Cinta Yang Hilang & Kembali Season 2

Cinta Yang Hilang & Kembali Season 2
Eps 8. Canggung


__ADS_3

Sore menjelang malam, Steven yang baru pulang dari kantor nya pun rasa nya ingin segera pulang mandi dan tidur. Namun ia teringat dengan sosok wanita yang sangat ia cintai, Celine.


Sebelum pulang, ia memutuskan untuk mampir lebih dulu ke rumah Celine.


Tak berapa lama Steven pun sampai di rumah Celine. Ia memencet tombol bell rumah nya. Dengan segera bibi membukakan pintu.


"Ehh den ganteng. Mau cari Nona cantik ya???", ucap bibi terkekeh


"Iya bi, apa Celine nya ada?", tanya Steven


"Ada den di ruang makan. Ayo masuk.", ucap bibi


Steven pun masuk ke dalam rumah dan menunggu di ruang tamu sedangkan bibi yang menuju dapur untuk memanggil Celine.


"Non Celine, ada den ganteng.... Ehh maksud bibi ada den Steven.", ucap bibi tersenyum malu


"Ohh ada Steven? Ajak masuk dan makan bareng aja bi.", ucap papa Thomas


"Baik tuan besar.", ucap bibi


Bibi pun menyuruh Steven untuk ikut ke ruang makan.


"Om, tante, ka Axel, Celine.", ucap Steven sopan


Mereka yang di sapa pun tersenyum pada Steven.


"Steven, apa kamu sudah makan? Ayo ikut makan.", ajak mama Gladys


"Gausa tante gapapa, biar nanti aku makan di rumah aja.", ucap Steven yang masih berdiri.


"Kamu kaya sama siapa aja sih?? Udah Ayo makan dulu ini juga sudah malam.", ucap papa Thomas gantian


"Baik om.", ucap Steven kemudian duduk di salah satu kursi yang ada di meja makan.


Ketika ada mama dan papa, Celine dan ka Axel lebih banyak diam saat ada yang di ajak bicara.


"Kamu baru pulang Steve?", tanya papa Thomas


"Iya om, tadi saya baru dari kantor ada banyak meeting seharian ini. Maka nya baru pulang.", ucap Steven


"Om bangga sama kamu, kamu bisa menjalankan kuliah dan pekerjaan secara berbarengan.", ucap papa Thomas


"Mau tidak mau om, habis siapa lagi yang harus membantu papa mengurus bisnis nya.", jawab Steven


"Kamu dan Axel sama hebat nya, masih muda sudah sangat berbakat mengembangkan bisnis keluarga.", ucap papa Thomas lagi


Mereka pun makan malam dengan di selingi obrolan singkat di antara mereka.


Selesai makan, mama papa dan ka Axel pun kembali ke kamar mereka masing masing. Sedangkan Celine masih menemani Steven di halaman belakang yang terdapat taman dan kolam renang.


Mereka berdua duduk berdampingan di kursi taman yang terdapat banyak bunga dan lampu sorot yang ada di sekitar nya.


"Bagaimana hari mu hari ini?", tanya Celine membuka percakapan


"Aku lelah hari ini ada tiga meeting penting di perusahaan dan aku semua yang presentasi.", jawab Steven


Celine pun mengangguk dan tersenyum


"Kalau kamu gimana sayang?", tanya Steven


"Aku... baik baik aja hari ini. Cuma ke kampus lalu ke perusahaan papa sebentar.", ucap Celine


Hubungan kedua nya memang baik, namun sekarang seperti layak nya orang yang baru kenal. Ada rasa canggung di antara kedua nya. Tidak seperti biasa nya. Karena Steven pun mencoba untuk lebih mengerti posisi Celine yang memang melupakan nya dan hubungan nya.


"Steven, apa dulu sebelum aku lupa ingatan aku pasangan yang baik?", tanya Celine tiba tiba


Steven pun langsung menengok ke arah Celine dan menatap nya, ia tidak langsung menjawab pertanyaan Celine


Celine pun menatap balik Steven yang sedari tadi tidak memberi jawaban.


"Apa aku tidak baik ya??", tanya Celine lirih


Steven menarik napas nya panjang sebelum menjawab.


"Kamu adalah wanita ku, pacar ku, tunangan ku, yang paling baik yang paling sempurna yang pernah ada. Bahkan dari awal kita bertemu, aku lebih dulu yang jatuh cinta padamu. Karena kebaikan mu, kecantikan mu, kepandaian mu, segala nya yang ada di diri kamu. Dan kelak aku berharap kamu akan menjadi istri ku satu satu nya yang sangat aku cintai.", ucap Steven yakin sambil memegang kedua pundak Celine.


Celine yang mendengar dan mendapat tatapan seperti itu dari Steven tak bisa berkomentar dan menjawab. Ia hanya memandangi kedua bola mata Steven dan melihat kejujuran di dalam nya.


Tak terasa air mata Celine pun jatuh dari sudut mata nya.


"Hei, kenapa kamu menangis?", tanya Steven sambil menghapus air mata di pipi mulus Celine


Celine tertunduk

__ADS_1


"Aku hanya merasa tidak pantas bersama mu, apa aku bisa seperti aku yang dulu. Bahkan aku melupakan mu Steve.", ucap Celine di tengah tangis nya


"Hei heii kamu ga boleh bicara seperti itu. Kamu itu adalah wanita yang paling aku sayangi setelah mama dan adik ku Sally. Aku menerima segala kelebihan maupun kekurangan mu. Mungkin sekarang aku berada di tingkat harus menerima kekurangan mu. Aku harus selalu berada di sisi mu, menyemangati mu hingga kamu sembuh dan mengingat semua nya.", ucap Steven menjelaskan


"Tapi aku gatau sampai kapan aku harus melupakan ingatan ku. Entah sampai tahun depan, lima tahun lagi, atau bahkan sepuluh tahun lagi. Aku tidak tau.", ucap Celine


"Semua yang terjadi saat ini karena Tuhan sudah mengatur nya. Tidak ada yang terjadi tanpa seijin dari Tuhan. Ingat itu. Aku yakin, suatu saat kamu akan pulih dan bisa mengingat semua nya. Aku akan selalu menunggu mu sampai kamu bisa mengingat semua nya.", ucap Steven tersenyum


"Terima kasih Steven.", ucap Celine sambil memeluk Steven.


Steven pun membalas pelukan Celine.


Tak berapa lama, Steven pun memutuskan untuk pulang, karena waktu sudah menunjukkan pukul delapan malam. Karena ia juga sudah merasa lelah.


"Sayang, aku pulang dulu ya.", ucap Steven


Celine pun mengangguk.


Celine mengantarkan Steven sampai ke depan rumah setelah pamit pulang kepada mama dan papa Celine.


"Hati hati ya Steven.", ucap Celine


"Iya sayang, kamu cepat lah istirahat.", ucap Steven


Celine mengangguk dan tersenyum manis.


Senyuman yang telah lama Steven dambakan dan rindukan dari sosok gadis di depan nya yang sangat ia cintai.


Steven pun masuk ke dalam mobil dan segera melajukan mobil nya untuk pulang ke rumah nya.


Sedangkan Celine masuk ke dalam rumah nya dan segera masuk ke dalam kamar nya. Ia membilas tubuh nya dan juga mencuci muka dan menyikat gigi sebelum tidur.


Karena waktu masih menunjukkan pukul delapan malam, ia memutuskan untuk membuka laptop nya dan melanjutkan tugas skripsi nya yang sebentar lagi akan selesai.


Tahun ini Celine akan lulus berbarengan dengan Steven.


Ketika Celine sedang belajar ataupun mengerjakan tugas kuliah nya, ia hampir tidak mengenal waktu.


Bahkan hingga pukul sepuluh malam, ia masih sibuk dengan tugas skripsi nya.


Karena terasa mata nya sudah lelah, ia pun mengistirahatkan sebentar tubuh nya dengan menggoyangkan tangan kaki dan tubuh nya bergantian.


Ia melihat jam dinding yang berada di kamar nya.


"Hah? Sudah jam sebelas. Astaga aku tidak sadar. Pantas saja mata ku sangat lelah. Lebih baik aku segera tidur.", ucap Celine


Tak butuh waktu lama ia pun tertidur dengan sangat lelap.


********


Keesokan hari nya, pagi pagi setelah sarapan, Celine sudah di jemput oleh Steven untuk berangkat ke kampus bersama karena jadwal mereka kebetulan sama.


"Hai Steve.", sapa Celine


"Hai sayang.", ucap Steven


Steven pun mulai melajukan mobil nya ketika Celine sudah masuk ke dalam mobil nya.


"Kamu udah sarapan?", tanya Celine


"Sudah, tadi sebelum kesini aku udah sarapan.", jawab Steven


"Kamu hari ini cantik banget. Memang mau ketemu siapa?", tanya Steven senyum senyum


"Ah masa sih? Padahal aku biasa nya juga seperti ini kok. Hehehe.", ucap Celine


"Tapi kamu hari ini lebih cantik.", ucap Steven


Celine pun hanya tersenyum malu


Steven pun melirik lirik Celine yang ada di samping nya membuat Celine menjadi salah tingkah di buat nya. Pipi nya sudah merah merona.


"Sayang, sudah lah jangan menatap ku seperti itu. Aku jadi malu.", ucap Celine malu


"Hehe, maaf kan aku sayang. Abis kamu tuh ngegemesin banget.", ucap Steven sambil mencubit kecil pipi Celine


"Oh ya, nanti kamu pulang kuliah langsung pulang atau mau kemana?", tanya Steven lagi


"Ehmm... seperti nya aku akan ke kantor papa lagi kalau tidak ada acara.", jawab Celine


"Kalau aku yang bikin acara gimana?", tanya Steven


"Maksud kamu?", tanya Celine balik

__ADS_1


"Iya, aku yang bikin acara buat kamu, supaya kamu ikut sama aku.", ucap Steven


"Memang nya mau kemana?", tanya Celine


"Ikut ke kantor aku.", ucap Steven


"Ngapain ikut ke kantor kamu?", tanya Celine


"Ya ikut aja, temenin aku kerja, sekalian aku kenalin ke karyawan aku kalau aku udah punya tunangan yang sangaattttt cantik.", ucap Steven


"Ahh kamu bisa aja. Tapi boleh juga, aku kan belom pernah kesana. Nanti aku bilang papa dulu.", ucap Celine


"Oke sayang.", ucap Steven


Tak berapa lama mobil pun sampai di parkiran kampus. Mereka berdua langsung turun dari mobil dan segera memasuki kelas. Kebetulan hari itu mereka ada kelas bareng.


Steven pun menggandeng tangan Celine setelah meminta ijin terlebih dulu pada Celine.


Setelah masuk kelas, mereka duduk di kursi masing masing. Saat pelajaran, mereka layak nya seorang pelajar yang lain fokus dengan mata kuliah yang di ajarkan oleh dosen mereka. Mereka tidak mau kalau sampai nilai mereka jelek.


Bahkan mereka berlomba untuk mendapatkan nilai yang lebih baik.


Mereka selesai kelas pukul satu siang. Mereka pun langsung keluar dari kelas hendak menuju kantin.


"Celine.", panggil Fanny


Celine pun menengok ke arah suara


"Hai Fan." ucap Celine


"Hai ka Steven.", sapa Fanny


Steven pun tersenyum


"Kamu mau kemana Fan?", tanya Celine


"Aku baru dateng, habis ini mau ada kelas. Ehh terus aku liat kamu, maka nya aku panggil.", jelas Fanny


"Ohh, kamu kelas jam berapa?", tanya Celine


"Sekarang jam 1.", jawab Fanny


"Yah sudah kamu masuk kelas sana, nanti telat bisa di hukum berdiri depan kelas nanti kamu. hehe.", ucap Celine terkekeh


"Iyaa, aku pamit dulu ya. bye Celine, bye ka Steven.", ucap Fanny sambil berlari menuju kelas nya.


Sedangkan Celine dan Steven melanjutkan ke kantin untuk makan siang bersama.


Selesai makan siang, karena sudah tidak ada kelas lagi, Steven pun langsung mengajak Celine ikut ke kantor nya.


"Oh ya Steve, aku ijin ke papa dulu ya.", ucap Celine di jawab anggukan oleh Steven yang sedang mengendarai mobil


Celine pun mengambil ponsel nya yang ada di dalam tas dan segera menghubungi papa Thomas


"Hallo pa"


"Hallo sayang, ada apa telepon papa siang siang?"


"Ehm.. gini pa, aku hari ini tidak bisa ke kantor, karena Steven mengajak ku untuk ke perusahaan nya pa. Apa boleh?"


"Ohh kamu mau ke perusahaan Steven. Yah sudah tidak apa apa sayang. Jangan pulang terlalu malam ya, jangan lupa makan."


"Iya papa. Yah sudah kalau gitu pa, bye pa."


Celine pun menutup telepon nya dan memasukkan kembali ponsel nya ke dalam tas.


"Bagaimana boleh sama papa?", tanya Steven


"Boleh kok sayang.", jawab Celine


Mobil pun terus melaju di tengah keramaian kota Jakarta pada siang itu. Banyak mobil maupun motor yang berlalu lalang dan ingin cepat sampai tujuan.


🦩🍀🦩🍀🦩🍀🦩


.


.


.


Hai guys, jangan lupa Like, Comment & Vote nya ya. Thankyou & happy reading 😁😁😁


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2