
Celine yang sudah kembali ke ruangan nya pun sangat emosi, bahkan ia sampai membanting pintu ruangan nya saat masuk ke dalam ruangan. Ia sudah sangat sangat emosi dengan kelakuan David yang semakin lama semakin jadi.
Rasa nya Celine sudah sangat tidak tahan bila harus bertemu David lagi. Rasa nya ia ingin memutus kerjasama nya dengan perusahaan David agar ia tidak perlu bertemu lagi dengan David. Tapi karena itu adalah tindakan yang sangat tidak professional dalam bekerja.
Celine mendudukan tubuh nya di kursi kerja nya , mengacak acak rambut nya dan menutup muka nya dengan kedua tangan nya.
"Aaahhh!!!! Kenapa sih dia harus datang terus? Kenapa dia tidak bisa menghargai ku? Kenapa dia masih saja nekad? Aku sangat benci pada David.", ucap Celine dengan sangat kesal nya.
Tak berapa lama Fanny pun masuk ke dalam ruangan Celine setelah kembali dari ruang meeting.
Ia terkejut melihat Celine yang sudah sangat emosi, karena tidak biasa nya Celine bersikap seperti itu.
"Cel, apa kamu baik baik saja?", tanya Fanny
Celine pun membuka kedua tangan nya dari depan wajah nya dan melihat Fanny yang sudah duduk di kursi depan meja nya.
"Aku sudah tidak tahan pada nya Fan. Kenapa dia selalu mengganggu ku? Dan kenapa dia sangat tidak tau malu sih?", kata Celine
"Aku pun juga gatau Cel. Aku juga bingung ada orang yang seberani itu, padahal disana ada aku dan juga Reven.", ucap Fanny
"Mudah mudahan setelah ini, ia tidak mengganggu ku lagi.", ucap Celine
"Iya, aku harap juga begitu. Tapi aku takut kalau nanti nya malah berakibat pada kerjasama kita Cel.", ucap Fanny
"Aku justru berharap bisa berakhir kerjasama ini, biar aku tidak bertemu dia lagi.", ucap Celine
"Cel, kamu ga boleh begitu, itu hal yang sangat tidak professional.", ucap Fanny
"Lalu aku harus bagaimana Fanny?? Aku harus terus melihat nya dan mendekati ku sementara aku sudah mempunyai tunangan yang juga tidak bisa berbuat apa apa?? Hah? Bilang padaku aku harus apa??!?!?", ucap Celine dengan suara yang cukup keras
"Maaf kan aku Cel. Aku tidak bermaksud seperti itu. Maafkan aku.", ucap Fanny
"Sudah kamu keluar dari ruangan ku. Aku sedang ingin menenangkan diri ku dulu.", ucap Celine dengan suara biasa
"Iya Cel. Sekali lagi aku minta maaf ya.", ucap Fanny
Celine pun hanya mengangguk, sedangkan Fanny langsung keluar dari ruangan Celine dan menutup pintu nya.
Celine menyenderkan tubuh nya ke kursi kerja nya dan memejamkan mata nya untuk menenangkan pikiran nya.
Tak berapa lama ponsel nya yang ada di atas meja pun berbunyi. Celine pun tersadar dan segera mengambil ponsel nya. Ia melihat nama Steven di layar ponsel nya lalu segera mengangkat telepon itu.
triiiingggg....
"Hallo sayang."
"Hallo sayang. Sebentar lagi aku mau jalan kesana."
Celine pun melihat jam di pergelangan tangan nya yang sudah menunjukkan pukul setengah dua belas siang.
"Iya sayang."
"Yah sudah sampai ketemu nanti sayang."
"Iya. bye."
Celine pun menutup telepon nya dan meletakkan kembali di atas meja nya. Rasa nya mood nya sudah sangat berantakan hari itu. Apalagi semenjak meeting dengan David.
Kemudian Celine membereskan meja nya yang berantakan itu. Setelah beres, ia mengambil tas dan ponsel nya yang ada di atas meja. Celine keluar dari ruangan nya dan melihat Fanny
"Fan aku keluar dulu ya. Aku mau makan siang di luar sama Steven.", ucap Celine
"Iya Cel. Hati hati.", ucap Fanny
Celine pun mengangguk dan keluar dari ruangan menuju ruang papa nya.
Ia mengetuk pintu ruang papa nya, namun tak ada jawaban. Ia pun membuka pintu ruangan papa nya dan ia tidak melihat siapapun disana. Ia pun memilih untuk menelepon papa nya.
"Hallo pa, papa kemana?"
"Papa ada di Bali sayang. Maaf tadi papa lupa kasih tau kamu karena tadi kamu lagi meeting. Papa ke perusahaan yang di Bali, sekaligus bertemu dengan kakak mu."
"Ohh... Apa papa menginap disana?"
"Iya sayang, papa menginap dua malam disini."
__ADS_1
"Apa mama ikut??"
"Iya mama ikut sayang. Tadi mama ikut pergi bareng sama papa."
"Ahh... kenapa tidak mengajak ku??? Lalu aku sendiri di rumah??"
"Kamu kan harus kerja sayang. Papa percayakan perusahaan pada mu yaa selama 3 hari ini."
"Iya pa."
"Oh ya, kamu ajak saja Fanny untuk menginap di rumah selama mama dan papa di Bali."
"Iya pa, nanti aku bilang Fanny. Yah sudah ya pa, aku mau pergi makan siang dengan Steven."
"Iya sayang. Hati hati yaa."
"Iya pa. Bye. Salam buat mama dan ka Axel."
"Iya nak. Bye."
Celine pun menutup telepon nya dan berjalan menuju ruangan nya lagi yang ada Fanny di depan ruangan nya.
"Fan, nanti malem nginap rumah ku ya?", ucap Celine
"Memang nya kenapa Cel?", tanya balik Fanny
"Mama dan papa ku sedang ada di Bali.", ucap Celine
"Hah? Bukan nya tadi pagi kamu pergi dengan papa mu ya?", ucap Fanny
"Iya Fan, barusan aku telepon papa ku. Kata nya sudah di Bali sama mama ku buat ngeliat perusahaan yang ada disana.", ucap Celine
bukan nya ka Axel sedang ada di perusahaan yang di Bali ya??
"Ohh begitu.", ucap Fanny
"Kok oh doang?? Jadi mau tidak temanin aku nginap di rumah ku??", tanya Celine lagi
"Ehh iya Iya aku mau. Hehe.", ucap Fanny tersenyum
"Ahh tidak tidak. Aku tidak mikirin ka Axel kok.", ucap Fanny cepat
"Sudah kamu jangan berbohong pada ku. Aku tau kamu mikirin ka Axel.", ucap Celine
"Ihh tidak. untuk apa juga aku mikirin ka Axel?", ucap Fanny
"Ahh... kamu bohong aja.", ucap Celine
triiiingggg....
Celine pun mengambil ponsel nya yang di dalam tas dan melihat Steven yang menelepon dan segera mengangkat nya.
"Hallo sayang."
"Hallo sayang aku sudah di lobby."
"Oke aku lagi turun kok. Tunggu sebentar ya."
"Oke."
Celine pun menutup telepon nya dan memasukkan nya kembali ke dalam tas.
"Astaga aku lupa aku kan mau pergi. Gara gara ngomong sama kamu nih aku jadi lupa.", ucap Celine
"Loh kok jadi aku yang di salahin sih.", ucap Fanny
"Iya gara gara kamu. Sudah ya aku pergi dulu. Bye.", ucap Celine sambil berjalan meninggalkan ruangan
"Iya hati hati.", teriak Fanny
Celine segera turun menggunakan lift untuk sampai ke lobby. Dan sampai nya di lobby ia berjalan cepat agar segera sampai mobil Steven yang sudah menunggu nya.
Celine pun membuka pintu mobil dan segera masuk ke dalam nya.
"Sayang maaf ya aku lama.", ucap Celine sambil memasang sabuk pengaman.
__ADS_1
"Iya ga apa apa sayang. Memang nya abis ngapain?", tanya Steven yang sudah mulai mengemudikan mobil nya keluar dari perusahaan Celine
"Iya, tadi aku ngobrol dengan Fanny sampai lupa kalau udah janji sama kamu.", ucap Celine
"Ohh aku kira kenapa.", ucap Steven
"Iya karena tadi pas aku ijin ke ruangan papa ternyata papa ga ada. Pas aku telepon papa tau nya papa udah di Bali.", ucap Celine
"Oh papa kamu lagi ke Bali?", tanya Steven
"Iyaa. Baru tadi pergi nya sama mama. Maka nya tadi aku minta Fanny buat nginap di rumah ku buat nemenin aku.", jelas Celine
"Ohh begitu. Iya gapapa jadi bagus kamu ada yang nemenin di rumah sayang.", ucap Steven sambil mengelus kepala Celine tersenyum
"Iya sayang.", ucap Celine
"Oh ya kamu mau makan apa?", tanya Steven
"Ehm... apa aja boleh. Aku ikut aja kamu mau makan apa.", ucap Celine
"Makan bakmie mau?", tanya Steven
"Boleh. Udah lama juga ga makan bakmie.", ucap Celine tersenyum
"Oke sayang.", ucap Steven
Sepanjang perjalanan masih ada obrolan singkat diantara kedua nya.
Setelah lima belas menit mereka pun sampai di suatu restaurant khusus bakmie. Mereka pun memesan bakmie 2 porsi dan juga 2 air mineral.
Selama makan siang, Steven sama sekali tidak membahas tentang David sama sekali, padahal ia sangat ingin tau apa yang terjadi tadi saat meeting. Apa hanya seperti biasa nya atau ada sesuatu hal yang lain. Namun ia urungkan untuk bertanya karena tidak ingin membuat suasana hati Celine akan berubah nanti nya.
Setelah tiga puluh menit, mereka pun sudah selesai makan dan memutuskan untuk langsung kembali ke perusahaan karena harus mengantarkan Celine terlebih dahulu.
Di perjalanan menuju perusahaan
"Sayang nanti pulang aku jemput ya.", ucap Steven
"Gausa sayang, nanti aku langsung pulang aja sama Fanny.", ucap Celine
"Tidak apa apa sayang. Nanti aku anterin kamu sama Fanny pulang ke rumah kamu.", ucap Steven
"Gausa sayang. Nanti malah aku mau ijin sama kamu. Boleh ga aku nanti sore pulang kerja makan di luar sama Fanny?", tanya Celine
"Boleh aja sayang. Tapi kamu yakin gamau aku anterin?", tanya Steven lagi
"Iya gausa gapapa sayang.", ucap Celine
"Yauda kalau gitu nanti hati hati ya. Kalau ada apa apa kamu telepon aku.", ucap Steven
"Iya sayang. Makasih ya.", ucap Celine tersenyum
Setelah lima belas menit perjalanan, mobil pun sudah sampai di lobby perusahaan Celine.
"Terima kasih ya sayang. Aku masuk dulu ya. Bye.", ucap Celine sambil mencium pipi kiri kanan Steven.
"Iya sayang bye.", ucap Steven tersenyum
Celine pun langsung masuk ke dalam lobby, sedangkan Steven langsung melajukan mobil nya menuju perusahaan nya.
Sepanjang jalan Steven masih memikirkan bagaimana pertemuan tadi antara Celine maupun David, karena ia belum mendapat kabar sama sekali. Apalagi tadi ia melihat mood Celine baik baik saja. Padahal Steven tidak tau kalau beberapa menit sebelum nya ia sudah seperti hilang kesabaran menghadapi David.
🦩🍀🦩🍀🦩🍀🦩
.
.
.
Hai guys, jangan lupa Like, Comment & Vote nya ya. Di tunggu next eps nya setiap hari yaa. Thankyou and happy reading 😁😁😁
.
.
__ADS_1
.