
Di dalam sebuah mobil Risa dan Sarah telah asik termenung memikirkan alasan apa nanti, kepada kedua orang tua mereka.
karena kedua orang tuanya tidak tahu kalau anak mereka akan ke kota.
lamunan mereka pun buyar ketika sang supir bertanya.
"Kemana saya harus mengantar neng?" tanya sang supir
"Ke jalan Modang dekat persimpangan 3 dekat lampu merah pak," sahut Risa
"Baik neng," jawab supir
2 hari sebelum mereka kabur Sarah sempat menanyakan kabar bapak dan ibu nya di kota lewat telepon.
"Assalamu'alaikum pak." ucap Sarah di telpon
"Wa'alaikum salam nak." sahut bapak
"Gimana kabarnya bapak sama ibu di kota..? tanya Sarah
"Alhamdulillah bapak sama ibumu baik-baik saja nak." sahut bapak
"Kalian bagaimana di sana sehat,? tanya bapak dan ibu
"Alhamdulillah kami sehat pak,! gimana usaha bapak di sana.?" sahut Sarah
"Alhamdulillah dagangan bapak semakin hari, semakin rame nak, bahkan usaha kue ibumu juga lagi rame orderan,sampai-sampai ibumu kewalahan," ucap bapak sambil terkekeh.
"Alhamdulillah pak,Sarah sama Risa senang dengarnya,memang alamat bapak tinggal di mana pak.?" tanya Sarah lagi
"apa jualan bapak tidak jauh,?"
"Jualan bapak dekat kok dari rumah, rumah kontrakan yang bapak sewa dekat pasar."
"Bapak tinggal di jalan Modang dekat persimpangan lampu merah ada gang kecil, tapi gang nya gak ada namanya," ucap bapak sambil tertawa.
Risa pun dengan cepat menulis alamat yang di ucapkan bapak tadi.
"Baiklah pak, sepertinya sudah malam bapak dan ibu harus istirahat." ucap Sarah
__ADS_1
"Ya sudah.. bapak ibu tutup teleponnya ya."
"Assalamu'alaikum." ucap bapak
"Wa'alaikum salam." sahut Sarah
*
*
*
......................
Di depan sebuah gang kecil berdiri 2 orang yang masih menatap gang itu, mereka Sarah dan Risa yang sudah sampai di kota.
Langkah kaki mereka terhenti di sebuah rumah kontrakan yang berwarna coklat.
"Tok...Tok..Tok...! assalamu'alaikum"ucap mereka.
"Wa'alaikum salam." sahut ibu Diah sambil membukakan pintu dan terkejutnya ibu Diah melihat kedua putrinya mereka ada di depan pintu, bapak pun yang baru keluar pun terkejut.
"Risa kangen bu," ucap Risa
"Ayo masuk nak," ajak bapak
"Sebenarnya Risa ingin memberi kejutan buat bapak dan ibu," ucap Sarah
"Iya." jawab Risa menganggukkan kepala, dan kak Sarah yang mengantar
"Mana Dimas suamimu Sarah,?" tanya bapak, kenapa kalian hanya berdua
"Nanti kak Dimas akan menyusul pak, setelah pekerjaannya selesai," elak Risa mengalihkan...
Bapak mengerutkan dahinya.
"Ya sudah kalau begitu kalian sebaiknya istirahat dulu." suruh bapak
"Baik pak," jawab Sarah dan Risa dengan bernafas lega.
__ADS_1
Pagi hari setelah sarapan bapak pun bertanya serius.
"Sarah apa ada masalah kamu dengan Dimas,? berharap kamu jawab dengan jujur, kalian bisa membohongi orang lain,tapi bapak dan ibu tidak, bapak tau kalian pasti menyembunyikan sesuatu dari kami,lagi pula sejak kapan Dimas yang tidak mau bekerja tiba-tiba bekerja,?" ucap bapak bertanya serius
"Sebenarnya Sarah kabur dari rumah pak." jawab Sarah
"Astagfirullah hal'adzim Sarah..!!!" ucap bapak sambil mengusap dada
"Kenapa kamu lakukan itu nak,?" tanya ibu kecewa
"Itu sama saja kamu berbuat nusyuz,bapak dan ibu tidak pernah mengajarkan itu pada kalian,sebaiknya kamu cepat pulang Sarah, sebelum suamimu semakin marah dan kamu tidak mendapatkan ridhonya," ucap bapak
"Lalu apabila dengan menzolimi istri juga akan mendapatkan ridho,?" sahut Risa, yang sudah tidak tahan lagi pada kakak iparnya itu.
"Apa maksudmu Risa?" tanya bapak
"Ka Sarah sering mendapatkan tindak kekerasan pak,dan dengan mata Risa sendiri dengan teganya ka dimas mencambuk ka Sarah dengan ikat pinggang nya."sahut Risa.
Bapak dan ibu sangat terkejut atas apa yang di ucapkan Risa.
"Apa,? bapak mau tahu, kenapa ka Dimas sampai tega mencambuk ka Sarah? tanya Risa
"Itu karena kalung yang ada di leher ka Sarah pak, karena kalah berjudi ka Dimas nekat ingin mengambil kalung ka Sarah,kalung pemberian ibu untuk ka Sarah,dan dengan sekuat tenaga,ka Sarah mempertahan kan nya," jawab Risa.
Semenjak Dimas bergaul dengan temannya yang berandalan itu sikap dan perilaku Dimas berubah,Dimas lebih suka berjudi dan bahkan pulang dalam keadaan mabuk, dan lebih parahnya lagi, dia menjadi ringan tangan.
Setiap kali Sarah melarang atau menasihatinya dia langsung marah dan memukul Sarah.
Ditambah lagi ibu mertuanya yang tidak suka dengan Sarah,ikut menghasut agar anak nya benci kepada Sarah.
...****************...
...Bersambung...
Haduhhh... makin greget ya gayss sama Dimas....
kalian penasaran gak sama kisah selanjutnya???
jangan lupa dukung Author nya terus nya biar tambah semangatttt😀☺️❤️❤️❤️
__ADS_1