Cinta Yang Hilang & Kembali Season 2

Cinta Yang Hilang & Kembali Season 2
Eps 56. Bukti Bukti


__ADS_3

Steven masih berbaik hati pada Boni untuk ia mengakui kesalahan nya sendiri pada polisi. Karena sejujurnya Steven sendiri tidak mau mengotori tangan nya untuk membunuh seseorang. Ia sebenarnya bisa saja menyuruh anak buah nya untuk menghabisi Boni, tapi tidak Steven lakukan itu.


"I...Iya tuan, aku akan mengakui semua nya di polisi tuan. Terima kasih tuan.", ucap Boni mohon ampun


"Bawa dia Co. Kamu yang urus dia. Tunjukkan rekaman cctv nya.", ucap Steven dan Rico hanya mengangguk mengerti.


Rico menyuruh anak buah nya untuk membantu nya membawa boni untuk ke kantor polisi.


"Steve, aku sudah cek di resepsionis dan sudah minta data data nya. Dan yang menginap di kamar tersebut bernama John Tirtama. Dan ia sudah pergi dari jam 2 subuh tadi.", ucap Danny


"Siapa kamu bilang tadi nama nya???", tanya Ka Axel yang sudah mulai panas.


"John Tirtama ka.", ucap Danny kaget karena suara ka Axel tiba tiba keras


"Sialan!! Mau apa lagi dia berulah dengan keluarga ku.", ucap Ka Axel geram


"Maksud kakak apa ka?", tanya Steven yang tidak tau


"John Tirtama adalah laki laki yang dulu sudah pernah menyakiti hati Celine. Saat masih SMP, mereka sudah berpacaran. Memang umur mereka terpaut lumayan jauh. Saat itu tiba tiba b*ajingan itu menghilang dan kami dengar kabar bahwa ia sudah menikah dan mempunyai anak. Dan hal itu membuat Celine sangat terpuruk dan stress.", jelas ka Axel


Steven yang mendengar penjelasan ka Axel pun seketika menjadi geram dengan John. Memang selama ini ia tidak tau soal masa lalu Celine itu. Ia tidak tau kalau Celine pernah merasakan sakit hati yang begitu dalam. Mendengar itu, semakin Steven ingin menghabisi John dan David yang sudah menyakiti istri nya tersebut.


"Tapi apa hubungan John dengan David?", ucap Ka Axel


"Aku juga gatau ka. Aku akan menyelidiki ini semua ka.", ucap Steven


"Kalian cari John sampai dapat.", ucap Steven dingin


Rico dan Danny sudah mengerti dengan tugas mereka itu. Setelah itu, mereka pun pergi dari gedung kosong itu.


Selesai dengan urusan itu, Steven dan ka Axel pun kembali ke rumah sakit untuk melihat Celine. Namun hati Steven dan ka Axel sungguh lah tidak tenang dengan laki laki bernama John itu.


Apalagi ka Axel tau siapa John itu, yang sudah menghancurkan hati adik nya sendiri. Waktu dulu mungkin ka Axel bisa melepaskan John, apalagi dulu ia juga masih SMA. Tapi tidak untuk sekarang. Ka Axel akan mencari John sampai dapat.


Sedangkan Danny yang sedang menyelidiki John pun mencari info selengkap lengkap nya agar lebih mudah ia temui nanti. Rico sendiri pun sedang membawa boni, anak buah nya itu untuk menghadap ke polisi dan menyerahkan bukti bukti.


Sesampainya ka Axel dan Steven di rumah sakit, mereka berdua langsung menuju ruang rawat inap dimana Celine berada.


Keadaan Celine memang sudah jauh lebih baik dari kemarin, tapi Celine tidak boleh banyak bergerak, karena luka jahitan di pinggang belakang nya belum kering. Jadi Celine di haruskan untuk bedrest sampai luka nya benar benar kering.


Saat masuk ke ruangan rawat Celine, ternyata disana sudah ada semua keluarga juga Fanny dan Sally.


"Hallo semua nya.", ucap Steven dan ka Axel berbarengan


"Ehh kalian. Ayo masuk masuk.", ucap mama Karin


"Kalian dari mana?", tanya mama Gladys


"Tadi habis dari hotel ma untuk liat rekaman cctv semalam.", ucap Steven


"Bagaimana keadaan mu sayang?", ucap Steven pada Celine yang ada di atas pembaringan nya dengan wajah yang sudah membaik.


"Aku baik sayang.", ucap Celine tersenyum


"Sudah makan belum?", tanya Steven lagi


"Sudah tadi di suapin sama mama.", jawab Celine


"Cepat sembuh ya sayangku. Biar sehabis ini kita bisa jalan jalan lagi.", ucap Steven dan mengecup kening Celine dengan mesra


"Ehem ehem.... Mau mesra mesraan nya nanti saja kalau sudah di rumah jangan disini, sudah tau masih ada yang belum menikah.", ucap mama Karin


Yang lain pun hanya tersenyum mendengar ucapan mama Karin. Begitu juga dengan Steven dan Celine.


"Lalu bagaimana Steve?", tanya papa Andrew

__ADS_1


"Memang benar pa ada anak buah kita yang bekerja sama dengan David. Dan Rico sudah membawa nya ke kantor polisi.", ucap Steven


"Tapi kamu sudah mengumpulkan semua bukti bukti nya kan??", tanya papa Andrew lagi


"Iya sudah pa. Dan kita juga melihat, David semalam itu tidak menghilang, namun ia masuk ke salah satu kamar yang ada di hotel pa.", ucap Steven


"Lalu bagaimana? Apa kamu sudah menangkap David?", ucap papa Thomas


"Belum pa. Karena belum cukup bukti yang kuat untuk menangkap David. Lagi pula David itu orang pintar pa, dan cukup berpengaruh di Singapura. Jadi mungkin tidak semudah itu menangkap nya.", ucap Steven


"Itu biar jadi urusan kita aja pa. Papa gausa mikirin hal itu.", ucap Ka Axel


"Lalu laki laki yang menusuk Celine, apa kalian sudah menemukan nya?", tanya papa Andrew


"Kita belum menemukan nya pa, tapi kita sudah tau siapa dia pa.", ucap Steven


"Siapa dia?", tanya papa Thomas


"John pa.", ucap Ka Axel


"Apa?? John siapa maksud kamu Axel??", ucap mama Gladys dengan nada mulai meninggi


"John Tirtama ma.", ucap Ka Axel dengan raut wajah yang sudah sangat dingin


"Maksud kamu John yang dulu melukai Celine sayang?", ucap mama Gladys lagi


"Iya ma. Kali ini aku ga akan melepaskan dia ma. Aku akan mencari nya sampai dapat. Kalau perlu aku akan menghabisi nya dengan tangan ku sendiri.", ucap Ka Axel dingin yang membuat wanita yang ada disana jadi takut dengan hawa tersebut.


Apalagi Fanny dan mama Gladys yang sangat takut kalau sampai Axel berbuat nekat dan mengotori tangan nya sendiri.


"Jangan ka, jangan berbuat seperti itu. Aku gamau kalau sampai tangan kakak kotor hanya karena laki laki itu.", ucap Celine


"Tapi dek, dia udah melukai mu bahkan mencelakai kamu sekarang. Apa kamu ga ingat apa yang dulu dia lakukan sama kamu?? Kamu mau melihat dia bebas di luar sana???", ucap Ka Axel sambil mengelus kepala Celine dengan begitu tulus


"Tapi dek, dia ga akan pernah menyerah sebelum habis nyawa nya.", ucap Ka Axel


"Ka, aku mohon.", ucap Celine memohon


"Baiklah kalau itu mau kamu. Tapi akan kakak beri pelajaran dulu dia.", ucap Ka Axel


"Ingat ka, jangan sampai kakak mengotori tangan kakak sendiri hanya untuk laki laki brengs*k seperti itu. Aku tidak sudi.", ucap Celine


Setelah obrolan itu, semua hanya fokus pada kesehatan dan kesembuhan Celine agar ia bisa cepat pulang ke rumah. Bahkan Celine dan Steven pun belum sempat untuk masuk ke rumah mereka sendiri.


***********


Keesokan hari nya, Danny yang sedang mengumpulkan info tentang John pun mulai sedikit bingung dengan apa yang sudah ia dapat.


Danny yang sudah duduk di ruangan kerja nya sedang mengamati berkas berkas yang ia sudah kumpulkan.


"John sudah menikah dan memiliki seorang anak?? Dan nama istri nya adalah Dina? Apa Dina yang di maksud ini adalah asisten ku?", gumam Danny


"Lebih baik aku menanyakan nya langsung pada Dina.", ucap Danny


Danny pun melangkah keluar ruangan nya untuk menemui Dina yang letak nya ada di depan ruangan nya.


"Dina, apa kamu sedang sibuk?", tanya Danny


"Eh tuan Danny, tidak kok tuan. Ada apa?", tanya Dina


"Maaf kalo aku mengganggu mu, tapi ada hal yang ingin aku tanyakan.", ucap Danny


"Iya tuan, tentang apa?", tanya Dina lagi


"Tapi maaf sekali lagi, kalau mungkin ini akan menyinggung masalah pribadi mu.", ucap Danny

__ADS_1


Dina yang mendengar ucapan Danny pun langsung terlihat panik.


"Ehhmm.... masalah apa ya tuan??", tanya Dina sedikit gugup


"Apa kamu mengenal John Tirtama???", tanya Danny


DARRR!!!!


Dina seperti tertangkap basah berbuat sesuatu yang tidak ia lakukan. Dina terlihat panik.


"Dina, are you okay?", tanya Danny lagi


"Ahh Iya tuan aku baik baik saja.", ucap Dina


"Lalu apa kamu kenal John Tirtama?", tanya Danny lagi


"I...Iya tuan saya mengenal nya.", ucap Dina tertunduk


"Apa benar dia suami kamu?", tanya Danny lagi


Seketika Dina langsung menengok ke arah Danny dengan mata yang terbuka lebar


"Tu...tuan tau dari mana kalau dia suami ku???", tanya Dina


"Apa kamu tau sekarang dia ada dimana???", tanya Danny lagi


"Tidak tuan, aku sudah lama tidak bertemu dengan nya.", ucap Dina


"Aku harus mencari nya sampai ketemu.", ucap Danny


"Memang apa yang dia lakukan tuan??? Apa dia melakukan hal yang buruk??", tanya Dina yang khawatir


"Sudah Dina, kamu tidak perlu tau. Yang penting, kalau kamu tau dia ada dimana, tolong kasih tau aku. Atau kamu tau dimana dia bekerja? Atau saudara yang dekat dengan nya?", tanya Danny


"Tapi tuan, memang nya apa yang dia lakukan sampai tuan mencari nya??", tanya Dina lagi


"Dia melakukan hal fatal yang cukup besar, dan ini bersangkutan dengan boss kita. Jadi tolong beri tau aku, dimana dia berada sekarang.", ucap Danny


"Ehm.... Aku akan memberi tau tuan, tapi tolong jangan apa apa kan dia, serahkan saja dia ke kantor polisi biar ia bisa menerima akibat nya.", ucap Dina yang sudah tau ke arah mana Danny berbicara


"Baiklah, aku akan menyerahkan semua nya ke bos kita. Aku tidak punya kewenangan untuk mengatur nya, karena masalah ini bersangkutan dengan boss kita.", ucap Danny


Dina pun menarik napas panjang dan membuang nya kasar sebelum ia menjawab dimana John berada sekarang.


"Ia memiliki seorang kakak laki laki, ia tinggal di sekitaran daerah ........... , tapi aku tidak tau apa kah John tinggal bersama nya atau tidak. Aku hanya tau tentang hal itu saja.", ucap Dina


"Baiklah, terima kasih atas info yang kamu berikan. Kamu tenang saja.", ucap Danny tersenyum


Danny sudah mendapatkan 1 tempat untuk mencari dimana John berada. Tapi itu juga masih kemungkinan kecil, karena bisa saja John sudah berpindah ke tempat lain. Apalagi John sudah bekerja sama dengan orang besar seperti David.


🦩🍀🦩🍀🦩🍀🦩


.


.


.


Hai guys, jangan lupa Like, Comment and Vote nya yaa. Jangan lupa mampir ke karya aku 1 lagi "Perjuangan Cintaku **Terbalas** ". Dukung author terus dengan favorite juga, supaya author giat up new eps karena buat 2 cerita. Thankyou semua and happy reading 😊😊😊


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2