
Hari berganti hari, kondisi Celine sudah semakin membaik. Ia pun juga sudah di perbolehkan untuk pulang dari rumah sakit setelah di rawat kurang lebih seminggu. Biar Luka yang di alami Celine juga lebih cepat pulih karena ia tidak boleh banyak bergerak.
Setelah di perbolehkan oleh dokter bahwa Celine sudah boleh pulang, semua keluarga sudah berada di rumah sakit untuk mengantarkan Celine pulang ke rumah. Sedangkan Steven sedang mengurus biaya administrasi di kasir rumah sakit.
Semua keluarga sangat senang karena Celine sudah lebih membaik, luka nya pun sudah mulai kering, walaupun belum bisa banyak bergerak karena takut luka nya akan terbuka lagi.
Mama Gladys yang tidak mau anak gadis nya itu kenapa napa memutuskan untuk mengajak Celine dan Steven untuk tinggal sementara di rumah mama Gladys.
"Celine, Steven, kalian tinggal di rumah mama dulu ya. Biar mama bisa jagain Celine sampai dia sembuh total. Karena kan dia belum boleh banyak bergerak.", ucap mama Gladys pada Celine dan Steven yang sudah berada di kamar rumah sakit.
"Bagaimana sayang?", tanya Celine pada Steven
Karena biar bagaimana pun, Celine sudah menjadi istri Steven yang harus mendengar dan menunggu keputusan dari suami nya.
"Yah sudah ma kita tinggal di rumah mama dulu. Nanti setelah Celine sembuh, baru kita pindah ke rumah kita ma.", ucap Steven tersenyum
Celine yang di samping nya pun langsung tersenyum senang karena ia masih punya banyak waktu agar bisa dekat dengan mama nya itu.
"Terima kasih sayang.", ucap Celine sambil memeluk lengan suami nya itu
"Iya sayang, apapun akan aku lakukan supaya kamu senang.", ucap Steven sambil mengelus kepala Celine dengan penuh kelembutan
"Tapi bagaimana kalau kita ke rumah baru kalian dulu?? Biar kita bisa liat rumah baru kalian. Kan kalian juga belum sempat melihat nya bukan??", ucap mama Karin
"Ahh iyaa boleh juga tuh, sekalian mama dan papa juga punya hadiah buat kalian berdua sebagai hadiah pernikahan kalian.", ucap mama Gladys
"Yah sudah, Ayo sebaiknya kita berangkat sekarang.", ucap papa Andrew
Mereka semua pun keluar dari kamar rumah sakit menuju parkiran. Steven tak henti nya membantu Celine untuk berjalan karena masih ada terasa sedikit ngilu saat berjalan.
Kebetulan saat itu hanya ada para orang tua yang datang ke rumah sakit, sedangkan Sally juga ka Axel tidak ikut menjemput mereka karena mereka beserta Fanny sedang menyiapkan kejutan di rumah baru Steven dan Celine.
Setelah selesai dengan semua urusan di rumah sakit, ketiga mobil itu pun berbarengan untuk menuju rumah baru Steven dan Celine yang memang sudah Steven beli sebelum ia menikah dengan Celine. Karena hari pun sudah sore, mereka pun memutuskan untuk sekalian makan malam di rumah baru Steven dan Celine.
Kurang lebih sekitar tiga puluh menit, mereka pun tiba di depan rumah megah yang ada di depan mereka.
Celine yang memang belum pernah melihat rumah baru nya itu sampai di buat terkagum kagum melihat kemegahan dan keindahan rumah tersebut.
Mereka semua keluar dari mobil dan memasuki halaman rumah mewah tersebut.
"Sayang, apa benar ini rumah kita???", tanya Celine yang tak henti nya membuka mata dan mulut nya karena melihat rumah di depan nya itu
"Iya sayang, ini rumah kita dan calon anak anak kita nanti.", ucap Steven sambil merangkul Celine
"Besar sekali rumah ini sayang. Bahkan lebih besar dari rumah ku atau rumah kamu dulu. Tanaman nya juga bunga bunga nya sangat indah.", ucap Celine
"Iya sayang. Aku khusus membuat ini hanya untuk mu. Dan kamu akan terkejut melihat dalam serta halaman belakang nya.", ucap Steven tersenyum
"Sayang, rumah kalian bagus sekali.", ucap mama Gladys
"Iya ma, bahkan aku tidak menyangka akan punya rumah seindah ini ma.", ucap Celine
"Ayo kita ke dalam, mama ingin lihat isi dalam rumah kalian.", ucap mama Karin
"Ayo ma kita masuk.", ucap Steven
__ADS_1
Mereka semua pun menuju pintu utama yang ada di rumah itu. Pintu utama yang sangat megah dengan Pilar pilar tinggi di bagian kiri dan kanan nya menambah kesan mewah.
Rumah megah yang terdiri dari 2 lantai itu pun sangat terlihat luas dan megah. Dengan design interior yang tak kalah mewah.
Rumah dari tampak luar yang terdiri dari 2 lantai, terlihat pula air mancur yang menghiasi halaman depan rumah Steven dan Celine. Tanaman yang di susun dan di tata dengan rapi.
Begitu masuk, pintu utama sudah di bukakan lebar lebar oleh 2 pelayan wanita yang siap menyambut tuan rumah mereka.
"Selamat datang, tuan dan nyonya.", ucap kedua pelayan wanita itu dengan rasa hormat.
Memasuki rumah tersebut, mereka menuju ruang keluarga dimana mereka bisa bersantai sekaligus bercengkrama dengan sesama anggota keluarga yang lain.
Ruang keluarga yang sangat besar, terdiri dari sofa sofa besar yang ada disana. Begitu juga chandelier light atau lampu gantung yang sangat indah menghiasi ruangan tersebut.
Setelah puas berlama lama duduk di ruang keluarga yang terdapat sofa besar yang sangat empuk, mereka pun beralih untuk melihat dapur bersih yang ada di rumah itu.
Dapur bersih yang di buat sedemikian rapi dan luas juga bersih menambah kesan nyaman di dalam nya. Di hiasin dengan meja marmer yang menambah kesan mewah. Membuat siapapun jadi betah berlama lama memasak di dapur dengan pemandangan yang indah dan juga tak lupa rumah di buat banyak jendela agar sinar matahari bisa masuk dengan puas nya yang membuat rumah semakin hangat dan terang.
Ruang makan yang sangat mewah, dengan berhiaskan bunga bunga di atas meja serta di sudut sudut ruang makan menambah kesan mewah. Kursi dan meja yang nampak serasi dengan warna lantai marmer serta meja rias di ruangan tersebut.
Kamar tidur utama bagi Celine dan Steven yang berada di lantai atas dengan pancaran sinar matahari yang masuk dengan sempurna. Design yang di buat modern seperti jiwa mereka yang memang masih muda. Namun kesan mewah tetap terlihat di setiap sudut kamar itu. Memang kamar tersebut di design semodern dan sesimple mungkin. Mereka menginginkan kamar yang tidak terlalu banyak barang, mereka lebih suka kamar yang luas dengan di isi beberapa perabot yang minimalist.
Sesampainya di halaman belakang, semua terkejut dengan apa yang mereka lihat di depan mereka. Halaman belakang yang sangat luas dengan kolam renang super besar. Pantulan cahaya dari dalam kolam renang, kursi kursi santai yang berjejer di pinggir kolam membuat rumah tersebut semakin nyaman.
"SURPRISE!!!!!", teriak Sally, Fanny dan Linda berbarengan yang membuat Steven, Celine dan kedua orang tua mereka langsung menengok ke arah mereka.
Ya memang Linda hari itu ikut dalam merayakan kepulangan Celine dari rumah sakit, sekaligus menyambut mereka di rumah baru mereka. Begitu juga dengan Danny dan Rico yang hadir disana.
"Sally, Fanny, Linda, ka Axel. Kalian disini???", ucap Celine senang yang hampir saja mau berlari menghampiri sahabat nya itu namun langsung di tahan oleh Steven
"Heiii..... kamu mau kemana?? Memang nya kamu sudah bisa berlari???", ucap Steven pada Celine
Namun Celine hanya terkekeh
"Oh iyaa aku lupa, aku kan baru pulang dari rumah sakit. Hehehe.", jawab Celine
Fanny, Sally, Linda dan ka Axel pun segera menghampiri mereka dengan membawa bouquet bunga yang sangat besar, juga kue beserta balon balon
"Kakak ipar, akhir nya kakak pulang jugaaa.", ucap Sally kesenangan dan memeluk kakak ipar nya itu
"Iyaa, aku juga senang akhir nya bisa pulang. Aku sudah tidak betah berlama lama di rumah sakit.", ucap Celine sambil melepaskan pelukan nya
"Haii Nona Celine, Selamat datang di rumah mewah mu.", ucap Fanny tertawa
__ADS_1
"Heii kamu, kamu akan aku pekerjaan disini menjadi pelayan ku. Hahaha.", balas Celine tertawa terbahak bahak
Mereka pun saling berpelukan
"Aku senang kamu sudah pulang.", ucap Fanny
"Iyaa aku juga.", ucap Celine
"Cel, welcome home. akhir nya kamu bisa pulang juga.", ucap Linda
"Iyaa, terima kasih yaa Linda.", ucap Celine memeluk Linda
"Dek, kakak senang kamu sudah sembuh dan kamu sudah boleh pulang. Kakak harap kamu bisa lebih menjaga kesehatan mu yaa. Karena kakak tidak bisa mengawasi mu lagi seperti dulu, karena kamu sudah punya suami.", ucap Ka Axel memeluk erat Celine
"Iyaa ka, terima kasih ya ka atas semua nya.", ucap Celine senang
"Celine, akhir nya kalian bisa pulang juga. Selamat yaaa.", ucap Danny dan Rico bersamaan.
Mereka pun bergantian mengucapkan Selamat kepada Steven atas hidup baru Steven dengan Celine dan juga sebagai open house bagi rumah baru mereka.
Kedua orang tua baik Steven dan Celine pun sangat bahagia melihat keakraban antara mereka semua.
"Uhh.... bau gosong apa ini?", ucap mama Karin
"ASTAGA!!! aku lupaaa.", ucap Sally dan Fanny yang langsung berlarian menuju alat panggang yang mereka sudah siapkan untuk bbq party di pinggir kolam renang.
"Ada apa sama mereka?", tanya mama Gladys
"Tadi mereka sedang memanggang daging tante.", ucap Linda
"Astaga mereka benar benar ceroboh. Untung saja ini di outdoor.", ucap mama Gladys
Mereka semua pun tertawa.
Setelah itu, mereka pun menuju meja makan yang sudah di siapkan di samping kolam renang. Di atas meja sudah tersedia berbagai macam makanan untuk menyambut kedatangan Celine dan Steven.
Mereka pun makan malam sambil berbincang bincang. Sedangkan yang memasak sudah di ambil alih oleh chef yang bekerja di rumah tersebut. Tak lupa para pelayan yang dengan siap sedia melayani tamu dan tuan rumah mereka.
🦩🍀🦩🍀🦩🍀🦩
.
.
.
Hai guys, jangan lupa Like, Comment & Vote nya yaaa. Di tunggu next eps nya ya. Jangan lupa mampir ke karya author yang lain yaa "Perjuangan Cintaku Terbalas". Thankyou all and happy reading 😊😊😊
.
__ADS_1
.
.