
Sebulan telah berlalu setelah pertemuan Fanny dengan ka Axel. Fanny maupun ka Axel pun sudah resmi bertunangan.
Celine dan Steven yang sudah sepakat akan melangsungkan pernikahan setelah pertunangan ka Axel pun sudah dalam tahap fitting gaun pengantin.
Kebetulan hari itu hari sabtu, dimana Celine dan Steven akan pergi ke salah satu boutique gaun pengantin ternama. Mereka akan melakukan fitting gaun pengantin maupun jas yang akan di pakai oleh steven.
Pagi menjelang siang, Steven sudah berada di rumah Celine untuk menjemput nya. Celine pun sudah nampak siap untuk segera pergi.
"Ma, pa, aku pergi dulu ya.", pamit Celine pada kedua orang tua nya
"Iya sayang hati hati yaa. Nanti mama dan papa juga mau ke boutique tempat mama dan papa buat gaun dan jas.", ucap mama Gladys
"Iyaa ma. Yah sudah aku pergi dulu ya. Bye.", ucap Celine setelah mencium pipi kedua orang tua nya.
"Om tante, kita pergi dulu ya.", ucap Steven
"Iya, hati hati yaa.", ucap mama dan papa berbarengan
Celine dan Steven pun segera keluar dari rumah menuju mobil.
"Oh ya sayang, Sally ga ikut sekalian?? Dia kan juga mau fitting gaun.", ucap Celine
"Nanti kata nya dia may nyusul aja kesana, karena dia lagi ada urusan.", ucap Steven
"Ohh yah sudah kalau gitu. Ayo kita jalan.", ucap Celine
Steven pun mengendarai mobil nya menuju boutique bridal. Di tengah jalan pun Celine sudah menghubungi Fanny agar tidak lupa datang ke boutique untuk fitting gaun. Karena Sally dan Fanny akan menjadi bridesmaid bagi Celine. Begitu juga dengan Danny dan Rico yang akan menjadi best man bagi Steven, Steven juga sudah menyuruh kedua sahabat nya untuk langsung kesana.
Sesampainya di boutique bridal itu, Celine dan Steven langsung masuk ke dalam. Celine begitu excited untuk mencoba gaun rancangan nya sendiri yang sudah lama ia buat. Ia memang ingin gaun pengantin nya sesuai dengan apa yang ia impikan.
Celine begitu cantik dan cocok dengan gaun yang ia pakai. Tubuh nya yang tidak terlalu tinggi dan sedikit agak berisi membuat nya sangat pas menggunakan gaun tersebut. Kulit nya yang putih menambah kesan mewah dari gaun tersebut.
"Bagaimana Nona gaun nya?", tanya seorang designer yang merancang gaun tersebut
"Aku sangat suka. Terima kasih ka Jenny.", ucap Celine
"Aku senang bisa membuat kan gaun untuk mu Nona Celine. Apalagi design yang Nona rancang sangat cocok dengan tubuh Nona. Nona terlihat sangat cantik bagaikan putri kerajaan.", ucap Jenny
"Ahh tidak begitu ka Jenny, aku tidak secantik itu.", ucap Celine malu malu
"Nahh sudah selesai, mau coba jalan keluar Nona?", tanya Jenny
"Boleh. Aku ingin menunjukkan nya pada calon suami ku.", ucap Celine
Saat Celine keluar dari ruang fitting, di lihat nya lah Steven sedang mencoba setelan jas yang akan ia pakai saat pernikahan nanti. Celine begitu terpesona dengan ketampanan Steven saat ia mengenakan jas pengantin nya itu.
Celine tak melepaskan pandangan nya dari Steven yang terlihat begitu tampan dan menggoda untuk nya. Setelan jas yang begitu pas di tubuh tinggi Steven.
Steven yang menyadari ada wanita yang sangat ia cintai pun segera menengok ke arah Celine. Dan kebetulan Fanny yang saat itu baru masuk pun ke dalam boutique pun langsung terpana melihat kecantikan Celine. Begitu juga dengan Steven
__ADS_1
Fanny maupun Steven menengok ke arah Celine, dimana Celine sudah di balut dengan gaun pengantin rancangan nya sendiri dan ternyata begitu cocok di tubuh nya dan semakin meningkatkan kecantikan nya.
"Celine, kamu cantik sekali!!!", ucap Fanny terkagum
Berbeda dengan Steven yang hanya diam menatap Celine dengan tatapan nya yang penuh kekaguman nya pada wanita yang ada di depan nya.
"Terima kasih Fan. Sayang, bagaimana menurut mu?", tanya Celine pada Steven
Sedangkan Steven masih saja bengong memandangi Celine, sehingga Fanny pun menyenggol tangan Steven
"Ka, Ka Steven.", ucap Fanny menyenggol Steven
Seketika Steven tersadar dari pandangan nya pada Celine.
"Ahh Iya kenapa sayang?", tanya Steven
"Bagaimana menurut mu??", ucap Celine sambil menunjukkan gaun nya sambil berputar putar.
"Kamu sangat cantik. Sangatttt cantik.", ucap Ka Steven
"Terima kasih sayang.", ucap Celine tersenyum
"Ka Steven, mendekat lah dengan Celine. Aku ingin memfoto kalian. Cepat lahh.", ucap Fanny sambil mengarahkan Steven ke samping Celine
Celine maupun Steven pun tersenyum di depan kamera, dengan mesra nya Celine menggandeng lengan Steven. Sungguh pasangan yang sangat serasi.
"Kalian sangat serasi, yang satu cantik, yang satu tampan. Kalian sangat cocok.", ucap Fanny sambil menunjukkan hasil foto nya.
Setelah nya Celine maupun Steven kembali ke ruang ganti untuk mengganti gaun nya dengan pakaian yang tadi mereka pakai.
Gantian dengan Fanny dan Sally yang baru datang dan langsung mencoba gaun mereka.
Fanny dengan dress yang begitu anggun di tubuh nya, memancarkan kedewasaan, glamor dan cantik nya.
Sedangkan Sally memakai gaun berwarna rose gold yang senada dengan Fanny. Namun ia memilih gaun yang lebih berani dan terbilang cukup sexy, karena memang Sally terbiasa dengan gaun seperti itu.
Tak lupa juga kedua best man dari Steven yaitu Rico dan Danny. Mereka juga tampak begitu tampan dengan setelan jas mereka.
Mereka semua tampak cocok mengenakan semua pakaian yang mereka pakai dari ujung kepala hingga kaki.
Setelah selesai fitting gaun, mereka semua memutuskan untuk makan di sebuah restaurant yang tak jauh letak nya dari boutique bridal tersebut.
Setelah mendapat meja, mereka pun segera memesan makanan yang mereka ingin kan. Begitu banyak menu yang mereka pilih, karena memang banyak anggota dari mereka.
Selama menunggu makanan datang, mereka pun saling berbincang bincang, sembari mempersiapkan acara pernikahan Steven dan Celine yang akan di gelar kurang dari 1 bulan lagi. Tepat nya 25 hari lagi di hari yang sama dengan hari ulang tahun Celine.
Di umur nya Celine yang baru menginjak 23 tahun, ia harus siap untuk menjadi seorang istri. Begitu juga dengan Steven yang baru berumur 24 tahun. Memang umur yang masih sangat muda untuk membangun rumah tangga.
__ADS_1
Karena rumah tangga itu tidak lah seindah yang terlihat saat pesta pernikahan. Hidup berumah tangga harus menyatukan 2 kepribadian yang berbeda dengan sifat dan sikap yang berbeda pula.
Banyak di antara kita yang mungkin mendambakan ingin menikah muda, memiliki anak, dan lain sebagainya. Namun kalian juga harus memahami, dimana bila kita sudah menikah, sudah memiliki istri ataupun suami, kita tidak mungkin akan sebebas seperti sebelum menikah.
Tidak sedikit dari pasangan muda yang masih memiliki ego yang tinggi yang berakibat akan sering ribut dan sebagainya. Apalagi mempunyai anak, hidup akan berubah semua nya. Tapi bukan berarti juga semua pasangan muda akan mengalami itu. Ada juga yang memang sudah sejak berpacaran sudah saling terbuka, saling percaya dan juga saling mengerti satu sama lain, sehingga ketika menikah sudah lebih terbiasa dengan hal itu karena sudah dari semenjak pacaran mereka sudah saling terbuka.
Steven yang memang lebih dewasa dari Celine pun memang sudah terbiasa dengan Celine yang lebih muda 1 tahun dari nya. Tapi mereka juga sudah saling mengenal bahkan sudah berpacaran hampir 6 tahun lama nya. Setidaknya mereka sudah cukup terbuka satu sama lain.
"Fan, apa semua undangan sudah siap?", tanya Celine
"Sudah Cel, semua sudah jadi, tinggal di bagikan saja kepada para undangan.", jawab Fanny
"Kalau souvenir nya?", tanya Celine lagi
"Sudah kok, sudah ready semua nya. Kamu tenang saja Cel. Aku mengerjakan semua nya berdua dengan Sally. Jadi akan kami urus semua nya.", ucap Fanny
"Terima kasih yaa Fanny, Sally. Kalian memang ter the best!!!", ucap Celine tersenyum pada kedua sahabat sekaligus akan menjadi kakak dan adik ipar nya.
"Urusan hotel semua sudah kalian yang atur kan?", tanya Steven pada Danny dan Rico
"Sudah tenang saja. Semua pasti beres sama kita.", ucap Danny
"Oke thankyou bro, aku percayakan semua nya pada kalian.", ucap Steven
Celine maupun Steven menyerahkan semua masalah pernikahan mereka pada sahabat nya, karena mereka sudah tau bagaimana sahabat mereka itu dalam bekerja yang tak pernah asal asalan. Mereka yakin semua nya akan sesuai dengan apa yang di harapkan.
Tak berapa lama makanan yang mereka pesan pun datang, mereka pun menyantap makanan itu bersama dengan di selingi obrolan singkat di antara mereka semua.
Hingga sore hari, mereka memutuskan untuk kembali pulang ke rumah masing masing.
Sedangkan Celine maupun Steven masih lanjut untuk mengurus beberapa hal yang harus mereka siapkan sendiri.
Semakin hari Celine perasaan Celine semakin tak karuan, karena ia sebentar lagi akan menjadi seorang istri dan bukan lagi anak yang meminta apapun kepada orang tua nya. Ia harus bisa berdiri di kaki nya sendiri bersama suami nya, Steven. Karena setelah berumah tangga, Steven memutuskan untuk pisah rumah dengan kedua orang tua nya.
Steven bahkan sudah membeli rumah yang letak nya tak jauh dari rumah nya, masih 1 komplek, hanya beda beberapa rumah. Ia ingin lebih mandiri lagi dengan Celine.
Segala persiapan untuk mengisi rumah pun sudah mereka lakukan. Karena mereka ingin apa yang ada di dalam rumah mereka sesuai dengan apa yang mereka mau.
🦩🍀🦩🍀🦩🍀🦩
.
.
.
Hai guys, jangan lupa Like, Comment & Vote nya yaa!! Oh yaa jangan lupa untuk mampir di karya baru aku "Perjuangan Cintaku Terbalas". Kisah itu menceritakan tentang kehidupan ka Axel dan juga Fanny. Jangan lupa dukung author terus supaya kuat update new eps untuk kedua novel itu. Thankyou semua and happy reading 😊😊😊
.
.
.
__ADS_1