuan David.", ucap Boni, anak buah yang berkhianat
"HAHAHA!!! Bodoh kamu!! Sejak kapan kamu tau kalau nama laki laki itu adalah David? Padahal sedari tadi aku tidak menyebut nama nya.", ucap Steven tersenyum licik
mati aku, kenapa aku sampai keceplosan menyebutkan nama tuan David.
tamat lah sudah riwayat ku
"Sa....saya tidak tau tuan.", ucap Boni
BUKKKKK!!!!!
"Tidak mungkin kamu tidak tau, sedangkan setiap orang yang masuk saja harus kamu cek undangan mereka. Tapi kenapa kamu memberi David masuk padahal ia tidak menunjukkan undangan itu pada mu.", ucap Steven
"Sa...saya benar benar tidak tau tuan. Semalam dia bilang sudah ada teman nya yang masuk duluan bersama nya.", ucap Boni
"Hei kamu, kalau mau berbohong harus lebih pintar. Jelas jelas semua sudah terlihat di rekaman itu. Dan kamu masih mau mengelak lagi?", ucap Steven
BUUUKKKKKK!!!
Lagi lagi pukulan keras mendarat di pipi nya. Wajah Boni sudah nampak merah dan ada beberapa darah menetes di wajah nya.
"Aku tanya sekali lagi. Kenapa kamu mengijinkan David masuk ke dalam hotel?", uccap Steven dengan suara keras nya
"Ampun boss ampun. Iya Iya aku mengaku, memang kemarin aku mengijinkan nya masuk ke hotel, karena ia menjanjikan ku kehidupan yang lebih layak tuan. Ampuni aku tuan. Jangan bunuh aku tuan.", ucap Boni yang tersungkur di bawah kaki Steven
"Aku tidak akan membunuh mu, tapi kamu harus menyerahkan dirimu ke polisi dan menjelaskan semua nya pada polisi.", ucap Steven
__ADS_1
Steven masih berbaik hati pada Boni untuk ia mengakui kesalahan nya sendiri pada polisi. Karena sejujurnya Steven sendiri tidak mau mengotori tangan nya untuk membunuh seseorang. Ia sebenarnya bisa saja menyuruh anak buah nya untuk menghabisi Boni, tapi tidak Steven lakukan itu.
"I...Iya tuan, aku akan mengakui semua nya di polisi tuan. Terima kasih tuan.", ucap Boni mohon ampun
"Bawa dia Co. Kamu yang urus dia. Tunjukkan rekaman cctv nya.", ucap Steven dan Rico hanya mengangguk mengerti.
Rico menyuruh anak buah nya untuk membantu nya membawa boni untuk ke kepolisian.
"Steve, aku sudah cek di resepsionis dan sudah minta data data nya. Dan yang menginap di kamar tersebut bernama John Tirtama. Dan ia sudah pergi dari jam 2 subuh tadi.", ucap Danny
"Siapa kamu bilang tadi nama nya???", tanya Ka Axel yang sudah mulai panas.
"John Tirtama ka.", ucap Danny kaget karena suara ka Axel tiba tiba keras
"Sialan!! Mau apa lagi dia berulah dengan keluarga ku.", ucap Ka Axel geram
"Maksud kakak apa ka?", tanya Steven yang tidak tau
"John Tirtama adalah laki laki yang dulu sudah pernah menyakiti hati Celine. Saat masih SMP, mereka sudah berpacaran. Memang umur mereka terpaut lumayan jauh. Saat itu tiba tiba b*ajingan itu menghilang dan kami dengar kabar bahwa ia sudah menikah dan mempunyai anak. Dan hal itu membuat Celine sangat terpuruk dan stress.", jelas ka Axel
Steven yang mendengar penjelasan ka Axel pun seketika menjadi geram dengan John. Memang selama ini ia tidak tau soal masa lalu Celine itu. Ia tidak tau kalau Celine pernah merasakan sakit hati yang begitu dalam. Mendengar itu, semakin Steven ingin menghabisi John dan David yang sudah menyakiti istri nya tersebut.
"Tapi apa hubungan John dengan David?", ucap Ka Axel
"Aku juga gatau ka. Aku akan menyelidiki ini semua ka.", ucap Steven
"Kalian cari John sampai dapat.", ucap Steven dingin
Rico dan Danny sudah mengerti dengan tugas mereka itu. Setelah itu, mereka pun pergi dari gedung kosong itu.
🦩🍀🦩🍀🦩🍀🦩
.
.
.
Hai guys, jangan lupa Like, Comment & Vote nya yaa. Jangan lupa mampir ke karya author yg lain "Perjuangan Cintaku Terbalas". Dukung author terus yaa biar bisa up setiap hari. Thankyou and happy reading 😁😁😁
.
__ADS_1
.
.