
Reihan dan Risa pun sudah sampai di rumah mereka.
"Terima kasih ya sayang, hari ini Risa seneng banget"ucap Risa, sambil memagut lengan kekar suaminya dan tersenyum lebar.
"Iya sayang, sama-sama kaka juga seneng, sayang tau gak? padahal sudah sejak dulu, Kaka ke pengen ngajak kamu makan malam romantis berdua seperti ini,pas waktu awal-awal kita menikah, tapi karena waktu dulu sayang susah sekali di ajak jalan, bahkan sering nolak,jadi nya baru kali ini kesampaian kita pacaran nya berdua"sahut Reihan, sambil menatap istrinya dengan lembut, Risa pun merasa bersalah jika mengingat masa lalu, ketika awal-awal mereka menikah, Risa selalu menolak, jika Reihan mengajak nya jalan-jalan berdua, bahkan Risa selalu beralasan sibuk di rumah membantu ibu,al hasil Reihan selalu kecewa dan hanya bersabar menunggu istri nya mau.
"Maafin Risa ya ka,dulu Risa selalu menolak dan mengacuhkan Kaka, Risa juga sering memperlakukan Kaka dengan tidak baik dan selalu bikin Kaka kecewa"ucap Risa, sedih sambil menunduk kan kepalanya, merasa bersalah, Reihan tersenyum memandang istri nya.
"Sayang,itu kan dulu,waktu sayang belum cinta sama Kaka,saking gak cinta nya, sampai -sampai kaka di kunciin pintu"sahut Reihan terkekeh sambil mencubit hidung istri nya gemes.
"Ish..kok malah di ungkit -ungkit lagi sih,kan Risa jadi malu,dan merasa tambah bersalah sama kaka,"sahut Risa, sambil membalas mencubit pinggang suaminya dan memanyunkan bibirnya, Reihan pun langsung tergelak mendengar protesan istrinya.
"Itu dulu sayang,tapi sekarang kan sayang udah cinta, malahan cinta banget lagi sama kaka ya kan?"ucap Reihan, lalu memeluk istrinya dan mencium nya.
"Iya cinta banget,kaka juga cinta banget kan sama Risa?"tanya Risa, sambil tersenyum lebar.
"Kalau kaka gak cinta,gak mungkin kaka masih ada di sini sayang, justru karena kaka sangat mencintai mu, maka nya Kaka rela menerima apa pun perlakuan dan penolakan dari mu"sahut Reihan, Risa pun merasa terharu mendengar nya,ia pun langsung memeluk suaminya dengan penuh rasa bahagia.
"Terima kasih ya ka,karena sudah menerima Risa apa ada nya"ucap Risa lalu langsung mengecup mencium bibir suaminya, Reihan terkejut mendapat tindakan dari istrinya, dengan senang hati Reihan pun membalas ciuman dari istri nya.
"Iya sayang,anggap semua masa lalu itu adalah pengalaman dan pelajaran buat kita, bahwa semua apa yang terjadi,akan berbuah hikmah dan kebahagiaan untuk kita"ucap Reihan, sambil membelai rambut istri nya, Risa pun mengangguk kan kepalanya sambil tersenyum.
"Oya Sayang, nanti kita jalan berdua lagi ya,kita pacaran nya cari tempat lain lagi"ucap Reihan, sambil tersenyum menatap istrinya.
"Siapa bilang kita pacaran nya cuma berdua! kita bertiga tau!nih ada yang di dalam perut"sahut Risa terkekeh sambil menunjuk perut nya, Reihan pun tergelak mendengar nya.
"Oh..iya ya, berarti,nanti pacaran nya kita ulang aja,pas dede bayi nya udah keluar"sahut Reihan sambil mengusap perut Risa,lalu mereka pun tertawa bersama.
"Yah kelamaan dong! nunggu nya"protes Risa, lalu mereka pun tertawa bersama.
"Ya udah,yuk sayang kita tidur karena udah larut malam"ajak Reihan,lalu segera memeluk istrinya.
__ADS_1
*
*
*
Pindahan.
"Sayang,kaka udah menyewa mobil pickup teman kaka di pondok,jadi kalau sayang sudah selesai berkemas-kemas,kasih tau kaka ya,biar kaka langsung ambil mobil nya dan mengangkat nya ke mobil"ucap Reihan, sambil mendekati istri nya, yang sedang sibuk memasuk kan baju-baju ke dalam koper, Risa pun langsung mengangguk kan kepalanya sambil tersenyum.
"kalau begitu kaka ngajar dulu ya sayang,hari ini adalah hari terakhir kaka mengajar di pondok putri,dan lusa kaka udah mulai mengajar di pondok putra"ucap Reihan, Risa pun mengangguk kan kepalanya.
"Iya sayang, nanti Risa WA ya kalau udah siap" sahut Risa,sambil menyalami tangan suaminya, Reihan pun mencium kening dan bibir istri nya lalu pamit.
Reihan pun mengajar sekaligus berpamitan kepada seluruh santriwati nya dan para ustadz, ustadzah di pondok pesantren, mereka semua pun merasa sangat sedih, karena sosok ustadz idaman dan panutan mereka pun harus pindah dan mengajar di pondok lain.
📩"Sayang semuanya sudah siap"☺️pesan masuk dari Risa.
📩"Iya sayang, Risa tunggu ya"❤️😘balas Risa lagi, Reihan pun langsung tersenyum melihat emoji yang di kirim istrinya.
Reihan pun segera membawa mobil pickup yang di sewa nya ke rumah,dan langsung mengangkut semua barang -barang nya, kedalam mobil di bantu oleh para ustadz-ustadz yang lain.
"Umi! kita mau kemana? kenapa semua barang yang ada di rumah di bawa juga? tanya Anisa kebingungan.
"Kita mau pindah rumah sayang "jawab Risa, sambil tersenyum menatap putri.
"Pindah rumah? memang kita mau pindah ke mana umi? tanya Anisa penasaran ingin tau.
"Kita akan pindah dekat pondok pesantren yang baru sayang"jawab Risa, sambil mengusap kepala putri nya.
"Apa di sana Anisa akan banyak teman nya umi?"tanya Anisa lagi, Risa pun mengangguk kan kepalanya sambil menatap.
__ADS_1
"Tentu sayang,di sana banyak sekali temannya Anisa nanti"sahut Risa, sambil tersenyum.
"Yeay..Anisa bakal punya banyak teman di sana"sorak Anisa girang, Risa dan Reihan pun tertawa melihat tingkah lucu putri nya.
Setelah beberapa kilometer perjalanan akhirnya mereka pun sampai di rumah baru, Reihan dan Risa pun segera masuk dan menurunkan barang -barang mereka, syukur nya, banyak santri yang sudah menunggu dan membantu mereka, sehingga dengan cepat semua barang sudah selesai di angkut dan di susun rapi.
"Alhamdulillah, akhirnya semua sudah beres dan tinggal baju-baju sama kitab-kitab Kaka saja lagi yang belum tersusun"ucap Risa, sambil tersenyum lega.
"Biar nanti kaka saja yang menyusun nya, sayang sebaiknya istirahat saja dulu,ingat, sayang kan lagi hamil,jadi jangan terlalu capek"ucap Reihan, mengingat kan istrinya, yang dari tadi masih saja semangat beres-beres rumah.
"Iya Abi sayang"sahut Risa sambil tersenyum dan mengangguk kan kepalanya, Reihan pun tersenyum.
"Abi!apa Anisa juga perlu istirahat?karena Anisa juga capek dari tadi beresin mainan Anisa"sahut Anisa, Risa dan Reihan pun langsung tertawa mendengar nya.
"Iya sayang, Anisa istirahat dulu ya sama umi di kamar"sahut Reihan, sambil mencubit gemes pipi putri nya itu.
"Baik Abi"sahut Anisa mengangguk kan kepalanya sambil tersenyum lebar,lalu segera ikut umi nya ke kamar.
Reihan pun melanjutkan pekerjaan nya menyusun kitab-kitab milik nya ke dalam lemari kaca, setelah selesai ia pun merasa lelah dan segera mandi lalu memutuskan untuk istirahat juga bersama istri dan anak nya di kamar.
"Masya Allah"ucap Reihan sambil tersenyum hangat, menatap istri dan putrinya sedang tertidur pulas,ia pun berbaring bersama mereka dan ikut tertidur pulas.
...****************...
Bersambung
**jangan lupa kasih like dan komen nya yaa 🥰
Dan baca episode selanjutnya ☺️
salam hangat dari author ❤️**
__ADS_1