
Setelah kembali ke ruangan, Steven duduk di kursi kebesaran nya dan menyandarkan tubuh nya yang terasa lelah.
"Baru jam sebelas, tapi rasa nya otak ku sudah lelah.", ucap Steven sambil memejamkan mata.
Ia pun memejamkan mata dan mengistirahatkan otak nya cukup lama sekitar lima belas menit.
Suara ketukan pintu membangun kan nya.
tok...tok...tok...
"Siapa yang mengganggu istirahat ku sih.", gumam Steven
Ia pun membenarkan posisi duduk nya dan merapikan jas nya.
"Masuk.", teriak Steven dari dalam
Danny dan Rico pun membuka pintu dan segera masuk ke dalam ruangan Steven
"Ahh ternyata kalian, aku baru saja istirahat. Mengganggu saja.", ucap Steven
"Hehehe. Kami tuh mau mengajak mu makan siang.", ucap Danny terkekeh
"Iya, ini udah jam makan siang. Ayo kita makan dulu.", tambah Rico
"Baiklah. Kita makan dimana?", tanya Steven
"Di restaurant samping kantor aja biar tidak terlalu jauh. Karena nanti jam satu siang kita ada rapat.", jawab Rico
"Oke, apa sudah reservasi?", tanya Steven sambil bangun dari duduk nya
"Sudah.", ucap Danny
"Ayo.", ajak Steven
Ketiga laki laki gagah dan tampan itu pun berjalan bersama melewati banyak nya karyawan yang ada di perusahaan hingga keluar lobby. Tak sedikit mata yang memandangi ketiga laki laki tampan itu dengan terpesona.
Banyak karyawan wanita yang mencari perhatian kepada ketiga laki laki tampan itu berharap ada dari salah satu laki laki itu yang bisa menjadi pasangan nya kelak dan memperbaiki hidup. Namun ketiga laki laki itu sangat lah dingin dan tidak banyak omong, hanya Danny lah yang paling bisa di ajak bicara oleh karyawan.
Mereka bertiga keluar lobby dan masuk ke dalam mobil Steven yang terparkir di depan lobby perusahaan nya.
Steven segera melajukan mobil nya ke restaurant yang tak jauh dari perusahaan nya itu.
Sepuluh menit pun mereka sudah tiba di restaurant. Mereka menuju ruangan private dimana Danny sudah me reserve tempat tersebut.
Ketiga laki laki itu pun memesan makanan kepada salah satu pelayan yang datang menghampiri mereka saat mereka tiba di restaurant.
"Bagaimana dengan keadaan Celine, Steve?", tanya Rico
"Keadaan nya baik, hanya saja ia masih melupakan ku sebagai tunangan nya, walaupun dia tetap baik dan mau pergi dengan ku.", ucap Steven
"Sabar lah Steve, memulihkan ingatan seseorang tidak semudah itu, tapi aku yakin Celine pasti bisa mengingat semua nya.", ucap Danny yang tiba tiba bijak
"Tumben kamu bisa ngomong begitu Dan? Kesambet apa kamu? Hahaha.", ucap Steven tertawa
Rico yang biasa nya diam pun juga ikut tertawa.
"Sial, giliran aku bicara benar malah di kira kesambet.", ucap Danny kesal
Namun tidak sebetulnya kesal, karena mereka adalah sahabat yang tak terpisahkan.
Mereka pun masih terus berbincang hingga pelayan pun datang membawa makanan beserta minuman yang mereka pesan.
Setengah jam berlalu, waktu sudah menunjukkan pukul setengah dua belas siang, mereka pun bergegas kembali ka kantor karena sehabis ini mereka akan ada meeting lagi dengan klien luar negeri yang berasal dari Singapura.
Jam satu siang kurang lima belas menit pun mereka sudah tiba di kantor. Steven, Danny dan Rico kembali ke ruangan nya masing masing.
Rico yang saat itu menjadi asisten nya yang berhubungan dengan klien luar negeri pun sedang menyiapkan berkas berkas untuk meeting nanti.
Dina yang bertugas menyiapkan ruangan meeting pun sudah siap.
Rico pun segera menjemput Steven untuk segera ke ruang meeting.
tok...tok...tok...
"Masuk.", ucap Steven
"Steve, klien dari Singapura sudah datang.", ucap Rico datar
__ADS_1
"Oke.", ucap Steven singkat
Mereka berdua pun bergegas menuju ruang meeting.
Sesampainya di ruang meeting sudah ada Tuan David dan sekertaris nya tuan Reven beserta Dina.
Dina pun membukakan pintu untuk Steven dan Rico. Setelah Steven dan Rico masuk, Dina pun segera keluar dari ruangan meeting karena ia tidak ada sangkut paut nya dengan meeting tersebut.
"Perkenalkan tuan, ini Tuan David selaku dari perusaah XXX dari Singapura, dan ini tuan Reven sekertaris nya.", ucap Rico memperkenalkan pada Steven
"Hallo tuan David, tuan Reven.", ucap Steven sambil berjabat tangan dengan kedua laki laki itu.
"Hallo tuan Steven, ternyata anda masih muda ya tuan. Dan seperti nya usia kita tidak terlalu jauh.", ucap David
David merupakan klien Steven yang berasal dari Singapura, ia termasuk pembisnis muda yang sudah terkenal di Asia di usia nya yang masih muda yaitu dua puluh lima tahun. Tampang nya pun juga sangat tampan tak kalah dengan Steven.
Sedangkan Reven sekertaris dari David usia nya sudah lebih tua dari pada David, mungkin sekitar tiga puluh tahun.
"Iya tuan David, seperti nya umur kita tidak jauh beda.", ucap Steven basa basi
Setelah percakapan singkat, mereka pun memulai meeting tersebut.
Rico maupun Steven pun secara bergantian melakukan presentasi dengan sangat baik.
Setelah kurang lebih satu setengah jam, meeting pun selesai.
"Baik tuan Steven, secara keseluruhan saya suka dengan produk yang anda tawarkan, seperti nya juga akan laku di pasaran, nanti akan saya hubungi lagi bila kerja sama ini deal. Nanti asisten saya akan menghubungi asisten tuan Steven.", ucap tuan David
"Baik tuan David, besar harapan saya bila perusahaan kita bisa bekerja sama.", ucap Steven penuh harap
"Baik tuan Steven, kalau begitu saya permisi dulu.", ucap tuan David berdiri dan berjabat tangan dengan Steven
"Baik tuan, saya tunggu kabar baik nya, terima kasih tuan David.", ucap Steven sekali lagi
Steven dan Rico pun kembali duduk di kursi yang ada di ruang meeting itu setelah tuan David dan tuan Reven keluar dari ruangan meeting di antar oleh Dina.
"Mudah mudahan kerja sama kita bisa terjalin dengan tuan David. Karena aku berharap besar pada perusahaan nya. Selain mendapat keuntungan, perusahaan kita ini juga semakin terkenal di Asia.", ucap Steven sambil menyandarkan tubuh nya di kursi
"Iya, aku juga berharap seperti itu, karena perusahaan yang di pimpin tuan David itu sangat maju dan banyak perusahaan yang bekerja sama dengan nya pun ikut maju.", ucap Rico.
Steven duduk di kursi kebesaran nya. Ia membuka laptop nya dan memeriksa bermacam macam dokumen beserta menandatangi beberapa dokumen.
Pekerjaan nya hari itu sangat lah banyak, hingga ia lupa untuk sekedar memberi pesan kepada Celine.
*******
Di lain sisi, Celine sedang berada di kampus nya bersama Fanny dan Sally. Mereka bertiga sedang makan siang di kantin.
Mama Gladys tidak membiarkan Celine untuk sendiri dan juga tidak memberi ijin Celine untuk mengendarai mobil lagi karena trauma dengan kecelakaan itu. Sehingga kemana mana Celine akan di antar oleh supir pribadi nya.
"Cel, kamu mau makan apa? Biar aku pesenin.", ucap Fanny
"Aku ikut kamu aja Fan.", ucap Celine sambil duduk di salah satu kursi yang ada di kantin
"Yah sudah aku pesenin dulu ya.", ucap Fanny
"Ka Celine, aku juga pesen makan dulu ya sama ka Fanny.", ucap Sally
Celine pun mengangguk.
Celine duduk dengan tangan nya memangku wajah nya di atas meja seperti memikirkan sesuatu sambil menunggu Fanny dan Sally kembali.
Tak berapa lama Fanny dan Sally pun kembali dan mengagetkan Celine yang sedang melamun.
"Woyy!!!", teriak Sally dan Fanny berbarengan
"Astagah kalian, mengagetkan ku saja.", ucap Celine sambil mengelus dada nya
"Lagian kamu siang bolong begini malah melamun sendirian.", ujar Fanny
Fanny dan Sally pun duduk di samping dan depan Celine
"Aku tidak melamun.", ucap Celine
"Kalau tidak melamun lalu apa ka? Bengong? Hehe.", ucap Sally terkekeh
"Engga kok, aku hanya berpikir saja, kapan ingatan ku akan pulih kembali.", ucap Celine lirih
__ADS_1
"Kamu gausa mikirin itu, nanti pelan pelan juga ingatan mu akan pulih.", ucap Fanny sambil mengelus punggung tangan Celine
"Iya ka, jangan terlalu memaksa diri, nanti malah ingatan kakak akan hilang selamanya. Nanti kakak ga bisa ingat kenangan kita dulu lagi ", ucap Sally yang merangkul Celine di samping nya
"Terima kasih ya Fan, Sal. Kalian memang sahabat baik ku.", ucap Celine tersenyum
Tak berapa lama makanan mereka pun sampai, mereka pun segera makan karena sudah lapar.
Karena hari itu mereka bertiga sudah tidak ada jadwal kuliah lagi, mereka pun memutuskan untuk pulang ke rumah masing masing. Sedangkan Celine akan ke perusahaan sebentar sambil membantu pekerjaan ka Axel.
*******
Di ruang Steven
Jam sudah menunjukkan pukul empat kurang lima belas menit, Danny pun sudah memberi tau bahwa mereka akan meeting sebentar lagi.
Steven masih di ruangan nya untuk mengerjakan pekerjaan nya yang sedikit lagi selesai, sehingga ketika nanti selesai meeting, kerjaan nya tidak banyak dan bisa segera pulang.
Steven pun menyusul ke ruangan meeting dimana Danny dan Dina sudah berada disana bersama klien nya yang berasal dari Yogyakarta.
Dina pun membukakan pintu untuk Steven.
"Maaf tuan saya terlambat.", ucap Steven yang baru masuk
"Tidak masalah tuan Steven.", ucap klien nya
"Tuan perkenalkan, ini tuan Joni dan nona Dena dari perusahaan YYY di Yogyakarta.", ucap Dina memperkenalkan
"Selamat datang tuan Joni dan nona Dena. Silahkan duduk kembali.", ucap Steven sambil berjabat tangan dan kemudian duduk.
"Kalau gitu kita mulai saja ya tuan biar tidak berlama lama lagi.", ucap Steven
Steven pun menerima berkas dari Danny dan segera melakukan presentasi. Setiap presentasi memang sengaja Steven sendiri yang akan melakukan nya demi meyakinkan klien nya tersebut. Ia tidak mau hanya di bilang boss besar namun tak bisa apa apa dan hanya menyuruh bawahan, Steven mau memberikan contoh yang baik bagi karyawan nya.
Tuan Joni pun terkesan dengan cara presentasi Steven begitu juga produk yang ia tawarkan begitu menjanjikan.
Tuan Joni pun langsung setuju untuk menyupply barang di perusahaan Steven untuk memperlancar semua produksi produk nya tersebut.
"Baik tuan Steven, saya setuju dengan kerja sama ini, saya rasa Kita akan saling menguntungkan.", ucap tuan Joni yang umur nya sudah sekitaran papa Andrew
"Terima kasih tuan Joni. Nanti untuk selanjutnya akan di hubungi oleh Danny asisten saya.", ucap Steven
"Iya tuan Steven. Saya tidak menyangka tuan Andrew mempunyai putra yang sangat tampan namun juga sangat pintar.", ucap tuan Joni
"Terima kasih tuan Joni, tapi saya masih jauh di banding kan papa saya yang sudah lebih hebat dari segala Hal.", ucap Steven
"Buah kan jatuh tidak jauh dari pohon nya. Kelak kamu akan menjadi seperti papa mu.", ucap tuan Joni
"Terima kasih sekali lagi tuan Joni.", ucap Steven
Tak berapa lama tuan Joni dan sekertaris nya Nona Dena pun keluar dari ruang meeting di antarkan oleh Dina.
Steven mendudukan kembali diri nya di kursi.
"Danny, kau urus semua nya ya. Aku akan pulang. Aku sangat lelah.", ucap Steven
"Oke, kamu tenang saja. Akan aku urus semua nya.", ucap Danny
Steven dan Danny pun kembali ke ruangan mereka.
Steven yang sudah menyelesaikan semua pekerjaan nya pun memutuskan untuk pulang, karena waktu sudah menunjukkan pukul enam sore.
🦩🍀🦩🍀🦩🍀🦩
.
.
.
Hai guys, jangan lupa Like, comments & Vote nya ya. Thankyou and happy reading 😊😊😊
.
.
.
__ADS_1