
Di sebuah kamar ada seorang pemuda yang sedang duduk di kursi, sambil menghadap ke arah jendela, matanya lurus memandang anak-anak yang sedang bermain layang-layang di sawah, pemuda itu sedang galau karena sudah 1 minggu ini dia tak mendapatkan kabar dan keberadaan sang pujaan hati, 1 minggu tak melihat wajah sang pujaan hati membuatnya tak bersemangat untuk keluar rumah.
"Tok..Tok...Tok..." bunyi suara pintu membuyarkan lamunannya.
"Ciklek.!!" bunyi pintu kamar terbuka
"Ada yang mau ibu dan ayah bicarakan." ucap seorang wanita di depan pintu.
"Baik bu." sahutnya
Di ruang tamu sepasang suami istri sedang duduk di sofa sambil menunggu anak mereka datang.
Anak mereka yang di tunggu pun datang dan duduk di sofa yang berhadapan dengan mereka.
"Apa yang ingin ibu dan ayah bicara kan?" tanya nya
"Gio apa kamu sudah memutuskan ingin lanjut kuliah di mana?" tanya bapak
"Gio masih belum tau yah..." jawab Gio
"Bagaimana kalau kamu kuliah di kota saja,di sana ada om Ardi,kamu bisa tinggal di sana." ucap ayah Gio
"Gio akan fikirkan dulu yah." sahutnya
"Gio,ayah kasih waktu 1 minggu untuk kamu berfikir karena kalau kamu berlarut-larut kamu akan terancam tertunda untuk kuliah." ucap ayah
"Baik yah." jawab Gio beranjak pergi ke kamar nya kembali
"Yah anak kita Gio kenapa akhir-akhir ini ibu perhatian dia tidak semangat seperti biasanya,ibu jadi khawatir." ucap ibu khawatir
"Tidak apa-apa bu, ibu tenang saja, tidak akan terjadi apa-apa pada Gio." sahut ayah
"Iya yah, tapi Gio seperti orang yang sedang patah hati." ucap ibu
"Memang ibu pernah melihat Gio sama cewe selama ini?" tanya ayah
Ibu menggelengkan kepalanya.
"Tidak pak." jawab ibu lagi
"Ya sudah,berarti anak kita tidak apa-apa, mungkin dia hanya bingung saja mau kuliah di mana." ucap ayah
Di kamar, Gio sedang memandang foto seseorang di layar handphone nya,
Ya... itu foto Risa yang di ambil gio secara diam-diam waktu itu.
"Dimana kamu sekarang Risa." gumam Gio
Tiba-tiba bunyi pesan muncul di layar handphone nya.
π©"Gio...!besok siang kita ngadain kumpul bersama 1 kelas, buat ngerayain perpisahan kecil-kecilan kelas kita, di cafe biasa,hadir ya." isi pesannya
"1 kelas,? semoga saja di sana ada Risa." batinnya Gio penuh harap
π©"Oke..." balas Gio di pesan.
*
*
*
__ADS_1
Esok harinya Gio sudah siap ingin pergi keluar kamar.
"Mau kemana siang-siang begini Gio? tanya ibu.
"Mau kumpul bareng teman-teman 1 kelas bu, mereka ngadain acara perpisahan kecil-kecilan." ucap Gio
"Oh... begitu" sahut ibu
Syukurlah Gio mau keluar dan kumpul bersama teman-temannya dengan begitu ibu tidak dengan begitu ibu tidak perlu khawatir tentang keadaan Gio yang mengurung diri di kamar selama 1 minggu
"Kalau begitu Gio pamit ya bu Assalamu'alaikum." ucap nya
"Wa'alaikum salam,hati-hati di jalan." ucap ibu
"Iya bu." sahut Gio
Dengan semangat Gio melajukan motornya menuju lokasi acara yang di adakan teman-temannya, dia berharap bisa bertemu dengan Risa di sana,sesampainya di tempat acara Gio bergegas masuk ke dalam cafe,di sana banyak teman-teman 1 kelas berkumpul.
"Gio...!!!" panggil teman sebangku Gio,sambil melambaikan tangan.
"Akhirnya datang juga kamu, kenapa baru keliatan sih? biasa waktu di sekolah gak pernah absen ikut ke kantin,pas setelah lulus susah banget di ajak kumpul.!" cerocos teman Gio
Gio mengedarkan pandangannya sambil melihat satu persatu teman-temannya yang datang, Gio cuma melihat Tina teman akrabnya Risa tapi,dia tak melihat adanya Risa di sana, Gio pun merasa sia-sia dia datang ke sini.
"Yuk, kita ke sana.!" ajak temannya lagi
Gio hanya pasrah mengikuti langkah temannya.
"Karena semua sudah pada kumpul,berarti kita bisa pesan makanan nya." ucap panitia yang mengadakan acara perpisahan kecil-kecil an itu
"Tunggu.... !!!tapi ada 1 orang lagi yang belum datang." ucap Gio
Teman-temannya semua serempak menoleh ke arah Gio.
"Siapa...?" tanya temannya, karena merasa semuanya sudah hadir.
Ya... kecuali Risa sang idola,
mereka semua sudah tahu kalau Risa tidak bisa hadir langsung,tapi nanti mereka akan menyapa Risa lewat video call,dan itu di sampaikan oleh Tina, pas Gio belum datang tadi.
"Risa." sahut Gio,merasa malu.
"Siapa bilang Risa gak hadir." sahut teman-temannya yang lain, membuat mata Gio langsung berbinar, mendengar nya.
"Risa hadir kok sebentar lagi." sahut temannya yang lain lagi.
"Yas"batin Gio
Gio pun sangat bahagia mendengar kabar itu, rasanya dia ingin melompat dan berteriak-teriak saking bahagianya, tapi dia tahan,kan malu sama yang lain.π
Tina pun mengeluarkan handphone nya dan menghubungi Risa.
"Assalamu'alaikum semuanya, gimana kabar kalian semua." sapa Risa, melambaikan tangan nya sambil tersenyum.
"Wa'alaikum salam Risa, kita baik." sahut teman-temannya serempak, ikut melambaikan tangan nya.
Gio yang melihat wajah Risa sangat bahagia, rasa rindunya pun terobati melalui Tina.
"Aku harus minta nomer WhatsApp Risa dari Tina." batin Gio
Selesai acara Gio cepat-cepat menghampiri Tina.
__ADS_1
"Tina ...!!!" panggil Gio
"Iya,ada apa Gio?" sahut Tina
"Eemm.. aak...ku bo...boleh minta nomer WhatsApp nya Risa?" ucap Giosambil terbata-bata.
"Tapi ini bukan nomer WhatsApp nya Risa, ini nomer WhatsApp bapak nya Risa," sahut Tina
"Apa kamu mau,?" tawar Tina pada Gio
Gio pun menggelengkan kepalanya..
"Mana berani aku ngechat bapak nya." batin Gio
"Kalau boleh tau Risa selama ini ada di mana Tin?" tanya Gio.
"Risa sekarang tinggal di kota." jawab Tina
Gio pun bahagia mengetahui di mana Risa selama ini.
"Di mana alamat nya Tin?" Tanya Gio semangat
Tina menggelengkan kepalanya.
"Aku tidak tahu." jawab Tina
Gio pun merasa kecewa,tapi tidak apa,dengan mengetahui di mana Risa berada, Gio pun sudah senang, dia akan menerima tawaran ayahnya untuk kuliah di kota, dan dia akan mencari Risa di sana.
Syukur-syukur dia 1 kampus dengan Risa, harap nya Gio.
Gio bergegas pulang ke rumah dan cepat-cepat menemui ayah nya.
"Mana ayah bu? tanya Gio tergesa-gesa.
"Di halaman belakang lagi makanin ikan..." sahut ibu bingung.
Gio langsung berlari ke sana.
ibu yang penasaran, kenapa anaknya itu tergesa-gesa ikut juga menyusul ke sana...
"Ayah...!" panggil Gio.
"Iya,ada apa.?" sahut ayah nya melihat anaknya yang ngos-ngosan masih mengatur nafas.
"Gio mau kuliah di kota dan akan tinggal di tempat om Ardi, besok Gio akan langsung berangkat ke sana." ucapnya dengan satu kali tarikan nafas dan sangat semangat.
lalu pergi meninggalkan kedua orang tuanya untuk ke kamar mempersiapkan pakaiannya.
Kedua orang tuanya Gio cuma bisa melongo dan bingung atas apa yang di ucapkan anaknya tadi.
" Bagaimana ceritanya,dalam 1 hari dia sudah berubah fikiran dan memutuskan kuliah di kota dan mau berangkat langsung besok.?" ucap ibu Gio sangat bingung apa yang telah terjadi pada anaknya
"Sangat aneh." ucap ayah juga masih bingung
"Iya yah." sahut ibu
"Padahal kemarin di tanyain dia masih sangat berat dan ragu,seperti orang yang sedang putus asa,dan ini...??? kebalikannya seperti orang yang takut kehabisan tiket nonton bioskop." ucap ibu yang masih juga bingung pada Gioπ
...****************...
...Bersambung...
__ADS_1
Kasian juga ya... sama babang Gio, tapi jangan terlalu terobsesi yaa bang nanti jatuhnya sakit loh....π¨π³
Semangat terussss.....π₯°π₯°π₯°