Cinta Yang Hilang & Kembali Season 2

Cinta Yang Hilang & Kembali Season 2
Eps 39. Orang yang Baik


__ADS_3

***Hai guys, maaf ya seminggu ini aku belum up new eps sama sekali, karena banyak urusan di dunia nyata yang semakin kejam ini.


Oh ya author juga sekalian mau promosiin produk baru author nih nama nya Scenndle.co yang baru aja launching 1 Oktober 2021 ini. Ini adalah Scented Candles by Cathleen Josephine, sebagai pengharum ruangan.


Scented Candles ini bisa kamu taro di kamar, kamar mandi, ruang tamu ato dimana pun kamu mau. Ukuran nya hanya 80ml, jadi gampang banget kamu bawa kemana-mana.


Author sediain ada 3 aroma rasa yaitu Coffee, Sakura dan Jasmine. Harga nya juga murmer cuma Rp 30.000/pc nya. Tapi khusus bulan Oktober ini karena baru launching jadi ada PROMO Rp. 80.000/3pcs kalian bisa mix aroma nya.


Yukkk di tunggu apa lagi, kalian boleh cek ig nya di @scenndle.co atau @cathleen_josephine buat tau info lebih lanjut nya.


Thankyouuu 🥰🥰🥰***


 ----------------------------------------------------


Hingga jam pulang sekolah pun, mereka berempat langsung menuju parkiran dan masuk ke dalam mobil Davina yang sudah ada supir nya yang menunggu.


Davina selalu di anter jemput oleh supir pribadi nya yang di tugaskan oleh David mengantar nya kemana pun Davina pergi. Tapi lebih sering ke sekolah dan rumah saja.


Mereka berempat masuk ke dalam mobil, dan supir nya pun langsung melajukan mobil nya itu menuju rumah Davina.


Saat sudah sampai di depan rumah Davina, seketika Mary terkagum dengan kemegahan rumah Davina. Hal itu sangat terlihat dari ekspresi di wajah nya.


"Vina, ini rumah kamu? Besar sekali. Seperti istana saja.", ucap Mary masih memandang rumah Davina


"Bukan, ini bukan rumah aku. Ini rumah orang tua ku.", ucap Davina


"Sama saja Vina. Kamu kan anak nya orang tua kamu.", ucap Mary menengok Davina


Davina hanya tersenyum.


Saat sampai di depan rumah nya, mereka berempat langsung masuk ke dalam rumah Davina. Kemegahan dan kemewahan sangat terlihat di setiap sudut rumah Davina. Mary yang memang baru pertama kali datang ke rumah Davina pun sangat terkagum kagum. Berbeda dengan Jean dan Lily yang memang sudah sering menginap disana.


Saat masuk ke dalam rumah Davina, Mary sangat takjub dengan kemewahan rumah Davina terserbut. Lantai marmer, ceiling rumah yang tinggi, tak lupa tiang yang tinggi sampai ke lantai atas yang membuat rumah tersebut menjadi lebih mewah. Lampu lampu berhiaskan Kristal tak luput dari setiap ruangan yang ada di rumah megah tersebut.


Mary hanya bisa terkagum kagum melihat keindahan rumah tersebut.


"Hai Mary, santai aja liat nya. Jangan sampai nanti mulut mu yang terbuka terus itu sampai di masukin oleh nyamuk.", ucap Lily terkekeh sambil menepuk pundak Mary


"Ehh maaf maaf. Aku hanya terkagum dengan keindahan dan kemewahan rumah mu ini Davina. Rumah mu bagus sekalii. Aku belum pernah melihat rumah sebesar dan semewah ini. Pernah aku lihat hanya di tv.", ucap Mary tersenyum


"Ini rumah mama papa ku, tapi yang mendesain rumah ini adalah kakak ku.", ucap Davina


"Kakak mu? Memang nya kamu punya kakak?", tanya Mary lagi pura pura tak tau.


"Aku punya seorang kakak bernama ka David.", ucap Davina


"Ohh, aku baru tau kalau kamu punya kakak Vin. Lalu dimana dia sekarang?", tanya Mary


"Sekarang kakak ku sedang ada di Indonesia untuk perjalanan bisnis. Tapi kata kakak ku minggu depan akan pulang.", ucap Davina tersenyum senang.


"Apa benar Vin?", tanya Jean dan Lily bersamaan


"Iya Jean, Lil. Ka David akan pulang minggu depan. Aku tak sabar menunggu ka David pulang. Aku sangat merindukan nya.", ucap Davina.


"Wahh, asik dong, kita bisa minta ka David buat ajak kita jalan jalan Jean.", ucap Lily


"Iyaa, nanti kita ajak ka David pergi jalan jalan lagi.", ucap Jean

__ADS_1


"Kok kalian tau sih kalau ka David mau ajak aku liburan nanti waktu ka David pulang?", tanya Davina


"Hah? Jadi benar kalian akan liburan?? Aku ikut aku ikut.", ucap Lily kegirangan .


"Iya Iya aku juga ikut yaa Vin.", ucap Jean


"Iya, nanti akan aku bilang sama ka David kalau kalian berdua mau ikut.", ucap Davina


"Yeayy!!!", teriak jean dan Lily berbarengan


"Oh ya Mary, apa kamu mau ikut juga sama kita?", tanya Davina


"Ehmm.... apa boleh? Aku bahkan belum kenal kakak kamu Vin. Aku ga enak kalau main ikut aja.", ucap Mary


"Tidak masalah, kakak ku tidak akan mempermasalahkan itu. Kakak ku sangat baik.", ucap Davina


"Ehm... tapi nanti aku coba tanya papa ku dulu boleh apa engga. Karena papa ku belum tentu mengijinkan.", ucap Mary


"Baiklah tidak masalah.", ucap Davina tersenyum


Selesai mengobrol, mereka memutuskan untuk masuk ke dalam kamar Davina dan segera mengerjakan tugas kelompok yang di berikan oleh guru mereka.


Saat mereka sedang mengerjakan tugas kelompok, Mary segera mengabari papa nya karena ia sedang berada di rumah Davina. Karena ia takut kalau papa nya akan mencari nya.


Tepat pukul enam sore, mereka sudah menyelesaikan tugas kelompok nya. Mary berniat untuk langsung pulang ke rumah nya karena hari sudah sangat sore.


"Akhirnya selesai juga tugas kita.", ucap Jean


"Iya akhirnya selesai juga. Dan sekarang perut ku sangat lapar.", ucap Lily dengan santai nya sambil memegang perut nya


"Heii... kenapa di otak mu cuma lapar saja sih?", ucap Jean


"Ya aku lapar juga sih. Hahaha.", ucap Lily tertawa


"Yah sudah ayo kita makan malam dulu.", ajak Davina


"Eh Davina, aku langsung pulang saja.", ucap Mary


"Loh kenapa Mary? Ayo kita makan malem dulu sama sama. Lagi pula udah jam nya makan malam. Bibi pasti sudah memasak untuk kita.", ucap Davina


"Tidak usah Davina. Nanti aku malah merepotkan mu.", ucap Mary


"Engga kok. Siapa bilang merepotkan? Sudah Ayo kita makan dulu.", ajak Davina sambil menarik tangan Mary


Jean dan Lily pun mengikuti dari belakang. Mereka menyusuri lorong yang lumayan panjang dah turun menggunakan tangga. Mereka pun segera menuju ruang makan yang ternyata disana sudah ada mama dan papa nya Davina yang sedang menunggu Davina untuk makan malam bersama.


Pelayan sebelumnya sudah memberitau kalau ada teman teman Davina yang datang. Maka dari itu pelayan di rumah juga sudah menyiapkan makanan lebih banyak.


"Hai ma, pa.", ucap Davina tersenyum


"Hai sayang.", ucap mama nya Davina.


"Hallo om, tante.", ucap Jean, Lily dan Mary bersamaan.


"Hai Jean, Lily. Dan ehm.... Siapa nama nya?", tanya mama nya Davina pada Davina


"Nama nya Mary ma, pa, dia teman sekolah ku.", ucap Davina memperkenalkan

__ADS_1


"Hallo om tante, nama ku Mary.", ucap Mary tersenyum


"Hallo Mary. Ayo ayo duduk kita makan sama sama.", ucap mama nya Davina


Mereka semua pun akhirnya duduk di kursi depan meja makan dan makan bersama sama. Mereka makan di selingi dengan beberapa obrolan singkat dan lebih mengenal Mary lagi.


Hingga pukul setengah delapan malam, mereka pun memutuskan untuk kembali pulang ke rumah nya masing masing. Mary juga sudah terlebih dulu memberitau papa nya dimana rumah Davina berada agar segera menjemput nya karena waktu juga sudah cukup malam. Begitu juga dengan Jean dan Lily.


Di sepanjang perjalanan, Mary memberitau kan apa yang seharian itu ia lakukan di rumah Davina, termasuk juga mencari tau tentang kakak nya yaitu David.


Mary juga memberitau kalau David akan segera pulang minggu depan dan akan mengajak Davina untuk berlibur. Bahkan Mary pun di ajak oleh Davina untuk ikut bergabung.


"Pa, apa aku boleh ikut berlibur dengan Davina?", tanya Mary


"Ehm.. boleh, tapi kamu juga tetap harus mencari info tentang keluarga nya terutama David.", ucap papa Jim


"Iyaa pa.", ucap Mary tersenyum.


"Kamu harus terus menjadi teman Davina dan terus memberikan info tentang David pada papa. Karena itu sudah menjadi tugas kita memata matai keluarga nya.", ucap papa Jim


"Iya pa, aku mengerti.", ucap Mary


"Jangan sampai Davina atau sampai keluarga nya curiga pada mu.", ucap papa Jim lagi


"Iya pa aku tau, tapi apa bisa aku benar benar berteman dengan Davina? Ia orang yang baik pa.", ucap Mary menghadap papa nya yang sedang menyetir


"Kalau kamu memang mau menjadi teman dan sahabat nya, papa takut nanti kamu akan terseret masalah kita nak dan kemungkinan kamu akan kehilangan sahabat mu. Lebih baik seperti ini. kamu hanya memata matai nya saja tanpa ada ikatan apapun. Jadi tidak ada yang tersakiti.", ucap papa Jim.


"Tapi pa, mereka orang baik pa.", ucap Mary


"Mary, kamu ga akan ngerti tugas seperti apa yang sedang kita jalani. Bila kita sampai salah langkah, bos kita pasti tidak akan segan segan untuk menghancurkan Kita nak.", ucap papa Jim


"Iya pa.", ucap Mary menunduk karena ia tidak berani membantah kata kata papa nya itu yang sangat tegas pada nya.


"Maafkan papa nak, kelak kamu akan mendapatkan sahabat yang tepat untuk mu. Dan akan mendapatkan jodoh yang terbaik.", ucap papa Jim .


Mary hanya mengangguk tanpa menoleh sedikitpun.


Dalam hati nya, ia rasa nya sudah sangat nyaman berteman dengan Davina, Jean dan Lily. Mereka bukan tipe perempuan yang mencari teman dengan melihat harta. Mereka tulus ikhlas berteman dengan Mary yang apa ada nya, padahal mereka berasal dari keluarga terpandang dan terhormat.


Itu yang membuat Mary sangat sedih bila kehilangan teman sebaik Davina, Jean dan Lily. Karena selama ini Mary tidak pernah mempunyai teman ataupun sahabat seperti itu dalam kondisi ekonomi nya yang seperti itu.


Mary sudah sangat senang bisa bertemu bahkan berteman dengan ketiga gadis itu, yang sama sekali tidak memandang nya dari harta ataupun kedudukan. Karena jaman seperti sekarang ini, makin banyak orang yang berlomba untuk berteman dengan sesama orang kaya agar semakin tersohor dan semakin di pandang banyak orang.


Namun sebenarnya, orang yang benar benar berisi dan benar benar memiliki banyak harta dan aset dimana mana, justru mereka lebih suka merendah dan tidak menyombongkan apa yang mereka miliki.


🦩🍀🦩🍀🦩🍀🦩🍀


.


.


.


Hai guys, jangan lupa Like, Comment & Vote nya ya. Di tunggu next eps nya setiap hari yaa. Jangan lupa follow ig author di @cathleen_josephine dan @ scenndle.co Thankyou semua and happy reading 😁😁😁


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2