Cinta Yang Tulus Dari Sang Ustadz

Cinta Yang Tulus Dari Sang Ustadz
Silaturahmi Ke rumah Kyai


__ADS_3

Tok..Tok...Tok... bunyi pintu di ketok.


"Assalamu'alaikum mbak." ucap seorang perempuan


"Wa'alaikum salam." sahut ibu Diah dari dalam sambil membukakan pintu.


"Mbak Diah, saya bisa pinjam cobeknya? mau bikin sambel di rumah." ucap seorang perempuan itu


"Bisa." sahut ibu Diah


"Tapi masih ada sambelnya di cobek, tunggu ya biar saya suruh anak saya Risa untuk cucikan cobeknya dulu"ucap ibu Diah


"Risa.!!!" panggil ibu.


"Iya bu?" sahut Risa sambil keluar


"Cucikan cobek ya, soalnya Tante Nita mau pinjam," suruh ibu


"Iya bu." sahut Risa, dan hendak kembali ke dalam


"Eh.... !!!gak usah di cuci,he..he..biarin aja masih ada sambelnya, kan sekalian,saya bisa langsung makan gak perlu bikin sambel lagi hehe..." ucap Tante Nita sambil ketawa


"Kenapa gak bilang aja dari tadi, kalau mau minta sambelnya,gak perlu pakai alasan minjam cobek." ucap ibu sambil ketawa.


"He..he..he... saya kan malu keseringan minta sambel ke sini."ucap Tante Nita sambil cengengesan.


"Malu tapi mintanya tiap hari,kalau malu mintanya cuma sekali." ucap ibu, meledak sambil tertawa.


"Ya sudah,berarti saya gak akan malu lagi tiap hari minta,tapi,akan jadi tidak tahu malu." balas Tante Nita,mereka pun tertawa bersama


Tante Nita adalah tetangga di sebelah rumah kontrakan, janda tiga anak.


Ibu sangat akrab dengan tante Nita, mereka saling bantu membantu,Tante Nita pun sudah ibu anggap seperti adik sendiri.


"Nanti sore jadikan ke rumah umi Fatimah?" tanya Bu Diah kepada Tante Nita


"Iya jadi mbak." jawab Tante Nita


Ibu dan Tante Nita rencana nanti sore mau silaturahmi ke rumah umi Fatimah sekalian membawakan kue buat pengajian rutin nanti malam.


"Assalamu'alaikum." ucap ibu Diah dan Tante Nita


"Wa'alaikum salam." sahut umi Fatimah


"Masya allah...!!!kok tidak kasih kabar mau kesini bu Diah,Nita?" ucap umi Fatimah kaget, tapi juga bahagia karena teman akrab nya itu sedang berkunjung ke rumahnya.


"Mari...mari... silahkan masuk." ajak umi


Ibu Diah dan Tante Nita pun masuk ke dalam


"Ini ada kue buat acara pengajian nanti malam." ucap Bu Diah sambil menyerahkan ke umi Fatimah


"Alhamdulillah,terima kasih,semoga Allah balas dengan rezeki yang berlipat ganda." jawab umi dan mendoakan


" Aamiin...." sahut mereka bersamaan


Ibu Diah memang sering membuat kan kue untuk acara pengajian rutin 2 kali dalam seminggu dan biasa Reihan lah yang datang untuk mengambil,tapi kali ini ibu Diah lah yang langsung mengantarkan nya,sekalian ibu Diah mau mengembalikan uang kembalian tempo hari yang umi beri.

__ADS_1


Karena buru buru ibu Diah jadi lupa memberi tahukan Risa berapa harga kuenya, sehingga Risa pun langsung menerima saja uang yang di serahkan Reihan, dan tak ada niatan memberikan uang kembaliannya.


"Umi,saya kesini sekalian mau mengembalikan uang kembalian kue tempo hari yang lalu,dan baru sekarang saya ada waktu kemari." ucap Bu Diah


"Ya Allah tidak apa-apa ibu Diah, lagi pula saya juga sangat sering pesan kue ibu,jadi tidak perlu di kembalikan." ucap umi Fatimah tidak enak


"Tidak apa-apa umi,sebenarnya kemarin yang menyerahkan kue itu,bukan saya, tapi putri saya,dan saya juga lupa memberi tahukan nya berapa harga kuenya, sehingga putri saya tidak tahu." sahut ibu juga merasa tidak enak


Mereka pun asik berbincang, tanpa sengaja mata ibu Diah melihat sosok pemuda tampan dan gagah, berkulit putih, berhidung mancung, sedang duduk di pinggir kolam ikan sambil mengaji, lantunan ayat yang keluar dari mulut pemuda itu sangat menyejukkan hati ibu diah.


"Ya Allah...semoga hamba mendapatkan menantu seperti anak itu dan engkau jodohkan untuk anak ku Risa,Aamiin..." doa ibu Diah dalam hati.


"Umi sepertinya kami harus pamit dulu." ucap ibu Diah karena malam ini jadwal pengajian laki-laki sedangkan perempuan lusa.


"Tadi kesini naik apa,? tanya umi


"Naik angkot umi." jawab Tante Nita


"Kalau begitu biar saya suruh Reihan yang antar kalian." ucap umi


"Tidak perlu repot-repot umi." sahut ibu Diah tidak enak hati


"Tidak apa-apa mbak,kapan lagi kita bisa di anterin pemuda ganteng." sahut Tante Nita ceplas-ceplos


Umi dan Bu Diah tertawa dengan kelakuan Tante Nita.


"Reihan....!." panggil umi


"Iya umi?" tanya Reihan


"Baik umi." sahut Reihan dengan sopan.


"Masya Allah... sungguh bagus akhlak anak muda ini." batin ibu Diah


*Di mobil


"Nak Reihan sudah menikah,?" tanya Bu Diah


"Belum bu," sahut Reihan sambil tersenyum.


"Mudahan nanti nak Reihan dapat jodoh yang baik dan sholehah ya." ibu mendoakan


"Aamiin.... terima kasih Bu sudah mendoakan Reihan," ucap Reihan


"Iya." sahut ibu


"Apa nak Reihan sudah ada calon?" tanya ibu lagi penasaran


"Sebenarnya belum Bu, tapi sepertinya akan ada." jawab Reihan sambil tersenyum,


"Kalau janda mau gak mas Reihan?" tanya Tante Nita


"Kalau janda nya sholehah insyaallah Tante" jawab Reihan,bercanda.


"Aduh... jangan panggil Tante terus dong, Nita aja biar muda an." pinta Tante Nita


"Tapi kan Tante Nita jauh lebih tua dari saya, tidak sopan kalau panggil nama." ucap Reihan.

__ADS_1


"Kamu itu ya,kalau liat yang muda dan ganteng, jadi lupa umur." ledek ibu Diah


"He...he..he... Kali aja kan mas ganteng khilaf jadi suka sama yang lebih tua gitu." sahut Tante Nita bercanda.


"Maaf ya nak Reihan, jangan di ambil hati ucapan Tante Nita,kadang Tante Nita ini rada-rada kurang 1 ons." ucap ibu Diah


"Enak aja... emang saya gak waras?" sungut Tante Nita


"Sedikit..." sahut Bu Diah sambil tertawa, Reihan pun ikut tertawa


"Tidak apa-apa ibu." jawab Reihan


Mobil pun sudah sampai tujuan,ibu dan Tante Nita pun turun.


"Mau mampir dulu nak?" ajak ibu Diah


"Tidak usah Bu, lain kali saja," sahut Reihan sopan


"Baiklah terima kasih ya nak Reihan,sudah mau mengantar kan ibu dan Tante Nita pulang.


"Iya Bu, sama-sama." jawab rehan


"Kalu begitu saya pamit dulu, Assalamu'alaikum." pamit Reihan


"Wa'alaikum salam." sahut Bu Diah dan Tante Nita.


"Hati-hati ya mas ganteng." ucap Tante Nita


"Iya Tante,terima kasih." ucap Reihan sambil mulai menjalankan mobil nya dan menjauh.


"Kamu tuh ya jangan ganjen sama nak Reihan... ingat dia itu ustadz," nasehat ibu Diah kepada Tante Nita


"Ya siapa tau mbak,saya jodoh sama tuh ustadz,kaya Rasulullah sama Siti Khadijah, yang terpaut jauh umurnya." ucap Tante Nita


"Tapi ini beda,kalau Siti Khadijah sholehah, dan ini? Bukannya sholehah, solidun iya... dan sudah punya 1 cucu lagi." ledek ibu Diah sambil tertawa


"Ingat umur sama anak cucu Nita." ucap ibu.


"He...he...he.. iya kan saya cuma berandai aja, siapa tahu tuh ustadz khilaf salah pilih istri dan mau jadi kakeknya cucu saya, he...he..he..." ucap Tante Nita sambil tertawa


...****************...


...Bersambung...


Semoga do'a ibu Diah terkabul ya.... Author ikut mendo'akan juga nih...


Dan buat Tante Nita jangan genit dong.... nanti ustadz Reihan nya jadi takut....


gimana nih gayss....


Penasaran ga sama cerita selanjutnya??😁🤔


Minta doa dan dukungan nya terus yaa 🥰❤️


Biar author nya semangat nulis teruss....


salam hangat dari author untuk kalian semua... luvyuu🥰❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2