
Danny maupun Rico mulai berpikir, siapa yang laki laki misterius itu temui disini. Besok akan Danny dan Rico tanyakan kepada pihak management, siapa saja yang tinggal di apartment lantai 7 itu.
Sementara itu, salah satu anak buah yang mengikuti mobil itu, seperti nya ia memarkirkan mobil nya di basements apartment tersebut.
Setelah menunggu hampir semalaman, tepat pukul 3 subuh, laki laki itu keluar dari dalam apartment. Dan lagi lagi mobil yang tadi menjemput nya sudah menunggu nya di lobby. Begitu juga dengan mobil anak buah Steven yang memang sudah mengikuti nya segera memanggil 2 teman lain nya dan segera mengikuti mobil tersebut.
Setelah di ikuti, ternyata mobil tersebut kembali ke rumah laki laki misterius itu. Ia langsung turun di pinggir jalan dan masuk ke dalam gang. Setelah sampai ia langsung masuk ke dalam rumah nya dengan diam diam.
Sedangkan 5 anak buah Steven tetap berjaga di sekitar rumah laki laki itu hingga keesokan hari nya.
Hingga keesokan hari nya, tidak nampak ada orang yang masuk maupun keluar dari rumah itu. Rumah malah terlihat kosong, sepi seperti tak berpenghuni. Maka nya para warga dan tetangga tidak pernah melihat keberadaan sang pemilik rumah.
*************
Setelah 2 hari berlalu, orang suruhan Steven yang masih menunggu di kediaman rumah Jerry pun hanya memantau rumah tersebut dari jauh. Dan tidak ada hal yang berarti.
Hingga suatu hari di siang hari tepat nya, tiba tiba keluar lah seorang laki laki dari dalam rumah. Ia berpakaian selayak nya orang yang ingin bekerja.
Melihat pergerakan dari rumah tersebut, salah satu anak buah Steven langsung menghubungi Danny melalui sambungan telepon.
"Hallo boss"
"Iya Ri, ada info apa?"
"Ada laki laki yang keluar dari rumah tersebut, ia berpakaian seperti orang mau pergi kerja."
"Lalu, apa kamu mengenali wajah nya?"
"Tunggu sebentar boss. Biar aku fotokan."
Ari, salah satu anak buah nya itu langsung memfoto orang yang keluar dari rumah itu dan segera mengirim nya kepada Danny.
"Sudah aku kirim kan boss"
Danny pun segera membuka pesan nya dari Ari dan melihat siapa sosok laki laki itu. Dan benar saja, orang yang ada di foto itu adalah orang yang selama ini mereka cari.
"Itu John, kamu ikuti dia kemana. Jangan sampai kita kehilangan jejak nya. Tangkap dia bila situasi nya memungkinkan. Jangan sampai ada yang melihat."
"Siap boss."
Ari pun segera menutup telepon nya dan segera memberi tau teman teman nya untuk segera mengikuti John kemana ia akan pergi.
Sedangkan di sisi lain, setelah mendapat telepon dari Ari, anak buah nya, Danny langsung memberi tau kan hal tersebut pada Steven dan Rico.
Danny memanggil Rico di ruangan nya dan menuju ruangan Steven.
"Steve, aku sudah dapat info.", ucap Danny
"Info apa??", tanya Steven
"Setelah 2 hari ini, akhir nya seseorang keluar dari rumah itu. Dan ternyata yang keluar dari rumah itu adalah John. Ini aku punya foto nya.", ucap Danny sambil memberikan ponsel nya pada Steven dan menunjukkan foto yang di berikan oleh anak buah nya
"Sial, ternyata benar dia ada disana. Lalu bagaimana dengan Jerry?", tanya Steven
"Aku rasa disana hanya ada John. Karena selama 2 hari anak buah kita disana, sama sekali tidak ada yang masuk atau keluar rumah.", ucap Danny
"Berarti kemungkinan yang datang kemarin ke apartment kita adalah John.", ucap Rico
"Iya aku rasa juga begitu.", ucap Danny
"Kalian sudah tau siapa yang ada di lantai 7 itu??", tanya Steven
"Kemarin aku sempat tanya dengan pihak management di apartment kita. Dan setelah ku minta data nya, memang ada 2 kamar yang di sewakan.", ucap Danny
__ADS_1
"Tapi apa kamu tau siapa yang menyewa??", tanya Steven
"Tidak. Karena 2 kamar itu sudah milik seseorang, dan kamar itu di sewakan langsung oleh sang pemilik. Bukan lewat management apartment.", ucap Danny
"Bagaimana kalau melihat cctv di lantai itu??", ucap Steven
"Besok coba aku ajukan dulu pada pihak management, karena kan itu sudah mengandung unsur privasi.", ucap Danny
"Kalau tidak, suruh saja anak buah buat standby disana. Sekitaran lobby. Kalau memang benar tebakan ku, pasti dia ada disana.", ucap Steven
"David maksud kamu?", tanya Rico
"Iya, kalau benar dia yang disana, tidak mungkin dia di dalam kamar terus tanpa keluar.", ucap Steven
"Oke, biar nanti aku suruh anak buah buat standby disana.", ucap Danny
Sedangkan anak buah yang lain, yang masih mengikuti kemana John pergi pun akhir nya melihat John masuk ke salah satu perusahaan.
Para anak buah pun langsung memberi kabar pada Danny kalau John bekerja di salah satu perusahaan A.
Para anak buah itu di tugaskan untuk tetap menunggu John sampai pulang kerja dan mengikuti nya, dengan rencana akan menangkap John di saat jalan sepi.
Sore menjelang malam, sekitar pukul 6 sore. John terlihat keluar dari perusahaan tersebut. Ia langsung memberhentikan taxi untuk membawa nya pulang ke rumah.
Para anak buah itu pun langsung bergegas mengikuti John ketika ia sudah masuk ke dalam taxi.
Hingga di saat terlihat jalan sedang sepi, anak buah Steven yang saat itu sedang membawa 2 mobil pun langsung memblokir mobil taxi yang di tumpangi oleh John tersebut untuk melakukan penangkapan. Dan mereka berlima langsung keluar dari mobil dan menghampiri mobil taxi itu dengan membawa senjata api yang ada di saku jas mereka.
John yang merasa ia sedang di incar pun menjadi panik.
"Pak, cepat gas saja mobil nya!!!", ucap John panik pada sang supir
"Tapi pak, mobil kita sudah di kepung. Jalan nya sudah di blokir.", ucap sang supir yang tak kalah panik
"Tidak bisa Pak, saya tidak berani. Mereka membawa senjata api pak.", ucap sang supir
Tiba tiba para anak buah Steven langsung menggedor jendela mobil taxi tersebut.
DORRRR....DORRRR....DORRRR
"Buka pintu nya cepat!!", ucap Ari
"Pak, bagaimana ini? Saya harus gimana?", ucap sang supir
"Jangan di buka pintu nya Pak. Biarkan mereka.", ucap John
"Cepat buka pintu nya sebelum kami membuka paksa!", ucap anak buah yang lain
"Pak, tolong buka pintu nya kalau bapak masih mau selamat. Karena kami hanya mengincar penumpang bapak.", ucap Ari
"Dia sudah berniat membunuh orang pak, bila bapak masih melindungi nya, kami tak segan untuk menghancurkan mobil ini.", ucap anak buah yang lain.
"Jangan di buka pak!!!!", ucap John panik
"Cepat buka!!!", ucap anak buah
Dengan segera pak supir langsung membuka kunci mobil taxi nya, karena ia masih ingin hidup dan tidak berurusan dengan orang orang yang ada disana.
Setelah pintu terbuka, dengan segera anak buah Steven langsung membuka pintu dan menangkap John. Mereka juga mengikat tangan beserta kaki John, dan juga menutup mulut nya dengan kain. Supaya ia tidak banyak bergerak dan bersuara.
Para anak buah Steven langsung memasukkan John ke dalam mobil yang mereka bawa dan segera membawa mobil itu pergi dari sana dengan 1 mobil berisi 4 anak buah Steven dan John. Sedangkan Ari masih disana dengan mobil yang 1 lagi.
"Terima kasih pak atas kerjasama nya, kami terpaksa melakukan ini karena laki laki tadi sudah berniat membunuh keluarga tuan kami. Dan ia memang sedang menjadi buronan polisi.", ucap Ari
__ADS_1
"Iya pak, tapi saya mohon, jangan bawa bawa saya ke dalam kasus ini. Saya masih mau hidup pak. Saya mohon.", ucap sang supir
"Bapak tenang saja. Bapak bisa bebas, asal bapak juga tidak membocorkan hal ini pada orang lain.", ucap Ari
"Iya pak, saya janji tidak akan membocorkan kejadian ini.", ucap sang supir
"Yah sudah bapak boleh pergi, saya masih ada urusan lain. Terima kasih pak.", ucap Ari
Baik pak supir dan juga Ari, langsung masuk ke dalam mobil mereka masing masing.
Dengan segera Ari langsung melajukan mobil nya untuk mengikuti mobil teman nya untuk membawa John ke suatu gedung kosong.
Ari pun juga langsung mengabari Danny bahwa John sudah tertangkap dan sedang mereka bawa ke gedung kosong.
Sedangkan John yang berada di mobil yang lain pun mulai memberontak.
"Lepaskan aku!!! Kalian pasti salah tangkap!", ucap John sambil memberontak yang mulut nya msh di ikat dengan kain
"Kamu bisa diam tidak?", ucap anak buah A dengan suara yang sangar
"Lepaskan aku bodoh. Aku tidak ada sangkut paut nya dengan kalian semua!", ucap John
"Seperti kamu harus di ajarkan untuk diam.", ucap anak buah B
"Lakukan.", ucap anak buah A
Anak buah B langsung membekap John dengan sapu tangan yang sudah di kasih obat bius, biar John tak sadarkan diri.
Setelah perjalanan hampir 1 jam, akhir nya mereka tiba di gedung kosong itu. Disana juga sudah ada Steven, ka Axel, Danny dan Rico yang sudah menunggu nya datang.
Sebenarnya ka Axel tidak di perbolehkan ikut oleh Steven, karena takut terbawa emosi dengan John, tapi ka Axel memaksa yang akhir nya ikut bergabung.
Sesampainya di gedung kosong itu, John langsung di seret oleh anak buah Steven dan di bawa nya lah ia ke dalam 1 ruangan dimana boss nya itu berada.
John di ikat di kursi dengan kaki dan tangan yang terikat di kursi, serta mulut nya juga di ikat oleh kain.
Saat itu John masih belum sadarkan diri karena pengaruh obat bius tersebut. Hingga Steven menyuruh anak buah nya untuk menyiram nya dengan air.
BYUURRRR..... 💦💦💦
John yang mulai sadar dari obat bius tadi pun terkejut dengan siraman air tersebut. Ia pun langsung membuka mata nya secara perlahan dan melihat keadaan sekeliling nya.
Betapa terkejut nya ia melihat siapa lawan nya kali itu, dimana ada ka Axel selaku kakak dari Celine yang dulu ia sakit dan juga Steven yang menjadi suami nya. Dan ia sudah tertangkap.
John menatap mereka satu persatu. Namun tiba tiba ia tertawa sangat keras seperti orang yang kehilangan akal yang membuat orang yang ada disana kebingungan.
HAHAHAHA........
🦩🍀🦩🍀🦩🍀🦩
.
.
.
Hai guys, jangan lupa Like, Comment & Vote nya yaa. Jangan lupa juga mampir ke karya author lain nya di "Perjuangan Cintaku Terbalas". Dukung author terus ya biar giat up new eps nya. Thankyou and happy reading 😊😊😊
.
.
.
__ADS_1