
Karena hari sudah menjelang malam, mereka pun memutuskan untuk membubarkan diri dan pulang ke rumah mereka masing masing.
Celine yang memang akan tinggal sementara di rumah mama Gladys pun ikut serta bersama mama papa nya. Namun Celine tetap ikut dengan Steven di mobil nya.
Mama Karin, papa Andrew dan Sally pun kembali ke rumah nya, begitu juga Danny dan Rico. Linda yang membawa mobil pun pulang sendiri. Sedangkan Fanny akan pulang di antar oleh ka Axel.
Setelah berpisah satu sama lain, mereka pun menuju rumah masing masing. Sebelum pergi, Steven menitip pesan kepada kepala pelayan yang ada di rumah nya yang bernama pak Dito agar selalu menjaga dan membersihkan rumah tersebut selama ia belum kembali.
Steven pun menuju mobil dimana Celine sudah menunggu di dalam, karena Celine tidak di perbolehkan berdiri dengan waktu yang lama.
Steven pun mengendarai mobil nya menuju rumah mertua nya tersebut dengan sangat hati hati dan dengan terus menatap istri kesayangan nya itu yang membuat Celine jadi salah tingkah.
"Sayang, kenapa kamu menatap ku seperti itu??", tanya Celine
"Kamu cantik.", ucap Steven
"Aku sudah tau kalau aku memang cantik dari lahir.", ucap Celine pede
"Iyaa, dan aku sangat beruntung bisa memiliki mu sebagai istri ku.", ucap Steven sambil menggenggam sebelah tangan Celine dan mencium punggung tangan nya
Celine hanya bisa tersenyum malu malu dengan perlakuan suami nya tersebut.
Sesampainya di rumah papa Thomas, Celine dan Steven pun langsung masuk rumah bersama kedua orang tua Celine. Hanya ka Axel yang belum sampai rumah karena harus mengantarkan Fanny terlebih dahulu.
Mereka pun masuk ke dalam rumah setelah di bukakan pintu oleh pelayan di rumah tersebut dan langsung menuju ruang keluarga dimana biasa mereka bersantai setelah makan malam.
Sudah seminggu setelah pernikahan Steven dan Celine. Namun kedua insan itu masih belum pernah untuk tidur satu kamar di ranjang yang sama. Karena setelah pernikahan mereka, Celine yang terluka pun harus berada di rumah sakit hampir satu minggu.
"Mama senang kalian bisa tinggal disini dulu.", ucap mama Gladys
"Iyaa ma. Kan sampai aku sembuh dulu ma. Sebenarnya aku ga enak sama mama papa karena jadi merepotkan mama papa. Aku jadi tidak bisa beraktivitas seperti biasa.", ucap Celine
"Nak, kamu bicara seperti sama orang lain saja. Kami itu orang tua kamu, yang sudah menjaga dan merawat mu dari kecil. Hal seperti ini bukan lah Hal yang besar buat papa dan mama.", ucap papa Thomas
"Iyaa pa, terima kasih yaa pa.", ucap Celine memeluk papa nya yang duduk di samping nya.
"Iya ma, pa, maaf yaa kita jadi merepotkan mama dan papa.", ucap Steven
"Iyaa gapapa sayang. Kamu juga kan sudah menjadi anak mama dan papa juga sekarang. Kamu sudah menjadi bagian keluarga ini.", ucap mama Gladys
"Oh yaa, nanti kita tidur dimana sayang?", tanya Steven pada Celine
"Nanti kita tidur di kamar ku saja.", ucap Celine
"Iya Steve, kalian terpaksa harus tidur di kamar lama Celine yang memang bukan kamar pengantin kalian. Tidak apa kan?", tanya papa Thomas
"Iya gapapa kok pa. Dimana saja juga ga masalah.", ucap Steven tersenyum
"Oh yaa, malam ini malam pertama kalian kan tidur sebagai suami istri??? Karena sehabis menikah, kalian harus menginap di rumah sakit. Hehehe.", ucap mama Gladys
"Wahhh, seperti nanti malam akan ada pertempuran ma.", ledek papa Thomas
"Iyaa pa, seperti nya akan ada malam yang panjang buat mereka berdua.", ucap mama Gladys terkekeh
"Ihh mama papa apaan sih.... Ya engga lah. Lagian kan aku juga ga boleh banyak bergerak.", ucap Celine
"Steven pasti akan melakukan nya secara hati hati.", ucap papa Thomas sambil melirik Steven
__ADS_1
Sedangkan Steven yang di lirik pun hanya bisa tersenyum malu dan menggaruk kepala nya yang tak gatal.
Tak berapa lama, ka Axel pun pulang.
"Ma, pa.", sapa ka Axel
"Ehh Xel, Ayo duduk sini dulu.", ucap papa Thomas
Ka Axel pun duduk di sebelah Steven yang berhadapan dengan mama papa dan Celine.
"Kakak abis anterin Fanny pulang ya??", tanya Celine
"Iya dek.", ucap Ka Axel
"Kapan kakak akan menikah dengan Fanny???", tanya Celine lagi
"Nanti lah, kamu saja baru selesai menikah. Masa kakak langsung menikah. Lagipula kakak belum memberi pelajaran pada orang yang mencelakai mu.", ucap Ka Axel
"Kakak, kan aku sudah bilang tidak usah. Serahkan saja pada pihak berwenang.", ucap Celine
"Iya sayang, buat apa kamu repot repot mengurus laki laki seperti itu. Biar polisi saja yang mengurus nya.", ucap mama Gladys
"Tapi ma, dia sudah kelewatan. Bagaimana kalau sampai kemarin Celine ternyata sampai meninggal??? Untung saja dia hanya terluka.", ucap Ka Axel yang sudah mulai geram
"Axel, sudah cukup. Adik mu baru sembuh dan baru pulang. Biarkan dia beristirahat dulu. Jangan membicarakan ini dulu.", ucap papa Thomas
"Iya pa.", jawab ka Axel
"Yah sudah, kalian tidur lah, istirahat. Ini juga sudah malam.", ucap mama Gladys
"Iya ma, pa. Aku ke kamar dulu ya ma pa ka.", ucap Celine
Mereka semua pun mengangguk dan mereka semua pun memutuskan untuk segera pergi dari ruangan tersebut menuju kamar mereka masing masing.
Karena kamar Celine berada di lantai atas, ia pun harus berjalan dengan sangat hati hati karena pinggang nya terkadang masih terasa sakit. Tapi Steven dengan setia menolong Celine di samping nya.
Setelah sampai di kamar Celine, semua terlihat masih sama seperti dulu. Tidak ada yang berubah.
"Kamar kamu rapi.", ucap Steven
"Iya lah, kan setiap hari juga ada bibi yang bersihkan kamar ku.", ucap Celine
"Iya juga yaa. Hehehe.", ucap Steven
"Aku mau mandi dulu. Habis itu baru kamu mandi ya. Oh yaa, kamu bawa baju tidak?? Kalau tidak, aku pinjam ke ka Axel dulu.", ucap Celine
"Nanti aku saja yang pinjam ke ka Axel. Kamu mandi dulu saja. Bisa ga mandi sendiri?", tanya Steven dengan mata genit nya
"Bisa lah. Kamu jangan coba coba mesum. Aku belom boleh banyak bergerak kata dokter.", ucap Celine melotot pada Steven
"Aku hanya bercanda sayang. Yah sudah cepat mandi, abis itu biar aku obati Luka mu.", ucap Steven
Celine pun segera mengambil handuk juga baju tidur nya dan segera masuk ke dalam kamar mandi untuk mandi. Sedangkan Steven ke kamar ka Axel yang berada di sebelah kamar Celine untuk meminjam baju rumahan karena ia tadi tidak sempat untuk mengambil baju.
Setelah lima belas menit, Celine pun sudah selesai mandi dan berganti baju tidur. Steven yang memang sudah menunggu Celine mandi pun sudah menyiapkan obat obatan yang sudah di berikan oleh dokter tadi.
"Ayo sini aku obatin dulu luka kamu.", ucap Steven yang ada di tepi ranjang
__ADS_1
"Aku mau mengeringkan rambut ku dulu sayang.", jawab Celine
"Yah sudah kalau gitu aku mandi dulu saja ya?", ucap Steven
"Yah sudah kamu mandi dulu aja. Nanti setelah itu baru obatin luka ku.", jawab Celine sambil mengeringkan rambut nya dengan hairdryer
Karena memang Celine terbiasa langsung mengeringkan rambut nya setelah keramas.
Setelah lima belas menit, Steven pun sudah selesai mandi dan memakai baju rumah hasil dari meminjam baju ka Axel yang kebetulan ukuran nya pun sama dengan Steven .
Steven keluar dari kamar mandi dengan memegang handuk kecil yang ia gunakan untuk mengeringkan rambut nya dan masih dengan hanya memakai celana pendek nya saja, namun kaos nya masih belum ia pakai.
Pemandangan itu seketika membuat Celine menjadi salah tingkah melihat tubuh yang kekar milik suami nya itu. Walaupun Celine sudah pernah melihat Steven bertelanjang dada dulu sewaktu berlibur dan berenang. Tapi entah mengapa pemandangan nya kali ini sangat lah berbeda.
Celine yang saat itu sedang duduk di tepi ranjang menunggu Steven selesai mandi pun hanya bisa menatap ke arah Steven tanpa berkedip dengan bibir nya yang sedikit terbuka dengan pikiran nya yang sudah kemana mana.
"Heiii.... apa yang sedang kamu lamunkan??", ucap Steven yang menyadarkan Celine dari lamunan nya
"Ahh.... tidak tidak sayang.", ucap Celine yang langsung memalingkan wajah nya ke sembarang arah
"Jangan berpikiran yang macam macam. Kalau aku mau memang nya kamu mau memberikan nya???", tanya Steven yang menggoda Celine
"Tidak tidak... Aku kan masih sakit.", ucap Celine langsung karena takut Steven nanti akan macam macam dengan nya.
Sebenarnya Celine pun kasihan dengan Steven, karena semenjak menikah, mereka memang belum pernah untuk melakukan malam pertama. Jangan kan malam pertama, tidur satu ranjang saja tidak bisa karena Celine harus terbaring di rumah sakit.
Namun ia pun juga tidak bisa berbuat banyak, karena memang luka nya yang cukup parah sehingga membuat nya harus lebih banyak beristirahat dan tidak banyak bergerak.
Dalam hati nya Celine ingin sekali melakukan tugas nya sebagai seorang istri, tapi apa daya ia masih sakit. Ia pun ingin menyenangkan Steven. Saat ini ia hanya bertekad agar cepat sembuh supaya ia bisa menjalankan tugas nya sebagai seorang istri. Walaupun ia juga tau kalau Steven tidak pernah memaksa nya agar melakukan kewajiban malam pertama nya itu di saat ia sedang sakit.
"Ayo cepat buka baju mu aku obatin luka mu.", ucap Steven yang sudah meletakkan handuk kecil nya dan memakai kaos rumahan nya
Steven melangkah mendekati Celine. Steven langsung membuka kotak obat dan beberapa obat yang di anjurkan oleh dokter untuk Celine.
Celine yang mendengar ucapan Steven langsung bingung.
"Untuk apa aku membuka baju ku???", ucap Celine yang curiga
"Ya untuk mengobati luka mu lah. Mau apa lagi?", ucap Steven
"Maksud aku, buka baju bagian belakang kamu, kan luka kamu ada di bagian pinggang belakang kamu. Kalau kamu ga buka baju nya, gimana mau aku obatin sayang.", jelas Steven
"Maka nya kamu jangan suka mikir yang macam macam sama aku. Kamu tenang aja aku ga akan meminta hak aku dan kewajiban kamu untuk ku. Aku akan menunggu sampai kamu sembuh dan sampai kamu siap.", ucap Steven sambil mengelus kepala Celine
Celine yang mendengar penjelasan dari suami nya itu pun sangat lega. Karena suami nya akan menunggu nya sampai sembuh dan siap melakukan tugas nya.
🦩🍀🦩🍀🦩🍀🦩
.
.
.
Hai guys, jangan lupa Like, Comment & Vote nya yaa. Jangan lupa dukung author trus biar giat up new eps nya. Thankyou and happy reading 😊😊😊
.
__ADS_1
.
.