
Saat ia sedang mematikan tv dan juga membereskan meja, tiba tiba terdengar suara ketukan pintu.
Fanny seketika menoleh ke arah pintu dan jam dinding bergantian.
"Siapa yang bertamu malam malam seperti ini? Apa ia tidak tau waktu ya? Apa jangan jangan itu bukan manusia tapi........", gumam Fanny
Tok...tok...tok....
Terdengar lagi suara ketukan pintu. Fanny semakin takut.
Karena sudah di landa rasa takut, ia memutuskan untuk segera mematikan lampu di ruangan tersebut dan segera berlari masuk ke kamar nya.
Namun suara ketukan pintu terdengar semakin keras dan tidak mau berenti.
Mama Nita yang mendengar pun jadi terbangun dan melihat jam yang ada di kamar yang sudah menunjukkan pukul setengah sepuluh malam.
Mama Nita pun penasaran siapa yang bertamu semalam itu.
Saat mama Nita keluar kamar dengan wajah nya yang masih mengantuk, tiba tiba pintu kamar Fanny terbuka dan Fanny mengintip dari dalam kamar.
"Ma... sudah jangan di buka, aku takut. Nanti kalau maling atau hantu bagaimana? Kita hanya berdua di rumah. Wanita pula.", ucap Fanny setengah berbisik
"Tapi ketukan pintu itu tidak berhenti Fanny, mungkin tetangga ada yang sedang membutuhkan bantuan Kita.", ucap mama Nita
"Tapi kalau bukan bagaimana ma?? Aku takut.", ucap Fanny lagi
"Yauda coba mama cek dulu, siapa tau tetangga atau orang yang kita kenal.", ucap mama Nita sambil berjalan menuju pintu utama.
Fanny yang takut pun akhir nya mengikuti mama Nita sambil bersembunyi di balik tubuh mama Nita.
Fanny memang sedari dulu anak yang penakut, tidak heran ia selalu berpikiran kalau ada hantu.
Mama Nita menyalakan lampu ruangan tersebut dan mengambil payung panjang yang ada di dekat pintu, takut kalau kalau itu adalah maling hingga bisa langsung di pukul oleh mama Nita.
Mama Nita pun mulai memutar kunci pintu tersebut, dan menatap Fanny sambil menghembuskan napas panjang.
Saat pintu di buka ............
"SURRISE!!!!!", teriak seorang laki laki namun tak terlihat wajah nya karena tertutup bouquet bunga yang sangat besar.
Namun tak berapa lama terdengar suara yang lain
BUKK......BUKK.....
Karena sudah sangat takut, mama Nita pun akhir nya memukul laki laki tersebut dengan payung yang ada di tangan nya dan tepat mengenai kepala laki laki tersebut.
Laki laki itu pun seketika memundurkan tubuh nya dan hampir terjatuh akibat pukulan tersebut, namun tidak sampai jatuh.
Saat pintu telah di buka, Fanny baru sadar bahwa yang datang adalah ka Axel dengan membawa satu bouquet bunga yang sangat besar dan hampir terjatuh.
"KA AXEL!!!!", teriak Fanny
"Astagah!!! Ternyata Axel. Maafkan tante Axel.", ucap mama Nita yang segera menaruh payung tersebut sembarang arah
Fanny dan mama Nita segera memegang lengan Axel di kiri kanan nya dan membantu ka Axel berjalan karena kepala Axel terasa pusing setelah di pukul payung tadi.
"Masuk dulu ya.", ucap mama Nita
Fanny dan mama Nita membawa Axel masuk ke dalam rumah dan duduk di sofa ruangan tersebut.
Fanny melihat luka di kepala ka Axel akibat pukulan payung tadi, sedangkan mama Nita menuju dapur untuk mengambil minum dan mengambil kotak P3K.
"Ka Axel, kenapa kakak tidak memanggil ku dari tadi? Atau mengirim pesan pada ku? Sekarang jadi seperti ini kan, kepala kakak luka, untuk tidak besar luka nya.", ucap Fanny khawatir sambil melihat luka di kepala ka Axel
"Apa luka nya sakit?", tanya Fanny lagi
Luka ka Axel tepat nya berada di pelipis sebelah kiri nya. Ada luka goresan karena terkena ujung payung tadi.
__ADS_1
"Aku tidak apa apa.", ucap Ka Axel datar
Tak lama mama Nita pun datang dengan membawa minum dan kotak P3K dan segera menaruh nya di atas meja depan sofa.
"Axel, maafkan tante ya. Tante kira ada maling atau hantu. Habis Fanny juga nakut nakutin tante, tante jadi takut. Malah tante tadi sudah tidur, jadi tante belum sadar sepenuhnya.", ucap mama Nita
"Iya tante tidak apa, Axel yang salah datang malam malam begini dan tidak ijin dulu. Maaf ya tante.", ucap Axel
"Iya nak Axel. Sini tante obatin luka kamu.", ucap mama Nita
"Gausa tante tidak apa apa. Nanti biar Fanny aja yang obatin. Maaf sudah mengganggu waktu istirahat tante malam malam.", ucap Axel lagi
"Tante lanjutin tidur aja lagi, aku juga sebentar lagi pulang.", ucap Axel.
"Baiklah, sekali lagi tante minta maaf ya Axel.", ucap mama Nita
Mama Nita pun pergi dari ruang tersebut dan menuju kamar nya karena waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh malam.
Setelah tidak ada mama Nita barulah mereka berdua mengobrol.
Fanny segera mengambil gelas berisi air minum dan memberi nya pada ka Axel dan Axel pun meminum nya hingga habis.
Fanny membuka kotak P3K dan mengambil cairan berwarna kuning dan kapas bersih untuk membersihkan luka ka Axel.
Saat Fanny ingin membersihkan luka ka Axel, ka Axel pun menahan nya.
"Tidak usah, biar aku saja.", ucap Ka Axel menahan tangan Fanny
"Kakak tuh tidak bisa melihat luka kakak, bagaimana mau mengobati sendiri? Sudah biar aku saja.", ucap Fanny
Fanny dengan segera membersihkan luka ka Axel dengan sangat pelan pelan karena takut ka Axel akan kesakitan.
Setelah di bersihkan, Fanny memberi nya obat merah dan menutup nya dengan hansaplas agar luka nya tidak kena debu dan mengakibatkan infeksi.
Saat di obati Fanny, ka Axel hanya diam sambil menatap wajah Fanny yang tenang tanpa berkedip dengan perasaan nya yang campur aduk.
Namun seketika Fanny jadi salah tingkah karena melihat tatapan mata ka Axel dan membuat pipi nya jadi memerah.
"Ka... Ka Axel, mengapa menatap ku seperti itu?", tanya Fanny gugup
"A...ahh... tidak... tidak apa.", ucap Ka Axel yang sadar dari lamunan nya yang sedari tadi memandangi Fanny namun masih bisa mengkondisikan raut wajah nya.
"Oh ya, ada apa ka Axel kesini malam malam begini? Bukan nya kakak masih di Surabaya?", tanya Fanny
"Ini untuk mu.", ucap Ka Axel sambil memberikan satu bouquet bunga yang sangat besar kepada Fanny
Seketika Fanny membuka mata dan mulut nya dengan lebar.
"I...ini untuk ku ka?", tanya Fanny terkejut
"Iya ini untuk kamu.", ucap Ka Axel datar
"Tapi untuk apa?", tanya Fanny yang kembali sadar
"Maaf tadi aku tidak bisa datang ke kampus saat kamu sidang karena aku masih di Surabaya dan aku baru terbang dari sana jam 7 malam, Maka nya aku baru kesini.", jelas ka Axel
"Selamat atas kelulusan mu.", ucap Ka Axel lagi
"Terima kasih ka. Berkat kakak, aku bisa lulus, tapi maaf juga ka, nilai ku tidak bisa dapat A, nilai ku hanya B.", ucap Fanny kembali lesu
"Mau berapa pun nilai mu, itu adalah hasil usaha mu sendiri dan kamu harus bangga akan hal itu.", ucap Ka Axel
Fanny pun mengangguk
"Terima kasih banyak ka.", ucap Fanny
"Oh ya, tapi kenapa tidak besok saja kesini nya ka? Kakak harus kesini malam malam dan kena pukul mama ku.", ucap Fanny
__ADS_1
"Tidak apa, tadi aku sekalian dari bandara langsung kesini dan ingin memberi mu ini. Kan kamu belum pernah di kasih bunga seperti ini.", ucap Ka Axel datar
Seketika wajah Fanny menjadi sedih sambil memandangi bouquet bunga yang ada di dalam genggaman nya.
astaga Fanny, apa yang kamu pikirkan?
kamu kira ka Axel datang kesini benar benar ingin memberi kejutan untuk mu?
bahkan bunga yang ia beli saja karena tau aku tidak pernah di belikan bunga
mengapa kamu tidak pernah sadar Fanny????
Ungkapan suara hati Fanny yang sangat menghadapkan cinta dari ka Axel, namun buyar dalam sekejap.
"Fan... Fanny.", panggil ka Axel
"Eh... Iya ka.", ucap Fanny yang sadar dari lamunan nya dan tersenyum kikuk.
Sedangkan si laki laki datar itu tidak merasa bersalah sama sekali, sungguh tidak peka terhadap perasaan perempuan.
"Yah sudah kalau gitu aku pulang dulu ya. Maaf sudah mengganggu malam malam. Cepat lah tidur.", ucap Ka Axel sambil berdiri dan melangkah ke arah pintu.
"Iya ka. Terima kasih sekali lagi atas bunga nya.", ucap Fanny mencoba tersenyum.
Ka Axel pun segera keluar rumah dan menuju mobil taxi yang sedari tadi menunggu di depan, karena ka Axel tidak sempat pulang ke rumah tadi untuk mengambil mobil nya.
Sedangkan Fanny langsung menutup pintu setelah mobil yang ka Axel tumpangi sudah tak tampak.
Fanny berdiri di balik pintu sambil menatap bunga tersebut. Sungguh bouquet bunga yang sangat indah dan terdapat boneka kecil bermotif wisuda, tak kalah indah seperti yang di belikan ka Axel untuk Celine waktu itu.
Fanny sungguh berharap ka Axel memiliki rasa yang sama dengan nya, namun apa yang ia harapkan seperti nya sia sia. Ka Axel hanya menganggap nya adik dan tidak lebih.
Karena sudah malam, Fanny pun segera masuk ke dalam kamar dan membawa bunga tersebut dan meletakkan nya di meja belajar nya.
Fanny memutuskan untuk langsung naik ke atas ranjang dan merebahkan diri nya dengan perasaan yang sangat sedih.
Tak butuh waktu lama Fanny pun sudah terlelap dalam tidur nya.
********
Sedangkan di mobil taxi yang di tumpangi oleh ka Axel.
Ka Axel hanya menatap ke arah luar jendela, melihat pemandangan kota Jakarta yang masih banyak lampu yang menyala dengan tatapan kosong nya.
Entah perasaan apa dan apa yang sedang ka Axel pikirkan, hanya dia seorang yang tau.
Memang hati laki laki itu sangat sulit sekali untuk di tebak, bahkan keluarga nya sekalipun.
Laki laki tampan nan dingin yang sulit sekali untuk mengungkapkan perasaan nya pada wanita.
🦩🍀🦩🍀🦩🍀🦩
.
.
.
Hai guys, jangan lupa Like, Comment & Vote nya ya. Karena itu sangat berguna untuk author. Thankyou and happy reading 😁😁😁
.
.
.
__ADS_1