
Hari berganti hari, Celine maupun Steven sudah tidak pernah bertemu lagi dengan David. Ada sedikit kelegaan untuk kedua nya karena David tidak mengganggu mereka lagi. Namun Steven yang memang sudah paham bagaimana cara persaingan bisnis pun tetap berjaga jaga, jangan sampai David bertindak sesuatu yang merugikan, baik diri nya ataupun orang lain.
Namun dengan memutus kerjasama itu, perusahaan Steven maupun Celine agak memiliki masalah, walaupun semua nya sudah bisa teratasi dengan baik.
Steven yang memang sudah terbiasa menangani rekan bisnis nya secara langsung, dan juga di bantu oleh kedua sahabat nya Danny dan Rico, maka masalah itu dengan mudah ia selesaikan.
Berbeda dengan Celine, yang memang masih ikut dengan papa Thomas. Ketika ada pemutusan kerjasama itu pun papa Thomas menanyakan kenapa sampai hal itu bisa terjadi.
Celine dan Steven pun menjelaskan kepada papa Thomas secara langsung agar tidak terjadi kesalahpahaman nanti nya yang akan berakibat tidak baik.
Setelah mendengar penjelasan dari Celine dan Steven, akhir nya papa Thomas pun setuju dengan keputusan itu, biar bagaimana keputusan tetap ada di tangan papa Thomas.
Memang ada beberapa sedikit masalah setelah nya, namun dengan sigap papa Thomas pun dapat menyelesaikan nya dengan baik tentu dengan bantuan Celine.
Sedangkan di sisi lain, semenjak papa Thomas dan mama Gladys pulang dari Bali, sehabis mengunjungi perusahaan nya yang ada disana sekaligus menengok ka Axel yang sudah mengurus nya disana sejak lama, ka Axel terlihat ikut kembali bersama orang tua nya itu.
Entah apa yang waktu itu mama Gladys dan papa Thomas bicarakan sewaktu mereka di Bali, sehingga membuat ka Axel segera kembali ke Jakarta.
Ka Axel memang punya kewajiban untuk mengurus perusahaan yang ada di Bali dan Surabaya, tapi dengan kerjaan nya yang sering kali ia sampai tidak memikirkan kehidupan masa depan nya. Yang ada di pikiran nya hanyalah bekerja, bekerja dan bekerja.
Sebenarnya dengan umur ka Axel yang sekarang sudah menginjak 24 tahun dan menjelang 25 tahun, sudah seharusnya ka Axel memiliki pacar, setidaknya teman perempuan yang dekat dengan nya yang kelak akan menjadi istri nya. Namun ka Axel sama sekali tidak memikirkan hal itu.
Karena ka Axel masih saja tidak mau mencari pacar, akhirnya mama Gladys dan papa Thomas dan juga Celine pun memutuskan untuk menjodohkan ka Axel dengan Fanny. Ini masih rencana mereka bertiga, tanpa Axel ataupun Fanny ketahui.
Ka Axel sekarang sudah berada di Jakarta, namun 2 hari lagi ka Axel harus kembali lagi ke Bali karena memang perusahaan disana tidak bisa di tinggal lama lama oleh ka Axel, walaupun disana juga sudah ada orang kepercayaan nya disana.
Namun sebelum ka Axel kembali lagi ke Bali, mama Gladys dan papa Thomas sudah sepakat akan mengundang Fanny untuk datang ke rumah untuk membicarakan tentang perjodohan itu.
Namun sebelum bicara secara langsung dengan Fanny, mama Gladys sudah lebih dulu bicara secara langsung dengan mama Nita, mama nya Fanny. Meminta persetujuan dari mama Nita untuk menjodohkan anak nya.
Flashback minggu lalu sebelum mama Gladys dan papa Thomas ke Bali.
Mama Gladys sudah menaiki mobil pribadi nya beserta supir yang mengendarai mobil tersebut.
Mama Gladys sudah mengenal Fanny sejak lama, namun memang tidak begitu dekat dengan mama Nita. Karena memang mama Nita sibuk mengurus pekerjaan nya, karena mama Nita lah tulang punggung di keluarga nya. Sehingga ia tidak punya banyak waktu untuk bersantai santai di rumah.
Hari itu mama Gladys sudah janjian akan bertemu dengan mama Nita di suatu coffee shop untuk membicarakan perjodohan tersebut.
Saat sudah sampai di coffee shop tersebut, mama Nita sudah sampai terlebih dahulu disana, karena memang bertepatan dengan jam makan siang.
Mama Gladys pun segera menghampiri mama Nita.
"Hallo bu Nita.", ucap mama Gladys tersenyum
Mama Nita yang saat itu sedang menyeruput kopi nya pun langsung menaruh gelas kopi nya dan segera berdiri.
"Hallo nyonya Gladys. Ayo silahkan duduk.", ucap mama Nita
"Nyonya Gladys mau pesan minum apa? biar saya pesan kan dulu nyonya.", ucap mama Nita
"Gausa bu Nita, biar nanti saya pesan sendiri aja.", ucap mama Gladys tersenyum
"Mbak.", panggil mama Gladys pada seorang pelayan yang berdiri tak jauh dari meja tersebut.
"Iya bu, mau pesan apa bu?", tanya pelayan
"Saya mau ice cappuccino nya 1 ya mbak. Sama croissant nya 1.", ucap mama Gladys
"Oke bu, ada lagi?", tanya pelayan
"Bu Nita ada mau pesan apa lagi? biar sekalian.", ucap mama Gladys
__ADS_1
"Ehm saya mau spaghetti carbonara nya satu ya mbak.", ucap mama Nita
"Oke bu.", ucap pelayan
"Yah sudah itu saja mbak pesanan nya.", ucap mama Gladys
"Oke bu, di tunggu pesanan nya.", ucap pelayan dan segera pergi dari sana.
Mama Gladys kembali menatap mama Nita yang ada di hadapan nya.
"Nyonya Gladys ada apa mengajak saya bertemu? Ga biasa nya. Apa Fanny ada berulah dengan Celine, nyonya?", tanya mama Nita
"Tidak kok bu Nita. Fanny anak yang baik. Oh ya bu Nita, gausa memanggil saya dengan sebutan nyonya. Panggil saja ibu. Kita sama kok.", ucap mama Gladys tersenyum
"Hehe. I..Iya bu Gladys.", ucap mama Nita sungkan
"Begini bu Nita, tujuan saya kesini ingin berniat baik sama keluarga ibu maupun Fanny. Fanny itu anak yang baik, saya sudah kenal Fanny sejak lama. Ia yang selalu menemani anak saya dari saat ia sakit sampai sekarang.", ucap mama Gladys
"Iya bu. Lalu ada apa sebenarnya bu?", tanya mama Nita
"Begini bu Nita. Saya sangat menyukai Fanny, dia anak yang periang dan ceria. Maksud saya datang kesini bertemu dengan bu Nita adalah saya berniat ingin menjodohkan Fanny dengan Axel, putra saya bu Nita.", ucap mama Gladys
Saat itu mama Nita yang sedang menyeruput kopi nya pun langsung tersedak.
UHUKK...UHUKK....
Mama Nita terbatuk batuk.
Melihat mama Nita yang terbatuk batuk, mama Gladys langsung memberikan botol air mineral milik mama Nita dan segera memberikan nya pada mama Nita.
Mama Nita pun segera meneguk air mineral dalam botol itu pun sampai habis.
"Maaf bu Gladys, maaf sekali.", ucap mama Nita
"Iya tidak apa apa bu, kalau minum pelan pelan saja bu.", ucap mama Gladys
"Eh Iya bu Gladys. Sebenarnya saya kaget tadi mendengar ucapan ibu.", ucap mama Nita
"Ucapan saya yang mana?", tanya mama Gladys polos
"Itu yang ingin menjodohkan Fanny dengan nak Axel putra ibu.", ucap mama Nita
"Ohh Iya bu, saya ingin menjodohkan merek berdua bu.", ucap mama Gladys
"Apa ibu tidak bercanda?", tanya mama Nita
"Tidak bu, untuk apa saya bercanda. Saya serius ingin menjodohkan Fanny dengan Axel. Fanny anak yang periang, ceria, sedangkan Axel anak yang kaku. Saya rasa akan cocok dengan Fanny.", ucap mama Gladys
"Tapi bu....", ucap mama Nita terpotong
"Tapi kenapa bu? Apa ibu tidak setuju? Apa Fanny sudah memiliki kekasih? Atau ibu sudah menjodohkan nya?", tanya mama Gladys panjang lebar
"Bu..bukan seperti itu bu.", ucap bu Nita
"Lalu kenapa bu?", tanya mama Gladys
Namun tiba tiba pelayan datang
"Permisi bu, ini pesanan nya.", ucap pelayan sambil meletakkan pesanan ke atas meja.
"Iya mbak, terima kasih.", ucap mama Gladys dan Nita bersamaan.
__ADS_1
Setelah ya pelayan pun pergi dari sana.
"Yah sudah bu, ibu makan dulu saja. Nanti keburu dingin tidak enak.", ucap mama Gladys
"Iya bu.", ucap mama Nita
Mereka berdua pun makan pesanan mereka masing masing dalam diam. Selama makan tidak ada yang saling berbicara. Semua dalam posisi diam, hanya terdengar sendok garpu dan piring yang saling bersentuhan.
Ketika mereka berdua selesai makan, akhirnya mereka pun melanjutkan obrolan yang sempat tertunda tadi.
"Bagaimana bu Nita?", ucap mama Gladys
"Ehm... begini bu. Saya tidak pernah melihat anak saya berpacaran, saya pun tidak pernah menjodohkan nya dengan siapapun, karena saya tau hati itu tidak bisa di paksakan. Saya memberi kebebasan kepada Fanny, dengan siapa hatinnya akan berlabuh. Masalah nya disini adalah.....", ucap mama Nita terpotong
Mama Nita menghembuskan napas nya panjang. Sedangkan mama Gladys dengan setia mendengar kan nya.
"Masalah nya adalah, Fanny tidak pantas dengan nak Axel, bu. Kami ini orang biasa. Tidak seperti keluarga ibu.", ucap mama Nita
"Bu Nita, apa yang ibu bicarakan??? Kita ini sama bu. Saya tidak pernah membedakan orang dari kekayaan nya ataupun kedudukan nya. Semua manusia itu sama adanya. Saya tidak pernah memandang orang lebih rendah atau pun lebih tinggi dari saya.", ucap mama Gladys panjang lebar
"Tapi bu, saya merasa kalau Fanny tidak pantas bersanding dengan nak Axel.", ucap mama Nita lagi
"Jangan sekali kali ibu bilang kalau Fanny tidak pantas bersanding dengan Axel. Kita ini sama bu. Ibu makan nasi, saya pun juga makan nasi. Tidak ada beda. Yang membedakan adalah pemikiran dan perspektif masing masing orang. Orang yang bijak, tidak akan pernah merendahkan orang lain, karena ia pun sadar, ia bukan apa apa di dunia ini. Di atas langit masih ada langit bu. Tidak sepantasnya ibu merendahkan diri ibu sendiri. Kita di ciptakan sama dan sempurna.", ucap mama Gladys
"Maafkan saya bu. Maafkan saya ", ucap bu Nita menunduk.
"Tidak perlu seperti itu bu, saya sangat menghargai ibu, saya tidak pernah menganggap ibu di bawah saya.", ucap mama Gladys memegang tangan mama Nita
"Terima kasih bu. Ibu sangat baik sama saya dan juga Fanny.", ucap mama Nita yang hampir menangis
"Tidak perlu berterima kasih. Saya akan sangat menghargai orang yang baik, apapun posisi nya. Saya akan baik dengan orang yang baik sama saya maupun keluarga saya.", ucap mama Gladys tersenyum
"Terima kasih bu sekali lagi.", ucap mama Nita
"Iya bu, jadi bagaimana? Apa ibu setuju menjodohkan Fanny dengan Axel?", tanya mama Gladys
"Saya setuju bu, saya ikut ibu saja bu baik nya bagimana.", ucap mama Nita
"Terima kasih ya bu Nita. Nanti saya akan langsung bicara pada Fanny. Yang penting saya sudah minta persetujuan ibu dulu.", ucap mama Gladys
"Iya bu, saya menyetujui nya.", ucap mama Nita
Akhirnya perjodohan itu pun disetujui oleh kedua belah orang tua. Tinggal bicara langsung dengan Fanny maupun Axel.
Flashback Off
🦩🍀🦩🍀🦩🍀🦩
.
.
.
Hai guys, jangan lupa Like, Comment & Vote nya yaa. Jangan lupa juga di follow ig nya author @cathleen_josephine & @scenndle.co Thankyou and happy reading 😊😊😊
.
.
.
__ADS_1