
"Assalamu'alaikum "ucap Reihan yang baru datang, ingin menjemput Risa dan Anisa.
"Wa'alaikum salam"sahut Anisa dan Nana, yang sedang asik bermain di ruang tamu.
"Abi...! panggil Anisa girang, sambil memeluk Abi nya.
"Anisa lagi ngapain?mana umi?"tanya Reihan, sambil mengusap kepala putri nya.
"Anisa lagi main masak-masak kan sama aunty,kalau umi ada di kamar"jawab Anisa.
"Kalau gitu, Anisa panggil umi ya,kita pulang sekarang "ucap Reihan, sambil tersenyum, Anisa mengangguk kan kepalanya.
"Baik Abi"sahut Anisa, dan langsung berlari untuk memanggil umi nya.
"Umi..! ada Abi jemput"ucap Anisa,sambil membuka pintu kamar, memberi tahu.
"Iya sayang, tunggu sebentar "sahut Risa,lalu segera bangun dari tempat tidur, dan mengambil tas nya.
Anisa pun berlari lagi kembali keluar dan memberitahu kan ke pada Abi nya.
"Abi kata umi tunggu sebentar"ucap Anisa, lalu melanjutkan bermain bersama Nana, Reihan pun tersenyum, dan mengangguk kan kepalanya,lalu duduk menunggu Risa,sambil memperhatikan putri nya bermain.
"Ibu, Risa pamit pulang dulu ya"ucap Risa, menghampiri ibu nya di dapur.
"Abi nya Anisa udah datang?"tanya ibu, Risa mengangguk kan kepalanya.
"Sudah bu,ada di ruang tamu sama Anisa" sahut Risa, sambil menyalami tangan ibu.
"Bapak udah tidur bu?"tanya Risa.
"Iya,bapak udah tidur dari tadi "sahut ibu, Risa pun mengurungkan niatnya untuk pamit pada bapak nya.
"Abi..Abi..tau gak,tadi siang umi mencuri"ucap Anisa memberi tahu, Reihan pun terkejut sambil mengerutkan alis nya.
"Mencuri? memang umi mencuri apa sayang?dan di mana umi mencuri nya?"tanya Reihan, merasa bingung.
"Umi mencuri satu kotak coklat di dapur" sahut Anisa sangat polos.
Risa yang baru keluar dan mendengar nya pun langsung protes.
"Umi gak mencuri sayang,tadi umi kan gak sengaja ngambil dan makan coklat punya Nana" sahut Risa,membela diri.
"Tapi,umi ngambil nya gak bilang sama aunty Nana,kata Abi, kalau ngambil gak bilang itu sama dengan mencuri umi"sahut Anisa, sambil mengacung kan jari telunjuknya menceramahi,Risa langsung melongo,sambil membelalakkan matanya melihat putri nya, sedang kan Reihan dan ibu langsung tergelak mendengar dan melihat tingkah lucu Anisa.
"Tapi sayang, kan awal nya umi gak tau itu coklat punya aunty Nana,umi kira itu coklat punya Nenek"sahut Risa, sambil memanyunkan bibirnya.
"Umi.. Nenek kan udah tua,mana boleh makan coklat, nanti gigi Nenek malah cepat ompong"sahut Anisa polos,sambil tertawa,yang lain pun juga langsung tertawa mendengar nya.
"Ya Allah..nih anak pintar banget sih"batin Risa,gak habis pikir dengan putri cantik nya itu.
"Tapi sayang,umi kan udah minta maaf sama aunty Nana, lagian kan umi juga udah gantiin coklat nya aunty Nana,plus di tambah 2 es krim lagi,aunty Nana juga udah ikhlas dan maafin umi kok,ya kan aunty Nana?"ucap Risa,sambil tersenyum menatap Nana, Nana pun langsung mengangguk kan kepalanya.
"Iya, Nana udah maafin ka Caca kok, dan Nana juga udah ikhlas"sahut Nana, sambil tersenyum,membela kaka nya.
"Tuh dengar kan"ucap Risa, sambil menatap putri nya, Anisa pun langsung mengangguk kan kepalanya, sambil tersenyum.
"Tapi,nanti umi beli kan lagi ya es krim buat Anisa dan aunty Nana?"ucap Anisa, sambil tersenyum memasang wajah imut nya, Risa langsung menepuk jidatnya.
"Iya.. nanti umi belikan lagi "sahut Risa, Anisa dan Nana pun langsung kegirangan mendengar nya.
"Abi..Abi coba tebak,umi makan coklat nya berapa?"tanya Anisa, Reihan mengerutkan alisnya sambil berfikir.
"Emm..satu"sahut Reihan, Anisa langsung menggeleng kan kepalanya.
"Kalau bukan satu, berarti umi makan coklat nya dua atau tiga,atau mungkin empat"jawab Reihan, Anisa dan Nana pun menggelengkan kepalanya.
"Salah Abi,umi makan coklat nya satu kotak"sahut Anis dan di angguki oleh Nana, mereka pun sambil terkekeh, sedang kan Reihan terkejut mendengar nya,karna coklat salut,satu kotak itu isinya ada 24.
"Satu kotak?"sahut Reihan, sambil menatap istrinya, Risa hanya tersenyum sambil menahan malu, Anisa, Nana dan ibu pun langsung tertawa.
(ini penampakan coklat salut nya yaπ)
"Ya udah,yuk kita pulang nanti kemalaman" ajak Risa,mengalihkan, karena kalau tidak, Putri nya akan terus mengoceh.
__ADS_1
"Umi..boleh gak Anisa tidur di rumah nenek, soal nya Anisa sama aunty Nana,belum selesai masak?"ucap Anisa,yang masih ingin bermain masak-masak kan bersama Nana.
"Boleh Sayang,tapi jangan begadang ya"sahut Reihan tersenyum,sambil mengusap kepala putri nya, Anisa pun langsung mengangguk kan kepalanya.
"Horee..!"teriak Anisa dan Nana sambil berpelukan, Risa hanya geleng-geleng kepala saja,melihat tingkah lucu putri nya.
*
*
*
Sampai di rumah.
"Sayang beneran,tadi makan coklat satu kotak itu?" tanya Reihan penasaran, karena ia tak pernah melihat istrinya makan coklat sebanyak itu.
"Iya,tapi Risa juga gak tau,kalau makan nya bakal habis satu kotak, karena keasikan dan rasa coklat nya enak,jadi nya habis deh satu kotak"sahut Risa sambil tertawa, Reihan pun ikut tertawa mendengar nya.
"Eemm... Sayang,ada sesuatu yang ingin Risa tunjukin" ucap Risa, sambil tersenyum,ia ingin memberikan kejutan pada suaminya.
"Apa itu?"tanya Reihan penasaran.
"Tunggu di sini, Risa ambil dulu"sahut Risa, dan langsung berlari ke arah meja, dan membuka tas nya,ia tersenyum melihat ada kotak kecil berpita cantik, yang sudah di tata rapi oleh nya, Reihan pun bingung menatap kotak kecil yang ada di tangan istrinya.
"Apa ini sayang?"tanya Reihan kebingungan.
"Sayang buka aja, nanti juga tau jawabannya nya"sahut Risa, sambil tersenyum,ia tak sabar melihat reaksi suaminya nanti.
Namun ketika Reihan hendak membuka kotak itu,dering ponsel nya berbunyi, Reihan pun menyerahkan kotak itu lagi kembali pada istrinya,dan mengambil handphone nya yang ada di kantong celana nya.
"Dinda?"batin Reihan bingung, kenapa Dinda malam-malam menelepon nya.
π"Assalamu'alaikum"ucap Reihan.
π"Wa'alaikum salam, ustadz bisa tolong saya, di pondok ada mantan suami saya datang dan ingin menyakiti saya lagi"ucap Dinda dengan suara bergetar ketakutan.
π"Apa suami kamu masih ada di sana?"tanya Reihan.
π"I..Iya ustadz, tolong Saya"sahut Dinda, sambil menangis, Reihan pun menjadi panik mendengar nya,ia takut jika mantan suami nya Dinda akan berbuat kasar lagi pada Dinda,apa lagi di lingkungan pesantren,karna keamanan pesantren itu adalah tanggung jawab Reihan.
Semenjak kejadian kasus itu,Dinda langsung di gugat cerai oleh suaminya dan pihak keluarga nya, dan mereka pun resmi bercerai.
"Ada apa sayang?"tanya Risa penasaran,ia bingung melihat suaminya terlihat panik.
"Mantan Suami Dinda ada di pondok,dan mencoba untuk menyakiti Dinda lagi"sahut Reihan, Risa terkejut mendengar nya, Reihan pun bergegas hendak ke pondok.
"Tunggu.. Risa ikut"ucap Risa,dan langsung mengikuti suaminya.
Ada banyak pertanyaan di benak Risa, yang ingin dia tanya kan pada suaminya.
Sampai di pondok, Reihan dan Risa melihat keadaan pondok sangat sepi,tak ada tanda-tanda orang datang, mereka pun menjadi bingung.
"Aneh,kok sepi,di mana penjaga pondok dan keamanan yang lain?"tanya Risa, karena setahu nya, tak sembarang orang bisa masuk ke dalam pondok, tanpa meminta izin dulu ke penjaga pondok.
"Iya kamu benar sayang, kenapa sepi?"sahut Reihan ikut bingung.
"Ustadz"panggil Dinda menghampiri mereka.
Deg.
Risa terkejut melihat Dinda, ingatannya berputar ke 5 tahun lalu,di mana ada seorang wanita yang pernah menghadang dan mencaci maki nya di luar gerbang waktu itu.
"Apa wanita ini yang bernama Dinda?"batin Risa, bertanya-tanya.
"Dinda,mana mantan suami kamu?"tanya Reihan mencari, Dinda menggeleng kan kepalanya, sambil memasang wajah sedih, Risa melihat keanehan di dalam diri Dinda.
"Dia sudah pergi Ustadz"sahut Dinda.
"Tadi saya sempat bersembunyi,karena panik dan ketakutan,saya langsung menelpon Ustadz"sahut Dinda, sambil menunduk kan kepalanya terlihat sangat sedih.
"Kenapa kamu tidak menelepon atau melaporkan langsung ke pihak keamanan pondok?"tanya Risa,menyelidik.
"Tadi pihak keamanan nya,tidak ada,dan saya tidak punya nomor telepon pihak keamanan pondok"sahut Dinda.
"Di mana kamu tidur?"tanya Risa merasa curiga.
__ADS_1
"Saya tidur di sebelah kamar ustadzah Aisyah"sahut Dinda.
"Kenapa tidak meminta bantuan kepada ustadzah Aisyah,dan ustadzah Aisyah bisa membantu,untuk menelpon kan keamanan pondok pesantren,jika ada yang ingin berbuat jahat"Sahut Risa tegas.
"Lagian, di sini kan banyak kamera cctv, jadi kamu tenang saja"ucap Risa lagi, Dinda hanya terdiam,tak bisa menyahut lagi.
"Sialan nih orang,kenapa dia bisa membuat aku mati kutu sih,di depan ustadz Reihan" batin Dinda kesal,sambil menatap tajam ke arah Risa,karena rencana nya untuk menjebak ustadz Reihan pun gagal, ternyata ustadz Reihan datang bersama Risa.
Dinda sebenarnya ingin mengambil kesempatan untuk menjebak ustadz Reihan, agar tertangkap basah malam -malam berduaan, dengan cara itu pasti akan menimbulkan fitnah dan akan memuluskan nya untuk bisa mendapatkan ustadz Reihan.
"Assalamu'alaikum ustadz"ucap Lutfi penjaga keamanan pondok.
"Wa'alaikum salam "Sahut Reihan.
"Ada apa ustadz, malam -malam datang ke mari?"tanya Lutfi.
"Apa tadi ada orang, yang baru datang ke pondok?" tanya Reihan pada Lutfi, Lutfi menyeritkan alisnya merasa bingung,karena sejak tadi dia menjaga di pos,dan melihat cctv,tak ada satu pun orang yang datang.
"Tidak ada Ustadz"sahut Lutfi sambil menggeleng kan kepalanya.
"Baik lah,kalau begitu kami pamit pulang dulu" ucap Reihan sambil menggandeng tangan istrinya.
"Assalamu'alaikum "ucap Reihan lalu pergi bersama Risa.
"Wa'alaikum salam"sahut Dinda dan Lutfi,lalu Lutfi pun langsung kembali ke pos keamanan.
Dinda menatap kesal pada pasangan suami-istri yang ada di depan mata nya,dan memikirkan hal lain untuk memisahkan nya,ia pun tersenyum menyeringai setelah mengingat sesuatu yang bisa di jadi kan senjata.
*
*
*
Di rumah.
"Sayang,jadi dia yang bernama Dinda?"tanya Risa, sambil menatap suaminya.
"Iya sayang,apa kamu mengenal nya?"sahut Reihan bertanya.
"Risa dulu mengenalnya,tapi tak tau nama nya,karna waktu dia mencegat Risa 5 tahun yang lalu,dia tak memperkenalkan diri nya" sahut Risa, Reihan menyeritkan alisnya, bingung.
"Mencegat?"ucap Reihan, Risa mengangguk kan kepalanya.
"Waktu itu, dulu Risa pertama kali ke pondok, untuk mengantarkan buku catatan Kaka yang ketinggalan di rumah,nah.. pas Risa mau pulang,dia yang nama nya Dinda tadi, langsung mencegat Risa di luar gerbang pondok,ya.. dia sih sempat protes kenapa Risa bisa jadi istri nya Kaka, karna Risa bukan keteria Kaka, Risa bukan orang yang berilmu, berpendidikan, bahkan banyak kurangnya,dan asal Kaka tau, dia pernah bilang ke Risa, kalau dia itu, menyukai kaka dan yang harus menikah dengan Kaka itu harus nya dia"Sahut Risa, menceritakan.
"Sayang,firasat Risa,Dinda itu seperti nya mempunyai maksud yang tidak baik"ucap Risa.
"Sayang,kamu tidak boleh menuduh orang tanpa ada nya bukti,nanti jatuh nya jadi fitnah" sahut Reihan.
"Tapi ini bukan fitnah ka, Risa sebagai perempuan bisa merasakan nya"sahut Risa, mencoba membuat suaminya mengerti.
"Sayang,kamu itu hanya merasa cemburu, dan cemburu itu boleh,tapi jangan cemburu berlebihan,karna itu tidak baik"sahut Reihan, menasehati.
"Ka, Risa tidak cemburu berlebihan, Risa hanya menyampaikan apa yang menurut Risa benar, kenapa Kaka membela nya"sahut Risa kesal,karena ia merasa suaminya membela Dinda.
"Sayang,Kaka tidak membela Dinda,Kaka hanya ingin menasehati istri kaka,agar tidak berburuk sangka kepada orang lain, karena itu dosa"sahut Reihan,mencoba menasehati.
Risa langsung pergi kamar mandi dan menangis di sana,ia merasa sedih dan kecewa karena suaminya tak percaya dan mendengar kan nya, setelah keluar dari kamar mandi, Risa langsung berbaring di tempat tidur, dan langsung memejamkan mata nya,ia malas harus berdebat lagi dengan suami nya.
Namun tiba-tiba bunyi pesan masuk terdengar di handphone Risa, karena penasaran, Risa pun langsung membuka pesan itu,dan langsung membuat mata nya terbelalak melihat isi pesan itu.
...****************...
Bersambung
jangan lupa kasih like dan komen nya ya βΊοΈ
baca episode-episode selanjutnya π₯°
see you β€οΈ
Dan jangan lupa baca novel terbaru dari Ummi Alima yang berjudul.
(JERITAN HATI ANAK YATIM PIATU)
__ADS_1