Cinta Yang Hilang & Kembali Season 2

Cinta Yang Hilang & Kembali Season 2
Eps 18. Tak terduga


__ADS_3

Hari berganti hari, Celine pun masih ada urusan di kampus berkaitan dengan skripsi nya, karena masih ada beberapa bagian yang harus ia revisi sebelum semua nya jadi, begitu juga dengan Steven.


Karena Celine sudah lulus dan hanya mengerjakan revisi sedikit dengan skripsi nya, ia pun memutuskan untuk join dengan perusahaan papa nya.


Walaupun perusahaan papa Thomas tidak sebesar perusahaan keluarga Steven, namun perusahaan papa Thomas pun mempunyai beberapa cabang yang ada di kota besar di Indonesia, seperti di Bali, Surabaya dan Manado.


Ka Axel sekarang juga sudah mengambil alih beberapa cabang perusahaan yang ada di Bali dan Surabaya. Sedangkan yang di Manado masih di pegang oleh papa Thomas.


Karena ka Axel sudah mengambil alih urusan di perusahaan cabang yang ada di beberapa kota di Indonesia, jadi ka Axel sering pergi keluar kota untuk sekedar mengontrol perusahaan yang ada di luar kota.


Sedangkan papa Thomas memegang perusahaan pusat yang ada di Jakarta dan Manado.


Celine yang sudah mulai ikut membantu di perusahaan pun di tempat kan di perusahaan pusat yang ada di Jakarta membantu papa Thomas.


Ia menggantikan posisi ka Axel yang dulu sebagai wakil dari papa nya.


Setiap hari Celine ikut dengan papa nya pergi ke kantor. Celine sudah bisa membantu papa Thomas karena selama kuliah pun Celine sudah sedikit banyak membantu papa Thomas maupun ka Axel.


Papa Thomas pun sudah mulai mempercayakan pekerjaan nya pada Celine. Karena kelak Celine juga akan memegang perusahaan papa nya bersama dengan ka Axel.


Hari itu ketika Celine dan papa Thomas sudah sampai di kantor, mereka langsung masuk ke dalam ruangan nya masing masing.


Celine segera melihat jadwal penting yang ada di hari itu. Setelah melihat nya, ia segera menanyakan kepada sekertaris nya apa ada meeting hari itu.


Karena urusan kerjasama dan meeting sudah di serahkan kepada Celine, jadi papa Thomas hanya mengontrol dan mengawasi segala sesuatu nya dari atas.


Namun untuk urusan kerjasama, Celine tetap meminta persetujuan terlebih dahulu kepada papa Thomas karena papa Thomas lah yang memang mengambil keputusan.


Celine memiliki sekertaris bernama Doni, namun sebenarnya Celine tidak begitu suka dengan cara kerja Doni yang terlihat agak santai dan tidak gesit.


Saat ingin ke ruangan papa Thomas, Celine bertanya apda Doni ada agenda penting apa hari ini.


"Don, ada agenda penting apa hari ini?", tanya Celine


"Ehm... Hari ini ada meeting dengan klien dari Singapura Nona.", ucap Doni setelah melihat di jadwal penting di buku nya.


"Jam berapa?", tanya Celine lagi sambil melihat jam di pergelangan tangan nya.


"Jam sepuluh Nona.", ucap Doni


"Kamu sudah taro berkas nya di meja ku?", tanya Celine lagi


"Belum Nona, habis ini akan aku taro berkas nya di meja Nona.", ucap Doni


"Oke, aku ke ruangan papa dulu.", ucap Celine dan berlalu menuju ruangan papa nya.


Celine bisa berbicara santai seperti itu karena sekertaris nya itu juga masih tergolong muda. Doni juga adalah mahasiswa yang sedang magang di perusahaan nya.


tok...tok...tok...


"Masuk.", ucap papa Thomas


Pintu pun terbuka dan Celine segera masuk ke dalam ruangan papa Thomas


"Eh anak papa, ada apa sayang?", tanya papa Thomas


"Pa, bisa tidak kalau aku ganti sekertaris? Aku tidak bisa dengan Doni, kerja nya sangat santai cenderung lama. Aku tidak suka.", ucap Celine sambil duduk di kursi depan meja papa Thomas


"Kamu mau ganti dengan siapa? Sekarang Cari sekertaris kan susah, lagipula walaupun ia kerja nya santai, tapi hasil kerja nya kan bagus nak.", ucap papa Thomas


"Iya sih pa memang pekerjaan nya oke, tapi bisa kah aku mencari sekertaris yang lain yang cocok dengan ku pah?", tanya celine lagi.


"Boleh saja, tapi siapa?", tanya papa Thomas


"Ehm..... Siapa ya?", ucap Celine sambil berpikir


"Lalu Doni bagaimana pa?", tanya Celine lagi


"Doni bisa papa pindah kan ke cabang lain atau ke divisi lain.", ucap papa Thomas


"Ohh, yah sudah pa, coba Celine pikirkan dulu siapa. Nanti akan aku kasih tau papa. Sekarang aku balik ke ruangan ku dulu karena ada meeting habis ini pa.", ucap Celine

__ADS_1


"Meeting dengan siapa?", tanya papa Thomas


"Tadi kata Doni sih dengan klien dari Singapura pa.", ucap Celine


"Yah sudah kamu persiapkan dengan baik, papa akan mendengarkan kelanjutan hasil dari meeting mu nanti.", ucap papa Thomas


"Iya pa, aku balik dulu ya pa.", ucap Celine sambil keluar dari ruangan papa nya


Celine segera kembali ke ruangan nya karena ia harus membaca berkas untuk meeting nanti agar ia menguasai materi dari meeting tersebut.


Jam masih menunjukkan pukul sembilan, masih ada waktu untuk membaca semua berkas nya. Sedangkan Doni mempersiapkan materi dari presentasi dan ruangan meeting.


Saat ia sedang membaca berkas nya, tiba tiba telepon di ponsel nya berbunyi, Celine segera mengangkat telepon tersebut tanpa melihat siapa yang menelepon sebelum nya.


"Hallo. Dengan siapa?"


"Hallo sayang, ini aku Steven."


"Ohh sayang maaf, tadi aku tidak melihat siapa yang menelepon, soal nya aku sedang membaca berkas berkas untuk meeting."


"Iya gapapa sayang. Nanti siang bisa kita makan siang di luar?"


"Ehm... boleh juga, tapi aku gatau selesai meeting jam berapa."


"Ga mungkin kan meeting melebihi jam makan siang, semua orang kerja pasti butuh jam istirahat sayang."


"Iya sih ya. hehehe. Ya sudah boleh sayang."


"Yauda nanti aku jemput kamu jam dua belas ya."


"Oke sayang."


"Yah sudah bye."


"Bye."


Celine pun segera menutup telepon nya dan meletakkan ponsel nya kembali ke atas meja dan melanjutkan membaca berkas nya.


Celine pun segera merapikan berkas nya dan segera membawa nya ke ruang meeting.


Saat masuk ke dalam ruangan meeting, Celine langsung mengucapkan Selamat siang dan permohonan maaf nya karena telat ke ruangan meeting.


Celine pun yang sudah menaruh berkas nya di atas meja pun belum sempat melihat siapa klien nya itu. Namun ketika ia ingin bersalaman kepada klien nya ketika Doni memperkenalkan siapa klien nya, seketika Celine terdiam sedangkan klien nya itu hanya tersenyum manis pada Celine.


"Perkenalkan Nona, ini tuan David.", ucap Doni


"Perkenalkan tuan, ini Nona Celine.", ucap Doni sebaliknya


(pake bahasa Inggris ya tentu nya)


"Hallo Nona Celine, nice to meet you again.", ucap tuan David


Celine hanya mengangguk sambil menerima jabatan tangan dari David dan segera melepaskan nya dan kembali duduk.


Begitu juga dengan David yang kembali duduk ke kursi nya.


Sebenarnya David juga tidak tau bahwa perusahaan yang ia akan ajak kerjasama saat itu adalah perusahaan Celine, karena David hanya mengenal papa Thomas dari papa nya juga.


David juga hanya tau papa Thomas karena papa nya sering berbicara tentang papa Thomas, namun David sendiri belum pernah bertemu dengan papa Thomas.


David pun juga tidak tau kalau Celine yang ia kagumi dan incar selama ini adalah anak dari rekan kerja papa nya. Sungguh itu adalah pertemuan tak terduga.


"Baik kita langsung saja meeting nya.", ucap Celine


Doni segera mempersiapkan presentasi yang akan di sampaikan oleh Celine.


Celine sendiri yang setiap kali ada meeting yang akan melakukan presentasi.


Karena saat itu perusahaan papa Thomas yang ingin bekerja sama dengan perusahaan David, sehingga Celine harus menyampaikan presentasi itu pada David.


Walaupun Celine tidak suka dengan David, tapi ia merupakan orang yang professional dalam bekerja, sehingga walaupun tidak suka, ia tetap bersikap baik pada David.

__ADS_1


Setelah satu jam Celine menyampaikan presentasi nya, Celine pun bertanya pada David .


"Sekian presentasi dari saya, bagaimana tuan David?", tanya Celine


David yang sedari tadi hanya memandang Celine dengan senyum manis nya pun membuat Celine sangat risih sebenarnya.


"Saya suka dengan cara presentasi kamu, saya juga suka dengan produk yang kalian tawarkan untuk bekerja sama. Saya setuju untuk bekerja sama dengan perusahaan anda Nona Celine.", ucap David


Padahal dengan perusahaan Steven saja, David tidak langsung setuju untuk kerja sama, namun dengan Celine, ia langsung setuju. Ya karena David menyukai Celine.


"Terima kasih tuan David. Saya harap kerja sama ini akan terjalin dengan baik kedepan nya.", ucap Celine


"Oh ya, boleh aku minta nomor ponsel Nona Celine? Biar kalau ada apa apa soal kerja sama bisa langsung saya hubungi.", ucap David


"Kalau untuk urusan pekerjaan dan kerjasama, tuan bisa langsung menghubungi sekertaris saya saja tuan David.", ucap Celine yang sudah mulai kesal namun masih menunjukkan senyuman nya walau dengan dipaksakan.


"Baiklah kalau begitu Nona Celine. Kalau gitu saya pamit dulu. Senang bekerja sama dengan anda Nona.", ucap David sambil berjabat tangan dengan Celine dengan senyum nya yang sangat manis.


Siapapun yang melihat David akan terpana, karena David sama tampan nya dengan Steven, hanya saja David terlihat lebih dewasa karena memang David lebih tua tiga tahun dari Steven, yang arti nya lebih tua empat tahun dari Celine.


Perawakan David sangat lah tampan dengan tubuh yang tinggi dan tegap, tentu dengan wajah yang sangat berwibawa.


Sebetulnya Celine pun mengakui itu, namun karena pertemuan nya yang membuat nya kesal, ia pun tidak begitu melihat David. Lagipula Celine juga sudah mempunyai Steven yang harus ia jaga perasaan dan hati nya.


Setelah David keluar dari ruangan meeting dan pergi dari perusahaan nya, Celine pun kembali ke ruangan nya dengan tampang kesal.


Saat sampai di ruangan nya, ia langsung menaruh berkas nya cukup keras ke atas meja dan mendudukan tubuh nya di kursi kerja nya lalu menyandarkan tubuh nya ke sandaran kursi.


Celine menghembuskan napas nya kasar dan mengusap wajah nya.


"Kenapa aku harus bertemu laki laki itu lagi sih? Bikin mood ku pagi pagi tidak enak saja.", gumam Celine


Tiba tiba ponsel nya berdering yang menandakan ada telephone.


Celine pun melihat nama Steven di layar ponsel nya, Celine langsung mengangkat telepon itu


"Hallo Steve."


"Hallo sayang, aku lagi jalan ke perusahaan kamu."


Celine pun melihat jam yang melingkar di pergelangan tangan nya dan ternyata sudah hampir jam dua belas.


"Hallo sayang."


"Ehh iya Steve, baiklah aku sebentar lagi turun habis aku membereskan berkas berkas ku."


"Oke sayang, aku tunggu di lobby ya nanti."


"Oke sayang."


Celine pun segera menutup telepon nya dan segera membereskan berkas berkas yang berantakan di meja.


Ia pun menuju ruangan papa nya untuk ijin mau pergi makan siang di luar. Setelah ijin dengan papa nya, Celine langsung berlalu keluar menuju lobby.


Sedangkan papa Thomas tidak makan di luar, karena setiap siang mama Gladys akan membawakan makanan untuk suami nya tersebut.


🦩🍀🦩🍀🦩🍀🦩


.


.


.


Hai guys, jangan lupa Like, Comment & Vote nya ya. Thankyou and happy reading 😁😁😁


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2