
Fanny pun memutuskan untuk menunggu di depan restaurant, namun setelah sepuluh menit, mama Nita belum juga kembali. Karena tidak enak dengan teman mama nya, akhir nya Fanny mau tidak mau masuk ke dalam restaurant tersebut dan menemui teman mama nya.
Fanny masuk ke dalam restaurant dan menanyakan kepada pelayan dimana letak meja nomor 9.
"Permisi mbak", ucap Fanny
"Oh iya Nona. Untuk berapa orang? Biar saya siapkan meja.", ucap pelayan
"Ehm saya sudah janjian. Dimana meja nomor 9 ya mbak?", tanya Fanny
"Oh sudah janjian. Oke baik Nona mari saya antar.", ucap pelayan
Pelayan tersebut pun mengantarkan Fanny untuk menuju meja bernomor 9.
Namun saat melihat orang yang duduk di meja bernomor 9 itu pun Fanny sangat terkejut dan langsung menanyakan pada pelayan.
"Mbak, apa ga salah mbak? Seharusnya teman mama saya yang ada disini. Tadi dia bilang di nomor 9.", ucap Fanny
"Iya Nona, ini meja nomor 9.", ucap pelayan
"Mari Nona, saya permisi dulu.", ucap pelayan dan segera pergi dari sana.
Pandangan Fanny terkunci dengan seorang pria yang sedang duduk di meja bernomor 9 itu yang tak lain adalah ka Axel.
Ka Axel pun sama terkejut nya melihat Fanny yang datang menghampiri nya dan memakai baju sesuai dengan kriteria yang di ucapkan mama nya itu.
Mereka berdua hanya saling menatap tanpa ada yang bersuara. Hanya mata mereka yang saling berbicara. Entah apa yang harus mereka katakan, mereka berdua terlihat sangat bingung.
Tak jauh dari mereka, ada Celine yang sedang duduk di sudut ruangan tersebut, tanpa terlihat oleh Fanny maupun ka Axel. Begitu juga dengan mama Nita yang sudah ikut masuk ke dalam restaurant tapi bersembunyi di balik toilet.
Ka Axel yang melihat Fanny dengan tampang yang sama sama terkejut pun, karena tidak mau membuat Fanny berdiri terlalu lama, akhirnya ka Axel menyuruh Fanny untuk duduk.
"Fan, duduk dulu.", ucap Ka Axel
"Ah I..iyaa ka.", ucap Fanny gugup dan duduk berhadapan dengan ka Axel
"Kok kamu disini? Sama siapa?", tanya Ka Axel
"Aku kesini tadi sama mama. Mama bilang mau ketemu temen nya yang duduk di meja nomor 9 ini. Aku di suruh masuk duluan karena mama lagi ke toilet, tapi yang duduk disini kakak. Apa aku salah restaurant ya?? Aku balik dulu deh ya ka.", ucap Fanny yang hendak berdiri dan pergi
Namun dengan segera ka Axel menahan tangan Fanny.
"Kamu duduk saja dulu.", ucap Ka Axel
"Tapi ka, aku harus bertemu teman mama ku, pasti mereka sudah menunggu.", ucap Fanny
"Mereka tidak ada Fan.", ucap Ka Axel
"Maksud kakak?", tanya Fanny yang kembali duduk di hadapan ka Axel
"Mereka tidak ada. Teman mama kamu yang di maksud adalah mama ku. Aku yakin itu.", ucap Ka Axel
"Maksud kakak gimana sih? aku ga ngerti.", ucap Fanny lagi
"Lagi pula, kakak disini ngapain?", tambah Fanny
"Aku disini? Apa kamu ingat waktu di rumah ku tiba tiba mama dan papa ku bicara tentang perjodohan ku dengan salah satu anak dari teman mama ku?", tanya Ka Axel
"I...Iya kaa aku mengingat nya.", jawab Fanny
jelas aku sangat mengingat nya
__ADS_1
bagaimana mungkin aku bisa melupakan kejadian malam itu ??
malam yang paling menyakitkan dalam hidupku
malam dimana aku tau laki laki yang aku cintai di jodohkan dengan wanita lain
bahkan aku tidak punya kesempatan untuk mengutarakan perasaan ku, apalagi untuk memperjuangkan cintaku
cintaku sudah hancur berkeping keping
Suara hati Fanny yang tidak dapat ia sampaikan secara langsung kepada ka Axel, karena itu sangat lah tidak mungkin. Fanny dengan sekuat tenaga nya untuk tetap bersikap tenang walaupun hati nya sudah menangis, bahkan mata nya pun sudah mulai berkaca kaca.
"Aku datang kesini, untuk bertemu dengan calon tunangan ku. Ia memakai atasan putih, blazer beserta rok span berwarna hitam.", ucap Ka Axel
Seketika Fanny langsung melihat diri nya dari atas sampai bawah, ia bingung dengan apa yang di katakan oleh ka Axel karena ciri ciri itu mirip dengan apa yang ia pakai sekarang.
"A...aku tidak mengerti ka.", ucap Fanny bingung
Sedangkan Celine yang sudah duduk bersama mama Nita di sudut ruangan pun hanya tertawa melihat kedua nya yang nampak kebingungan. Namun karena ka Axel yang mudah sekali curiga dan bisa menganalisa dengan baik akan mudah untuk mengetahui rencana dari mama nya itu.
Tak berapa lama ponsel ka Axel pun berbunyi dan ia langsung mengangkat telepon nya setelah melihat nama mama nya di layar.
"Hallo ma."
"Hallo sayang, apa kamu sudah bertemu dengan calon tunangan mu?"
"Calon tunangan ku?"
"Iya, calon tunangan mu yang ada di depan mu sekarang."
"Jadi benar ini rencana mama?"
"Rencana apa Xel? Mama tidak merencanakan apa apa."
"Yah tau lah Axel, adik mu sedang ada disana dan melihat semua nya. Begitu juga bu Nita."
"Baiklah kalau begitu ma. Kalau itu yang mama mau, akan aku lakukan seperti yang mama mau."
"Kamu ga marah sama mama kan sayang? Mama ngelakuin ini semua buat kamu. Mama mau kamu dapat yang terbaik."
"Engga kok ma. Yah sudah kalau gitu."
"Iya sayang. Bye."
"Bye ma."
Ka Axel pun langsung menutup telepon nya dan meletakkan nya kembali ke dalam saku celana nya.
"Siapa ka? Tante Gladys ya?? Kakak sudah di suruh ketemu calon tunangan kakak ya? Yah sudah kalau gitu aku pergi dulu ka.", ucap Fanny yang sudah tidak kuat menahan air mata kesedihan nya dan berdiri
"Iya, itu mama ku. Iya memang aku di suruh bertemu dengan calon tunangan ku, dan ia sudah ada di depan ku.", ucap Ka Axel
"Di depan kakak? Siapa? Dimana?", ucap Fanny melihat ke kiri kanan dan belakang
"Fan, Fanny duduk dulu. Biar aku jelaskan.", ucap Ka Axel
Fanny pun segera duduk kembali ke kursi nya dan bertahan untuk sebentar karena rasa sakit hati nya.
"Apa yang perlu di jelaskan ka?", tanya Fanny lagi
"Kita lah yang di jodohkan.", ucap Ka Axel datar
__ADS_1
"Apaa?? Maksud kakak apa?? Aku ga ngerti.", tanya Fanny bingung
"Fanny, kita berdua lah yang di jodohkan oleh orang tua kita. Kamu lah calon tunangan ku Fan. Kamu lah wanita yang di pilih oleh kedua orang tua ku yang akan menjadi pendamping hidup ku.", ucap Ka Axel
"Apa? Ga... ga mungkin ka. Ga mungkin aku yang di jodohkan dengan kakak. Kalau memang aku, kenapa waktu malam itu om dan tante tidak langsung beri tau kita aja?", ucap Fanny
"Karena ini bagian dari rencana mereka. Mereka mau melihat, apakah aku akan menerima perjodohan itu, dan apakah kamu siap mendengar itu atau tidak.", ucap Ka Axel
"Ta... tapi ka. Apa semua ini benar? Tapi apa kakak mau di jodohkan dengan ku?", ucap Fanny yang ragu
Dalam hati nya, ia merasa senang ternyata wanita yang di jodohkan dengan ka Axel adalah diri nya sendiri. Namun seketika muncul keraguan dalam hati nya, ia tidak tau apakah ka Axel mau menerima nya untuk menjadi tunangan nya atau tidak. Karena seingat Fanny, ka Axel meminta waktu untuk mengenal gadis itu dan mama Gladys memberi nya waktu untuk saling mengenal selama 1 minggu dan setelah itu barulah ka Axel memutuskan.
"Beri aku waktu 1 minggu untuk bisa mengenal mu lebih lagi.", ucap Ka Axel
"Tapi kalau memang dari awal ka Axel tidak mau di jodohkan dengan ku, lebih baik sekarang tidak usah di mulai ka. Dari pada nanti.....", ucap Fanny terputus
"Dari pada apa??", tanya Ka Axel
"Tidak tidak ka.", ucap Fanny ragu
Maksud hati Fanny adalah, ia takut kalau sampai setelah 1 minggu pendekatan namun ka Axel tetap tidak bisa bersama Fanny, yang ada nanti Fanny akan semakin terluka. Maka nya Fanny menyarankan untuk lebih baik tidak usah di mulai dari pada nanti nya akan lebih menyakitkan untuk hati nya. Namun Hal itu tidak mungkin di utarakan kepada ka Axel.
"Bagaimana? Apa kamu mau mencoba nya bersama ku selama satu minggu ini?", tanya Ka Axel
"I...Iya aku mau ka.", ucap Fanny dengan terpaksa karena ia takut akan kecewa nanti nya.
"Terima kasih kamu sudah mau memberi ku kesempatan untuk bisa lebih dekat dengan mu.", ucap Ka Axel
"Iya ka.", ucap Fanny dengan senyum yang di paksakan.
"Kamu mau pesan makan apa? Biar aku pesan kan.", ucap Ka Axel yang sudah mau mencairkan suasana yang sedari tadi seperti di tutupi tebal nya salju yang sangat dingin
Ka Axel juga mulai sedikit demi sedikit merubah sikap dingin nya dengan seorang perempuan.
"Aku pesan nasi goreng special saja Ka.", ucap Fanny
"Oke.", jawab ka Axel
"Mbak, mau pesan nasi goreng special tanpa udang nya 1, kwetiau siram nya 1, sama 2 teh tawar hangat.", ucap Ka Axel pada pelayan
"Baik ka, di tunggu sebentar pesenan nya.", ucap pelayan dan segera pergi.
Sedangkan kedua wanita lain yang ada di sudut ruangan itu pun akhir nya tertawa gembira karena akhir nya Fanny dan ka Axel mulai mau berkomunikasi secara intense dan mulai ingin mengenal satu sama lain.
Dengan segera Celine yang sudah melihat kejadian itu langsung memberi tau kepada mama Gladys dan mengabari kalau ka Axel sudah menyetujui untuk pendekatan terlebih dahulu selama 1 minggu itu.
Mereka teramat yakin kalau mereka berdua akan cocok dan akan setuju untuk di jodohkan. Terutama Fanny yang memang sejak awal sudah menyukai ka Axel, namun belum dengan ka Axel yang belum memiliki perasaan apapun dengan Fanny.
🦩🍀🦩🍀🦩🍀🦩
.
.
.
Hai guys, jangan lupa Like, Comment & Vote nya yaa. Jangan lupa dukung author terus biar giat up new eps nya yaa. Jangan lupa juga follow ig author di @cathleen_josephine & @scenndle.co . Thankyou and happy reading guys 😊😊😊
.
.
__ADS_1
.