
Setelah dua hari di rumah sakit, Celine pun sudah di perbolehkan untuk pulang ke rumah setelah mendapat ijin dari dokter.
Dokter pun memberikan resep obat kepada mama Gladys untuk di minum Celine walaupun sudah boleh pulang.
Sekali lagi dokter juga menyarankan agar Celine tidak berpikir terlalu keras karena takut memori ingatan nya malah terganggu atau malah terhilang.
Siang itu Celine pun pulang bersama mama Gladys, karena kakak Axel dan papa Thomas sudah berada di perusahaan.
Sekitar dua puluh menit, Celine dan mama Gladys pun tiba di rumah. Celine melihat rumah nya, ia merasa tidak asing melihat rumah nya itu, mungkin ada sebagian kecil dari ingatan nya itu tentang rumah nya.
"Ma, apa ini rumah kita?", tanya Celine
"Iya sayang. Ini rumah kita. Ayo masuk.", jawab Mama Gladys
Mama Gladys dengan sabar nya berusaha mengingatkan kembali ingatan anak nya tersebut.
Pintu utama pun di buka oleh bibi.
"Hallo nyonya besar, hallo Nona muda. Akhir nya Nona sudah kembali lagi ke rumah.", ucap bibi
"Iya bi, terima kasih.", jawab Celine sopan walaupun dia tidak ingat dengan bibi
"Bi, tolong siapkan makan siang ya bi.", ucap mama Gladys
"Siap nyonya.", ucap bibi dan segera masuk ke dapur.
Sedangkan mama Gladys mengantarkan Celine ke kamar nya yang ada di lantai atas.
Saat membuka pintu kamar, Celine melihat keadaan kamar tersebut.
"Ma, ini kamar ku?", tanya Celine
"Iya sayang, ini kamar kamu. Dan sebelah ini kamar kakak kamu. Kamar mama papa di lantai bawah.", jawab Mama Gladys
Celine pun mengangguk
"Yah sudah sekarang kamu istirahat saja dulu. Nanti mama panggil kalau makan siang nya sudah siap ya sayang.", ucap mama Gladys
"Iya ma. Aku juga mau mandi dulu karena dari rumah sakit nanti banyak virus.", ucap Celine
"Iya sayang.", ucap mama Gladys mengelus kepala anak nya dan tersenyum
Kebiasaan anak gadis nya itu tidak hilang, mau dari mana pun pasti dia akan mandi dan membersihkan tubuh nya.
Mama pun menuju lantai bawah menuju kamar nya untuk membersihkan tubuh nya.
Setelah tiga puluh menit, bibi pun memberi tau bahwa makan siang sudah siap.
tok...tok...tok...
"Nyonya, makan siang nya sudah siap.", ucap bibi dari depan pintu
"Iya bi, saya sebentar lagi keluar. Tolong panggilkan Celine ya bi. Terima kasih.", ucap mama Gladys dari dalam kamar
"Baik nyonya.", jawab bibi dan berlalu dari sana dan segera menaiki tangga menuju lantai atas.
tok... tok...tok...
"Non Celine, makan siang nya sudah siap.", ucap bibi
"Iya bi, sebentar lagi aku turun.", jawab Celine dari dalam kamar.
Celine yang berada di dalam kamar sedang memperhatikan foto foto nya di sekeliling kamar. Ada foto nya bersama Steven, bersama Sally dan juga Fanny sahabat nya.
Pandangan Celine tertuju pada foto nya dengan Steven yang berada di Pulau Bali. Saat memandangi foto tersebut, seperti ada sekelebat bayangan tentang memori masa lalu nya. Namun hanya Samar samar.
Celine menahan rasa sakit kepala nya dan memegang pelipis kepala nya. Dia memutuskan untuk menyudahi melihat foto tersebut.
Celine meletakkan foto tersebut kembali ke atas nakas di samping ranjang nya dan segera menuju lantai bawah untuk makan siang.
"Sayang, ayo makan.", ucap mama Gladys yang sudah duduk di kursi depan meja makan
__ADS_1
"Iya ma. Maaf ya lama ma.", ucap Celine sambil duduk di kursi.
"Iya gapapa sayang. Yah sudah ayo makan dulu.", ucap mama Gladys, Celine pun mengangguk
Mereka berdua makan dengan tenang dengan di selingi obrolan singkat di antara kedua nya.
Selesai makan, mama mengajak Celine untuk duduk di ruang keluarga sambil menonton bersama.
Saat mereka sedang menonton tv sambil bercengkrama, tiba tiba ada yang memencet bel.
"Ma aku buka pintu dulu ya.", ucap Celine
"Biar bibi aja non yang buka.", ucap bibi yang baru datang dari dapur
"Gausa bi, biar aku saja.", ucap Celine
Celine pun berjalan menuju pintu utama dan segera membuka pintu tersebut.
Ia melihat ada seorang wanita berdiri di depan pintu yang ia kenali sewaktu di rumah sakit.
"Celinee...", panggil Fanny
"Hai Fan.", ucap Celine
Mereka berdua pun saling memeluk
"Ayo masuk.", ajak Celine
Mereka berdua pun masuk ke dalam rumah menuju ruang keluarga dimana mama Gladys berada
"Hallo tante.", panggil Fanny
"Eh Fanny. Ayo sini duduk nak.", ucap mama Gladys
"Kamu dari mana Fan?", tanya Celine
"Aku tadi dari rumah sakit mau ngejenguk kamu. Ehh tau nya kamu udah pulang. Jadi aku langsung kesini deh.", jawab Fanny
"Aku tadi kesana langsung dari kampus tante kelas pagi, jadi ga sempet tanya Ka Axel. Hehe.", jawab Fanny terkekeh
"Bagaimana keadaan mu sekarang Cel?", tanya Celine
"Sudah lebih baik Fan. Tapi maaf ya aku belum bisa mengingat semua ingatan ku.", ucap Celine
"Tidak apa apa, perlahan namun pasti.", ucap Fanny tersenyum
"Yah sudah mama ke kamar dulu ya sayang.", ucap mama Gladys pada Celine
"Iya ma.", jawab Celine
"Tante ke kamar dulu ya Fan.", ucap mama Gladys
"Iya tante.", jawab Fanny
"Fan, Kita ke kamar yuk.", ajak Celine
Mereka berdua pun meninggalkan ruang keluarga setelah mematikan tv. Celine juga meminta tolong pada bibi untuk membuatkan mereka berdua jus buah dan di antar ke kamar.
Setelah sampai kamar, mereka pun saling bercanda dan mengobrol sambil Fanny mengingatkan kembali tentang persahabatan mereka.
"Celine, apa kamu ingat dulu kita sahabatan berapa orang?", tanya Fanny memancing ingatan Celine
Celine terlihat berpikir, namun seperti nya ia tidak mengingat nya.
"Apa tiga orang?", jawab Celine yang justru berbalik bertanya
"Nope, kita berlima. Ini foto kita saat kita sekolah dulu.", ucap Fanny sambil mengeluarkan foto dari tas nya dan memberikan kepada Celine
"Ini kamu, ini aku, ini Linda, ini Jacob dan ini Dion.", ucap Fanny sambil menunjuk orang yang terdapat pada foto
Seketika Celine melihat sekelebat bayangan memori masa lalu nya yang hanya sekilas saat mereka berada di panti Asuhan, sama seperti pada di foto.
__ADS_1
Celine memegang kepala nya yang sedikit sakit.
"Apa kita dulu sering ke Panti Asuhan Fan?", tanya Celine
"Iya Cel. Dulu kita sering banget ke Panti waktu sekolah. Tapi karena sekarang udah kuliah dan Kita semua mencar jadi Kita udah jarang kesana.", ujar Fanny
Lalu Fanny menunjukkan foto mereka saat di Pulau Raja Ampat.
"Apa kamu ingat ini dimana?", tanya Fanny yang mengeluarkan ponsel nya dan menunjukkan foto yang ada di ponsel nya.
Celine terlihat berpikir lagi dan lagi lagi seperti melihat bayangan masa lalu nya.
"Ehmm... aku seperti nya ingat, kita pergi ke pantai dan......", ucapam Celine terhenti
"Dan apa Cel???", tanya Fanny yang mulai serius karena Celine seperti nya mulai mengingat masa lalu nya
"Dan... seperti nya disana ada kejadian ada ka Axel, Sally dan Steven juga kan?", tanya Celine
"Iyaaa iyaa!!!!! Syukurlah Celine sedikit demi sedikit kamu sudah mulai mengingat masa lalu mu.", ucap Fanny memeluk sahabat nya itu
Saat mereka sedang mengobrol, pintu pun di ketuk dan ternyata itu adalah bibi yang membawakan jus buah.
"Non, ini jus buah nya.", ucap bibi
"Taro di meja saja bi. Terima kasih bi.", ucap Celine
"Iya non.", ucap bibi lalu berlalu keluar dari kamar.
Mereka pun mengobrol sambil meminum jus buah yang sudah bibi buat.
Hingga tak terasa hari sudah menjelang sore. Fanny pun ingin kembali ke rumah nya.
"Oh ya Cel, apa besok kamu sudah masuk kuliah?", tanya Fanny
"Iya, aku akan masuk Fan. Karena aku sudah terlalu lama ga masuk kelas.", jawab Celine
"Oke Cel. Sampai bertemu besok di kampus.", ucap Fanny dan segera pergi dari rumah Celine
Celine pun kembali ke kamar dan segera menyegarkan tubuh nya karena hari sudah sore.
Sedikit demi sedikit ingatan nya sudah mulai membaik. Walaupun masih sangatlah minim.
Celine membuka laptop nya untuk mengingat kembali tugas tugas kuliah nya yang beberapa hari ini sudah tertinggal dan segera ia kerjakan hingga jam makan malam.
Seharian itu Celine tidak mendapat telepon atau pesan singkat dari Steven, karena tugas Steven di kampus dan juga sekarang ia sudah ikut papa Andrew mengolah perusahaan membuat nya sangat sibuk beberapa hari ini.
Saat Celine membuka ponsel nya, ia membuka galeri foto dan melihat begitu banyak foto diri nya dan juga Steven kekasih sekaligus tunangan nya.
Namun Celine belum juga mengingat bahwa Steven adalah tunangan nya.
Hingga jam makan malam pun tiba, bibi mengetuk pintu untuk memanggil Celine agar segera makan malam.
Celine pun segera turun ke lantai bawah dan menuju dapur, di lihat nya lah sudah ada mama, papa dan ka Axel duduk di kursi meja makan.
Celine pun segera duduk di kursi dan segera bergabung untuk makan malam.
Mereka makan malam bersama dengan di selingi beberapa obrolan singkat mengenai keseharian mereka hari itu.
🦩🍀🦩🍀🦩🍀🦩
.
.
.
Hai guys, jangan lupa Like, Comment & Vote nya ya. Thankyou and Happy Reading 😁😁😁
.
.
__ADS_1
.