Cinta Yang Hilang & Kembali Season 2

Cinta Yang Hilang & Kembali Season 2
Eps 11. Lulus


__ADS_3

Fanny pun segera memakan nasi goreng spesial tanpa udang itu dengan lahap nya karena memang ia sedari tadi sudah kelaparan. Sedangkan ka Axel hanya meminum jus jeruk nya sambil memperhatikan Fanny makan.


Karena terus menerus di perhatikan oleh ka Axel, membuat Fanny buru buru untuk segera menghabiskan makanan nya itu.


Karena terlalu terburu buru, membuat nya tersedak.


"Uhukk.... uhuk....", suara Fanny yang terbatuk karena tersedak


"Maka nya kalau makan itu pelan pelan jangan seperti di kejar anjing seperti itu.", ucap Ka Axel sambil memberikan minum pada Fanny


Fanny pun segera meminum minuman nya dengan wajah merah karena menahan rasa malu nya.


Setelah sepuluh menit Fanny pun sudah menghabiskan semua makanan nya. Mereka berdua pun kembali ke depan ruangan sidang Celine.


Sebelum kembali ke ruang sidang, ka Axel membeli air mineral untuk Steven dan juga Celine yang pasti sudah haus.


Di depan ruang sidang Celine masih ada Steven yang setia menunggu Celine keluar. Namun terlihat masih saja Steven sendiri yang berarti Celine belum selesai.


Ka Axel dan Fanny pun menghampiri Steven yang duduk di kursi di depan ruangan Celine.


"Steve, ini minum lah.", ucap Ka Axel


"Terima kasih ka.", ucap Steven sambil mengambil botol air mineral yang di bawa ka Axel


Steven pun langsung membuka tutup botol dan meneguk air tersebut hingga setengah botol.


"Kenapa sidang nya lama sekali ya? Aku jadi takut kalau nanti sidang sampai selama ini.", ucap Fanny sambil melihat ke arah pintu


"Memang nya kapan kamu sidang Fan?", tanya Steven


"Aku kemungkinan minggu depan ka.", jawab Fanny


"Memang nya kakak kapan?", tambah Fanny


"Aku lusa sidang.", jawab Steven


"Ohh...", jawab Fanny mengangguk.


"Aku dulu juga sidang selama ini, bahkan lebih lama dari ini.", ucap Ka Axel


"Apa?? Lebih lama dari ini? Apa kakak mengajak ngobrol dosen dulu ka?", kata Fanny


Ka Axel pun hanya menatap Fanny datar seperti tak ingin menjawab


Fanny pun langsung sadar bahwa lelucon nya itu tak lucu di antara dua laki laki datar itu.


"Semakin banyak materi mu, semakin banyak kamu menguasai materi mu, akan semakin mudah. Tapi apabila kamu tidak menguasai materi mu dengan baik, tamat lah sudah.", ucap Ka Axel


"Tamat? Apa semengerikan itu ka?", tanya Fanny lagi


"Tergantung dosen yang menguji mu nanti. Kalau dosen tingkat atas pasti akan memberi banyak pertanyaan pada mu, dan apabila kamu tidak bisa menjawab nya, semakin banyak lah pertanyaan yang akan di berikan. Dan sudah dapat di pastikan bagaimana nasib skripsi mu.", jelas ka Axel


Steven yang memang mahasiswa yang pintar pun menanggapi perkataan ka Axel dengan santai, karena memang begitu kenyataan nya.


Namun berbeda dengan Fanny yang terlihat panik dan takut dengan nasib sidang nya nanti.


"Kenapa muka mu seperti itu?", tanya Ka Axel


"Ahh tidak apa apa kak.", ucap Fanny kikuk


Tak berapa lama handle pintu pun bergerak.


Fanny, Steven dan Axel yang duduk di kursi depan pintu pun langsung berdiri menunggu siapa yang akan keluar.


Muncul lah Celine dari balik pintu dengan membawa buku hasil skripsi nya dengan wajah yang tak bisa di arti kan.


Ketiga manusia yang ada di depan pintu pun kebingungan dengan ekspresi wajah Celine


Sepersekian detik mereka berempat hening. Tak ada yang mengeluarkan suara hanya mata yang saling beradu pandang

__ADS_1


"AKU LULUS!!!!", teriak Celine dengan girang nya


Seketika ketiga wajah orang yang ada di depan nya bisa melepas napas nya panjang karena sedari tadi seperti menahan napas menunggu jawaban dari Celine


"Celine! Kenapa kamu berekspresi seperti tadi sih? Membuat kami tegang saja.", ucap Fanny sambil memukul kecil lengan Celine


Celine pun terkekeh


"Aku pun ga menyangka, hampir dua jam aku di dalam ruangan.", ucap Celine


"Selamat ya sayang atas kelulusan mu.", ucap Steven tersenyum senang


"Makasih Steven.", ucap Celine


"Selamat ya dek. Kamu sudah lulus, akhir nya bisa ikutin kakak.", ucap Ka Axel


"Iyaa ka, akhir nya aku bisa lulus ka. Aku sangat senang.", ucap Celine sambil memeluk kakak nya itu


"Oh ya Cel, bagaimana nilai mu???? Kenapa kamu lama sekali sih di dalam? Bikin orang takut saja mau sidang.", ucap Fanny


"Memang nya siapa dosen yang menguji mu tadi dek?", tanya Ka Axel


"Pak Budiarto, Bu Nancy dan Pak Daniel ka. Mereka memberiku banyak sekali pertanyaan. Untung saja aku bisa menjawab nya.", kata Celine


"Ohhh pantas saja kamu bisa lama seperti itu, memang ketiga dosen itu lah yang paling extreme. Mereka dosen tingkat atas yang paling sering memberi pertanyaan tentang materi mu.", ucap Ka Axel


"Tapi dulu kakak tidak mendapat ketiga nya sekaligus, hanya pak Budiarto dan bu Nancy saja. Itu saja sudah membuat kakak berdiri di dalam ruangan selama dua jam.", tambah ka Axel


"Wow.... lalu kakak dapat nilai berapa waktu itu?", tanya Fanny yang masih terkagum


"Kita sambil jalan aja yuk ke kantin. Tidak enak berdiri di depan ruangan sidang begini.", ucap Steven


Mereka berempat pun berjalan beriringan menuju kantin sambil melanjutkan obrolan mereka.


"Ka Axel, waktu itu berapa nilai kakak?", tanya Fanny lagi


"Ka Axel mendapat predikat Summa Cumlaude dengan nilai 3.97 hampir sempurna. Ka Axel menjadi mahasiswa dengan nilai terbaik.", ucap Celine


Mereka bertiga yang mendengar ucapan Celine tiba tiba diam tak bersuara sama sekali, mereka justru saling pandang.


"Sungguh hebat kan kakak ku ini?", ucap Celine membanggakan ka Axel


Celine berbicara panjang lebar sedangkan ketiga orang di depan nya hanya bengong mendengar ucapan Celine .


"Steve, apa kamu mengerti??", tanya Ka Axel


"Iya ka, apa kita ga salah denger ka?", tanya Steven


"Engga ka, aku juga mendengar nya ka.", ucap Fanny


Sedangkan berbalik Celine yang bingung dengan ketiga orang di depan nya.


"Kalian ngomongin apa sih? Aku ga ngerti. Kan lagi ngomongin nilai ka Axel.", ucap Celine


"Dek, apa kamu sadar apa yang kamu ucapkan?", tanya Ka Axel


"Iya ka, memang apa yang salah?", tanya Celine


"Kamu ingat waktu kakak wisuda? kamu ingat nilai kakak? Apa kamu juga ingat kakak memberi mu kejutan apa saat itu?", tanya Ka Axel


"Kejutan?", tanya Celine.


"Iya, saat wisuda kakak, kakak kan memberi mu kejutan.", ucap Ka Axel


Seketika Celine berpikir dan ada rasa sakit di kepala nya, Celine memegang pelipis kepala nya.


"Sudah sudah, tidak perlu di ingat kalau kamu belum ingat dek.", ucap Ka Axel sambil memberikan kursi kepada Celine ketika sudah ada di kantin


"Ini minum dulu Cel.", ucap Fanny sambil memberikan minuman yang tadi di beli ka Axel

__ADS_1


Celine pun segera meminum air dalam botol tersebut.


Setelah di rasa sudah sedikit tenang, mereka bertiga pun memutuskan untuk tidak bertanya lebih banyak soal masa lalu dalam ingatan Celine


"Oh yaa Cel, lalu bagaimana tadi hasil sidang kamu?", tanya Fanny


"Aku dapat nilai A Fan.", ucap Celine tersenyum


"Wahhh nilai yang sangat bagus Cel. Selamat yaa!!", ucap Fanny menyelamati Celine


"Terima kasih Fan.", ucap Celine


Sedangkan Steven sedari tadi hanya diam saja, ka Axel pun merasakan hal itu.


Celine bisa mengingat dengan jelas nilai ka Axel bahkan predikat nya sekaligus, namun ia lupa kejutan dimana Steven dan orang tua nya baru balik dari hilang nya kecelakaan beberapa tahun yang lalu.


Karena hari pun sudah sore, mereka memutuskan untuk pulang ke rumah Celine untuk merayakan kelulusan sidang skripsi nya tadi.


Celine pun sudah mengabari mama dan papa nya bahwa ia sudah lulus dan mendapat nilai yang sangat memuaskan.


Mama dan papa yang mendy kabar tersebut sangat senang.


Mama Gladys yang ada di rumah langsung menyuruh bibi untuk memasak hidangan yang enak untuk menyelenggarakan kelulusan Celine


Celine ikut dengan mobil Steven, sedangkan mobil Celine, Steven sudah menyuruh anak buah nya untuk datang dan membawa mobil Celine langsung ke rumah nya.


Sedangkan Fanny yang tadi nya ingin langsung pulang pun di tahan oleh ka Axel.


"Ka, aku pulang ya.", ucap Fanny


"Mau kemana?", tanya Ka Axel


"Pulang ka, kan tadi aku udah bilang.", jawab Fanny


"Pulang kemana?", tanya Ka Axel


"Yah ke rumah ku lah ka. Masa ke rumah kakak. Bagaimana sih kakak ini. Pintar tapi suka error.", ucap Fanny asal


"Apa kamu bilang???", tanya Ka Axel dengan suara yang sedikit tinggi


"Ehh aku hanya bercanda ka. Hehe.", ucap Fanny terkekeh


"Sudah, kamu ikut aku sekarang, jangan banyak bicara dan bertanya, kalau tidak akan ku buat saat kamu sidang biar ketiga dosen tadi yang menguji mu.", ucap Ka Axel sambil menarik tangan Fanny untuk mengikuti nya masuk ke dalam mobil


"Ahhh jangan kaa pliss!!!", ucap Fanny panik


"Kalau gitu diam dan ikut aku.", ucap Ka Axel


Fanny pun hanya diam dan mengikuti apa kata ka Axel dari pada harus mendapat tiga dosen killer seperti itu.


Fanny pun masuk ke dalam mobil ka Axel tanpa bersuara. Sepanjang perjalanan ia hanya diam dan memandang ke arah jalanan luar jendela.


Jalanan yang di lalui ka Axel tidak sama seperti jalanan menuju rumah ka Axel. Fanny yang menyadari hal itu pun bingung namun ia tak berani untuk bertanya pada ka Axel.


🦩🍀🦩🍀🦩🍀🦩


.


.


.


Hai guys, jangan lupa Like, Comment & Vote nya ya. Hari ini up 2 eps sekaligus yaa dan ini sudah panjang ya cerita nya. Thankyou and happy reading guys 😁😁😁


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2