Cinta Yang Hilang & Kembali Season 2

Cinta Yang Hilang & Kembali Season 2
Eps 9. Tertidur


__ADS_3

Tak berapa lama mobil yang di kendarai oleh Steven tiba di lobby perusahaan nya.


Security pun membukakan pintu mobil Steven begitu juga Celine.


Mereka berdua keluar dari mobil dan masuk menuju lobby. Karena siang hari dan sudah melewati jam makan siang, para karyawan pun sudah kembali ke kantor.


Di lobby terlihat banyak orang, saat Steven selaku CEO di salah satu perusahaan papa Andrew yang Steven pimpin datang bersama seorang wanita, yaitu Celine. Mereka pun saling berbisik satu sama lain.


Ya, karena papa Andrew memiliki banyak perusahaan yang tersebar di hampis se Asia, sehingga papa Andrew tidak mungkin memegang perusahaan itu sendiri.


Karena Steven sudah bisa memegang perusahaan, maka dari itu Steven memegang perusahaan yang ada di Indonesia sebagai CEO. Namun tetap kekuasaan tertinggi ada pada papa Andrew.


Tapi karena memang kelak semua harta yang papa Andrew miliki akan turun kepada Steven maupun sally.


Saat Celine dan Steven masuk, semua mata tertuju pada CEO mereka. Laki laki yang mereka hormati dan kagumi karena kewibawaan nya dan ke tampanan nya sekarang terlihat menggandeng seorang wanita.


Seketika semua karyawan wanita merasa iri karena seperti sudah tidak punya kesempatan untuk menarik perhatian dari CEO nya tersebut.


Namun banyak pula dari mereka yang kagum dengan kecantikan Celine yang natural dan tidak berlebihan seperti kebanyakan orang kaya yang bergaya heboh dan memakai barang branded setubuh mereka.


Sepanjang jalan menuju lift khusus CEO, para karyawan pun menunduk dan memberi salam kepada Steven dan juga Celine.


Namun yang di beri Salam hanya diam saja dan hanya mengangguk. Hanya Celine lah yang terlihat tersenyum manis.


Mereka berdua masuk ke dalam lift khusus dan menuju lantai dimana ruang CEO berada.


Kebetulan di lantai itu hanya ada beberapa karyawan yang cukup penting dan juga ruangan Rico dan Danny beserta sekertaris nya Dina.


Celine tetap mengikuti gerak jalan Steven menuju ruangan nya sambil tetap bergandengan tangan.


Saat melewati ruangan Danny dan juga Rico, mereka pun terkejut melihat Steven membawa seorang wanita.


Sedangkan Steven dan Celine sudah masuk ke dalam ruangan Steven.


Rico dan Danny yang penasaran pun keluar dari ruangan mereka dan saling bertanya.


"Hei, apa kau liat tadi Steven dengan seorang wanita?", kata Danny


"Iya aku lihat, seperti nya Celine. Mana mungkin wanita lain.", ucap Rico


"Ayo kita ke ruangan nya.", ajak Danny


"Kamu saja, aku sedang sibuk.", ucap Rico sambil berbalik masuk ke ruangan nya


"Heh dasar, kenapa hanya aku yang kepo sih? Tapi memang benar seperti nya itu Celine. Mana mungkin Steven mengajak wanita lain. Sungguh tidak mungkin.", gumam Danny


Tapi ia tetap penasaran dan tetap menghampiri ruangan Steven.


tok...tok...tok....


"Masuk.", ucap suara dari dalam


Danny pun membuka pintu dan benar ia melihat Steven dan juga Celine ada disana.


"Ada apa?", tanya Steven yang masih duduk di kursi kebesaran nya sambil membuka laptop nya dan mengecek beberapa berkas


Sedangkan Celine duduk di sofa yang berada di ruangan itu.


"Ahh ternyata benar ada adik ipar disini, aku kira kamu membawa wanita siapa masuk ke dalam kantor.", ucap Danny terkekeh


Celine hanya kebingungan melihat Danny dan tak mengerti arti ucapan nya.


"Heii.... memang nya adik mu menikah dengan nya sampai kau memanggil nya adik ipar??", tanya Steven


"Hehehe, aku hanya bercanda.", ucap Danny lagi


"Bagaimana keadaan mu Celine?", tanya Danny pada Celine sambil duduk di sofa yang berbeda dengan Celine


Celine masih terlihat kebingungan dengan laki laki yang ada di dekat nya.

__ADS_1


Steven pun bangkit dari duduk nya dan menghampiri Celine dan duduk di sebelah nya.


"Dia ini Danny, sahabat ku. Ada satu lagi bernama Rico. Kami bersahabat sudah lama, tapi paling dekat semenjak SMA, waktu aku pertama kali melihat mu dan menyukai mu. Mereka sekarang bekerja bersama ku.", jelas Steven pada Celine


Celine pun mendengar kan dengan seksama lalu tersenyum.


"Ohhh begitu. Hallo ka Danny, maaf aku melupakan mu.", ucap Celine tersenyum kikuk


"Iyaa tidak apa apa Celine. Yang penting keadaan mu sudah membaik. Lama kelamaan juga nanti ingatan mu akan pulih.", ucap Danny


Celine pun mengangguk tersenyum.


"Oh ya, apa ada meeting hari ini?", tanya Steven


"Hari ini gaada meeting, hanya saja nanti Dina aku suruh kasih berkas berkas kerjasama kita kemarin dengan tuan Jack dari Surabaya dan juga untuk tuan Joni dari Yogyakarta karena mereka berdua sudah deal mau bekerja sama dengan perusahaan kita.", jelas Danny


"Oke, kamu urus semua nya, biar nanti aku tinggal tanda tangan saja.", ucap Steven


"Oke, kalau gitu aku balik dulu ke ruangan ku ya. Bye Celine.", ucap Danny sambil berdiri dan melangkah keluar dari ruangan Steven.


"Sayang apa kamu merasa bosan??", tanya Steven


"Ehmm... belum sih untuk sekarang. Memang nya kamu pulang jam berapa?", tanya Celine


"Karena hari ini tidak ada meeting seharusnya kita bisa pulang cepat.", ucap Steven


Celine melihat jam yang melingkar di tangan nya, jam sudah menunjukkan pukul tiga. Seharus nya tidak lama lagi mereka akan pulang.


"Oke sayang.", ucap Celine


"Yah sudah aku kembali bekerja dulu ya. Kamu kalau butuh apa apa bilang aku saja, nanti akan aku suruh OB mengambilkan apa yang kamu butuhkan.", ucap Steven.


"Iya.", jawab Celine


Steven pun kembali ke kursi kebesaran nya dan kembali bergelut dengan laptop dan berkas berkas yang harus ia cek.


Sedangkan Celine masih duduk di sofa dengan manis sambil memainkan ponsel nya.


tok...tok...tok...


"Masuk.", ucap Steven


Seseorang pun membuka pintu.


"Steve, hai Celine.", sapa Rico


Celine pun hanya tersenyum kikuk


"Dia ini Rico, yang tadi aku bilang ke kamu. Dia juga sahabat ku sama seperti Danny.", jelas Steven


"Ohh, hallo ka Rico.", ucap Celine


Rico pun kembali fokus pada tujuan nya datang ke ruangan tersebut dan duduk di kursi depan meja Steven.


"Aku membawa kabar bahwa tuan David dari Singapura sudah setuju dengan kerjasama kita, tadi sekertaris nya tuan Reven sudah mengirim email pada ku dan aku sudah meneruskan nya pada mu. Apa kamu sudah cek?", tanya Rico


"Belum, tunggu sebentar aku cek.", ucap Steven


Steven pun kembali menatap laptop nya dan membuka email nya dari Rico. Dan ia membaca semua isi dari pesan tersebut. Terlihat senyum kecil di ujung bibir Steven.


"Akhir nya kita bisa bekerja sama dengan perusahaan tuan David. Ini yang sangat aku nanti kan. Aku bisa semakin mengembangkan perusahaan ini.", ucap Steven bangga


"Iya dan aku akan secepatnya mengirim berkas kerjasama kita pada perusahaan mereka.", ucap Rico


"Baiklah, kamu urus semua nya. Aku juga bangga pada mu, kalau tidak karena mu juga, mungkin kita tidak dapat klien ini.", ucap Steven


"Oke, aku akan segera siapkan berkas nya dan minta tanda tangan mu nanti.", ucap Rico


"Oke. Terima kasih Co.", ucap Steven.

__ADS_1


"Yah sudah aku balik dulu.", ucap Rico yang di jawab anggukan oleh Steven


Rico pun bangkit dari duduk nya dan menuju pintu.


"Celine aku keluar dulu.", ucap Rico .


"Iya ka.", ucap Celine tersenyum


Rico pun segera keluar dari ruangan Steven menuju ruangan nya.


Karena kelelahan dan bosan menunggu, tak lama Celine pun terlelap di sofa. Padahal sedari tadi Rico maupun Danny sudah bolak balik ke ruangan Steven untuk meminta tanda tangan.


Hingga tak terasa jam sudah menunjukkan pukul lima sore. Steven sudah menyelesaikan semua pekerjaan nya dan ingin pulang.


Ia pun beranjak menuju sofa dimana Celine tertidur.


Ia menatap wajah cantik dari wanita yang sangat ia cintai itu. Ia mengelus pipi Celine yang mulus. Ingin rasa nya ia memeluk wanita itu. Namun ia masih urungkan karena mengingat kondisi Celine yang masih melupakan nya walaupun Celine pun bersikap baik pada nya. Namun Steven juga tidak mau gegabah karena takut Celine nanti malah menghindar.


Karena sudah sore, mau tak mau ia pun membangunkan Celine


"Sayang.", ucap Steven sambil mengelus pipi Celine


Celine yang pipi nya tersentuh mulai memberikan reaksi


Ia mulai membuka mata nya perlahan dan menggerakan badan nya agar lebih rileks.


Ia melihat wajah tampan di samping nya sambil tersenyum.


"Kamu sudah selesai kerja nya?", tanya Celine


"Sudah, ayo kita pulang.", ucap Steven tersenyum


"Memang nya sekarang jam berapa?", tanya Celine yang masih mengumpulkan nyawa nya sehabis bangun tidur.


"Sudah jam lima sore sayang.", ucap Steven


"Hah?? Sudah sesore itu? Lama sekali aku tidur. Maaf ya sayang.", ucap Celine


"Iya tidak apa sayang, ayo kita pulang.", ucap Steven


Mereka berdua pun bangun dan beranjak dari duduk nya dan meninggalkan ruangan, berjalan menuju lift.


Sampai di lobby terlihat ada beberapa karyawan yang sudah pulang, ada juga yang belum.


Steven dan Celine pun keluar dari kantor dan segera masuk ke mobil yang ada di depan lobby.


Sebelum pulang ke rumah, mereka memutuskan untuk makan malam terlebih dahulu di luar barulah nanti Steven mengantarkan Celine pulang.


Saat Celine tiba di rumah sudah sekitar jam delapan malam.


Celine pun segera masuk ke dalam kamar nya dan segera membersihkan tubuh nya karena seharian dari luar.


Selesai mandi, ia pun memutuskan untuk melanjutkan tugas skripsi nya yang tinggal sedikit lagi akan selesai.


Karena sudah pukul sepuluh malam, ia memutuskan untuk tidur karena sudah sangat mengantuk.


🦩🍀🦩🍀🦩🍀🦩


.


.


.


Hai guys, jangan lupa Like, Comment & Vote nya ya. Thank you and happy reading 😁😁😁


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2