
Risa berdiri di depan cermin memandang wajahnya, matanya yang sembab dan terlihat agak bengkak karena habis menangis,satu minggu lagi dia akan menikah dan resmi menjadi seorang istri, Risa pun merasa takut dan trauma,ia tak ingin apa yang dialami kakaknya dialaminya juga, ingatannya pun kembali berputar di masa lalu,ia mengingat ketika di mana kakaknya Sarah,diperlakukan dengan sangat buruk oleh suami dan ibu mertuanya, setiap hari Sarah diperlakukan seperti pembantu oleh ibu mertuanya dan juga sangat sering dicaci maki,bahkan dengan tega,suami yang begitu dicintainya juga sering menyiksa dan memukulinya.
Tok.. tok.. tok..!!! suara pintu kamar Risa diketok, Risa pun terkejut dan kembali tersadar dari lamunannya.
ceklik!
"Risa..!"panggil ibu,sambil membuka pintu kamar Risa.
Risa hanya diam di depan cermin sambil menundukkan kepalanya.
"Apa kamu masih marah, dengan ibu dan bapak, karena sudah menerima lamaran Ustadz Reihan?" tanya ibu lagi
Risa memandang ibunya dan menggelengkan kepalanya
"Lalu kenapa?" tanya ibu
"Risa hanya takut bu..!Risa takut rumah tangga Risa akan hancur sama seperti rumah tangga Kak Sarah"ucap Risa,karena rasa trauma nya, membuat ia takut untuk berumah tangga dan tak percaya akan cinta.
"Astagfirullah hal'adzim Risa,kamu kenapa memikirkan hal yang belum tentu terjadi nak"
"Ibu yakin, rumah tangga mu nanti pasti akan bahagia, dan menjadi keluarga sakinah mawaddah dan warohmah"ucap ibu Diah
"Kenapa ibu bisa yakin?"tanya Risa
"Karena Ustadz Reihan itu orang baik nak"jawab ibu
"Ka Dimas juga dulu baik bu,tapi lama- lama menjadi jahat"sahut Risa
"Dimas dan ustadz Reihan itu beda nak"sahut ibu
"Ustadz Reihan itu orang sholeh, sedang kan Dimas hanya orang awam, yang tidak mengenal ilmu agama, makanya Dimas itu sangat mudah terbujuk rayuan setan, sehingga tega menyakiti istri nya"jawab ibu
"Tapi Risa tidak mencintai ustadz Reihan bu"sahut Risa
"Nak..! cinta itu akan datang dengan seiringnya waktu, semakin kalian bersama, cinta itu akan hadir dengan sendirinya"ucap ibu Diah
"Percaya lah pada ibu dan bapak nak, ini adalah jodoh terbaikmu" ucap ibu berusaha meyakinkan Risa.
Risa terdiam mendengar apa yang dikatakan oleh ibunya,
"Risa akan mencoba ikhlas menerimanya bu, tapi Risa tidak tahu,apa Risa bisa mencintai nya dan jadi istri yang solehah buat Kak Reihan" ucap Risa.
"Ibu yakin kamu pasti akan mencintai nya, dan pasti bisa jadi istri solehah untuk suami mu nak"sahut ibu Diah yakin.
"Keluarga kita di kampung lusa akan datang, kakak kamu Sarah pun besok akan pulang,setelah mendengar kamu akan menikah, kakak kamu sangat bahagia dan ingin cepat-cepat pulang"ucap ibu
"Kalau begitu,ibu akan ketempat Tante Nita dulu,ibu ingin minta bantuannya untuk mencari kebaya buat kamu"ucap ibu semangat.
*
*
*
Di rumah Ustadz Reihan, sudah pada sibuk menyiapkan keperluan untuk akad nikah,dan para keluarga pun sudah sebagian pada datang
"kak Lia...!" panggil Fika
Adik bungsu ustadz Reihan yang masih berusia 7 tahun
"Ada apa?"tanya Lia
"Calon istrinya kak Reihan cantik nggak Kak?" tanya Fika
"Iya, calon istri nya ka Reihan, cantik banget"jawab Lia
"Kenapa Fika nggak diajak sih...! kan Fika mau lihat calon istrinya Kak Rehan juga." protes Fika
"Soalnya,kalau kamu diajak, bakalan ngerepotin kita semua"jawab Lia sambil tergelak melihat wajah adik bungsu nya itu cemberut sambil merajuk
*
*
*
Kabar ustadz Reihan akan menikah pun sudah beredar di mana-mana,dan undangan pun sudah di bagi-bagikan,teman-teman nya
Siti,Salwa dan Lia pun semua pada kecewa dan sedih, bahkan ada juga yang sampai histeris tidak percaya, di pondok pesantren pun tak kalah hebohnya,kabar itu menjadi trending topik oleh para santriwati.
Dinda yang mendengar nya pun merasa tidak percaya,karena setahunya,ustadz Reihan tidak mempunyai calon istri atau pun terlihat akrab dengan wanita lain.
"Kalian dapat kabar hoax itu dari mana..?"tanya Dinda tak percaya
"Ini bukan hoax Din,kita tau dari para ustadz dan ustadzah,mereka semua dapat undangan nya, dan para santri pun juga dapat katanya"sahut santriwati lain
"Terus mana undangan nya,?sini aku mau liat"ucap Dinda
"kami gak tau Din,!kami juga belum liat undangan nya, tapi Susi sempat melihat katanya,pas lagi ngumpul buku ke ruang ustadzah,dan di sana para ustadzah lagi heboh bicara tentang pernikahan ustadz Reihan,sambil bagi -bagi undangan katanya"ucap santriwati lain
"Aku harus menemui ustadzah Aisyah,dan memastikan apakah kabar itu benar"gumam Dinda
"Assalamu'alaikum ustadzah Aisyah"ucap Dinda
__ADS_1
"Wa'alaikum salam Dinda!"sahut ustadzah Aisyah
"Ustadzah... saya mau tanya,apa benar, kabar nya ustadz Reihan akan menikah?"tanya Dinda
"Benar Dinda, besok ustadz Reihan akan menikah,dan kita semua sudah mendapatkan undangan nya,para santriwati pun juga di undang.."jawab ustadzah Aisyah
Badan Dinda pun bergetar, bibirnya terasa kelu, hati nya pun terasa sakit dan hancur,pria tampan yang selama ini di nantikan nya untuk menjadi suaminya pun telah pupus,dan akan menikah dengan wanita lain.
"Boleh saya liat undangan nya ustadzah?"tanya Dinda
"Boleh!"jawab ustadzah Aisyah sambil mengambil kertas undangan itu di laci meja nya.
Tangan Dinda bergetar menyambut kertas undangan itu,di bacanya tulisan itu,dan di lihat nya nama yang sangat di kenal nya,nama yang selama ini sudah lama terukir di hatinya, mata nya terasa memanas dan berkaca-kaca, dengan sekuat tenaga Dinda menahan air mata nya agar tidak tumpah di depan ustadzah Aisyah.
"kamu tidak apa-apa?"tanya ustadzah Aisyah,karena melihat perubahan Dinda
"Ti..tid.. tidak apa-apa ustadzah.!"jawab Dinda terbata- bata
"Ya sudah kalau begitu, ustadzah mau ke aula dulu ya, ingin menyerahkan kan undangan ini ke ustadz Yusuf,biar bisa di umumkan langsung kepada semua santri"ucap ustadzah Aisyah
"Baik ustadzah"jawab Dinda
"Assalamu'alaikum"ucap ustadzah Aisyah sambil meninggalkan Dinda
"Wa'alaikum salam ustadzah"sahut Dinda
Dinda pun langsung ke asrama dan masuk ke kamar nya, air mata nya pun sudah tak bisa di bendung lagi, Dinda menangis sambil bersandar di balik pintu kamarnya, badannya pun terasa lemes,dan terduduk di lantai, hatinya terasa hancur dan kecewa, ingin rasanya ia menjambak dan memukul, juga memarahi wanita yang telah berani merebut pria yang di cintai nya itu(aduh.. author jadi takut sama Dinda,π± hati-hati ya neng Risa kalau ketemu sama Dinda π)
*
*
*
Di sebuah kamar,seorang pria tampan sedang berbaring sambil memegangi handphone, ia ingin sekali menghubungi gadis yang dicintainya,hatinya saat ini sedang dilanda rindu, karena sudah satu minggu lebih ia tidak bertemu gadis yang akan dinikahinya besok .
Ya... tak terasa besok adalah hari pernikahan mereka,dipandanginya nomor yang tertera di handphonenya, nomor calon istrinya yang di pinta dari uminya, namun Reihan pun belum pernah menghubungi Risa.
Reihan pun memutuskan untuk mengirim pesan.
"Assalamu'alaikum" ππ»isi pesannya
"Wa'alaikum salam"balas Risa
Reihan yang mendapat kan balasan pesan dari calon istri nya pun,hatinya langsung berbunga -bunga
π©"Gimana kabarnya?" tanya Reihan
π©"Alhamdulillah baik, ini siapa yaa?" balas Risa
π©"Maaf ka Reihan,Risa tidak tahu"ππ» balas Risa
π©"Ya.. tidak papa βΊοΈ,Risa jaga kesehatan ya, jangan terlalu capek dan jangan bergadang"ππ»βΊοΈ balas Reihan
Reihan tahu dari Tante Nita,kalau Risa sering bergadang, karena ikut membantu membuat kue,buat jamuan di hari pernikahan nya besok.
Namun pesan nya Reihan tak kunjung di balas Risa.
*
*
*
Di Rumah Risa
Risa yang mendapat kan pesan dari calon suaminya pun terkejut,dan ia bingung harus membalas apa pesan itu,jadi ia memutuskan untuk tidak membalas nya lagi.
Risa duduk dan bergabung dengan para keluarga bersama sepupu-sepupunya sambil berbincang -bincang.
"Risa ,kamu ada nyimpan foto calon suami mu gak,kita mau liat nih?"ucap salah satu sepupu Risa
"Aku gak punya foto nya"jawab Risa santai
"Apa..???kok gak ada,kamu gak minta gitu sama dia" ucap sepupu nya protes.
Sudah tradisi di desa mereka apa bila ada yang mau di jodoh kan atau sudah mau menikah,mereka akan bertukar foto,agar keluarga pihak pasangan bisa melihat nya terlebih dahulu, sebelum hari pernikahan.
"Ngapain aku minta-minta foto, bikin malu aja "jawab Risa kesal.
"huh..! kita kan penasaran"jawab mereka
"Besok juga kalian bakal liat,dan sebaiknya kalian istirahat,karna sudah larut malam.."sahut ibu Diah sambil tersenyum.
*
*
*
Pagi-pagi, di rumah Risa sudah pada sibuk, karena sebentar lagi pihak mempelai pria akan datang.
Risa pun sudah di rias dan memakai kebaya putih yang indah, walaupun desain nya sederhana namun terlihat sangat cantik dan anggun di pakai oleh Risa.
__ADS_1
"Wah.. Risa kamu cantik sekali..!" ucap Tina teman Risa yang juga turut hadir
"Tina,kapan kamu datang?"tanya Risa
"Dari tahun kemarin" jawab Tina
"Huh...di tanya serius, jawabnya bercanda."sungut Risa
"He...he...he.."Tina tertawa
"Habisnya,dari tadi aku liat,mukamu kusut banget,wajah sih cantik,tapi.. kalau muka mu di tekuk kaya gitu kan aura nya juga beda"ledek Tina
"Senyum dong! orang ya di mana- mana,kalo mau nikah, wajah nya berseri-seri, senyam-senyum ,lah kamu,kaya baju belum di setrika"ledek Tina sambil tertawa.
"iya..iya...ledek aja terus," sungut Risa sambil memanyunkan bibirnya, yang membuat Tina semakin terbahak.
Suara sholawat nabi pun terdengar dari luar,pertanda mempelai pria sudah datang
Tina pun mengintip dari balik pintu kamar,ia penasaran sama calon suami Teman terbaik nya itu.
"Subhanallah...!calon kamu ganteng banget Sa,dapat di mana?" ucap Tina heboh
Risa hanya geleng-geleng kepala saja, melihat kehebohan temannya itu.
para undangan keluarga dari belah pihak pun sudah berkumpul,di hadiri para tokoh ulama, ustadz, ustadzah beserta para santri dan para Habib pun hadir untuk menjadi saksi pernikahan Ustadz Reihan
penghulu serta saksi pun sudah siap,
lantunan ayat suci Al-Quran pun berkumandang, yang di baca langsung oleh ustadz Reihan,semua orang tersentuh mendengar suara merdu nya.
Setelah Mengucapkan istighfar dan syahadat
ijab qobul pun di mulai..dan saling berjabat tangan.
"BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM,ANKAH TUKA WA ZAWWAAJTUKA MAKHTUBATAKA
BINTI (RISA PUTRI BINTI MUHAMMAD AMIN) ALAL MAHRI ALFU ALFIN RUBIYAH HALLAN"
Artinya:"Aku nikah kan engkau dan aku kawin kan engkau dengan pilihan mu putri ku (Risa putri binti Muhammad Amin) dengan mahar 1 juta rupiah di bayar tunai "
"QOBILTU NIKAHAHA WA TAZWIJAHA (RISA PUTRI BINTI MUHAMMAD AMIN)ALAL MAHRIL MADZKUUR WA RADHIITU BIHI WALIYUT TAUFIQ "
Artinya:"Aku terima nikah nya dan kawin nya (Risa putri binti Muhammad Amin) dengan mahar yang telah di sebutkan dan aku rela hal itu dan semoga Allah selalu memberikan anugerah,"
semua pun mengucap kan...
"Baarakallahu likulii wa hidimmang Kumala fii shaahibihi wa jama'a baina kumma fii Khayrin."
Artinya:"mudah -mudahan Allah memberkahi mu,baik dalam suka maupun duka dan selalu mengumpulkan kamu berdua pada kebaikan"
Aamiin π€²π»
sekarang, Risa telah sah menjadi istri ustadz Reihan,Risa pun di tuntun ke luar dari kamar untuk menemui suaminya.
ustadz Reihan pun Terpesona melihat istrinya yang sangat cantik, tanpa sadar matanya tak berkedip memandang nya.
"Ehem..! matanya jangan lupa berkedip"ucap kyai menggoda Reihan.
"Nanti di kamar puas-puas mandangin,kan sudah halal!"ucap ka Yunus ikut menggoda Reihan,dan seketika membuat wajah Reihan memerah dan tersipu malu.
Risa duduk di hadapan suaminya,acara berikutnya pemasangan cincin,umi pun menyerahkan kotak yang berisi kan cincin ke pada Reihan.
Dengan tangan panas dingin Reihan mencoba mengulurkan tangannya, dan di sambut oleh Risa,berlahan Reihan semat kan cincin di jari manis Risa,setelah itu Risa menyalami dan mencium punggung tangan suaminya, Reihan pun memanjat kan do'a sambil menyentuh kepala istrinya.
"ALLAHUMMA INNI AS'ALUKA MIN KHOIRI HAA WA KHOIRIMAA JABALTHAA 'ALAIH,WA A'UDZUBIKA MIN SYARRIHAA WA SYARRIMMAA JABALTAHA 'ALAIH"
Artinya:"YA Allah sesungguhnya aku mohon kepadamu kebaikan diri nya dan kebaikan yang engkau tentukan atas dirinya,dan aku berlindung dari kejelekan nya dan kejelekan yang engkau tetapkan atas dirinya.."
Aamiin π€²π»
Risa merasakan seperti ada aliran listrik yang mengalir di dalam tubuh nya, sehingga membuat detak jantung nya berdebar kencang,ketika mendengar do'a dari suaminya.
Acara ijab qobul pun selesai dan di lanjutkan acara resepsi pernikahan,semua yang hadir sangat bahagia,dan turut mendo'akan pernikahan Ustadz Reihan
Di sebuah meja ada sepasang mata yang menatap Risa dengan tatapan Benci,dia tidak terima orang yang di cintai nya kini telah menikah.
Acara pun akhirnya selesai ...
(contoh foto hantaran Risa yaβΊοΈ)
Bersambung
*****************
Author jadi baper π
selamat ya.. buat ustadz Reihan dan Risa author juga ikut mendo'akan yang terbaik buat kalian π
__ADS_1
mana nich penggemarnya (R 2)Risa dan ReihanβοΈβ€οΈ
baca episode selanjutnya yaaaaπ