
Mereka pun mengitari rumah itu sekali lagi, karena kemarin sewaktu bersama keluarga mereka, Celine dan Steven tidak bisa menikmati berlama lama di rumah mereka.
"Apa kamu sudah puas mengitari rumah ini sayang??", tanya Steven
"Iyaa, kaki ku sampai pegal memutari rumah ini. Rumah ini besar sekali.", ucap Celine
"Iya, kelak kan nanti kita akan punya banyak anak. Pasti rumah ini akan semakin ramai.", ucap Steven
Celine pun tersenyum
"Oh yaa, kita ke kamar aja yuk. Aku mau istirahat.", ucap Celine
"Aku juga dari tadi mau nya ke kamar.", ucap Steven
Mereka pun berjalan menuju tangga besar yang ada di rumah tersebut dan menuju kamar mereka yang ada di lantai 2.
Setelah sampai di kamar, mereka pun langsung tiduran di ranjang besar mereka karena mereka cukup kelelahan.
Kebetulan mereka tiba di rumah mereka siang hari, jadi masih ada banyak waktu untuk mereka beristirahat.
"Sayang aku lapar.", ucap Celine
"Kamu mau makan apa? Biar nanti aku suruh bi Nani untuk memasak makanan untuk kita.", ucap Steven
"Aku mau udang goreng mentega, sudah lama aku ga makan itu.", ucap Celine manja
"Yah sudah nanti aku bilang bi Nani untuk masak udang goreng mentega. Sudah itu aja?? Mau apa lagi?", ucap Steven
"Ehmm.... udah itu aja sayang. Kamu makan apa??", tanya Celine
"Aku nanti minta nasi goreng seafood aja.", ucap Steven
"Ahhh aku juga mau!! Aku juga mau ya sayang.", ucap Celine
"Okee.", jawab Steven
Steven pun mengambil telepon yang ada di meja samping tempat tidur dan menelepon bagian dapur untuk menyiapkan makan siang untuk mereka berdua. Sehingga mereka tidak perlu untuk turun ke dapur, karena bisa langsung menelepon ke bagian mana pun di rumah tersebut.
Sambil menunggu makanan jadi pun, mereka memutuskan untuk menonton tv sambil beristirahat sejenak.
Mereka tiduran di atas ranjang sambil bersandar dan menatap televisi yang ada di depan mereka.
"Sayang, apa kamu lelah??", tanya Steven
"Tidak begitu sih. Hanya lapar. Ada apa sayang?", tanya Celine
"Boleh kah aku........", ucap Steven malu malu
"Boleh apa sayang?", tanya Celine yang tak mengerti
Tiba tiba Steven mendekat ke arah Celine dan memeluk nya. Memeluk dengan sangat erat, karena sekian lama akhir nya ia bisa bermanja manja dengan istri nya tersebut.
Celine yang mulai mengerti kemana arah pembicaraan Steven pun mulai menatap mata Steven dalam.
"Apa kamu menginginkan nya sekarang?", tanya Celine tanpa melepaskan pandangan nya pada Steven
"Apa boleh?", tanya Steven
Steven memang tidak mau memaksakan apa yang menjadi keinginan nya, semua nya akan ia tanyakan terlebih dahulu pada Celine. Ia tidak mau Celine menjadi tidak nyaman.
Celine pun mengangguk tersenyum
"Terima kasih sayangg.", ucap Steven senang lalu menciumi wajah Celine bertubi tubi.
"Tapi sayang, apa akan sakit??", tanya Celine ragu
"Rasa nya mungkin akan sedikit sakit, tapi setelah nya mungkin kamu akan merasakan kenikmatan. Aku juga belum pernah melakukan nya. Maka nya aku mau melakukan nya sekarang bersama mu.", ucap Steven
"Baiklah, tapi pelan pelan ya sayang.", ucap Celine
"Pasti sayang. Kamu hanya perlu menikmati nya. Aku janji kamu akan puas setelah nya.", ucap Steven tersenyum menggoda
__ADS_1
(harap yang membaca sudah mengerti karena ini adalah eps khusus dewasa alias 21++ jadi di mohon kebijaksanaan nya) ✌️✌️
Mereka pun mulai permainan panas siang itu. Steven mulai mencium bibir Celine dengan ******* yang sangat berhasrat, permainan lidah pun ikut berbaur disana. Celine pun mengikuti permainan suami nya tersebut.
Kini Steven beralih ke leher jenjang Celine yang putih mulus, Steven menciumi, menj*lati hingga Celine di buat tak berdaya. Tangan Steven pun sudah mulai menjalar ke arah puncuk buah dada Celine yang sudah menegang dengan ciuman dan juga sentuhan suami nya.
Celine menikmati permainan lidah suami nya tersebut, hingga Steven membuka baju Celine, ia melihat tubuh Celine yang begitu putih mulus yang masih tertutup pakaian dalam nya saja. Pikiran Steven pun sudah menjalar kemana mana.
Celine yang sudah terbuai dengan permainan suami nya pun hanya mengikuti apa yang suami nya lakukan. Ia pun membantu Steven untuk membuka baju dan celana nya.
Kedua nya kini sudah menegang, Steven yang sudah tak sabar pun langsung membuka bra dan cd milik Celine. Steven sudah tidak bisa menahan hasrat nya lebih dalam lagi. Celine pun terlihat begitu menggoda di depan nya.
Steven langsung mengh*sap dan menj*lat habis buah dada Celine yang terlihat sangat kenyal dan sangat menegang. Sedangkan Celine hanya bisa mengeluarkan ******* ******* kecil dari bibir nya karena permainan suami nya. Bagian bawah Celine pun juga sudah sangat basah, karena ini pertama kali untuk nya melakukan hal tersebut, begitu juga dengan Steven.
Steven kembali menciumi leher dan bibir Celine yang terlihat kemerahan dan sangat merona. Setelah puas dengan bibir dan buah dada Celine, Steven pun beranjak semakin turun.
Ia menciumi setiap lekuk tubuh Celine tanpa henti yang memberikan kenikmatan pada Celine. Hingga tibalah Steven di bawah sana, melihat rambut rambut tipis, karena Celine sering merawat nya sehingga rambut nya pun tidak terlalu lebat.
Steven menenggelamkan wajah nya di bawah sana. Menj*lati dan mengh*sap habis apa yang ada di dalam sana. Hal tersebut membuat Celine sudah tidak bisa menahan lagi hasrat nya juga suara nya. Di dalam kamar tersebut hanya terdengar suara ******* dan teriakan dari bibir Celine yang menikmati kenikmatan dunia bagi para suami istri.
Hingga tibalah Celine di puncak kenikmatan nya, Celine meraung dan sedikit menarik rambut Steven saat mengeluarkan cairan yang langsung di h*sap habis oleh Steven tanpa ada rasa geli sedikitpun. Steven pun tau kalau saat itu Celine sudah mencapai pelepasan nya.
Celine pun langsung lemas setelah berhasil mengeluarkan pelepasan nya, hingga tibalah Steven yang akan melakukan tugas nya yang lain.
Steven kembali menatap Celine dengan tatapan memangsa nya yang sudah ia tahan sedari tadi.
"Sayang, apa boleh aku melakukan nya sekarang??", tanya Steven di tengah tengah nya
Celine pun mengangguk tersenyum, karena ia yakin, apa yang akan di rasakan suami nya, akan sama seperti apa yang ia dapatkan tadi setelah ia mendapatkan kepuasan dari suami nya tersebut. Sehingga tanpa ragu Celine pun langsung menyetujui nya.
Steven pun mencium wajah Celine dan setelah mendapat ijin, ia langsung menancapkan senjata nya ke lubang yang selalu ia nantikan dan dambakan. Merasakan sesak dan sempitnya lubang yang ia masuki, Steven sangat senang karena ini yang ia harapkan, mendapatkan seorang istri yang masih perawan yang menjaga nya hanya untuk suami nya kelak. Dan hal itu ia dapatkan di Celine.
Celine yang merasakan senjata Steven yang masuk ke dalam lubang nya pun menahan rasa sakit nya yang lumayan sakit, karena ini pertama bagi nya dan pasti nya keperawanan nya sekarang sudah di renggut oleh suami nya.
Celine menahan sakit nya dengan menggigit bibir bawah nya, namun setelah masuk, ia pun bisa bernapas lega.
Melihat Celine yang seperti kesakitan pun, Steven tidak langsung melakukan kegiatan selanjutnya, ia pun bertanya dulu pada Celine.
"Tidak sayang, tidak masalah. Hanya sakit sedikit.", ucap Celine tersenyum
Steven pun kembali melanjutkan apa yang ingin ia lanjutkan. Steven mengarahkan senjata nya hingga membuat Celine lemas dengan permainan nya. Tangan Steven pun tidak lepas dari buah dada Celine yang membuat Celine semakin tidak berdaya.
Setelah sekian lama, akhir nya terdengar raungan dari bibir Steven yang menandakan bahwa ia juga sudah mencapai pelepasan nya. Ia pun kembali menciumi wajah Celine. Dan ia terkapar di samping Celine. Napas mereka pun saling memburu setelah melakukan olahraga di siang hari itu. Permainan yang sungguh menantang di siang hari.
Mereka pun memakai selimut untuk menutupi tubuh polos mereka. Mereka saling berpelukan setelah melakukan tugas mereka.
"Terima kasih sayang.", ucap Steven sambil mengecup kening Celine
Celine hanya tersenyum dan terus memeluk tubuh kekar suami nya tersebut. Karena ia pun juga merasakan kenikmatan dunia tersebut dari suami nya sendiri. Tidak sia sia selama ini ia menjaga keperawanan nya hanya untuk suami nya.
Setelah beristirahat, tak lama terdengar suara ketukan pintu.
tok....tok....tok....
"Tuan, nyonya, makan siang nya sudah siap.", ucap pelayan di balik pintu
"Iya, sebentar lagi kami akan turun.", jawab Steven
"Baik tuan.", ucap pelayan dan berlalu pergi
"Sayang, ayo kita bersihin badan kita dulu, abis itu kita makan.", ucap Steven
"Iya sayang.", jawab Celine
Namun saat Celine ingin bangun dari tempat tidur, tiba tiba di bagian bawah nya terasa sangat sakit dan nyeri.
"Auuu.....", teriak kecil Celine
"Ada apa sayang? Apa ada yang sakit?", tanya Steven panik
"Iya, bagian bawah ku sangat sakit.", jawab Celine
__ADS_1
"Coba aku lihat.", ucap Steven
"Tidak usah sayang, mungkin nanti akan baik sendiri. Tapi sekarang bisa bantu aku ke kamar mandi??", tanya Celine
Steven pun tanpa menjawab langsung menggendong Celine ala ala bride dan membawa nya ke kamar mandi. Steven meletakkan Celine di samping bathtup.
"Kamu tunggu dulu ya, aku isi air hangat dulu.", ucap Steven
Steven pun segera menyalakan keran air untuk mengisi bathtub dengan air hangat. Setelah penuh, ia langsung memasukkan Celine ke dalam bathtub untuk membersihkan diri nya.
Sedangkan Steven memilih untuk segera mandi di bawah shower dengan menggunakan air dingin agar lebih segar.
Setelah mandi, Steven pun membantu Celine untuk bilasan di bawah shower dan membantu nya untuk berjalan keluar kamar mandi.
Setelah selesai mandi dan berpakaian, Celine masih tidak sanggup untuk berjalan banyak karena bagian bawah nya yang cukup bengkak akibat gesekan yang ia terima dari suami nya tadi.
"Kamu tiduran aja di ranjang, nanti aku minta bi Nani untuk membawakan makanan kita ke kamar.", ucap Steven yang mengerti kondisi istri cantik nya tersebut.
Celine pun mengangguk.
Steven pun segera menelepon bagian dapur untuk segera mengantarkan makan siang mereka ke kamar.
"Maaf ya sayang, aku jadi merepotkan mu.", ucap Celine ..
"Tidak apa apa sayang. Hal ini mungkin akan terjadi untuk saat ini saja. Mungkin kedepan nya tidak akan terlalu sakit seperti sekarang.", ucap Steven
"Tapi sayang, lihatlah ranjang kita sangat berantakan, aku malu kalau nanti bi Nani masuk ke kamar kita dan melihat kekacauan ini.", ucap Celine
"Nanti aku saja yang ambil makanan nya di depan. Kamu tunggu saja di kamar.", ucap Steven
"Kita makan di kursi sana saja sayang. Biar kita juga bisa melihat pemandangan keluar.", ucap Celine
"Iya boleh, sini aku bantu kamu jalan.", ucap Steven
"Gausa sayang. Aku bisa kok jalan pelan pelan.", ucap Celine tersenyum
Steven pun menggandeng istri nya tersebut untuk duduk di kursi dekat jendela besar yang ada di kamar mereka dan sebuah meja yang lumayan besar di hadapan mereka.
Setelah Celine duduk, Steven pun kembali ke ranjang mereka dan segera mengganti sprei mereka karena terlihat noda darah di sprei tersebut dan meletakkan nya di kamar mandi.
Tak berapa lama pintu pun di ketuk.
"Permisi tuan, nyonya, saya mau mengantarkan makan siang nya.", ucap bi Nani
"Iya tunggu sebentar bi.", jawab Steven
Steven pun segera menuju pintu kamar yang terkunci dan membuka nya.
"Sini bi, biar saya aja yang bawa. Makasih banyak ya bi.", ucap Steven tersenyum
"Sama sama tuan. Saya permisi.", ucap bi Nani dan berlalu dari sana.
Sedangkan Steven langsung membawa makan siang mereka ke atas meja yang ada di hadapan istri nya.
Mereka pun makan siang dengan di selingi obrolan ringan dan keharmonisan mereka sangat terlihat di siang itu.
🦩🍀🦩🍀🦩🍀🦩
.
.
.
Hai guys, jangan lupa Like, Comment & Vote nya yaa. jangan lupa mampir ke karya author yang lain yaa. Dukung author terus biar giat up new eps nya. Thankyou and happy reading 😁😁😁
.
.
.
__ADS_1