Cinta Yang Hilang & Kembali Season 2

Cinta Yang Hilang & Kembali Season 2
Eps 14. Sakit


__ADS_3

Selesai makan, mereka pun meminum kopi dan teh yang sudah di sediakan.


"Oh ya tuan David, ada apa anda kemari? Kemarin kan sudah jelas semua masalah kerjasama nya.", tanya Steven


"Oh ya tuan Steven, tidak usah sungkan memanggil ku tuan bila di luar pekerjaan, panggil saja nama ku. David. Umur kita tidak beda jauh.", ucap tuan David


"Baiklah David, kamu juga bisa memanggil ku Steven.", ucap Steven


"Oh ya, Steven, bisa kah kita menjadi teman?", tanya David


"Tentu saja David, kenapa tidak?", tanya Steven balik


"Tidak, aku hanya takut kamu tidak mau berteman dengan ku. Karena kita baru saja bertemu.", ucap David


"Tidak David, aku sangat welcome dengan siapapun yang ingin berteman dengan ku.", ucap Steven


"Baiklah, terima kasih Steven. Oh ya kamu umur berapa sekarang?", tanya David


"Aku umur dua puluh dua tahun.", ucap Steven


"Ohh Kita berbeda tiga tahun ternyata, aku umur dua puluh lima tahun.", ucap David


"Ahh... aku sangat tidak pantas memanggil mu hanya dengan nama. Bagaimana bila ku panggil ka David saja?", kata Steven


"Boleh tidak masalah.", ucap David


"Apa ka David sudah menikah?", tanya Steven


"Belum Steve. Aku masih lajang.", ucap David


"Ah masa laki laki semapan dan setampan kakak belum punya pacar?", tanya Steven penasaran


"Iya aku belum punya pacar.", jawab David meyakinkan


"Apa kamu sudah punya pacar?", tambah David


"Sudah ka, bahkan waktu itu kami sempat bertunangan.", ucap Steven sambil menghadap arah lain


"Sempat bertunangan? Lalu sekarang?", tanya David


"Iya, kami sempat bertunangan setahun yang lalu. Tapi ia mengalami kecelakaan dan hilang ingatan.", ucap Steven menjelaskan


"Aku turut prihatin Steve. Tapi apa sekarang ia sudah mengingat mu?", tanya David lagi


"Belum ka, tapi hubungan kita baik, keluarga nya juga berusaha untuk mengingatkan kembali memori ingatan nya. Cuma memang kata dokter juga butuh waktu lama.", ucap Steven


"Iya, yang penting kamu bersabar saja, semua pasti akan indah pada waktu nya, kelak dia pasti akan mengingat mu kembali dan kalian akan menikah dan hidup bersama.", ucap David tersenyum


"Terima kasih ka.", ucap Steven


"Oh ya, bagaimana dengan kakak? Apa kakak tidak punya perempuan idaman? Atau yang sedang di dekati?", tambah Steven


"Ehm... sebenarnya ada, kemarin baru saja aku bertemu seorang wanita cantik di sebuah cafe sebelum aku ke kantor mu kemarin.", ucap David


"Oh ya? Apa kalian sudah berkenalan?", tanya Steven


"Sayang nya belum, tapi aku harap aku segera bisa bertemu dengan nya dan berkenalan dengan nya. Karena yang aku tau hanya kampus nya dekat dengan cafe kemarin. Kampus A kalau tidak salah.", ucap David


"Kampus A? Aku juga kuliah disana ka.", ucap Steven


"Waw kebetulan sekali, tapi kan disana banyak sekali mahasiswi entah dia jurusan apa juga aku tidak tau, nama nya pun aku tidak tau.", ucap David


"Tenang saja Ka, kalau memang berjodoh, kakak pasti bisa bertemu lagi.", ucap Steven.


Mereka berdua pun mengobrol panjang lebar hingga lupa waktu hingga jam hampir menunjukkan pukul satu siang.

__ADS_1


Ketika mereka berdua sedang asik mengobrol, tiba tiba terdengar ketukan pintu.


tok...tok...tok...


"Masuk.", ucap Steven


"Steve, ehh tuan Steven, sebentar lagi Kita ada meeting dengan klien dari perusahaan C.", ucap Danny


"Oke, kamu persiapkan semua nya, berkas nya sudah siap?", tanya Steven


"Sudah tuan, ini berkas nya.", ucap Danny sambil menyerahkan berkas


"Oke, aku akan baca dulu, berapa menit lagi kita meeting?", tanya Steven


"Lima belas menit lagi tuan.", ucap Danny


"Oke, kamu siapkan semua nya. Nanti aku langsung kesana.", ucap Steven


"Iya tuan, saya permisi.", ucap Danny menunduk dan berlalu keluar.


Steven pun menaruh berkas di atas meja.


"Yah sudah kalau gitu aku pergi dulu ya Steve. Maaf sudah mengganggu waktu mu. Terima kasih juga atas makan siang nya. Lain kali kita bertemu lagi.", ucap David


"Iya ka, maaf sebelum nya karena aku ada meeting. Terima kasih sudah berkunjung.", ucap Steven


"Iya tidak masalah. Yah sudah aku pamit ya.", ucap David


David pun keluar dari ruangan Steven , sedangkan Steven mulai membuka berkas nya setelah kembali duduk di kursi kebesaran nya dan membaca berkas berkas tersebut.


Tak berapa lama ia pun berdiri dan berlalu menuju ruang meeting karena sudah waktu nya untuk meeting.


Di ruang meeting sudah ada para klien dan juga Danny dan Dina yang sudah bersiap disana.


Dina pun memperkenalkan para klien nya kepada Steven, hingga meeting pun di mulai.


"Oke, nanti saya akan pelajari lebih lanjut soal kerjasama ini, nanti untuk kelanjutan nya akan sekertaris saya yang akan mengabari.", ucap Steven


"Terima kasih tuan Steven, kami tunggu kabar baik nya. Kalau begitu kami permisi.", ucap tuan D


Steven pun mengangguk, mereka pun saling berjabat tangan sebelum klien dari perusahaan C itu keluar.


"Danny, nanti taruh berkas itu di meja ku, biar aku pelajari lagi apakah perusahaan kita akan bekerjasama dengan nya atau tidak.", ucap Steven.


"Oke.", ucap Danny


Steven pun langsung keluar dari ruangan setelah di bukakan pintu oleh Dina.


"Dina, kamu susun ulang berkas berkas ini. Kemungkinan Kita akan lembur malam ini sampai urusan dengan meeting ini selesai.", ucap Danny


"Ehm...", Dina


"Ada apa Dina?", tanya Danny


"Ehm... begini tuan Danny, anak ku sedang sakit, nanti malam aku mau mengantar nya ke dokter setelah pulang kerja.", ucap Dina


"Oh anak kamu lagi sakit? Lalu suami mu sudah tau?", tanya Danny


"Ehm... saya sudah tidak tinggal dengan suami saya tuan. Saya hanya tinggal berdua dengan anak saya.", ucap Dina


"Ohh, kalau begitu nanti sepulang kerja saya akan mengantar kamu dan anak kamu ke rumah sakit. Siapa nama anak kamu?", tanya Danny lagi


"Tidak usah tuan, nanti akan merepotkan tuan.", ucap Dina


"Oh ya nama anak ku Anna.", tambah Dina

__ADS_1


"Tidak apa apa, nanti sepulang kerja aku akan mengantar mu. Sekarang kerjakan tugas mu agar cepat selesai.", ucap Danny


"Baik tuan. Saya permisi dulu.", ucap Dina dan berlalu keruangan nya.


Begitu juga dengan Danny yang kembali ke ruangan nya.


******


Waktu sudah menunjukkan pukul lima sore, kebanyakan karyawan akan segera pulang karena memang sudah waktu nya jam pulang kantor, namun ada juga sebagian yang masih sibuk di meja kerja nya.


Steven yang kala itu tidak ada urusan penting memutuskan untuk segera pulang.


Dina dan Danny pun sudah menyelesaikan pekerjaan mereka, Danny pun mengantarkan Dina untuk menjemput anak nya yang di titipkan ke tetangga nya.


"Tuan, tidak usah repot repot mengantarku. Biar aku nanti naik taxi saja.", ucap Dina


"Sudah tidak apa. Ayo masuk ke dalam mobil ku", ucap Danny


"Tapi tuan, gang menuju rumah ku sangat kecil, tidak bisa di lalui oleh mobil.", ucap Dina lagi


"Ya nanti kita parkir di pinggir jalan raya saja. Sudah cepat masuk. Mau anak mu lebih lama sakit?", tanya Danny yang membuat Dina cepat cepat untuk masuk ke dalam mobil


Danny pun mengendarai mobil nya menuju rumah Dina setelah Dina memberi tau lokasi rumah nya.


Memang jalan nya tidak bagus, tidak seperti komplek kawasan elit. Namun jalan itu masih bisa di lalui walaupun banyak jalan berlubang dan berbatu.


Setelah menempuh perjalanan satu jam, mobil pun sampai di pinggir jalan yang tidak jauh dari rumah Dina.


Awal nya Danny begitu bingung melihat kawasan itu, terlihat agak kumuh, namun tidak terlalu. Masih ada rumah bertingkat walaupun dengan bangunan seadanya.


"Tuan tunggu di mobil saja, biar aku menjemput anak ku sebentar.", ucap Dina


"Baiklah aku tunggu disini.", ucap Danny


Dina pun segera keluar dari mobil dan berjalan memasuki gang kecil yang hanya bisa di lalui oleh motor.


Dina segera menuju rumah tetangga nya yang berada di sebelah rumah nya. Setelah nya kembali ke rumah untuk mengganti pakaian anak nya.


Rumah Dina tidak lah besar, hanya terdapat satu kamar, dapur bergabung dengan meja makan dan ruang tamu kecil, dan toilet seadanya. Hanya rumah itu yang bisa ia beli dari hasil kerja keras nya, karena John meninggalkan nya dan tak memberi nya uang sedikit pun.


Hal ini sudah sering kali John lakukan pada Dina dan Anna. Sering kali pergi dan meninggalkan mereka untuk mencari wanita kaya yang bisa ia dekati untuk mendapat kekayaan mereka.


Sudah berulang kali juga Dina memaafkan John ketika ia meminta maaf. Sungguh memang Dina terlalu bodoh yang selalu memberi kesempatan kepada John.


Hingga hal ini pun berulang kembali. Pernikahan mereka sudah berjalan sembilan tahun. Itu juga yang ia alami ketika John berselingkuh dengan gadis belia, yaitu Celine.


Beruntung Celine bisa cepat lepas dari John, kalau tidak mungkin hidup nya akan hancur sekarang.


Dina mengenal Celine, karena Dina pernah melihat John jalan berdua bersama dengan Celine di sebuah mall.


Namun Dina tidak berani apa apa karena rasa cinta nya pada John yang begitu besar dan juga karena ada Anna, anak mereka.


🦩🍀🦩🍀🦩🍀🦩


.


.


.


Hai guys , jangan lupa Like, Comment & Vote ya. Thank you and happy reading 😁😁😁


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2