Cinta Yang Hilang & Kembali Season 2

Cinta Yang Hilang & Kembali Season 2
Eps 27. Posisi


__ADS_3

Sambil menunggu makanan mereka datang, mereka berdua pun terlihat mengobrol obrolan ringan.


"Oh ya Steven, bagaimana hubungan mu dengan tunangan mu?", tanya David


"Baik ka, hubungan ku baik. Kalau kakak bagaimana?", tanya Steven balik .


huftt....


David terlihat membuang napas nya kasar.


"Ada apa ka? Apa kakak ada masalah?", tanya Steven lagi


"Wanita yang ku sukai sudah memiliki tunangan.", ucap David lesu


"Apa kakak tau siapa tunangan nya?", tanya Steven


"Aku belum tau siapa tunangan nya itu, tapi rasa nya aku belum bisa untuk merelakan nya. Aku sudah terlanjur jatuh hati pada nya.", ucap David lagi


Mendengar ucapan David, seketika Steven ragu untuk melanjutkan pembicaraan nya itu, karena ia sudah tau kalau David tidak akan menyerah begitu saja.


"Apa kakak akan terus berjuang untuk mendapatkan nya walaupun ia sudah mempunyai tunangan?", tanya Steven ragu


David terlihat diam sejenak sebelum ia menjawab pertanyaan Steven yang mungkin akan merubah semua nya.


"Aku.....", ucap David


"Aku... Aku rasa aku masih ingin memperjuangkan nya, tapi kalau memang ia tidak bisa memberiku kesempatan dan membuka hati nya untuk ku, aku akan mundur. Setidak nya aku sudah berusaha.", ucap David yakin


"Apa kakak yakin? Bagaimana kalau sampai tunangan nya mengetahui akan hal itu?", tanya Steven lagi


Hati Steven rasa nya sudah sangat panas, cuma sebisa mungkin ia tahan, karena ia ingin tau seberapa jauh David akan berusaha, walaupun mengorbankan hati nya yang sakit. Ia hanya berharap Celine tidak membuka hati nya untuk laki laki lain selain diri nya.


Steven bukan tipe laki laki pemarah yang akan langsung menghajar lawan nya, ia bermain dengan sangat halus. Mencari tau lebih dulu, barulah ia menyuruh kedua sahabat nya untuk beraksi. Namun ia sama sekali tidak ikut campur di dalam nya. Karena kedua sahabat nya sudah sangat mengerti Steven.


"Aku tidak tau kalau nanti tunangan nya tau akan hal itu, aku belum memikirkan nya sampai situ, lagipula.... wanita mana yang tidak mau dengan ku? Pembisnis hebat dari Singapura, banyak wanita yang ingin bersama ku, bahkan tak jarang mereka hanya menawarkan tubuh mereka untuk ku. Tapi aku bukan lah laki laki yang suka mempermainkan wanita. Aku ingin mencari wanita yang baik yang kelak akan menjadi ibu dari anak anak ku dan sampai kapapun aku akan berjuang untuk nya.", ucap David panjang lebar dengan yakin nya.


Seketika muka Steven memerah menahan rasa sakit hati nya mendengar ucapan David.


"Sampai kapan pun???", tanya Steven lagi


"Iya sampai kapan pun aku akan berjuang untuk mendapatkan nya.", ucap David


"Tapi tadi kakak bilang kalau wanita itu tidak bisa membuka hati nya untuk kakak, kakak akan mundur??", tanya Steven.


"Tadi nya aku juga mau seperti itu, tapi aku yakin ia untuk ku. Tapi lihat saja lah nanti. Aku juga belum tau apapun tentang dia. Aku hanya baru menjadi partner kerja nya. Bahkan nomor ponsel nya pun saja aku tidak punya.", ucap David


"Tapi ka, merebut tunangan orang itu kan hal yang salah ka. Tidak seharusnya kakak seperti itu, coba kakak posisi kan diri kakak di posisi laki laki yang menjadi tunangan nya? Apa kakak mau bila wanita kakak di rebut oleh pria lain? Apa kakak akan mengikhlas kan wanita itu bersama pria lain? Apa kakak tenang bila tau tunangan nya itu sedang di kejar pria lain?", tanya Steven panjang lebar seakan memang ia memposisikan diri nya sebagai tunangan nya.


Mendengar pertanyaan Steven pun David terdiam.


"Ya tentu aku tidak mau dan tidak akan rela untuk melepaskan wanita ku.", ucap David .


"Lalu apa yang kakak lakukan ini? bila kakak ingin terus berjuang pada wanita yang sudah memiliki tunangan?", tanya Steven yang sudah memanas.


"Aku.......", ucap David terputus

__ADS_1


"Permisi tuan, ini makanan dan minuman nya.", ucap pelayan yang baru masuk ke dalam ruangan VIP itu dan menghidangkan berbagai makanan dan minuman yang tadi sudah mereka pesan.


"Terima kasih.", ucap Steven.


Pelayan pun segera keluar dari ruangan VIP tersebut.


David dan Steven terlihat diam dan terjadi ketegangan di dalam ruangan itu.


Karena melihat Steven yang mulai memanas pun David menjadi bingung dengan perilaku Steven yang terkesan seperti tidak senang dengan David.


"Mari kita makan dulu ka, nanti makanan nya keburu dingin.", ucap Steven


David pun mengangguk.


Mereka pun makan di dalam keheningan hanya terdengar suara piring beserta garpu dan piring yang saling bersautan.


Selesai makan, karena memang David tidak tau siapa itu tunangan Celine pun mulai biasa dengan Steven, seperti tidak ada masalah apapun, kareng memang David tidak tau. Berbeda dengan Steven yang hati nya masih panas, namun karena tidak ingin ketauan, Steven pun berlaku pula seperti tidak terjadi apa apa.


"Oh ya Steve, habis ini kamu masih ada urusan di kantor?", tanya David sambil menyeruput kopi nya


"Iya habis ini aku masih ada meeting di kantor.", ucap Steven biasa


"Ohh, baiklah kalau begitu, mungkin kita sudahi dulu kali ya acara makan siang kita. Terima kasih ya sebelumnya.", ucap David .


"Tidak masalah ka, seharusnya aku yang berterima kasih karena ka David sudah mau datang.", ucap Steven


"No problem, selagi waktu ku kosong pasti aku akan datang.", ucap David


"Iya ka, yah sudah kalau gitu terima kasih sekali lagi.", ucap Steven yang berdiri dari duduk nya dan bersalaman dengan David


Steven segera mengendarai mobil nya menuju kantor dengan perasaan sangat kesal.


Sesampainya di lobby perusahaan, wajah nya sudah sangat tidak bersahabat, biasa nya ia masih bisa senyum dengan para karyawan nya. Namun tidak untuk hari itu.


Ia masuk ke dalam lift dan menuju ruangan nya.


Steven melewati ruangan Danny maupun Rico. Namun sama sekali tidak ada yang bicara.


Danny yang kepo pun langsung menuju ruangan Rico.


"Co, apa tadi kamu melihat wajah Steven?", tanya Danny


"Iya aku melihat nya, seperti nya ada yang tidak beres.", ucap Rico


"Memang nya ada apa??", tanya Danny


"Iya, tadi dia kan habis bertemu David untuk membicarakan kalau ia adalah tunangan Celine. Tapi seperti nya tidak berjalan lancar.", ucap Rico.


"Lalu bagaimana? Apa yang terjadi?", tanya Danny lagi


"Ya mana ku tau, aku kan belum bicara dengan nya, memang nya aku paranormal bisa tau apa yang terjadi?", ucap Rico kesal


"Oh iya ya, hehe. Yah sudah aku balik ke ruangan ku dulu.", ucap Danny dan ia berlalu dari ruangan Rico.


Rico pun kembali menatap laptop di meja nya dan melanjutkan kembali pekerjaan yang belum selesai.

__ADS_1


Sedangkan Danny pun kembali ke ruangan nya, namun saat ia ingin masuk ke dalam ruangan nya ia melihat Dina sedang melamun, bahkan tidak melihat Danny yang masuk.


Danny yang manusia kepo pun akhir nya berbalik dan menanyakan pada Dina.


"Din, Dina.", panggil Danny


"Ah... Iya tuan Danny, ada apa?", tanya Dina yang baru sadar dari lamunan nya.


"Kenapa kamu melamun?", tanya Danny


"Tidak kok tuan, saya tidak melamun.", sangkal Dina


"Kamu jangan berbohong pada ku, jelas jelas aku melihat mu sedang melamun, bahkan aku lewat pun kamu tidak menyadari nya kan?", ucap Danny dan duduk di kursi depan meja Dina.


"I...iyaa tuan maaf.", ucap Dina menunduk.


"Kamu sedang ada masalah?", tanya Danny


"Tidak tuan, tidak ada masalah apa apa.", ucap Dina.


"Kalau ada masalah apa, kamu bisa cerita sama aku. Kamu memang asisten ku, tapi aku sudah menganggap mu teman ku.", ucap Danny


"Iya tuan terima kasih, tapi benar aku sedang tidak ada masalah apa apa.", ucap Dina meyakinkan.


"Baiklah kalau begitu, kalau ada apa apa bilang pada ku. Aku kembali ke ruangan ku dulu.", ucap Danny


"Iya tuan.", ucap Dina


Dina merasa terharu dengan perlakuan Danny yang baik dan perhatian. Tidak seperti suami nya. Ia mempunyai suami tapi seperti tidak mempunyai suami. Apa apa ia yang harus menanggung nya.


andai saja aku bisa mengulang masa muda ku


aku tidak akan mau menikah dengan John


aku sangat menyesal menikah dengan nya


tapi aku juga beruntung aku bisa memiliki Anna


aku akan berusaha menjaga Anna dan membesarkan Anna semampu ku


🦩🍀🦩🍀🦩🍀🦩


.


.


.


Hai guys, jangan lupa Like, Comment & Vote nya yaa. Thankyou and happy reading 😊😊😊


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2