
Hari berganti hari, minggu berganti minggu, David klien dari Singapura itu, memutuskan untuk menetap sementara di Jakarta karena masih ada urusan bisnis yang harus di selesaikan.
Rico dan Danny pun sudah mendapat informasi terkait dengan David, laki laki yang mencoba mendekati Celine.
Namun mereka belum memberi tau langsung kepada Steven karena takut nanti akan berakibat buruk dengan kerjasama yang telah mereka jalin.
David sendiri pun belum mengetahui bahwa Celine adalah tunangan Steven, laki laki yang menjadi rekan bisnis nya.
Sedangkan Celine sudah mengganti sekertaris nya Doni menjadi Fanny sahabat nya. Papa Thomas mengalihkan Doni ke divisi lain yang ada di perusahaan tersebut.
Fanny sangat bahagia karena bisa bekerja dengan sahabat nya sendiri, dan hal itu sangat menjamin hidup nya. Papa Thomas pun juga sangat baik pada Fanny. Namun saat di perusahaan, papa Thomas tetap memperlakukan nya sama dengan karyawan yang lain.
Sedangkan si manusia dingin itu masih sibuk dengan urusan di kantor nya yang di Surabaya dan Bali. Sehingga ka Axel sangat jarang sekali berada di rumah. Hanya sesekali ka Axel datang ke perusahaan yang ada di Jakarta hanya untuk memberikan laporan secara berkala.
David yang sudah menjalin kerja sama dengan perusahaan Celine pun semakin bersemangat bila ada meeting ataupun pertemuan dengan Celine. Walaupun sampai saat itu ia masih tidak bisa mendapatkan nomor ponsel pribadi Celine.
Steven pun masih bekerja sama dengan perusahaan David, bahkan David pun tak jarang bertemu dengan Steven.
Sebenarnya Steven sudah mulai curiga dengan David, karena beberapa waktu yang lalu, David berbicara pada nya bahwa ia berhasil bertemu dengan wanita pujaan nya, bahkan berhasil menjalin kerja sama. Namun David tidak menyebutkan siapa wanita tersebut, sehingga Steven tidak bisa menuduh David sembarangan. Karena banyak kemungkinan bahwa memang banyak yang ingin bekerja sama dengan perusahaan David dari Singapura.
Hingga suatu saat, Celine dan David akan mengadakan meeting untuk membahas kelanjutan dari kerjasama mereka.
David awal nya ingin mengajak meeting di luar kantor agar lebih santai dan hanya berdua dengan Celine. Namun Celine menolak nya dengan keras.
Celine hanya ingin mengadakan meeting di kantor nya dan bersama sekertaris nya, Fanny. Karena biar bagaimana pun Celine adalah tunangan Steven, dan tidak sepantasnya ia pergi berdua bersama seorang laki laki meskipun itu hanyalah untuk meeting.
Celine sangat menjaga nama baik keluarga nya, sehingga mau bagaimana pun perasaan nya dengan David, ia tetap berlaku professional.
Hari dimana Celine akan meeting dengan David.
David sudah datang ke perusahaan papa Thomas, Fanny pun sudah mempersilahkan mereka untuk masuk ke ruangan meeting.
Setelah itu, Fanny memanggil Celine untuk segera ke ruang meeting untuk memulai meeting.
Entah mengapa, lama kelamaan Celine seperti mulai bersikap baik pada David, walaupun dalam hati nya masih tidak nyaman dan masih memikirkan perasaan Steven.
Saat masuk ke dalam ruangan meeting.
"Selamat datang tuan David.", ucap Celine sambil berjabat tangan dan tersenyum
"Terima kasih Nona Celine.", ucap David dengan wajah nya yang berbinar
Karena tidak biasa nya Celine menampakkan wajah seperti itu pada David. Seperti ada angin segar untuk David.
"Baik, kita mulai saja meeting nya.", ucap Celine sambil membuka berkas berkas kerjasama mereka.
Meeting berjalan dengan sangat baik selama satu jam lama nya. Fanny pun sangat kagum dengan kepiawaian Celine dalam presentasi maupun menjelaskan dengan para klien nya.
David pun juga sangat takjub dengan Celine, andai saja ia bisa memiliki Celine, lengkap sudah seperti nya hidup nya. Sudah kaya, mapan, tampan, dan memiliki seorang pendamping seperti Celine.
Saat sudah selesai meeting, mereka pun memutuskan untuk pergi dari perusahaan papa Thomas.
Namun sebelum pergi, David meminta ijin untuk berbicara berdua sebentar dengan Celine.
"May I speak with you for a minute? Just two of us.", ucap David
Fanny pun melirik Celine seakan mata mereka sedang berbicara.
Celine pun mengangguk pada Fanny sebelum mereka keluar. Akhir nya setelah mendapat persetujuan dari Celine, Fanny pun segera keluar dari ruangan meeting.
Ya... Fanny sudah mengetahui siapa itu David dari sejak awal pertemuan mereka di cafe beberapa waktu yang lalu. Dan karena itu juga, Fanny juga semakin waspada dengan gerak gerik David, karena takut David akan merebut Celine dari Steven.
Setelah pintu di tutup, Celine kembali duduk dan berhadapan dengan David.
__ADS_1
"Ada apa tuan David?", tanya Celine
"Ehm... begini Nona Celine. Mungkin ini sedikit menyinggung hal pribadi.", ucap David
"Apa maksud anda tuan David?", tanya Celine lagi
"Begini... saya tertarik dengan anda Nona Celine.", ucap David to the point
"Maksud nya bagaimana tuan David?", tanya Celine lagi
"Maksud ku, saya menyukai mu Nona Celine.", ucap David
"Sorry tuan David, tapi seperti nya ada kesalahpahaman disini. Biar saya luruskan dulu. Sebelum nya saya minta maaf tuan David, pertama saya bersikap baik kepada siapapun, klien saya dari mana pun. Karena saya harus professional dalam bekerja, itu yang orang tua saya ajarkan pada saya. Dan kedua, saya sudah bertunangan tuan David. Saya sudah mempunyai tunangan.", ucap Celine panjang lebar.
Seketika David terdiam, karena memang David tidak tau soal hal itu, dimana Celine sudah memiliki tunangan.
"Oh.. maafkan saya Nona Celine, saya tidak tau soal hal itu. Maafkan saya.", ucap David
"Tidak apa apa tuan David. Saya harap kedepan nya kita bisa lebih bersikap professional.", ucap Celine tersenyum
"Baik Nona Celine. Kalau begitu saya permisi dulu. Terima kasih atas waktu nya.", ucap David sambil berdiri dan melangkah ke arah pintu.
Setelah David keluar dari ruangan meeting, dengan cepat Fanny masuk ke dalam ruangan meeting dan melihat Celine yang sudah duduk dengan memangku tangan nya di atas meja dengan kedua telapak tangan nya menutup wajah nya.
"Cel, ada apa dengan mu? Apa yang ia bicarakan?", tanya Fanny yang sudah duduk di samping Celine
Celine membuka tangan nya dan mengahadap Fanny dan menghembuskan napas panjang.
"Dia bilang padaku bahwa ia menyukai ku.", ucap Celine
"Tuh kan benar apa dugaan ku kalau memang tuan David itu menyukai mu Cel.", ucap Fanny
"Iya, tapi aku sudah bilang pada nya kalau aku sudah mempunyai tunangan.", ucap Celine
"Lalu bagaimana reaksi nya?", tanya Fanny
"Dan aku juga meminta nya supaya kita bersikap lebih professional kedepan nya.", tambah Celine
"Bagus lah kalau begitu, mudah mudahan dia menyerah untuk mendekati mu.", ucap Fanny
"Iya aku harap juga begitu. Oh ya bagaimana dengan mu dan ka Axel? Ku lihat seperti nya kalian sudah agak menjauh semenjak kamu cerita bahwa ka Axel memberi mu kejutan waktu kelulusan mu.", ucap Celine
"Iya, yah aku tidak tau Cel. Aku bingung. Di satu sisi ka Axel memang baik, tapi aku tidak tau bagaimana perasaan nya pada ku. Untuk apa aku mengharapkan sesuatu yang tidak pasti untuk ku. Seperti nya aku harus menyerah dan mungkin harus mencari laki laki lain yang mencintaiku dengan tulus.", ucap Fanny dengan wajah lesu nya
"Aku pun juga tidak mengerti apa yang ka Axel pikirkan. Dia sudah mempunyai segala nya di usia muda nya. Bahkan perusahaan yang di Surabaya dan Bali pun sudah papa serahkan pada ka Axel. Lalu apa lagi yang ia cari?? Seharusnya ia mencari pasangan hidup.", ucap Celine yang tak kalah putus asa dengan Fanny
"Kamu jangan patah semangat Fan, aku yakin kamu pasti mendapatkan yang terbaik ", tambah Celine
"Iya Cel , terima kasih. Aku juga mendoakan mu supaya kamu dan ka Steven selalu bahagia.", ucap Fanny
Mereka berdua pun saling berpelukan sambil memikirkan keadaan hidup mereka masing masing.
Setelah nya mereka kembali ke ruangan mereka masing masing, karena masih ada beberapa pekerjaan yang harus mereka kerjakan.
*********
Di sisi lain, David yang keadaan hati nya sedang galau, ia memutuskan untuk pergi ke sebuah cafe untuk menenangkan pikiran maupun perasaan nya.
Hati nya begitu sakit mengetahui bahwa wanita pujaan nya sudah mempunyai tunangan. Bahkan belum sempat ia berjuang, ia sudah harus mundur.
Kebetulan cafe yang ia kunjungi termasuk cafe yang cukup besar dan menyediakan minuman wine.
David pun memesan minuman wine tersebut. Awal nya hanya 1 gelas, namun karena sudah tak bisa menahan nya akhir nya ia minum hingga 1 botol penuh wine.
__ADS_1
David pun mulai kehilangan sedikit kesadaran diri nya walaupun tidak sepenuh nya. Karena ia juga sudah terbiasa minum minuman seperti itu, sehingga meskipun ia minum 1 botol, ia masih bisa mengendalikan diri nya walaupun badan nya sudah penuh dengan keringat dan wajah nya memerah.
Saat ia ingin memesan kembali wine tersebut, pelayan tersebut pun memperingati bahwa ia sudah habis 1 botol.
"waitress!!!", panggil David
Seorang pelayan wanita pun segera menghampiri nya.
"Yes sir.", kata pelayan
"I want one bottle again.", ucap David
"Tapi tuan, wajah anda sudah memerah dan tubuh anda sudah penuh dengan keringat.", ucap pelayan
"Berikan aku 1 botol lagi !!", teriak David
Sementara ada beberapa pengunjung yang melihat ke arah David namun tidak berani mendekat.
Hingga ada satu wanita yang datang dan menghampiri David.
"Tuan David. Apa yang terjadi?", tanya seseorang wanita.
"Siapa kamu?", tanya David ketus
"Saya Fanny tuan, sekertaris Nona Celine.", ucap Fanny
Fanny kala itu sedang ingin membeli kopi untuk nya dan untuk Celine yang dekat dengan perusahaan Celine. Dan karena melihat ada keributan ia pun bermaksud hanya ingin melihat, namun ternyata itu adalah tuan David, klien dari perusahaan nya.
David yang mendengar nama Celine pun langsung tersenyum.
"Celine, itu kah kamu??? Kenapa kamu begitu jahat pada ku? Aku sangat menyukai mu.", ucap David yang sudah mulai tak bisa mengontrol diri nya
David pun segera bangkit dari duduk nya dan menarik tangan Fanny yang di kira Celine.
"Celine, aku sangat menyukai mu, aku mencintai mu Celine.", ucap David menggenggam lengan Fanny kuat
"Lepaskan tuan, lepaskan tangan ku. Ini aku Fanny bukan Celine.", teriak Fanny sambil berusaha melepaskan genggaman David yang sangat kuat.
Melihat Fanny yang kesakitan, akhir nya beberapa pelayan yang ada disana ikut membantu Fanny.
Setelah lepas dari genggaman David, Fanny segera menghubungi sekertaris David yaitu tuan Reven.
Tak pakai lama Reven pun datang ke cafe tersebut dan segera membawa David pergi dari cafe tersebut.
"Nona Fanny, terima kasih atas bantuan nya.", ucap sekertaris Reven
"Iya tuan Reven.", ucap Fanny mengangguk
Fanny yang sudah selesai dengan urusan disana pun segera mengambil kopi pesanan nya dan segera kembali ke perusahaan.
Sepanjang perjalanan, Fanny semakin takut dengan sikap David tadi. Ingin rasa nya ia memberi tau Celine apa yang terjadi, namun ia takut membuat Celine jadi tambah kepikiran.
🦩🍀🦩🍀🦩🍀🦩
.
.
.
Hai guys , jangan lupa Like, Comment & Vote nya ya. jangan lupa lohhh karena itu semangat untuk author. Thankyou and happy reading 😁😁😁
.
__ADS_1
.
.