
Saat sudah berpamitan dengan papa Thomas, Celine segera turun ke lobby dan menunggu Steven datang.
Suasana hati nya saat itu sangat lah tidak baik karena bertemu dengan David yang akan menjadi klien nya.
Tak berapa lama mobil Steven pun datang, Celine pun segera masuk ke dalam mobil.
"Hai sayang.", sapa Steven
"Hai Steve.", ucap Celine malas
Steven pun segera melajukan mobil nya menuju tempat makan yang ia sudah reservasi sebelumnya.
"Ada apa sayang? Kenapa wajah mu di tekuk seperti itu?", tanya Steven.
"Aku hanya sedang malas, mood ku sedang tidak baik hari ini karena bertemu seseorang yang menyebalkan.", ucap Celine kesal
"Memang nya siapa dia?", tanya Steven selidik
"Nama nya David, ini ke tiga kali nya aku bertemu dengan nya. Aku sangat tidak suka dengan nya.", ucap Celine
"David? Sudah tiga kali bertemu? Tapi kok kamu ga pernah cerita sayang?", tanya Steven lagi
"Karena menurut ku itu tidak penting Steve. Lagipula aku bertemu juga hanya kebetulan bukan secara di sengaja. Jadi aku menganggap nya tidak penting. Dan sekarang laki laki itu menjadi klien ku di kantor. Sungguh membuat ku kesal.", ucap Celine
Steven sebenarnya sudah mulai tidak nyaman dengan Hal ini, bagaimana pun dia adalah seorang laki laki yang bisa cemburu, namun ia selalu berpikir positive. Mungkin saja benar apa yang di katakan Celine bahwa itu hanya kebetulan dan tidak di sengaja.
Steven pun juga tidak mau membuat Celine jadi tidak nyaman apabila ia terlalu cemburu berlebihan. Steven lebih baik mencari tau nya sendiri.
"Sudah lah tidak usah membahas Hal itu, membuat ku semakin kesal.", ucap Celine
Tak berapa lama mobil pun sampai di sebuah restaurant.
Celine dan Steven masuk ke dalam restaurant secara beriringan. Celine sudah mulai bisa menerima bahwa Steven adalah tunangan nya. Walaupun hati nya masih belajar untuk benar benar yakin bahwa Steven adalah orang yang ia cintai.
Steven tak segan menggandeng tangan dari wanita yang sangat ia sayangi itu. Membuat banyak para pelanggan yang ada di restaurant itu menatap mereka dengan kagum dengan keserasian mereka.
Setelah menempati meja yang sudah di pesan sebelum nya, Celine dan Steven segera memesan makanan untuk mereka berdua.
Selama menunggu makanan, Steven sama sekali tidak menanyakan hal itu lagi pada Celine karena takut membuat mood Celine tambah hancur dan juga membuat nya tambah cemburu.
Lima belas menit berlalu dan makanan mereka pun datang, pelayan segera meletakkan makanan tersebut di atas meja.
Celine dan Steven segera memakan makanan tersebut.
Selama makan, sebisa mungkin Steven mencari topik obrolan yang membuat Celine tertawa lagi. Karena memang itu tujuan nya, ingin membuat Celine bahagia.
Setelah selesai makan, Steven segera mengantarkan Celine kembali ke perusahaan nya setelah itu barulah ia kembali ke kantor nya.
Selama perjalanan Steven tak henti nya memikirkan laki laki yang membuat tunangan nya itu kesal.
Saat sampai di kantor, Steven segera menuju ruangan nya dan menyuruh Danny dan Rico untuk datang ke ruangan nya.
Setelah Danny dan Rico sudah ada di dalam ruangan Steven, barulah Steven menjelaskan kenapa mereka berdua di suruh datang ke ruangan nya.
"Ada apa Steve?", tanya Danny
"Begini, aku juga baru dengar dari Celine. Mungkin karena aku terlalu sibuk, aku jadi tidak bisa memberikan perhatian lebih pada nya bahkan aku tidak bisa menjaga nya.", ucap Steven
"Lalu ada apa?", tanya Rico
"Ada laki laki bernama David, Celine sudah tiga kali bertemu dengan nya. Awal nya mungkin hanya kebetulan. Namun sekarang ternyata laki laki itu menjadi klien nya.", ucap Steven
"Lalu apa yang harus kita lakukan?", tanya Danny
__ADS_1
"Kalian cari tau siapa laki laki itu, dari mana asal nya, apa tujuan nya ia bertemu dengan Celine. Aku tidak mau sampai tunangan ku di ganggu atau di dekati laki laki lain.", ucap Steven dingin
Danny dan Rico sudah merasa bahwa mungkin saat ini Steven sedang cemburu karena ada laki laki yang berniat ingin mendekati Celine.
"Baiklah, kami akan cari tau secepatnya.", ucap Rico
Steven pun mengangguk.
Setelah nya Danny dan Rico keluar dari ruangan Steven dan kembali ke ruangan nya masing masing.
Begitu banyak laki laki di dunia ini yang bernama David, namun mereka berdua tidak tau David siapa yang mereka akan cari.
Sumber satu satu nya untuk mencari tau siapa David yang mereka cari adalah dengan mencari tau siapa klien yang akan bekerja sama dengan Celine yang bernama David itu.
Namun itu sebenarnya adalah rahasia dari perusahaan, apalagi urusan kerjasama dengan klien yang tidak boleh sembarang informasi di sebarkan.
Biarlah itu menjadi urusan Danny dan Rico bagaimana mendapat informasi terkait dengan David yang menjadi klien dari perusahaan papa Thomas.
Sebenarnya bisa saja langsung bertanya pada Celine, namun Steven tidak mau sampai membuat mood Celine jadi tidak baik. Tidak mungkin juga Steven menanyakan hal itu pada papa Thomas, nanti di kira tidak percaya pada Celine karena terlalu cemburu.
*********
Hari yang di tunggu tunggu oleh Fanny pun tiba, hari dimana ia akan menjalani sidang skripsi nya. Perasaan nya bercampur aduk, takut, gelisah, senang dan juga sedih.
Hari itu hari rabu, bertepatan dengan tugas ka Axel yang mengharuskan ka Axel mengontrol perusahaan nya di Surabaya.
Fanny sudah tau bahwa dari kemarin siang ka Axel sudah terbang ke Surabaya untuk mengontrol perusahaan yang ada disana. Maka dari itu ia sangat sedih karena saat ia sidang tidak ada ka Axel. Lagipula memang siapa Fanny untuk ka Axel? Bukan siapa siapa.
Fanny akan di sidang jam satu siang. Karena Celine sahabat yang baik, ia pun meminta ijin sama papa Thomas untuk ijin setengah hari pada hari itu, karena akan menemani Fanny untuk sidang.
Pagi hari Celine sudah berangkat kerja dengan papa Thomas, namun saat jam makan siang, Steven menjemput nya dan mengantar nya ke kampus untuk menemani Fanny.
Steven sendiri tidak bisa ikut menemani Fanny waktu itu karena sehabis jam makan siang, ia akan ada meeting dengan klien nya.
Celine mengerti dengan perasaan Fanny, karena sedikit banyak Celine sudah melihat bagaimana perasaan Fanny pada ka Axel. Celine sendiri pun sangat mendukung Fanny dengan ka Axel.
Namun Celine juga tau bahwa kakak nya itu adalah laki laki yang susah sekali dekat dengan perempuan. Perempuan yang dekat dengan nya yang tak lain adalah hanya Fanny seorang, itu juga karena Fanny adalah sahabat Celine.
Saat tiba di kampus, Celine dan Steven pun turun dari mobil dan masuk ke kampus menemui Fanny. Namun Steven hanya mampir dan memberi semangat pada Fanny dan tidak ikut menunggu nya.
Setelah Steven pergi dari kampus, tinggal lah Celine dan Fanny berdua.
"Cel, apa kamu tidak apa apa menunggu ku sendiri disini?", tanya Fanny yang tidak enak pada Celine
"Tidak apa apa lah Fan. Kamu kaya sama siapa aja deh. Aku ini sahabat mu, kamu ga perlu ga enak sama aku. Kamu selalu ada buat aku, begitu pun dengan ku yang harus selalu ada buat kamu.", ucap Celine tegas
Fanny terharu dengan apa yang Celine katakan karena memang Celine lah sahabat terbaik nya.
"Oh ya aku lupa kasih tau Sally. Tunggu sebentar aku akan menelepon nya.", ucap Celine lagi
Celine segera mengambil ponsel nya yang ada di dalam tas dan segera menelepon Sally.
"Hallo Sally."
"Hallo ka, ada apa?"
"Kamu dimana?"
"Aku di kampus ka."
"Ohh kebetulan sekali, hari ini Fanny sidang. Mau kah kamu menemani ku?"
"Ohh hari ini ka Fanny sidang?? Jam berapa?"
__ADS_1
"Jam satu, sebentar lagi mungkin ia akan di panggil."
"Oke, setelah ini aku kesana. Kakak kasih tau aja ada di ruangan apa. Kebetulan aku juga sebentar lagi selesai kelas. Sekarang aku mau balik dulu ke kelas."
"Oke, aku tunggu."
"Oke ka."
Setelah selesai menelepon Sally, Celine pun segera mengirim pesan pada Sally di ruangan apa Fanny akan di sidang.
Dan setelah jam pelajaran selesai, Sally langsung menuju kesana. Pas sekali waktu Sally sampai, nama Fanny pun di panggil untuk masuk ke ruang sidang.
Dengan napas yang masih ngos-ngosan karena habis berlari, Sally pun memberi semangat pada Fanny
"Ka Fanny, semangat ya! Kakak pasti bisa!.", ucap Sally dengan penuh semangat
"Terima kasih ya Sally.", ucap Fanny tersenyum
"Fan, kamu jangan grogi, nanti malah semua materi mu akan lupa. Kamu harus relax. Ingat semua apa yang sudah kamu pelajarai dan kuasai. Kamu pasti bisa.", ucap Celine sambil mengelus pundak Fanny
"Iya Celine, terima kasih ya.", ucap Fanny tersenyum namun dalam hati nya seperti sedang mau masuk ruang pengadilan yang akan di adili.
Jantung nya berdegup kencang tak karuan karena takut tak bisa menjawab pertanyaan dari pada dosen penguji dan takut nilai nya jelek. Apalagi sampai mempermalukan ka Axel yang sudah mengajari nya.
Fanny pun segera masuk ke dalam ruangan sidang. Sedangkan Celine dan Sally memutuskan untuk ke kantin sambil menunggu Fanny selesai. Karena mereka belum sempat makan siang.
Celine dan juga Sally memesan makanan untuk makan siang mereka. Mereka di kantin selama kurang lebih hampir satu jam.
Setelah selesai makan, mereka berdua kembali ke depan ruangan dimana Fanny di sidang. Namun Fanny ternyata belum keluar. Jadi mereka pun memutuskan untuk menunggu di depan ruangan tersebut sambil berbincang bincang.
Celine menanyakan hubungan Sally dengan George.
Ya Celine mengetahui George karena Sally sudah memberi tau siapa itu George. Karena Celine tidak mengingat siapa itu George.
"Bagaimana hubungan mu dengan George, Sal?", tanya Celine
"Baik ka. Ya walaupun kita jarang bertemu. Aku sebenarnya ingin kembali ke Australia dan meneruskan study ku disana. Tapi aku gamau jauh dari keluarga ku.", ucap Sally .
"Aku ngerti perasaan kamu, aku yakin pasti semua nya akan ada jalan nya.", ucap Celine tersenyum dan Sally pun mengangguk.
"Lalu bagaimana hubungan kakak dengan ka Steven?", tanya Sally balik
"Hubungan ku baik, aku juga masih belajar untuk benar benar bisa menerima bahwa Steven adalah tunangan ku, walaupun sejujurnya aku masih lupa soal kenangan masa lalu ku dengan nya.", ucap Celine
"Pelan pelan kakak pasti akan mengingat semua nya.", ucap Sally
Mereka berdua pun masih terus berbincang bincang sambil menunggu Fanny yang masih di ruang sidang yang entah sampai berapa lama ia akan di dalam karena ini sudah satu jam lebih lama nya.
🦩🍀🦩🍀🦩🍀🦩
.
.
.
Hai guys, jangan lupa Like, Comment, & Vote nya ya. Thankyou and happy reading 😁😁😁
.
.
.
__ADS_1