Cinta Yang Tulus Dari Sang Ustadz

Cinta Yang Tulus Dari Sang Ustadz
Satu kamar


__ADS_3

Setelah acara pernikahan selesai satu persatu, keluarga Risa akan kembali pulang ke desa,mereka sangat bahagia dan memuji pak Amin karena sangat beruntung mendapatkan menantu Sholeh seperti ustadz Reihan, mereka pun juga ingin sekali mendapatkan menantu sama seperti pak Amin.


Risa duduk dan berkumpul bersama Tina,ka Sarah dan sepupu-sepupunya.


"Risa!kamu beruntung sekali dapat suami tampan,gagah,tinggi, putih, seorang ustadz pula,ya ampun... sempurna sekali " ucap salah satu sepupu nya Risa


"Iya,tampan banget,kamu kok bisa dapet Sa,ketemu di mana???"tanya sepupunya lagi.


"Ketemu di pasar..!"sahut Risa santai,sambil melihat aneh sepupu-sepupunya yang antusias sampai klepek-klepek kaya ikan mau di goreng kalau lagi liat suaminya.


"Masa di pasar Sa?" sahut sepupunya tak percaya,"kalo di pasar yang ada ketemu sama tukang sayur, tukang ikan dan tukang yang lain,kalo Ustadz kan biasanya ketemunya di pesantren,di majelis atau di mesjid ya kan...!"sahut sepupunya lagi.


"Terserah!"sahut Risa, sambil memutar bola mata nya malas,dan tak menghiraukan ocehan para sepupunya itu.


"Tadi nanya,di kasih tau gak percaya"batin Risa kesal.


Risa heran melihat tingkah aneh sepupu-sepupunya itu,bahkan Tina,temannya itu pun juga ikutan aneh,padahal Risa sendiri yang melihat suaminya biasa-biasa aja.


(aduh Risa, kok biasa aja sih🤦🏻‍♀️hati -hati banyak pelakor yang cari kesempatan 😨)


"Risa!suami kamu ada saudara laki-laki gak,kalo ada,aku mau dong dijodohin sama adiknya, " ucap Tina cengengesan


"Ada,tapi masih SD,mau???"tanya Risa terkekeh


"Aish...!!!keburu jadi perawan tua dong,kalau aku nungguin "jawab Tina sambil cemberut.


sontak yang ada di sana langsung tertawa terbahak -bahak mendengar ocehan Tina


sore hari para sepupu -sepupu Risa sudah pulang ke desa,dan Tina temannya pun juga ikut pamit, karna ia ada kelas sore,Tina tinggal di kota beberapa bulan yang lalu dan kuliah di universitas negeri, Tina juga sering berkunjung ke rumah Risa dan menginap bila akhir pekan.


Rumah pun terasa sunyi dan sepi,Risa merasa gerah,ia pun masuk ke kamar nya dan segera mandi,mulai dari pagi badan nya terasa lelah dan cape.


Tok ...tok...tok..!suara pintu di ketok.


"Risa!" panggil ibu sambil mengetuk pintu kamar Risa.


"Iya bu" sahut Risa sambil membuka pintu.


"Risa,sebaiknya kamu ajak suami kamu makan dulu,karna dari tadi siang ibu liat dia belum makan,"ucap ibu menyuruh Risa.


"Baik bu!"sahut Risa sedikit malas.


Karena saking asiknya berkumpul dengan teman dan sepupu-sepupunya,Risa sampai melupakan suaminya yang baru menikahi nya.


"Risa..Risa!baru nikah beberapa jam yang lalu, bisa-bisa nya dia melupakan suaminya"


gumam ibu sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


Risa sudah selesai menyiapkan makanan untuk suami nya,ia pun keluar dari dapur untuk memanggil suaminya.


Reihan sedang duduk di ruang tamu bersama bapak Amin mertuanya,mereka sedang asik mengobrol.


"Ka Reihan"panggil Risa sambil mendekati suaminya.


"ka,ayo makan dulu."ajak Risa terdengar manis di telinga Reihan.


Reihan menoleh pada istrinya,dan tersenyum bahagia,mendengar sang istri memanggil nya, jantung nya berdesir hebat melihat istrinya.


"Pak,Ayo kita makan sama-sama"ajak Reihan pada bapak mertua nya.


"Kalian saja nak,bapak tadi sudah makan,dan bapak juga mau istirahat dulu sebentar"sahut bapak sambil beranjak dari duduknya.

__ADS_1


Reihan pun segera ke dapur dan menemui istrinya yang sudah duduk menunggu nya.


Mereka pun makan bersama,hati Reihan berbunga -bunga dan tersenyum bahagia,ini adalah pertama kalinya mereka duduk dan makan berdua, walaupun tanpa ada percakapan di antara mereka, namun Reihan menikmati kebersamaan mereka.


Sebenarnya Reihan sangat lelah dan gerah ingin segera mandi dan istirahat,namun sang istri tidak mengajak nya dan memberitahukan di mana kamar mereka, Reihan pun memutuskan untuk kembali ke ruang tamu dan duduk di sana.


Risa yang sudah selesai mencuci piring, langsung masuk ke kamar dan merebahkan tubuhnya untuk istirahat sebentar,dan rasa ngantuk pun tak tertahankan lagi oleh Risa, karna sangat lelah,ia pun tertidur,dan lagi -lagi Risa melupakan suaminya di luar.


Ibu keluar dari kamar,menuju ke ruang tamu,dan bertapa terkejutnya ibu,mendapati menantu nya sedang duduk sendiri, sambil memejamkan mata nya, terlihat sangat kelelahan.


"Nak Reihan!"panggil ibu yang kasihan melihat menantunya


Reihan terkejut dan membuka matanya.


"Kenapa tidur di ruang tamu nak,?"tanya ibu.


"Emm.. Reihan tidak tau bu,kamar Risa yang mana"jawab Reihan jujur dan merasa tidak enak.


"Astagfirullah..Risa!!!"gumam ibu gemes.


"Mari,ibu antar ke kamar Risa nak"ajak ibu


sambil melangkah dan menunjukkan kamar Risa.


"Masuk lah nak dan istirahat dulu."suruh ibu.


"Iya bu, terimakasih "ucap Reihan


Ibu pun kembali ke ruang tamu untuk mengunci pintu,dan ingin kembali ke kamarnya,ibu terkejut dan menautkan kedua alisnya melihat Reihan masih berdiri di depan pintu kamar Risa .


"Kok belum masuk kamar nak..?"tanya ibu.


"Emm, pintu nya di kunci bu"jawab Reihan merasa malu sambil mengusap tengkuk lehernya.


Tok...tok...tok..."Risa!!!"panggil ibu, sambil mengetuk pintu kamar Risa.


Risa yang mendengar pintu kamar nya di ketuk,dengan malas bangun dan membuka pintu kamar nya ,dan bertapa terkejutnya ketika ia melihat wajah ibunya yang marah,dan ia baru sadar kalau ia melupakan suaminya lagi, ketika melihat suaminya di luar.


Risa pun merasa malu dan hanya bisa menunduk kan kepalanya, takut kalau ibunya akan memarahinya.


"Sebaiknya nak Reihan masuk, dan istirahat dulu"ucap ibu lembut.


Reihan pun mengangguk kan kepalanya dan langsung masuk ke dalam kamar Risa.


Sambil meninggalkan kamar Risa,ibu geleng-geleng kepala,ia merasa malu pada menantu nya, dan tak habis fikir dengan tingkah laku putri nya itu.


"Bisa -bisa nya anak itu lupa sama suaminya," gumam ibu geram.


*


*


*


Di dalam kamar,tak ada yang memulai bicara, mereka berdua merasa sama-sama canggung.


"Emm...ka Reihan,maaf kan Risa ya, karena tadi Risa lupa sama kaka"ucap Risa sambil menunduk kan kepalanya,dan memainkan jari telunjuk nya,ia merasa malu dan menyesal atas tingkah laku nya.


Reihan melihat istrinya seperti itu,tersenyum, ia merasa lucu dan gemes, ingin sekali memeluk dan mencubit pipi nya.


"Tidak apa-apa dek,"jawab Reihan.

__ADS_1


"Tapi, kaka gak marah kan,atau merajuk !"tanya Risa.


"Kaka gak marah,emangnya kaka anak kecil, sampai merajuk segala!" jawab Reihan sambil tertawa.


Risa pun ikut tertawa.


Sebenarnya Reihan merasa kecewa pada istrinya dan seharusnya ia marah dan menegur istrinya,namun ia tak mau menyakiti hati istri nya.


"Kaka mau mandi dulu, setelah itu kita sholat Magrib berjamaah,kerena sebentar lagi adzan magrib"ucap Reihan.


Risa pun mengangguk kan kepalanya,dan bergegas menyiapkan tempat untuk mereka sholat.


selesai sholat Magrib berjamaah,Risa keluar dari kamar menuju ke dapur,ia ingin mengambilkan secangkir wedang jahe, yang di buat oleh ibu untuk suaminya.


Ibu biasa membuat wedang jahe untuk di minum apa bila sedang lelah dan capek.


"Ini wedang jahe untuk kaka,"ucap Risa sambil menyerahkan nya ke pada Reihan.


Reihan pun menyambut dengan senang hati


"Terima kasih"sahut Reihan sambil tersenyum senang.


Tak terasa adzan isya pun berkumandang, mereka pun melaksanakan sholat berjamaah, setelah selesai sholat, Risa menyalami dan mencium punggung tangan suaminya dengan takzim, Reihan pun pun mendarat kan kecupan di kening istrinya,ini adalah ciuman pertama nya, sontak Risa pun terkejut,mendapatkan ciuman dari suaminya, dengan cepat -cepat ia langsung menjauhkan wajahnya.


Reihan yang melihat tingkah istrinya pun terkekeh.


Malam ini adalah malam pertama mereka satu kamar,Risa pun merasa takut dan bingung, di mana ia harus tidur, Reihan yang melihat istrinya yang masih berdiri, tanpa ada niatan untuk tidur,ia pun bertanya.


"Ada apa?"tanya Reihan.


"Emm..Risa bingung harus tidur di mana"jawab Risa.


"Tidur nya di sini sama kaka"jawab Reihan sambil menepuk kasur di samping nya.


"Emm... tapi kaka gak macam-macam sama Risa kan?"tanya Risa polos.


"Tidak,kaka gak akan macam-macam sama kamu"jawab Reihan sambil tersenyum.


"Padahal kan kalau di apa -apain juga gak papa,kan udah halal,"batin Reihan sambil terkekeh.


Risa pun berlahan naik ke tempat tidurnya,sambil menaruh guling di tengah-tengah mereka, Reihan pun memperhatikan tingkah istrinya,dan berlahan Risa merebahkan diri nya di atas kasur, Reihan pun ikut merebahkan diri nya juga.


"Kalau macam -macam kan gak boleh,terus kalau pegangan tangan sambil tidur boleh gak,?"tanya Reihan.


Risa diam sesaat,sambil berfikir dan mengangguk setelahnya, menurut Risa toh cuma pegangan tangan, jadi tak masalah buat nya.


Tanpa menundanya lagi, Reihan pun langsung meraih dan menggenggam tangan istrinya yang terasa lembut saat di sentuh, mereka pun tidur saling berhadapan dan di halangi oleh sebuah guling.


Di tengah malam, Reihan terbangun,karena merasakan sebuah tangan yang melingkar di pinggang nya, Reihan tersenyum menatap istrinya,ia pun meraih dan menyingkirkan guling,yang masih jadi penghalang mereka, setelah itu ia pun merapat kan tubuh nya ke dekat istrinya.


Di pandangi nya wajah istri tercintanya,yang sangat damai dan menyejukkan hati, dengan berlahan ia raih pinggang istri nya,agar lebih dekat dengan nya,di pelukannya erat tubuh istriku sambil berkali-kali mencium pucuk kepala istrinya.


"Katanya gak boleh macam -macam,tapi malah dia yang peluk duluan,"batin Reihan, sambil terkekeh.


"Aku tau,kamu belum bisa menerima aku sepenuh nya, dan kamu juga tidak mencintai ku,tapi aku tidak akan menyerah,aku akan membuat mu mencintai ku dengan sendirinya"gumam Reihan pelan.


Reihan pun tertidur kembali,sambil memeluk istrinya.


Bersambung


*******************

__ADS_1


Baca episode selanjutnya yaaaa ❤️☺️


jangan sampai ketinggalan,karna cerita nya akan semakin seru....😁


__ADS_2