
Keesokan hari nya, Rico sudah bangun pagi pagi, ia memilih untuk berolahraga sebentar untuk menyegarkan tubuh nya. Rico termasuk orang yang suka berolahraga. Sama hal nya dengan Steven.
Setelah berolahraga, ia mengeringkan tubuh nya sebentar di atas balkon sambil memandangi city view dari Singapura sambil menyeruput kopi yang sudah ia seduh tadi. Karena kebetulan saat itu ia menginap di salah satu apartment yang ada di tengah kota Singapura.
Saat sedang memandangi pemandangan kota Singapura, tiba tiba ia teringat dengan wajah cantik dari seorang gadis. Ya.... wajah cantik Davina. Walau terlihat tidak bergaul, tapi Davina sebenarnya memiliki wajah yang cantik, bila ia sedikit lebih berdandan atau merubah penampilan nya.
Ia terbayang wajah cantik Davina dari jarak dekat. Karena memang Rico sendiri pun belum memiliki seorang kekasih dari masa SMA nya. Dulu memang ia pernah mempunyai seorang pacar, tapi waktu SMP dan ia sudah hilang kontak dengan mantan pacar nya itu.
Sewaktu SMA bukan nya Rico tidak mau mencari pacar, hanya saja ia sedang tidak berfokus mencari pacar dan ia pun mencari yang memang cocok dengan kriteria wanita nya. Sehingga ia pun tidak tertarik mencari wanita dalam waktu dekat.
Ia pun juga merasa umur nya masih sangat muda, ia masih mau bebas dengan hidup nya tanpa memikirkan betapa ribet nya nanti bila mempunyai pacar yang posesif, apalagi nanti memiliki seorang istri yang banyak mau nya dan cemburuan. Itulah yang ada di pikiran Rico.
Selesai ngopi dan berjemur di bawah sinar matahari, Rico pun segera membersihkan tubuh nya di kamar mandi.
Lima belas menit berlalu, Rico pun sudah selesai mandi, ia segera memakai baju nya yang sudah ia siapkan terlebih dahulu tadi sebelum mandi.
Setelah nya Rico menghubungi anak buah nya untuk menjemputnya nanti pukul dua belas siang, karena ia akan ada jadwal penerbangan pukul setengah 2 siang.
Setelah menghubungi anak buah nya, ia pun segera membereskan koper nya beserta perlengkapan yang ia bawa dan meletakkan koper nya di ruang tamu agar bisa ia langsung bawa nanti.
Selesai beres beres, jam menunjukkan pukul setengah sepuluh pagi, ia pun memutuskan untuk keluar sebentar untuk mencari makan, karena dari pagi ia belum sempat sarapan dan sekalian makan siang. Karena nanti sudah tidak ada waktu untuk makan siang lagi.
Ia mencari makan di restaurant yang lumayan agak jauh dari apartment nya. Ia makan di daerah dekat patung Merlion, bangunan khas dari negara Singapura.
Setelah makan, ia berjalan jalan sebentar di sekitaran patung Merlion tersebut, sembari menikmati pemandangan negara Singapura. Karena ia sudah cukup lama tidak ke Singapura.
Sudah selesai memandangi negara Singapura, tepat pukul sebelas, ia pun kembali ke apartment nya karena satu jam lagi anak buah nya akan menjemput nya di apartment nya.
Selama disana, Rico selalu menggunakan MRT bila ingin berpergian, namun saat ke sekolah Davina kemarin, ia memilih untuk membawa mobil yang sudah ia sewa. Namun sebenarnya Rico lebih suka naik MRT, selain cepat, mudah, juga sangat efisien jika ingin pergi kemana mana, karena memang Singapura negara yang tidak terlalu besar.
Pukul setengah dua belas, Rico sudah sampai di apartment nya. Tak berselang lama anak buah nya pun datang untuk menjemput nya. Ia pun memasukkan koper nya ke dalam mobil dan segera berangkat menuju bandara Changi Airport, Singapura.
Tepat pukul dua belas ia sudah sampai di bandara dan ia segera melakukan check-in di imigrasi. Setelah semua nya selesai, ia pun menunggu di ruang tunggu.
Sambil menunggu jam keberangkatan nya, ia pun memilih untuk pergi ke coffee shop yang ada di dalam bandara dan memesan kopi. Lagi lagi di dalam pikiran nya, terlintas wajah Davina. Hal itu membuat pikiran nya jadi kacau. Padahal ia juga sudah biasa bila melihat wanita cantik, namun seperti ada yang berbeda dengan Davina.
Tak berselang lama jadwal penerbangan nya pun sudah tiba, gate untuk naik pesawat pun sudah di buka. Ia segera masuk ke dalam pesawat dan menunggu hingga ia tiba di Indonesia.
*********
Di sisi lain, Steven merasa hubungan nya semakin tidak aman, karena David seringkali datang mengahampiri Celine di perusahaan nya.
__ADS_1
Baik David maupun Celine belum mengetahui sama sekali. David belum mengetahui siapa tunangan Celine. Celine pun juga belum tau bahwa David adalah klien kerja nya Steven juga. Hanya Steven lah yang sudah mengetahui kedua nya.
Steven masih belum bisa untuk memberitau pada David bahwa ia adalah tunangan Celine, karena ia ingin mencari tau lebih dulu siapa itu David. Dan juga ia tidak mau kalau sampai itu merusak kerjasama di perusahaan nya.
Namun hari itu, Steven berencana untuk memberitau semua nya kepada Celine. Karena bagaimana pun Celine harus tau dan itu juga sebagai antisipasi agar Celine bisa lebih waspada terhadap David.
Hari itu hari sabtu, Steven sudah tau kalau hari itu Rico akan kembali ke Indonesia.
Steven mengajak Celine untuk pergi bersama. Seperti orang pacaran pada umum nya, pada malam minggu mereka biasa akan pergi ke sebuah restaurant atau pergi ke mall.
Karena ingin membahas sesuatu hal yang penting, Steven lebih memilih untuk mengajak Celine ke restaurant tempat waktu itu ia melamar Celine.
Memang sedikit demi sedikit Celine sudah bisa menerima bahwa Steven adalah tunangan nya, sedikit demi sedikit juga ingatan nya mulai pulih, walaupun belum sepenuhnya. Semua nya berkat support keluarga dan orang orang terdekat nya.
Sesampainya di restaurant, mereka berdua pun memesan makanan kesukaan mereka masing masing. Karena kebetulan restaurant itu dekat dengan pantai, jadi makanan yang ada disana pun lebih banyak menu seafood.
Selesai memesan makanan dan minuman, Steven pun mulai membuka obrolan penting itu.
"Sayang, aku ingin bicara sesuatu.", ucap Steven sambil menggenggam sebelah tangan Celine
"Mau bicara apa sayang?", tanya Celine yang masih biasa
"Ini soal laki laki yang berusaha mendekati mu.", ucap Steven to the point
"Iya, aku tau kalau selama ini ada laki laki yang mau mendekati mu.", ucap Steven
"Kamu tau dari mana?", tanya Celine
"Kamu ga perlu tau aku tau dari mana, tapi aku tau siapa dia. Dia David, klien kamu.", ucap Steven
"Iyaa. Memang beberapa kali ia mencoba mendekati ku. Awal nya aku hanya biasa saja, namun lama kelamaan ia jadi semakin mengejar ku. Aku pikir aku bisa mengatasi nya sendiri, aku gamau bikin kamu jadi salah paham.", ucap Celine
"Aku ngerti di posisi kamu, dan aku juga udah Cari tau siapa dia. Sebelum dia menjadi klien kamu, dia sudah lebih dulu menjadi klien ku sampai sekarang.", ucap Steven
"Maksud kamu?? Dia klien kamu juga??", tanya Celine
"Iya, dia klien ku dari Singapura. Dia termasuk orang yang berpengaruh di negara nya. Aku bekerja sama dengan nya agar perusahaan ku juga bisa naik dan bisa terkenal di perusahaan nya.", ucap Steven
"Lalu??", tanya Celine
"Aku juga tau dia sedang menyukai seseorang. Awal nya aku tidak tau dia siapa. Dia juga tidak pernah menyebutkan nama wanita itu. Sampai aku dengar bahwa kamu di dekati seorang pria, barulah aku mencari tau nya. Dan ternyata benar bahwa ia mendekati mu.", ucap Steven
__ADS_1
"Lalu aku harus bagaimana? Apa dia tau kalau kita sudah bertunangan??", tanya celine lagi
"Ia sudah tau kalau aku sudah bertunangan, dan dia juga sudah tau kalau kamu mempunyai tunangan. Tapi ia tidak tau kalau kamu adalah tunangan ku.", ucap Steven
"Lalu kenapa kamu ga bicara sama dia kalau memang kita sudah bertunangan?", tanya Celine
"Tadi nya aku ingin memberitau nya kalau kamu adalah tunangan ku. Tapi saat aku tanya pada nya, apa ia akan tetap mengejar wanita itu walaupun ia sudah mempunyai tunangan, jawaban nya adalah YA. Iya akan tetap mengejar mu walaupun ia sudah tau kalau itu salah.", ucap Steven
"Lalu aku harus bagaimana? Aku juga sudah menolak nya. Tapi ia terus saja datang ke perusahaan ku dengan alasan akan meeting dan sebagainya.", ucap Celine
"Aku juga sedang mencari ide bagaimana membuat ia menyerah dan menjauh dari mu, tapi aku rasa itu bukan hal yang mudah. Karena kalau aku melihat sifat nya, ia tidak akan menyerah sebelum mendapatkan apa yang ia ingin kan.", ucap Steven
"Tapi ga mungkin kita kaya gini terus. Aku jadi merasa tidak nyaman. Tapi aku juga bersyukur kamu sudah tau, jadi aku tidak perlu merasa bersalah dan menutupi sesuatu dari mu.", ucap Celine
"Iya, mungkin kita tidak bisa membuat nya jauh dari mu. Tapi aku berharap, kamu bisa menjaga hati mu hanya untuk ku. Karena itu lah harapan ku satu satu nya. Yakin akan cinta kita berdua kalau kita akan terus bersama.", ucap Steven
"Iya sayang, aku janji akan menjaga hati ku hanya untuk kamu.", ucap Celine
"Terima kasih sayang.", ucap Steven tersenyum
Tak berapa lama makanan dan minuman yang mereka pesan pun datang. Mereka makan dengan di selingi obrolan ringan. Mereka sudah kembali tertawa seperti tidak ada omongan serius sebelumnya.
Dalam hati Steven sudah ada rasa tenang karena sudah menceritakan semua nya pada Celine, namun ia belum sepenuh nya lega karena memikirkan David yang masih belum menyerah pada Celine.
Ia masih memikirkan cara bagaimana membuat David menyerah, karena ini juga pasti akan berhubungan dengan nasib kerjasama perusahaan nya yang selama ini ia bangun.
David adalah orang yang berpengaruh di negara nya, bila ia sampai salah langkah, mungkin kedepan nya akan lebih sulit mencari klien besar seperti David. Karena dunia bisnis tidak lah semudah yang kita pikirkan. Akan ada banyak masalah di antara para bos bos besar yang pasti nya tidak akan terlibat dengan mereka secara langsung. Namun ia mempunyai kaki tangan dimana mana untuk menghancurkan musuh nya.
🦩🍀🦩🍀🦩🍀🦩
.
.
.
Hai guys, jangan lupa Like, Comment & Vote nya yaa. Di tunggu next eps nya tiap malam yaa. Thankyou and happy reading 😁😁😁
.
.
__ADS_1
.