Cinta Yang Tulus Dari Sang Ustadz

Cinta Yang Tulus Dari Sang Ustadz
Lamaran dan Nasehat seorang kaka


__ADS_3

Setelah selesai mengajar di pondok,Sore hari Reihan langsung ke rumah orang tua nya,ia ingin menemui Salwa dan bicara pada nya.


"Assalamu'alaikum umi"ucap Reihan, sambil menghampiri umi nya, yang sedang sibuk bersama Siti dan Lia membuat kue di dapur,untuk menyambut tamu nanti malam.


"Wa'alaikum salam"sahut mereka.


"Umi,apa Salwa sudah pulang?"tanya Reihan.


"Belum nak,apa Salwa lagi lembur ya?biasa jam segini dia sudah pulang"sahut umi,merasa bingung.


"Mungkin sebentar lagi umi"ucap Siti, mencoba menenangkan umi agar tidak khawatir.


"Kalau begitu biar Reihan tunggu di luar"ucap Reihan.


Umi,Siti dan Lia pun melanjutkan pekerjaan mereka membuat kue.


Malam pun tiba,sehabis ba'da isa Fauzan dan keluarga nya datang,dan di sambut hangat oleh Abi dan Reihan.


"Assalamu'alaikum"ucap Fauzan dan keluarga nya, Fauzan datang bersama dengan bapak,paman dan ke dua saudara laki-laki nya, ibu Fauzan tidak bisa ikut karena sedang sakit.


"Wa'alaikum salam"sahut Reihan dan Abi.


"Mari..mari silahkan masuk"ucap Abi, sambil berjabat tangan dan tersenyum ramah pada tamunya,mereka pun merasa senang,karena di sambut dengan baik dan hangat.


"Sebelum nya,kami mengucapkan mohon maaf,karena telah mengganggu waktu nya dan istirahat nya, dan juga kami sangat berterima kasih kepada bapak Ahmad dan Ustadz Reihan sekeluarga, Karena telah menyambut kami dengan baik dan hangat"ucap bapak Rahman orang tua dari Fauzan.


"Kami juga sangat senang, karena bapak sekeluarga mau berkunjung dan bersilaturahmi ke kediaman kami ini "sahut Reihan dengan sopan.


"Maksud kedatangan kami kesini,selain bersilaturahmi,kami ingin mengikat tali persaudaraan menjadi hubungan baik,kami ingin melamar putri bapak Ahmad atau adik dari ustadz Reihan yang bernama Lia, untuk menjadi kan nya bagian dari keluarga kami, Dan kami berharap, anak-anak kita bisa berlanjut ke jenjang pernikahan" ucap bapak Rahman.


"Kami mengerti maksud bapak sekeluarga, dan dengan( Bismillah),kami menyambut dengan senang hati dan menyetujui nya"ucap Reihan, sambil tersenyum ramah, dan di angguki oleh Abi.


"Alhamdulillah..."ucap mereka bersamaan, semua pun merasa lega dan bahagia.


Mereka pun bersama-sama menentukan hari dan tanggal yang baik untuk melaksanakan ijab qobul dan resepsi,setelah selesai,di tutup dengan membaca kan do'a yang di pimpin langsung oleh ustadz Reihan.


Mereka pun di jamu dengan hidangan yang sudah di siapkan oleh Umi dan yang lain, sambil berbincang -bincang bersama, setelah selesai mereka pun pamit undur diri.


*


*


*


"Abi... Reihan,umi khawatir,sampai jam sekarang Salwa belum pulang juga"ucap umi, yang sejak tadi tidak tenang,karna tak biasanya Salwa pulang malam, dan tak memberi kabar.


"Apa umi sudah mencoba menghubungi nya?" tanya Abi.


"Umi,Siti dan Lia sudah mencoba menghubungi nya dari tadi,namun handphone nya tidak aktif,umi takut,kalau terjadi apa-apa dengan Salwa"ucap umi, khawatir dan cemas, karena sekarang sudah jam 10 malam.


"Lia,coba kamu hubungi teman-teman salwa yang biasa bersama nya"ucap Reihan, Lia pun langsung menghubungi teman-teman salwa, dan mereka semua tidak tau keberadaan Salwa.


"Mereka semua tidak tau ka"ucap Lia, ikut merasa bingung dan khawatir.


"Ka,apa ini semua ada hubungan nya dengan lamaran Lia?"tanya Lia,ia tidak enak,dan merasa apa yang terjadi pada Salwa, sebagai bentuk protes Salwa pada Lia.


" Lia,kamu jangan su'udzun dulu, pada saudara mu ,biar ka Reihan yang mencari keberadaan Salwa"ucap Reihan, yang masih berfikiran positif,dan langsung pamit kepada umi dan Abi.


Tapi ketika Reihan sampai di teras, sebuah sepeda motor sport datang memasuki halaman rumah,Reihan,umi, Abi,siti dan Lia pun Melihat siapa yang datang,bertapa terkejut nya mereka, melihat Salwa, datang di bonceng oleh seorang pria yang tidak mereka kenal dan sambil memeluk pria itu dari belakang.


"Sa..Salwa!"ucap umi,merasa sangat shock, dan hampir terjatuh, untung dengan sigap Lia dan Siti langsung menangkap umi dan membawa umi masuk ke dalam.

__ADS_1


Reihan mengepalkan tangannya,dan sangat marah atas apa yang di perbuat oleh Salwa, dengan langkah lebar Reihan menghampiri Salwa.


"Salwa Gue pulang dulu ya,hai.. Abang,pamit dulu ya.."teriak pria yang bernama Farel itu, sambil melambaikan tangan nya kepada Reihan,lalu ia pun langsung melajukan motor nya, sebelum Reihan sampai menghampiri nya.


"Ok,makasih ya farel"ucap Salwa, sambil melambaikan tangan nya.


"Huh...selamat"gumam farel, sebenarnya nya ia merinding ketika melihat tatapan kilat mata Reihan yang menakutkan tadi,ia takut kalau Reihan akan langsung menonjok wajah tampan nya.


"Salwa...!masuk"ucap Reihan,Salwa merinding mendengar suara kaka nya yang menakutkan, dan melihat tatapan mata Reihan yang menusuk pun membuat lutut nya langsung terasa lemas,baru kali ini Salwa melihat sisi lain dari kaka nya, selama ini Reihan tak pernah marah atau pun membentak adik-adik nya, Reihan adalah sosok kaka yang lembut dan penyayang, namun terlihat kaku dan dingin pada wanita yang bukan muhrimnya.


Salwa langsung berlari masuk ke dalam rumah,ia terkejut melihat tatapan semua mata tertuju padanya,dengan kaki gemetar ia melangkah.


"Salwa.. duduk, Abi dan umi mau bicara"suruh Abi,Abi dan umi, merasa sangat sedih dan kecewa,karena selama ini Abi dan umi selalu mendidik anak-anak nya dengan baik dan hati-hati,mereka selalu memberikan contoh dan nasehat yang baik pada anak-anak nya.


"Salwa,siapa lelaki yang mengantar mu tadi?" tanya Abi,menyelidik Salwa.


"Na..namanya farel,di..dia, pa..pacar Salwa bi" sahut Salwa gugup,sambil meremas baju nya, Abi,umi terkejut dan sedih mendengar nya.


"Astagfirullah Salwa,bukan kah Abi dan umi melarang mu untuk pacaran, kenapa kamu melanggar nya,agama Islam melarang kita pacaran karena hukum nya haram,itu sama saja mendekati zinah"ucap Reihan sangat marah.


"Ka..! Salwa baru 2 hari pacaran,dan kami tidak melakukan zinah,Salwa masih tau batasan-batasan nya, Farel baik kok,tadi kenapa dia mengantar Salwa?itu karena motor Salwa mogok."ucap Salwa,membela diri.


"Salwa,apa kamu tidak sadar, bahwa yang kamu lakukan tadi, itu sudah termasuk zinah, kamu berboncengan dan memeluk kaki-laki yang bukan mahram mu,kalau dia laki-laki baik seperti kamu katakan,dia tidak akan mungkin mau membonceng wanita yang bukan muhrimnya"sahut Reihan,marah.


"Ka,selama ini Salwa selalu patuh dan menuruti apa kemauan umi dan Abi,tapi apa?di umur Salwa yang sudah usia 25 tahun, belum ada satu pun yang melamar Salwa, sedangkan teman-teman Salwa sudah banyak yang menikah,apa lagi saat ini Lia sudah ada yang melamar,Salwa malu ka,apa kata orang dan teman-teman Salwa nanti,kalau Salwa di langkahi oleh adik sendiri, Kalau Salwa tidak pacaran,mana bisa Salwa dapat pasangan,ini semua karena umi dan abi"teriak Salwa sambil menangis lalu berdiri dan menghempas kan tas nya.


Plakk!


Tamparan keras di layangkan oleh Reihan kepada Salwa,semua orang yang ada di sana terkejut menyaksikan nya.


"Jaga ucapan mu Salwa,..!apa kamu lupa? rhido Allah ada pada ridho ke dua orang tua,dan murka Allah ada pada murka nya ke dua orang tua,dan seorang anak wajib berbakti kepada kedua orang tuanya,Kaka peringatkan,jangan pernah membentak atau pun bicara kasar pada Abi dan umi, karena, orang pertama yang akan memukul mu adalah kaka"ucap Reihan,tegas, sungguh ia sangat kecewa atas sikap Salwa saat ini,umi, Siti, dan Lia, hanya bisa menangis mendengar perkataan Salwa.


"Ka..ka,tega me..nampar Salwa..hiks..hiks.." ucap Salwa sambil sesenggukan.


"Salwa, ada tiga hal yang tidak bisa kita tolak atau kita rubah di dunia ini, Rezki, jodoh dan maut, semuanya Allah yang mengatur,kita sebagai manusia yang beriman, menerima dengan ikhlas dan lapang, kalau sekarang jodoh nya Lia yang Allah datang kan lebih dulu, maka, kamu sebagai saudari nya, harus menerima dengan ikhlas,karena semua yang Allah berikan pasti akan ada hikmah dibalik itu"ucap Reihan, menasehati Salwa.


"Salwa, jangan pernah mengorbankan orang lain untuk kepentingan egois mu, apa lagi mengorbankan saudara kandung mu sendiri,karena memutuskan silaturahmi hanya akan mempersempit Rezki mu, dan memberikan kelemahan dalam setiap urusan dunia mu"


"Rasulullah bersabda, paling dekat dengan baginda kedudukan nya pada hari kiamat kelak, adalah orang yang paling baik akhlak nya dan sebaik-baik dari pada kita ialah yang paling baik terhadap keluarga nya dan saudara nya"ucap Reihan, Salwa hanya terdiam sambil menangis dan menundukkan kepalanya.


"Salwa,kita satu darah, hanya di lahir kan di hari,bulan, dan tahun yang berbeda,tapi aku percaya,jika ikatan keluarga mampu memberi kan semangat untuk saling berbagi dan mengasihi satu sama lain, jangan dengar kan kata atau pun pendapat orang lain,kalau itu hanya akan membuat kita mudharat"ucap Reihan panjang lebar menasehati Salwa.


Salwa pun berlari memeluk umi sambil menangis.


"Umi,Abi,maafkan segala kekhilafan Salwa"ucap Salwa menyesal.


"Tentu nak,umi dan Abi sudah memaafkan mu"ucap umi, sambil mengusap kepala anaknya.


"Ka Salwa, maafkan Lia,jika Lia menyakiti hati Kaka,Lia ikhlas kalau lamaran ini di batalkan" ucap Lia.


"Tidak Lia,ka Salwa lah yang harus minta maaf pada mu,karena ka Salwa sudah egois pada mu"sahut Salwa dan mereka pun berpelukan, Reihan pun merasa lega.


"Ka Reihan, maafkan Salwa,karena Salwa sudah membuat kaka merasa malu,kecewa dan marah tadi"ucap Salwa menyesali perbuatannya.


"Iya Salwa,ka Reihan juga minta maaf,karena sudah menampar mu tadi"ucap Reihan, sambil mengusap kepala adiknya, Salwa pun mengangguk kan kepalanya, sambil tersenyum,dan langsung memeluk Reihan.


"Sudah peluk nya, jangan lama-lama"ucap Reihan, sambil melepaskan pelukan Salwa.


"Lama bagai mana?belum satu menit di peluk" protes Salwa, sambil memanyunkan bibirnya.


"Yang boleh lama meluk Kaka,cuma Risa istri Kaka"ucap Reihan.

__ADS_1


"Huh..kembali lagi deh ke mode dingin"ucap Salwa,dan yang mendengar nya pun langsung tertawa.


*


*


*


Di rumah ibu.


Risa sedang asik bercengkrama dengan keluarga nya.


"Ka Caca, Kira-kira kalau dede Anisa besar nanti,bakal mirip Nana gak ya?"tanya Nana antusias, sambil menoel-noel pipi Anisa.


"Menurut ka Caca,emm..kaya nya enggak deh" sahut Risa, Nana pun langsung menyipit kan mata nya.


"Kenapa enggak?"tanya Nana penasaran.


"Dede Anisa bilang, dia gak mau mirip aunty Nana,karena aunty Nana gigi nya ompong" sahut Risa, sambil tertawa dan yang lain pun ikut tertawa mendengar nya, Nana pun kesal.


"Mana ada dede Anisa bilang begitu,kan dia belum bisa ngomong,Nana dengar cuma dede Anisa ngoceh-ngoceh gak jelas,kaya bahasa planet"protes Nana, sambil cemberut, Risa pun terkekeh geli mendengar nya.


"Enak aja,emang Nana pernah ke planet, terus dengar orang planet ngomong gitu?"tanya Risa


"Enggak,cuma liat di tv aja"sahut Nana, yang lain pun tertawa mendengar percakapan mereka.


"ya sudah, sebaiknya kalian tidur,karena sudah larut malam "ucap ibu, kerena sudah pukul 11 malam, Reihan pun sudah mengabari Risa,kalau dia akan pulang larut malam.


"Risa,apa Reihan belum datang?"tanya ibu.


"Belum bu, seperti nya sebentar lagi,karena kata ka Reihan dia akan pulang jam 11 lewat" jawab Risa.


"ya sudah ibu ke kamar duluan ya"ucap ibu, Risa pun mengangguk kan kepalanya, sambil tersenyum, Risa pun berdiri hendak ke kamar nya juga.


"Risa,Kaka mau ngomong sebentar"ucap Sarah,menahan Risa.


"Iya ka,mau ngomong apa?"tanya Risa penasaran.


"emm...apa kamu mau membantu kaka,kaka ingin memperdalam ilmu agama,kamu mau kan membimbing Kaka"pinta Sarah.


"Ka Sarah,sebenarnya Risa pun masih belajar tentang ilmu agama,tapi kalau ka sarah mau, kita bisa belajar Sama-sama"sahut Risa sambil tersenyum menatap Kaka nya, Sarah pun mengangguk kan kepalanya sambil tersenyum.


"Terima kasih Risa"ucap Sarah merasa bahagia, Risa pun mengangguk,ia sangat bahagia melihat kaka nya sudah kembali seperti dulu lagi.


"Assalamu'alaikum"ucap Reihan yang baru datang.


"Wa'alaikum salam,"sahut Risa sambil tersenyum, menyambut suaminya datang.


"Sayang belum tidur?"tanya Reihan, sambil mendekati istrinya,dan memberikan ciuman di kening istrinya.


"Belum"sahut Risa,dan mereka pun ke kamar, Reihan duduk di ranjang, melihat raut wajah suaminya yang berbeda dan terlihat lelah, Risa menghampiri suaminya.


"Ada apa sayang?"tanya Risa, sambil menatap wajah suaminya, Reihan mendongakkan kepalanya menatap istrinya,lalu menepuk paha, menyuruh Risa duduk di pangkuan nya, Risa menyeritkan alisnya, bingung, namun tetap menuruti kemauan suami nya, Reihan memeluk erat tubuh istrinya yang sedang duduk di pangkuan nya,dan menaruh wajah nya ke tengkuk leher istrinya sambil memejamkan mata nya, Reihan pun merasa lebih tenang dan rileks, semua rasa tegang dan kacau yang ia rasakan tadi hilang seketika.


"Sayang apa ada masalah?"tanya Risa lagi.


Reihan pun membuka matanya dan menceritakan semua kejadian di rumah orang tua nya tadi, Risa terkejut mendengar nya, sungguh masalah yang mereka hadapi bertubi-tubi dari keluarga mereka, Risa hanya bisa menyemangati dan memberikan dukungan kepada suami nya.


Bersambung...


kasih like dan komen nya ya 😁

__ADS_1


jangan lupa baca episode-episode selanjutnya ❤️❤️❤️❤️❤️


__ADS_2